TMK 7. Tsundere (2)

Featured Image

Pada detik terakhir, dia berubah pikiran dan menjawab: “Aku mungkin perlu lebih banyak latihan, tetapi aku akan mencoba yang terbaik untuk melakukannya sesuai peran!”
Saudari Wu merasa agak kecewa dengan kata-katanya, tetapi dia tidak terlalu memikirkannya. Sebaliknya dia berkata, “Kalau begitu cepatlah datang!” Setelah itu agen menutup telepon.

Qiao Moyu menyimpan ponselnya dengan jengkel dan memeriksa pergelangan tangannya. Gelang itu ada di sana tetapi ancaman mematikan telah menghilang.

Dia menghela nafas lega, lalu menyadari bahwa Luo Luo sedang menatapnya. Qiao Moyu segera berjongkok di sebelah Luo Luo dan bertanya, “Baobei, apakah menurutmu gelang ibu cantik?”

Namun, balita itu menatapnya dengan wajah kosong, tampaknya tidak menyadari apa yang dia maksud.

Apakah itu berarti Xiao Luo tidak dapat melihat gelang itu? Merasa bingung, dia menyentuh pergelangan tangannya tetapi tidak menemukan apa pun di sana.

Setelah saudara ipar Yu menyiapkan makanan mereka, Qiao Moyu menempatkan Luo Luo di kursi bayi dan menyuapnya. Dia berkata dengan semangat, “aaa!”

Qiao Moyu menyodorkan sepotong ikan di depan mulut putranya. Bocah kecil itu segera membuka bibirnya dan memakannya. Qiao Moyu tertawa. Dia memegang sendok lagi di depannya, kali ini dengan labu.

Balita itu menatap potongan sayuran. Bulu matanya yang panjang berkibar dengan lembut, seperti sayap kupu-kupu hitam. Alis lembut bocah itu sedikit mengernyit ketika dia ragu-ragu menatap labu selama beberapa detik. Namun, dia membuka mulutnya dan menerimanya.

Qiao Moyu segera menyuapkan labu di mulutnya. Anak itu mengunyah dua kali sebelum ekspresinya berkerut seperti bola. Rasanya sangat tidak enak saat dia menelannya dengan susah payah.

Di sebelah mereka, pengasuh Yu berseru kaget, “Luo Luo tidak pernah makan labu, tapi dia benar-benar makan ketika kau memberinya makan!”

Begitu komentar itu dibuat, anak kecil itu menjadi malu. Sayangnya, dia sudah menelan sayuran, dan tidak bisa memuntahkannya lagi.

Ketika Qiao Moyu melihat sikapnya yang  arogan, dia tersenyum berpikir itu terlalu imut. Ibu muda itu memotong sepotong sayuran lagi dan mengeluarkan bunyi seperti mesin ketika dia mengirimkan sesendok ke mulutnya: “Baobei kau tidak bisa pilih-pilih. Labu sangat bergizi dan mata mu akan lebih cerah setelah memakannya! Tentu saja, mata Xiao Luo ku jernih sekarang, tetapi akan jauh lebih cerah dan lebih indah setelah makan! “.

Dia terus membujuk: “Baobei, makan sekali lagi.”

Balita kecil itu enggan, tetapi dia masih menyerah dan membuka mulutnya.

Melihat putranya selesai mengunyah, dia tersenyum puas. Qiao Moyu membungkuk dan mencium wajah kecilnya. Pipi bocah itu tiba-tiba memerah.

Setelah anak itu selesai makan, dia mulai merasa mengantuk sebelum jam delapan. Sang pengasuh memandikan Luo Luo dan membawanya ke kamarnya.

Ibunya membacakan cerita sebelum tidur ketika bocah itu berbaring di tempat tidur. Rupanya, bayi kecil itu belum pernah mendengar cerita itu sebelumnya sehingga dia sangat penasaran. Tetapi pada akhirnya, dia tidak bisa menahan kantuknya dan segera tertidur …

Keesokan paginya, Qiao Moyu dijemput dengan mobil oleh asistennya dan diturunkan di kru produksi.

Drama sejarah yang dilakoni nya diadaptasi dari sebuah novel. Buku itu terkenal tujuh tahun lalu dan telah mempunyai banyak penggemar.

Sementara itu, di drama dia berperan sebagai wanita no.3 yang pengambilan gambarnya sangat sedikit, meskipun karakternya adalah cinta pertama dari pemeran utama pria. Berdasarkan ingatan pemilik tubuh asli, Yu Ruohuan sendiri tidak bisa mendapatkan peran ini bahkan ketika dia memohon kepada kakek Qiao untuk itu.

Dia datang terlalu awal dan aktor dan aktris utama belum tiba. Aktris utama dimainkan oleh Xing Wanshuang, saudara perempuan Xing Yicheng.

Karena hubungan saudara mereka, ia segera menjadi aktris utama.
Dan aktor utama adalah kaisar film yang low profile, Ye Peicheng. Dia adalah putra kedua dari keluarga Ye, yang memiliki kekuasaan besar. Ada desas-desus bahwa dia lebih suka berakting daripada bisnis. Lima tahun setelah debutnya, dia hampir tidak pernah bergantung pada pengaruh  keluarganya dan telah berhasil dengan usahanya sendiri. Ye Peicheng memenangkan penghargaan yang mengesankan satu demi satu dan terkenal sebagai salah satu aktor pria paling populer saat ini.

Tiba-tiba, sebuah sorakan nyaring bergema di luar. Qiao Moyu mengangkat matanya dan melihat seorang lelaki jangkung berjalan perlahan menuju lokasi syuting, dikelilingi oleh kerumunan.

Alisnya dingin dan tajam seperti pisau dan dia terlihat tenang. Mata gelapnya tampak seperti malam yang gelap.

Apakah itu Ye Peicheng? Qiao Moyu menghela nafas. Bahkan protagonis pendukung di dunia ini sangat menakjubkan!.

Sementara dia tenggelam dalam pikirannya, mata pria itu perlahan menyapu ke arahnya; tidak ada jejak emosi yang bisa dilihat di matanya, seolah-olah tidak orang di hadapannya.

T / N: Qiao Moyu mendapat peran sebagai wanita No 3
Wanita No. 1 = aktris utama
Wanita No. 2 = aktris pendukung
Wanita No. 3 = aktris sampingan (Peran Xiao Moyu dalam drama)

TMK 6. Tsundere* (1)
TMK 8. Wujud Ikan Koi (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.