TMK 164. Kehancuran (1)

Featured Image

“Hatiku hancur! Aku tidak percaya, aku tidak percaya, telepon milik dewaku pasti telah dicuri!”

“Tidak, ah, dewa telah membatalkan ‘like’, artinya dia tidak ada hubungan dengan Qiao Moyu, dan gadis itu hanya memanfaatkan kaisar film untuk menjadi terkenal, ah! “

“Komentar diatas, aku tahu maksud kata-katamu , aku merasa sikap gadis pemilih makanan itu seperti anak kecil, kaisar film seperti ayah yang mengurus putrinya! ”

” Aku merasakan hal yang sama! Akhirnya aku  bisa tenang.  Hampir saja aku putus cinta.”

” Suamiku punya pacar dan aku tidak menerimanya, tapi gadis itu ternyata seperti putrinya, kalau itu aku setuju!”

“Aku memutuskan melihat situasi berikutnya! Aku menunggu kabar dari dewa !”

“Aku juga ingin melihat, aku sudah meminta Moyu untuk menyingkir dari pangkuannya sehingga bisa menyuapi aku, hahaha … … ”

” Kakak Ye, bisakah Anda mengabulkan permintaan kami? ”

“Komentar diatas, Saudara Ye sudah di panggil oleh Moyu ! ”

” Jika Moyu adalah seorang gadis kecil, bukankah seharusnya memanggil Papa Ye? ”

Ye Peicheng membaca semua komentar dan di salah satu komentar disebutkan tentang dia yang harusnya menyuapi Qiao Moyu makan, dia tersenyum, dan matanya menjadi cerah.

Tampaknya dia benar-benar dapat mencoba melakukan hal itu?

Selain itu, saat pertama kali dia bertemu Qiao Moyu ketika ia sedang makan dengan lahapnya dan tampak bahagia. Setelah itu, dia mulai menyukainya, dan bahkan suka memandang Qiao Moyu ketika sedang makan.

Setelah itu, setiap kali dia pergi syuting di daerah lain, dia ingin membawakan makanan untuknya dan mengurusnya di rumah dengan baik.

Tetapi dia belum ada kesempatan mencoba hal itu.

Dia keluar dari Weibo-nya dan pergi mencari Qiao Moyu.

Benar saja, pembicaraan di kolom komentar mulai berubah. Komentar yang sebelumnya memarahi Qiao Moyu perlahan mulai hilang, dan sebagai gantinya, banyak orang mendukung pasangan itu.

Tidak hanya itu, penggemar Qiao Moyu juga telah meningkat menjadi ratusan ribu, dan masih terus bertambah.

Ye Peicheng menatap Qiao Moyu yang sedang syuting, dan terus menontonnya.

Tidak lama kemudian, sutradara menghentikan syuting, dan semuanya menuju ke ruangan masing-masing, jadi Qiao Moyu pergi ke ruang ganti untuk menghapus make-up dan berganti pakaian.

Ketika Qiao Moyu keluar dari ruang ganti, giliran Ye Peicheng melakukan adegannya.

Ketika syuting film, pria itu sangat serius menghayati perannya, ekspresinya dingin, dan aura pembunuh terlihat di matanya bahkan dari jauh.

Qiao Moyu merasa ini bukan ekspresi  menakutkan dari Ye Peicheng. Karena dia telah melihat ekspresi yang lebih menakutkan, ketika Xing Yichen berusaha menciumnya.

Pada saat ini, dia merasa karakter Ye Peicheng sama dengan pria di buku! Dia menyukainya…

Ketika memikirkan hal itu, tanpa sadar ia menggelengkan kepalanya. Qiao Moyu pamitan pada staf dan kemudian pergi. Malam ini, dia sudah berjanji akan membawa Luo Luo makan ke Kedai Bubur !

Karena dia membantu membuka cahaya, Kedai Bubur kedatangan seorang kritikus makanan yang sangat terkenal malam itu. Kritikus makanan sangat puas dengan hidangan dan rasa bubur, jadi dia langsung menulis komentarnya di blog.

Setelah itu, kedai bubur langsung terkenal dan kedai penuh dengan orang-orang yang penasaran. Ketika Qiao moyu menelepon, dia mengatakan kalau dia adalah teman dari guru yang membuka cahaya, jadi pemilik toko dengan antusias segera berkata dia bisa menyediakan kursi kapan saja.

Makan malam dengan ayah Ye dijadwalkan pada hari Jumat.

Pagi ini, ayah Ye sangat bahagia dan hal itu terlihat di wajahnya,  dia sudah tidak sabar untuk pergi ke kediaman Ye Peicheng.

Keluarga itu awalnya berencana makan malam di restoran, tetapi kemudian berpikir bahwa Qiao Moyu dan Luo Luo belum pernah ke rumah Ye Peicheng, jadi mereka akhirnya makan di sana.

Pagi-pagi sekali, ayah Ye menyewa pelayan dan koki untuk memulai persiapan, tetapi Ye Peiqing merasa lelah.

—–

Ayah Ye masih kepala keluarga Ye. Jadi, setelah Ye Peiqing lulus kuliah dia langsung bekerja di perusahaan Ye . Meskipun ayah Ye tidak sepenuhnya memberikan kekuasaan, tapi Ye Peiqing mempunyai 30% saham sehingga dia juga mempunyai wewenang dalam setiap keputusan.

Setengah tahun yang lalu, dia merencanakan sebuah proyek dan sudah mempersiapkannya dengan matang. Itu adalah langkah penting baginya untuk membuka pasar baru. Dia sudah mempersiapkan proposal penawaran dengan sebaik-baiknya. Namun, ketika hasil penawaran diumumkan hari ini, ternyata dimenangkan oleh Grup Xing!

Pada saat ini, kantor Ye Peiqing penuh dengan pecahan cangkir porselen yang dihancurkan olehnya, dan seorang asisten kecil dengan hati-hati mengambil pecahan itu.

Asistennya adalah seorang wanita muda . Ketika dia menunduk mengambil pecahan, Ye Peiqing memandang ke bagian bawah lehernya.

Dan matanya mengecil, dia tiba-tiba teringat seseorang – Qiao Ruohuan.

Sudut bibir Ye Peiqing tersenyum dingin. Jadi, Xing Yichen bangga karena memenangkan proyek ini, heh? Hehe, apa yang akan dia rasakan setelah melihat pencarian panas di internet?

Meskipun hal itu tidak ada hubungannya dengan putusnya Qiao Ruohuan  dan Xing Yichen. Tetapi, bagaimanapun juga, perselingkuhan itu terjadi selama mereka masih berpacaran. Seorang pria pasti tidak bisa mentolerir apabila dihianati dari belakang!

Dan meskipun grup Qiao tidak besar, grup Xing akan berusaha untuk menjatuhkan grup Qiao. Ye Peiqing berencana menunggu mereka bertarung sampai lelah.

Memikirkan hal ini, Ye Peiqing langsung menelpon: “A kun, bantu aku mengedit video, ini kodeku, dan sebarkan ke Weibo.”

Satu jam kemudian, ada kegemparan di Internet. ——

 

TMK 163. Wanita kesayangan (2)
TMK 165. Kehancuran (2)

One thought on “TMK 164. Kehancuran (1)”

Leave a Reply

Your email address will not be published.