TMK 144. Pembalasan (2)

Featured Image

[Ceo Grup Xing, Xing Yichen, mengunjungi bintang wanita Qiao Moyu di malam hari. Setelah ditolak, dia masih tidak pergi]

Setelah itu, ada beberapa foto yang terpasang. Semuanya adalah screenshot dari cctv ketika Xing Yichen berdiri di depan pintu Qiao Moyu, atau ketika dia berada di tempat parkir bawah tanah.

Dalam foto-foto itu, Xing Yichen sepertinya ingin bertemu seseorang, tetapi pihak lain tidak keluar. Namun, dia masih tidak mau pergi, jadi dia terus menunggu di luar pintu.

Semua foto menunjukkan Xing Yichen berdiri sendirian sepanjang waktu, dan pintu Qiao Moyu tetap tertutup. Tidak terlihat Qiao Moyu membuka pintu.

Pencarian panas Weibo menampilkan “Perasaan Xing Yichen sudah berubah”, “Qiao Ruohuan mengawasi kamar kosong”, “Perasaan Xiang Wang pada Dewi Terputus”, “Qiao Moyu Tak Takut Tekanan” dll. Dari sepuluh pertanyaan pencarian panas, setengah dari itu adalah beritanya!

Qiao Moyu agak bingung. Dari mana gambar cctv ini berasal? Juga, dia jelas membuka pintu untuknya kemarin. Ye Peicheng juga ada di sana, jadi kenapa dia tidak muncul di salah satu foto?

Dia melihat screenshot itu lagi, dan hatinya tiba-tiba bergerak: Apakah Ye Peicheng yang memposting ini?

Hanya foto Xing Yichen yang tersisa. Ini tidak hanya menampar wajah Xing Yichen; ketika Qiao Ruohuan melihat foto itu, apa yang akan dia pikirkan?

Mungkin, Xing Yichen masih berpura-pura menyukai Qiao Ruohuan. Sekarang, dengan adanya dugaan perubahan perasaan pacarnya, apakah Qiao Ruohuan akan membiarkannya? Apakah itu akan membuat keduanya bertengkar?

Qiao Moyu merasa dalam buku aslinya, kisah mengenai Ye Peicheng tidak banyak diceritakan oleh penulisnya, jadi dia tidak tahu banyak tentang kepribadiannya. Tapi melihatnya sekarang, sepertinya Ye Peicheng adalah orang yang sangat licik! Apakah ini pembalasannya pada Xing Yichen karena mengganggu ciuman mereka tadi malam?

Saat dia memikirkan itu, ponselnya berdering. Ye Peicheng menelepon.

Dia mengangkat telepon dan mendengarkan, “Moyu kecil, apakah kau sudah melihat beritanya?”

“En, aku melihat.” Qiao Moyu bertanya: “Itu perbuatanmu?”

“Ya.” Ye Peicheng dengan jujur menjawab: “Aku meminta izin kepada manajer apartemen untuk melihat rekaman kamera cctv, mencopy bagian-bagian yang berguna, dan menghapus sisanya. Kau tidak perlu khawatir tentang apa pun. Terutama mengenai Qiao Ruohuan. Aku akan melindungimu. Jika kau mendapat masalah, ingat untuk memberi tahuku. Jangan mengurus semuanya sendiri, oke? ”

Qiao Moyu: “Oke, mengerti.”

Bagaimanapun, situasinya tidak terlalu berpengaruh pada dirinya. Juga, pertikaian antara Xing Yichen dan Qiao Ruohuan akan membuat pemilik tubuh asli ini sangat bahagia.

Kemarin, ketika pria itu datang untuk bertemu dengannya pada malam hari, itu mungkin karena dia tidak 100% yakin mengenai kebohongan Qiao Ruohuan. Dia mungkin belum membicarakannya dengan Qiao Ruohuan sebelum datang.

Kemudian, ketika Qiao Moyu membaca berita, dia baru tahu kalau Grup Xing dan Grup Qiao siap untuk bekerja sama dalam proyek yang relatif besar. Modal awal adalah dua ratus juta. Oleh karena itu, itu mungkin alasan mengapa Xing Yichen belum membongkar kelakuan Qiao Ruohuan.

Kemudian, setelah foto-foto itu dipaparkan di Weibo, keberhasilan kerjasama itu tidak diketahui!

Segalanya seperti yang ditebak Qiao Moyu. Pada saat ini, perkelahian terjadi di vila Xing Yichen!

Tadi malam, Qiao Ruohuan tidur di rumah Xing Yichen. Di malam hari, Xing Yichen memberitahunya bahwa dia akan keluar untuk berbicara dengan klien, dan akan kembali nanti.

Pada saat itu, Qiao Ruohuan tidak terlalu memikirkannya. Dia tidak menyadari ada yang salah sampai dia melihat berita pagi ini!

Xing Yicheng memiliki kebiasaan membeli koran dan membacanya setiap pagi. Jadi, setelah Qiao Ruohuan bangun, ia biasanya pergi ke kotak surat untuk mengambil koran hari ini, siap untuk membaca bagian hiburan.

Siapa tahu, begitu dia membukanya, dia langsung melihat namanya sendiri tercetak di dalamnya, dengan pembicaraan tentang bagaimana kerjasama antara Xing dan Qiao Group akan gagal.

Merasa bingung, dia beralih ke bagian hiburan. Setelah satu pandangan, seluruh tubuhnya tampak menyala!

TMK 143. Pembalasan (1)
TMK 145. Pembalasan (3)

One thought on “TMK 144. Pembalasan (2)”

Leave a Reply

Your email address will not be published.