TMK 194. Foto Ye Peicheng (1)

Featured Image

“Kalau begitu berdiri yang benar.” Qiao Moyu menegakkan badannya dan mengeluarkan ponsel untuk mengambil foto Ye Peicheng.

Hasil foto itu sungguh mempesona, dia terlihat tampan, dan lebih menarik daripada ketika mengenakan pakaian kasual. Qiao Moyu menyukainya, jadi dia mengambil beberapa foto Ye Peicheng , dan kemudian menyimpannya di telepon seluler.

Dia mengambil dasinya dari lemari: “Moyu kecil, pasangkan dasi untukku.”

Qiao Moyu tidak bisa mengikat dasi sama sekali, dia tidak pernah mengikat dasi pada pria ketika dia masih hidup di dunia sebelumnya! Dia belum pernah melihat saudara laki-lakinya mengenakan jas!

Dia mengambilnya, mengingat ikatan syal merah, dan memberi Ye Peicheng ikatan dasi versi syal merah.

Ye Peicheng meringis: “Setelah putraku pergi ke sekolah dasar, tampaknya tidak perlu khawatir ketika mengikat syalnya.”

Dia mengajarkan Qiao Moyu cara mengikat dasi, keduanya berdiri berdekatan, nafas saling terkait , mata Ye Peicheng menjadi gelap.

Dia tidak bisa menahan ciumannya, dasi jatuh di dadanya, dan dia merasa gelisah, tidak bisa menahan gairahnya, karena suara Qiao Moyu memikatnya.

Qiao Moyu bisa merasakan tenggorokan pria itu mengencang, kemudian tubuhnya ditekan, akhirnya mereka jatuh ke ranjang yang lembut bersama-sama.

Nafas satu sama lain semakin lama semakin berat, tubuh Qiao Moyu terasa lembut, matanya menarik, lengannya melingkari leher Ye Peicheng, menampakkan wajah kecil yang lembut seperti peri.

Ye Peicheng tidak tahu berapa banyak usaha yang dia gunakan untuk mengendalikan dirinya. Dia menggigit bibirnya sedikit. Dia merasa kesal: “Moyu kecil, aku tidak bisa memberimu ciuman selamat pagi.”

Aku tidak bisa melepasnya kalau menciumnya!

Qiao Moyu mengerjap polos padanya: “Kenapa?”

Setelah berbicara, celana pria itu terlihat menonjol.

Dia tertawa dan akan mengambil ponselnya untuk mengambil foto. Ye Peicheng merebut ponselnya: “Moyu kecil, kau yakin mau mempublikasikan fotoku?”

Qiao Moyu mengerutkan bibir dan berkata, “Tidak!” Dia memutuskan untuk mengagumi pria itu sendirian, tidak akan memamerkannya!

Ye Peicheng puas dan mengelus rambutnya yang lembut: ” Pagi ini aku harus pergi ke perusahaan. Jika kau mengantuk, tidurlah. Luo Luo akan membangunkanmu untuk mengantarnya ke taman kanak-kanak.”

Qiao Moyu menggelengkan kepalanya: “Tidak, aku akan berolahraga! Persiapan untuk malam ini!”

Dia tidak bisa kehilangan wajah sebagai seorang Guru, dia harus berolahraga, setidaknya tidak kalah dari Ye Peicheng!

Qiao Moyu bangkit dan berlari, Luo Luo juga bangkit, bocah kecil itu bangun setiap hari dengan wajah kecil yang bingung, lembut dan imut, yang membuat Qiao moyu memberi beberapa ciuman lagi.

Cuaca hari ini dingin, mereka makan pagi, dan Qiao Moyu memakaikan jaket pada Luo Luo dengan erat, dan topi putih kecil di kepalanya.

Luo Luo menggemaskan dan imut, ketika dia memakai topinya, hampir tidak bisa dibedakan apakah dia laki-laki atau perempuan, mata besarnya seperti anggur hitam jernih dan cerah, dan dia menunggu Qiao Moyu untuk membawanya keluar.

Sopir menunggu di depan rumah, Qiao Moyu membawa Luo Luo ke mobil kemudian pergi ke taman kanak-kanak bersama.

Hari ini, Qiao Moyu akan menandatangani kontrak dengan kru “Pohon Delima”, syuting akan dimulai pada tanggal 1 bulan depan dan dilakukan di selatan, jadi dia mungkin harus mulai syuting sebelum Tahun Baru tahun ini.

Jadi setelah mengantar Luo Luo, dia pergi ke perusahaan, menandatangani kontrak terlebih dahulu, mengambil jadwal, dan pulang.

Beberapa hari sebelum syuting, Qiao Moyu mempunyai waktu bebas, dan ketika ia membuka tweeter ada dua berita yang membuatnya terkejut.

[Qiao Zhuohai, Presiden Group Qiao, diduga terlibat dalam pembunuhan dan akan diadili hari ini]

[Akuisisi Grup Qiao oleh Grup Xing secara resmi diserahkan ke lembaga terkait untuk disetujui hari ini]

Setelah membaca berita itu, Qiao Moyu membuka Weibo Qiao Ruohuan.

Karena sebelumnya ada postingan video intim Qiao Ruohuan dan seorang pria asing, PR-nya telah bubar, sehingga kolom komentarnya berisi pesan-pesan kasar, dan beberapa simpati untuknya, tetapi mereka dengan cepat tersingkirkan.

Qiao Moyu tiba-tiba teringat akan pemilik tubuh aslinya, yang pernah diretas hingga membunuhnya secara psikologi. Yang membunuhnya bukan perlakuan Xing Yichen yang dingin padanya, melainkan opini publik yang mengerikan!

Sekarang, semuanya terbalik, Qiao Ruohuan mendapat masalah, dan dia mendapat keluarga yang bahagia …

Dia berhenti membaca Weibo dan mempelajari naskahnya.

Satu minggu kemudian, Qiao Moyu mengepak kopernya. Penerbangannya di pagi berikutnya, dan dia langsung pergi ke Haicheng di selatan untuk bertemu dengan semua yang terlibat dalam film itu.

Tepat sebelum dia pergi, ada satu hal lagi yang harus dilakukan.

Akhir-akhir ini, Ye Peicheng keluar lebih awal dan kembali lebih lambat setiap hari. Qiao Moyu awalnya berpikir pria itu beristirahat setelah tidur dengannya setiap hari.

Tetapi sehari sebelumnya ketika dia bangun untuk pergi ke toilet di tengah malam karena kebanyakan minum air, dia melihat ruang belajar Ye Peicheng masih terang.

Dia akhirnya tahu ternyata pria itu sering bekerja di malam hari setelah menunggunya tertidur.

Dia tahu jika pria itu ingin sukses, dia harus mengeluarkan lebih banyak keringat dan usaha daripada yang lain, tetapi ketika bantal pria itu terasa dingin, Qiao Moyu tidak bisa menahan kekesalannya.

Alih-alih maauk ke ruang kerja, dia kembali ke kamar sendirian.

Sore ini, dia pergi untuk melihat proyek baru Ye Peicheng, tetapi sebenarnya membantunya.

Pria itu selalu tahu bahwa Qiao Moyu bisa membuka cahaya, sebenarnya dia bisa memintanya untuk membuka cahaya pada proyeknya tetapi dia tidak mau mengatakannya.

Dia ingin membuktikan kemampuannya melalui proyek ini, dan juga menunjukkan pada pemegang saham bahwa Ye Peicheng tidak kalah dari Ye Peiqing, jadi dia tidak meminta Qiao Moyu membuka cahaya, dan pura-pura tidak tahu.

Namun, dunia ini penuh dengan banyak hal yang tidak diduga setiap hari, dan meakipun kita telah mengerjakan semuanya dengan sempurna, tetapi bencana yang tiba-tiba muncul dapat menghancurkan segalanya. Seperti ungkapan, manusia berusaha tetapi Tuhan yang menentukan.

Ye Peicheng telah mengeluarkan 100%  usahanya, jadi Qiao Moyu berharap dia dapat membantunya dengan memberikan sedikit keberuntungan!

Semua orang berpikir dia mesti melakukan tarian pedang dan banyak tata cara lainnya, tetapi hanya dia yang mengetahuinya. Sebenarnya hal itu hanya perlu dua langkah yang sederhana.

Qiao Moyu pergi ke lokasi pembangunan dan menelpon Ye Peicheng.

TMK 193. Keluar dari Dunia Hiburan (2)
TMK 195. Foto Ye Peicheng (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published.