Chapter 13

Featured Image

 Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Anis ( Cichicuit )

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn

.

.

Qiao JingJing tidak tahu apakah itu hanya imajinasinya, tapi dirinya merasa sejak hari di mana mereka minum anggur bersama, cara dia dan Yu Tu berinteraksi tidak sama seperti sebelumnya.

Qiao JingJing tidak bisa menentukan di mana perbedaannya. Tapi misalnya, kadang-kadang Yu Tu akan mengambil inisiatif menanyakan apakah dia perlu membawakan sarapan untuknya. Atau contoh lain, saat Yu Tu melatihnya, cara dia bicara kepada dirinya rasanya lidahnya itu jadi sedikit lebih tajam dan beracun.

Pelatihan 3v3 pada dasarnya sudah berakhir. Setelah berjuang dalam casual matches 5v5 selama beberapa hari, Yu Tu bertanya pada Qiao JingJing, “Kamu sudah main berhari-hari, yang mana heroes favoritmu?”

Qiao JingJing menyebutkan beberapa, lalu menyatakan, “Tapi aku masih paling suka Zhuge Liang dan Li Bai.”

Zhuge Liang vs Li Bai

Zhuge Liang vs Li Bai

Karena mereka adalah yang paling tampan dalam game!

Heroes yang memiliki banyak jenis pergeseran posisi (kemampuan dash) yang berbeda tidak cocok untukmu.” Yu Tu tanpa perasaan menuangkan air dingin (mengatakan sesuatu yang merusak antusiasme) kepadanya. Qiao JingJing, yang terobsesi dengan ketampanan, langsung lemas.

“Kamu lupakan saja posisi bermain jungling (aktivitas berkelana di dalam jungle untuk membunuh neutral creep demi mendapatkan gold maupun EXP). Saat kamu bermain dalam pertandingan eksibisi, langsung pilih pemain profesional yang bagus pada posisi ini. Top solo harus mampu menahan tekanan, yang mana tidak cocok untukmu, jadi kamu juga harus memberikan posisi ini pada rekan timmu. Jadi posisi yang paling cocok untukmu adalah di jalur tengah atau bawah. Mage/ penyihir (hero yang menggunakan kekuatan sihir), marksman/ penembak jitu (hero jarak jauh yang lebih mengandalkan serangan basic attack ketimbang skill, dan serangannya itu bersifat fisik) atau support/ pendukung (hero yang memiliki skill khusus yang dirancang untuk membantu teman setim, baik itu dalam hal menyerang lawan ataupun menyelamatkan teman) bekerja keras dalam tiga arah ini. Untuk mage/ penyihir, kamu bisa memilih Bian Que, Gan Jiang Mo Ye (pasangan pendekar pedang yang hidup selama periode musim semi dan gugur dalam sejarah Tiongkok – mage) dan Ying Zheng (dikenal luas sebagai Qin ShiHuang yang merupakan Kaisar pertama dari Tiongkok yang bersatu – mage). Hero dengan jangkauan lengan yang panjang lebih cocok untukmu.”

Gan Jiang Mo Ye

Gan Jiang Mo Ye

Gan Jiang Mo Ye

Ying Zheng

“Bagaimana dengan Wang Zhaojun?” Padahal Yu Tu sudah mengatakan sebelumnya bahwa hero ini tidak cukup baik untuk kompetisi, tapi Qiao JingJing masih tidak mau menyerah. Bagaimanapun juga Wang Zhaojun adalah hero pertama yang dirinya mainkan dengan baik.

“Kamu tidak akan menanyakan pertanyaan ini jika kamu menonton beberapa pertandingan profesional lagi.” Yu Tu tanpa ampun menundukkannya.

“Untuk support, kamu boleh mempertimbangkan Dong Huang Tai Yi (salah satu puisi Sembilan Lagu – tank), Zhang Fei, Bai Qi (seorang Jenderal terkenal di Negara Qin pada masa negara berperang – tank) dan Bull Demon (salah satu kelas monster yang biasanya disebut demons dalam permainan). Sun Bin masih bisa dipertimbangkan. Selain itu, Su Lie (dikenal sebagai Su Dingfang adalah Jenderal pada masa Dinasti Tang – tankwarrior) dan Meng Qi (tankmage) sangat populer saat ini, jadi kamu perlu mengenal mereka.”

Dong Huang Tai Yi

Dong Huang Tai Yi

Dong Huang Tai Yi

Bai Qi

Su Lie

Su Lie

Meng Qi

Meng Qi

“Zhang Fei?”

“Kemampuannya tidak sulit untuk digunakan.”

Baiklah kalau begitu. Pada pertama kali Qiao JingJing bermain Zhang Fei dengan A Guo, permainannya benar-benar mengerikan. Setelah dilatih oleh Yu Tu, kemampuannya tidak buruk lagi.

Yu Tu sangat bersikeras hero yang cocok untuknya adalah dua posisi ini. Ketika sampai pada marksman, dia tiba-tiba bertanya pada Qiao JingJing, “Untuk marksman, kamu suka Consort Yu?”

Qiao JingJing mengangguk. “Karena skill ketiga sangat berguna dan skill kedua juga bisa digunakan untuk melarikan diri.”

Yu Tu tampak termenung. “Kamu bisa melarikan diri dengan sangat cepat.”

Qiao Jing Jing: “… Itu pujian?”

Yu Tu membuat suara “hmm.” “Kamu tidak akan pernah menjual rekan satu tim secara acak dan meninggalkannya, tapi kami telah menjualku tanpa ragu sedikit pun. Aku selalu ingin bertanya padamu proses pemikiran seperti apa itu?”

“… Benarkah?” Dengan rasa bersalah, Qiao JingJing ingin memberikan alasan tindakannya, tapi di bawah tatapan mengutuk Yu Tu, dia dipaksa untuk menghadapi tindakan menjual dewa kelincinya itu. “Mungkin itu karena … aku percaya padamu?”

“Terima kasih.” Yu Tu tidak terlihat terkesan.

Qiao JingJing merenungkan semua heroes yang Yu Tu katakan tadi, sedikit sedih. “Semua heroes ini tampaknya bukan yang menawan atau tampan.”

Yu Tu terdiam. Mengingat Qiao JingJing saat sedang beristirahat, dirinya suka mempelajari skin mana yang terlihat bagus atau saat sekadar minum anggur, dia masih perlu meletakkan sekuntum bunga di atas meja, Yu Tu berkata tanpa daya, “Kalau kamu menginginkan marksman yang tampan, kamu bisa mempertimbangkan hero lain.”

“Yang mana?” Mata Qiao JingJing mulai menyala.

“Baili Shouyue (marksman / assassin).”

Baili Shouyue

Baili Shouyue

Baili Shouyue adalah hero baru yang baru-baru ini dirilis oleh King of GlorySkill spesialnya adalah penembak jitu jarak jauh. Qiao JingJing segera memulai casual match.

Dua puluh menit kemudian, dirinya meletakkan ponselnya dan menatap Yu Tu. “Kamu yakin aku bisa bermain bagus dengan hero ini?”

“Kecermatanmu cukup bagus. Faktanya, hit ratemu (seberapa besar kemungkinan pukulan biasa keluar critical. Kalau hit rate 25% maka kemungkinan keluar critical pada saat memukul biasa adalah 25%) untuk skill pertama Consort Yu sangat tinggi.” (critical sendiri adalah suatu keadaan di mana serangan kita mengeluarkan damage 2x lipat dari seharusnnya).

Qiao JingJing berpikir sebentar. Tampaknya memang benar. Tapi sebetulnya, dia tidak benar-benar berpikir untuk membidik dan mengandalkan penuh kata hatinya. Kadang-kadang, dia sengaja mencoba membidik tapi pada akhirnya akan gagal mencapai sasaran.

“Kamu tidak bermain bagus di pertandingan beberapa saat yang lalu karena pertama, rekan tim tidak memberimu currency (mata uang) dan support, dan kedua, kamu masih belum cukup gesit saat positioning (cara menempatkan hero di tempat yang tepat, pada saat yang tepat). Meski Consort Yu dan Baili Shouyue juga menghendakimu untuk bisa memposisikan diri, kebutuhan skill mereka sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Sun Shangxiang dan Marco Polo (pedagang dan penjelajah Venesia yang melakukan perjalanan jalur sutra ke Tiongkok – marksman), jadi kita masih bisa menyelamatkan peluangmu dengan mereka. Dengan dua hero lainnya, kamu… aku bahkan tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata.”

Marco Polo

Marco Polo

Lidahmu agak terlalu tajam dan beracun, bukan? Qiao JingJing jadi mengingat ungkapan Ngengat terbang ke dalam nyala api dan Burung layanglayang muda melemparkan dirinya ke dalam panci mendidih yang kemarin Yu Tu gunakan sebagai kata-kata evaluasi untuk Nakoruru/ assassin (karakter dalam seri game pertempuran samurai shodown – samurai spirit in japan oleh SNK), Qiao JingJing jadi ingin meninju seseorang.

Nakoruru

Nakoruru

“Di samping positioning, kekurangan terbesarmu yang sekarang adalah kesadaran, yaitu seratus ribu alasan atau penjelasan yang selalu kamu tanyakan saat bermain.”

“……Hah?”

Yu Tu menceritakan dengan wajah tanpa ekspresi, “Kemana aku harus pergi? Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menggunakan skill terbaik?”

Qiao JingJing: “…”

Yu Tu meninjau waktu dan berkata, “Jadi mulai hari ini, kita akan berlatih pertarungan nyata selama setengah hari lalu sisanya menonton turnamen profesional.”

Qiao JingJing merasa pelajaran sebelumnya seperti kelas seni bela diri, dan sekarang Yu Tu mulai mengajarkannya strategi dan taktik militer, seperti bagaimana memimpin para prajurit di sepanjang jalur, cara mengelabui dan menjebak yang lain, cara menyergap.

Bisa dibilang Qiao JingJing langsung menuju pertempuran dan membunuh tentara musuh.

Tapi King of Glory, bagaimanapun juga baru dikembangkan selama satu tahun ini Jadi sebenarnya tidak banyak strategi dan rangkaian yang umum digunakan. Qiao JingJing tidak bodoh. Setelah menonton video kompetisi selama dua hari yang dipilih khusus oleh Yu Tu, dirinya akhirnya mengerti sebagian besar dari heroes ini.

Tentu saja, pemahaman hanyalah pemahaman; situasi dalam pertempuran sesungguhnya selalu berubah. Intinya adalah dirinya masih perlu berlatih lebih banyak.

5v5 jauh lebih intens dari 3v3. Setelah beberapa hari, setiap kali Qiao JingJing memejamkan mata di malam hari, dirinya akan melihat ledakanan dari menara kristal.

Alhasil, saat ada acara yang harus dihadirinya, Qiao JingJing senang. Dirinya benar-benar merasa seperti istirahat.

Pagi-pagi sekali, tanggal 10 November, Qiao JingJing dengan riang menghubungi Yu Tu. “Yu Tu, kamu belum berangkat. Aku akan ke Hangzhou hari ini untuk menghadiri pesta ganda malam ke-11 di rumah Tuan Ma. Aku ingin minta hari libur. Aku lupa memberitahumu kemarin.”

Padahal, Yu Tu sudah tiba di stasiun kereta bawah tanah. Dirinya membutuhkan hampir satu jam untuk sampai ke tempat Qiao JingJing.

Suasananya sangat bising di ujung Qiao JingJing, seperti dia sangat sibuk. Saat Yu Tu berkata “Baiklah,” Qiao JingJing membalas, “Kalau begitu aku akan menutup telepon. Kalau kamu tertarik, kamu bisa menontonnya juga. Aku akan bernyanyi hari ini.”

Yu Tu tertawa dan berkata lagi “Oke.”

Mendadak Yu Tu tidak perlu keluar, jadi sepertinya dia punya waktu seharian tanpa melakukan apa pun. Setelah kembali ke rumah, dia pergi ke situs web resmi King of Glory di komputer untuk membaca beberapa informasi. Kemudian Qiao JingJing mengirim pesan WeChat sekitar pukul lima sore.

JingJing: Apa kamu online?

Yu Tu: Online.

JingJing: Aku tidak melakukan apa-apa sekarang. Ayo main game.

Yu Tu dengan cepat memposting tautan di QQ dan mengklik masuk. Keduanya bertanding dengan tiga pemain acak dalam casual match sampai mereka memasuki 5v5 Antaris Battlefield map (nama peta untuk pertandingan 5v5 PvP ranked match dan 5v5 PvP grand battle adalah Antaris Battlefield, itu adalah peta terbesar dalam game).

Kali ini Yu Tu memilih Marco Polo dan Qiao JingJing memilih Bull Demon. Setelah bermain sebentar, Qiao JingJing tidak bisa berhenti mengeluh, “Kupikir Bull Demon lebih sulit dimainkan daripada Zhang Fei karena aku tidak tahu bagaimana memposisikan diriku sendiri untuk kemampuan yang membutuhkan gerakan dan posisi berskala besar.”

Yu Tu: Mainkan saja sesukamu.”

Qiao JingJing: “Kamu masih bisa menang?”

Yu Tu: “Tidak, aku akan merekamnya.”

Qiao JingJing: “… lalu nanti memberiku pelajaran?”

Yu Tu: “Ya.”

Pada saat ini, jungler Li Bai tiba-tiba berbicara.

Serangga Kecil Yang Menakjubkan: “Marco, kurasa pacarmu tidak sebaik pacarku.”

Yu Tu terkejut dan hampir mengatakan bahwa Bull Demon bukan pacarnya. Tapi dia juga merasa kalau mengatakan ini pada orang asing rasanya sedikit aneh. Sesaat Yu Tu ragu sampai mendengar Qiao JingJing berkata: “Tapi pacarmu juga tidak sebaik pacarku.”

Yu Tu: …

Sebenarnya, Yu Tu tidak terkejut karena Qiao JingJing selalu memiliki gayanya sendiri saat bermain game. Tidak dapat dihindari bahwa akan ada bashers (seseorang yang dengan keras mengkritik, membohongi, atau melakukan kekerasan terhadap pihak yang disebutkan) di beberapa pertandingan. Setiap kali Qiao JingJing dimarahi, dia akan balik memarahi, tapi cara dia memarahi benar-benar … sulit dijelaskan dalam beberapa kata. Misalnya, jika orang memarahinya dengan mengatakan bahwa Qiao JingJing adalah sampah, dia akan balik memarahi dengan Kaulah yang sampah.” Jika orang-orang memarahinya karena bodoh, dia balik memarahi, Kaulah yang bodoh.”

Jadi ketika orang berkata, “Kau tidak sebaik pacarku,” maka balasannya, “Kau juga tidak sebaik pacarku” akan jadi masuk akal.

Serangga Kecil Yang Menakjubkan segera membalas, “Terserah. Itu karena dia bermain sebagai marksman dan aku tidak cukup akrab bermain dengan Li Bai. Kalau kamu tidak percaya, aku akan mengundang kalian berdua bermain lagi nanti dan menunjukkan padamu Marco dengan skill tingkat dewa.”

Pacarnya tidak bicara, tapi mengetik kalimat.

Burung Kecil dan Keranjang Belanja (Zhuang Zhou): Hubby tambahkan minyak! (untuk mendukungnya)

Pada saat ini, pemain acak yang selama ini belum benar-benar bergerak tiba-tiba membanjiri kotak obrolan dengan pesan.

Tidak Mengenakan Apa-Apa Itu Bagus dan Keren (Ying Zheng): Jangan bicara lagi. Aku akan menutup permainanku.

Tidak Mengenakan Apa-Apa itu Bagus dan Keren (Ying Zheng): Hari ini adalah double 11 Singles day (11 November; di Cina, awalnya merupakan hari kegiatan untuk orang lajang, tapi sekarang juga jadi hari penjualan ritel tahunan terbesar di dunia). Tapi ternyata pasangan kekasih ada di mana-mana di jalan. Aku sampai bersembunyi di rumah dan bermain game, namun aku masih bertanding dengan dua pasang kekasih.

Tidak Mengenakan Apa-Apa itu Bagus dan Keren (Ying Zheng): Aku kesal. Aku akan menutup permainan.

Kemudian dia berjongkok didekat air sumur (mungkin untuk memulihkan daya HP) dan tetap tak bergerak.

Qiao JingJing: “…”

Qiao JingJing segera mengetik.

Tangan Mampu Menggapai Kapas (Bull Demon): Tunggu, kamu salah. Singles Day itu besok!

Tidak Mengenakan Apa-Apa Itu Bagus dan Keren (Ying Zheng): Benarkah?

Qiao JingJing menerka dia pergi untuk memeriksa kalender. Setelah beberapa saat:

Tidak Mengenakan Apa-Apa itu Bagus dan Keren (Ying Zheng): Oke, kalau begitu Yang Mulia ini akan bermain sebentar lagi.

Pertandingan ini akhirnya dimenangkan setelah banyak lika-liku. Marco Polo Yu Tu mengambil MVP (Pemain Paling Berharga) tanpa hambatan.

Begitu Qiao JingJing keluar dari pertandingan, dirinya menerima undangan dari Serangga Kecil Yang Menakjubkan. Dirinya jadi bersemangat dan menerima undangan tersebut, kemudian memasuki ruangan.

Serangga Kecil Yang Menakjubkan: Pacarmu menolak undanganku. Apa dia terlalu takut untuk datang?

Tangan Mampu Menggapai Kapas: Tunggu dulu.

Qiao JingJing mengirim screenshot dialog pada Yu Tu di WeChat.

Yu Tu: Tarik aku ke sana.

Setelah Yu Tu memasuki chatroomSerangga Kecil segera mengklik untuk memulai pertandingan. Setelah memasuki layar pemilihan heroesSerangga Kecil dan Yu Tu secara bersamaan membuat pilihan mereka hanya dalam satu detik.

Serangga Kecil, tanpa ragu, memilih marksman Marco Polo. Yu Tu …

memilih Li Bai!

Ini bisa dibilang seperti pertarungan satu lawan satu. Qiao JingJing mendadak menjadi bersemangat. Kalau dipikir-pikir, dirinya belum pernah melihat Yu Tu bermain sebagai Li Bai dalam 5v5.

Serangga Kecil Yang Menakjubkan (Marco Polo): Wah, kau sengaja mencoba memprovokasi.

Danau Obat Kelinci Giok (Li Bai): Aku jarang bermain dengan hero ini, hanya ingin mencoba saja.

Burung Kecil dan Keranjang Belanja (Zhuang Zhou): Hubby tambahkan minyak ╮ (╯ ▽ ╰) ╭

Qiao JingJing segera mengikuti: Pacarku tambahkan minyak 
╮ (╯ ▽ ╰)╭

Pemain acak yang menyedihkan: …………… Kalian semua pasangan?

Qiao JingJing takut dia akan menutup telepon juga, jadi Qiao JingJing menghiburnya: Kuatkan dirimu, jangan tutup teleponnya.

Pemain acak itu dengan lucu berkata: Tidak, aku punya kucing.

Game ini sangat cepat. Marco sangat menawan, percaya diri dan elegan saat dia bermain, tapi Yu Tu bahkan jauh lebih menawan, percaya diri dan elegan. Pendekar pedang abadi berwarna putih yang percaya diri dan elok, yang datang tanpa bayangan dan pergi tanpa jejak, yang akan berada di depanmu sekilas, tapi tiba-tiba akan ada di belakangmu, yang bergerak secepat angsa besar yang kaget dan anggun seperti naga berenang. Contohnya kapanpun Yu Tu tiba-tiba datang dan kemudian tiba-tiba menghilang lagi, dia akan membunuh lawannya yang licik dengan cepat (mudah-untuk-membunuh) berkali-kali.

Lawannya benar-benar segera dibantai di awal pertandingan. Baru sepuluh menit dan mereka sudah menyerah.

Serangga Kecil Yang Menakjubkan: ... Itu melukai harga diriku, ah.

Burung Kecil dan Keranjang Belanja (Zhuang Zhou): Hubby, kau yang terbaik!

Pada akhirnya, Qiao JingJing masih sedikit mengganggu mereka.

Tangan Mampu Menggapai Kapas (Bian Que): Kau harus kuat. Tambahkan minyak, oh / (ㄒ o ㄒ) / ~~

Setelah keluar dari permainan, Qiao JingJing tidak bisa berhenti memutar ulang dalam benaknya bagaimana Li Bai bermain dengan elegan. Beberapa saat berlalu sebelum dirinya dengan bersemangat membuka WeChat untuk mengatakan sesuatu. Tapi dia melihat pesan dari Yu Tu.

Yu Tu: Kenapa kamu begitu iseng?

Jantung Qiao JingJing melonjak, sejenak dirinya lupa apa yang akan dirinya katakan. Kemudian dirinya melihat pesan dari WeChat— “Pihak yang lain telah recalled a message/ mengingat pesan (fitur tersembunyi dari WeChat yang memungkinkanmu untuk membatalkan pesan atau file yang dikirim dalam percakapan WeChat dalam dua menit, berguna ketika memiliki kesalahan ketik dalam pesan, dikirim ke orang yang salah, mengatakan sesuatu yang salah dan tidak ingin orang lain menerima atau melihat apa yang dikirim).”

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.