TMK 146. Putus (1)

Featured Image

Kata-kata Xing Yichen menyebabkan Qiao Ruohuan menjadi semakin bingung. Dia merasa sepertinya pria itu tahu sesuatu, dan berpikir itu sangat mungkin.

Kata-katanya barusan, mungkin untuk sengaja mengujinya? Jika dia tidak tegas dalam jawabannya, maka  kemungkinan  besar akan mengekspos dirinya sendiri!

Selain itu, jika Xing Yichen benar-benar telah menemukan sesuatu, dan menemukan bukti, mengapa dia tidak mengeksposnya sekarang?

Karena itu, Qiao Ruohuan bertemu dengan tatapan Xing Yichen dan menyeringai di bibirnya: “Ah, kebahagiaan orang lain? Kau berbicara tentang Qiao Moyu, kan? Sayang sekali kau menunggu di pintu seperti anjing yang setia selama 20 menit. Apakah orang itu keluar dan memberi hadiah tulang? Tidak!”

Dia tersenyum dingin: “Aku ingat beberapa hari yang lalu di acara syuting bukankah kau bergegas pergi untuk bertemu seseorang? Ketika makan, aku jelas melihat kau ingin memulai percakapan dengannya sepanjang waktu, namun dia hanya melihat Ye Peicheng di matanya! Jika waktu itu, orang yang mengetuk pintunya adalah Ye Peicheng, aku ingin tahu apa yang akan terjadi? Dia pasti tidak akan dibiarkan berdiri didepan pintu yang tertutup. Mungkin mereka akan … ”

Qiao Ruohuan berbicara dengan penuh kebencian, setiap kalimat lebih ketus daripada sebelumnya. Dia mencurahkan semua perasaan buruk yang tertahan di hatinya. Di mata semua orang, Xing Yichen adalah tunangannya, namun dia menyakitinya dengan membela wanita lain!

Karena amarahnya, dia tidak memperhatikan wajah Xing Yichen sedikit demi sedikit menjadi gelap.

“Qiao Ruohuan, tutup mulut!” Xing Yichen dengan kasar memotong kata-kata wanita di depannya. Matanya seperti ular berbisa, dan suaranya berat dengan nada mengancam: “Kau hanya penipu! Siapa yang memberimu hak untuk bersikap sombong! ”

Penipu? Jantung Qiao Ruohuan berdebar kencang. Mustahil, tidak mungkin dia punya bukti tentang itu!

“Tahun itu, gadis yang menyelamatkanku bukan kau!” Pada saat itu Xing Yichen tidak lagi peduli dengan kerja sama antara keluarga. Apakah jadi atau tidak untuk bekerja sama, keluarga Xing-nya tidak perlu memberikan wajah kepada keluarga yang mulai menurun untuk memutuskan!

Dia menatap matanya dan mengucapkan kata-katanya satu per satu: “Karena, aku menemukan gadis yang benar-benar menyelamatkanku! Aku juga telah menemukan bukti untuk itu. Kau harus mengembalikan semua yang telah aku berikan kepadamu beberapa tahun terakhir ini!”

Qiao Ruohuan terkejut, dan menatap Xing Yichen dengan tak percaya.

Pertama, sebelum Xing Yichen membantunya menemukan orang tua kandungnya, dia sebenarnya sudah bertemu orang-orang dari Keluarga Qiao.

Pada saat itu, Keluarga Qiao telah menemukan kebohongannya tentang menjadi penyelamat Xing Yichen; oleh karena itu, mereka langsung menghapus semua catatannya dari sebelum dia berusia 14 tahun.

Kemudian, dia dibawa oleh Keluarga Qiao, dan menjadi Nona pertama Keluarga Qiao yang sebenarnya.

Di sisi lain, Qiao Moyu, karena dia selalu menyukai Xing Yichen, secara alami tidak bahagia ketika dia melihat keduanya bersama.

Dia hanya perlu memainkan beberapa trik kecil dan berpura-pura menjadi seseorang yang menyedihkan bagi Keluarga Qiao dan Xing Yichen akan menjadi jijik dengan Qiao Moyu, sampai dia diusir dari Keluarga Qiao.

Pada saat itu, dia pikir itu pantas untuk Qiao Moyu. Karena dia adalah Nona pertama, dia seharusnya menjadi orang yang menerima perhatian sejak muda, yang dipeluk dengan penuh kasih di telapak tangan semua orang. Namun, trik yang dimainkan oleh Tuhan, ia dikirim untuk tinggal di desa pegunungan selama lebih dari sepuluh tahun!

Dia hanya mengambil kembali apa yang menjadi hutang Qiao Moyu padanya!

Setelah mendengarkan apa yang dikatakan Xing Yichen, Qiao Ruohuan terkejut, dan tiba-tiba menimbulkan keraguan. Apakah Qiao Moyu benar-benar penolong yang menyelamatkan jiwa Xing Yichen? ”

“Ah, apakah Qiao Moyu memberitahumu hal ini?” Qiao Ruohuan tersenyum dingin: “Jika itu benar-benar dia, mengapa dia tidak mengatakannya? Xing Yichen, sudahkah IQ mu turun? Pada saat itu, Qiao Moyu sangat menyukaimu. Apakah dia tidak tahu bahwa begitu dia berbicara tentang hal itu, kau mungkin melihatnya secara berbeda? Sekarang dia memberitahumu, dan kau percaya? ”

TMK 145. Pembalasan (3)
TMK 147. Putus (2)

2 thoughts on “TMK 146. Putus (1)”

Leave a Reply

Your email address will not be published.