TMK 19. Topi Hitam (1)

Featured Image

Setelah Luo Luo diseka hingga kering dengan handuk, Qiao Moyu masuk ke bak mandi dan mandi. Ketika dia selesai dan keluar dari kamar mandi, dia mendengar suara-suara datang dari kamar putranya.

Pengasuh Yu memasuki ruangan dan bertanya, “Luo Luo, mengapa kau belum tidur? Kau harus tidur lebih awal supaya tambah besar! ”


Bocah itu berguling di tempat tidur, tidak bisa tidur. Pengasuh Yu memandang ke Qiao Moyu dan menjelaskan: “Luo Luo memintaku untuk menceritakan Si Kerudung Merah yang pernah kau ceritakan kepadanya, tapi aku tidak tahu cerita itu.”

Apa sebenarnya yang ada di Si Kerudung Merah? Tidak pernah mendengar tentang itu !

Jadi Qiao Moyu berjalan menuju kamar dan berkata, “Baiklah, aku akan kesana.”

Dia duduk di sebelah Luo Luo yang gelisah dan berkata sambil tersenyum, “Baobei, kita tidak akan berbicara tentang Si Kerudung Merah malam ini.

Sebaliknya, mari kita ke cerita baru yang disebut Topi Hitam Besar.

Luo Luo mengerjap dan matanya terbuka lebar menatap dengan penuh rasa ingin tahu pada ibunya.

Qiao Moyu memulai ceritanya: “Pada malam yang gelap dan berangin, ada beruang dengan topi hitam besar. Dia sangat besar, dengan mulut penuh taring tajam dan tubuh gemuk yang begitu padat dengan otot sampai-sampai dia bisa membunuh zebra dengan satu serangan … ”

Xiao Luo bergetar di tempat tidurnya. Jari-jari mungilnya diam-diam di ulurkan dan dengan erat memegangi jari ibunya.

Qiao Moyu menatap ke bawah ke tangan kecil yang gemuk itu yang terlihat seperti akar teratai dan merasa seolah-olah hatinya tergelitik. Dia melanjutkan: “Dia merasa lapar sehingga dia ingin pergi berburu kijang.”

“Bu, Luo Luo mengantuk dan tidak ingin mendengarkan cerita lagi.” Pria kecil itu menggelengkan kepalanya dan menguap.

Qiao Moyu puas. Dia dulu terobsesi dengan cerita ini ketika dia masih kecil dan sekarang, itu cukup berguna. Dia mencium wajah kecil Luo Luo dan berkata: “Baobei harus menutup matanya dan tidur nyenyak!”

“Oke,” kata Luo Luo dengan anggukan. Bulu matanya yang panjang berkibar-kibar saat dia memejamkan mata, sampai terdiam di wajah kecilnya yang gemuk.

Genggamannya di sekitar jari Qiao Moyu tidak mengendur, jadi dia tidak meninggalkan ruangan.

Qiao Moyu menatap anak yang sedang tidur di tempat tidur. Karena dia telah datang ke dunia ini, dia pasti akan merawat bayi malaikat ini dengan baik dan tidak membiarkannya berakhir seperti yang terjadi di novel asli, di mana dia dipisahkan dari ibunya dan menghilang tanpa jejak!

Sedangkan untuk ayah anak itu, dia mungkin menemukan kesempatan untuk mengambil sehelai rambut Xing Yicheng!

Keesokan harinya, Nona Moyu tiba di lokasi syuting pagi-pagi sekali. Dia dijadwalkan untuk berakting dengan Ye Peicheng.

Alur ceritanya seperti ini: Ayah Qiao Moyu meninggal karena cedera serius, menyebabkan putrinya diliputi kesedihan dan kemarahan.

Ketika dia menemukan bahwa luka-lukanya beracun, Qiao Moyu berencana untuk membalaskan dendam ayahnya.

Namun, Ye Peicheng menghentikannya dan mengatakan terlalu berbahaya baginya untuk pergi sendirian. Dia perlu melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas.

Qiao Moyu merasa bahwa Ye Peicheng serakah untuk hidup dan hanya takut mati. Untuk pertama kalinya, dia benar-benar kehilangan kesabaran pada Ye Peicheng.

Namun, ketika dia terbangun setelah di buat pingsan oleh Ye Peicheng, dia menyadari bahwa Ye Peicheng hanya menenangkannya karena dia takut Qiao Moyu berada dalam bahaya.

Teman masa kecilnya berencana pergi sendirian atas namanya, tetapi dia salah paham.

Ketika dia bergegas untuk menemuinya, dia menemukan pria itu bermandikan darah. Ye Peicheng memeluknya dengan erat dan mengatakan kepadanya bahwa dia telah membalaskan dendam Guru!

Pada saat itu, perasaan kasih sayang mereka untuk satu sama lain mencapai puncaknya. Mereka melakukan ciuman pertama mereka sebagai pasangan.

Karena adegan ini membutuhkan ledakan emosi, itu menuntut kinerja tingkat tinggi dari kedua aktor. Itulah sebabnya Qiao Moyu tiba di lokasi syuting lebih awal sambil memikirkan bagaimana cara melakukan adegan tersebut.

Dia konsentrasi mempelajari naskahnya sampai sutradara memanggil namanya.

TMK 18 . Membuat kehebohan di Sosmed (3)
TMK 20. Topi Hitam (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published.