SPUC 50. Malam Perilisan Majalah

Featured Image

Tangning mencium telinga Mo Ting sementara suhu tubuhnya semakin meningkat, membara seperti api; sorot matanya seperti sedang kerasukan. Dia lalu menekuk punggungnya dan berbisik, “Aku menginginkanmu …”

Mata Mo Ting memerah saat dia bangkit sejenak untuk mengambil k**d*m dari laci. Dengan bijaksana dia memutuskan untuk ‘mengamankan’ dirinya sendiri demi melindungi Tangning – dia tahu, karir Tangning saat ini sedang berkembang dan tak bisa memiliki anak. Sementara itu, Tangning sibuk bertanya-tanya, kenapa ada benda ini di kamar tidur mereka?

Mo Ting kembali ke tubuh Tangning dan menatap mata wanita itu lekat-lekat. Menyadari kesan dingin dalam tatapannya, pria itu langsung menyadari bahwa dia mungkin mengalami kesalahpahaman sehingga buru-buru menjelaskan, “Kita adalah suami-istri, dan aku selalu siap. Benda ini bukan sisa orang lain. Selama ini, aku terus menunggumu.”

“Aku belum pernah … melakukannya dengan orang lain. Aku hanya pernah melakukannya sejauh setengah jalan pengalaman kita di malam pernikahan kita …”

Setelah mendengar ini, mata Tangning berbinar sementara dia mencium Mo Ting di antara cekungan tenggorokannya, “Maaf …”

“Ini masih akan terasa sakit, sedikit,” Mo Ting berusaha menahan diri  saat dia mengingatkan Tangning dengan lembut.

Terlalu takut untuk melihat ke daerah yang membuatnya malu, Tangning hanya menganggukkan kepalanya dengan yakin, “Tak apa-apa … aku toh sudah pernah mengalami rasa sakit itu sebelumnya.”

Mo Ting memeluk sekeliling bahu Tangning dengan lengannya, memastikan dirinya memperhatikan perasaan wanita itu. Sambil mencium pipinya, secara perlahan dia membuatnya menjadi miliknya. Dengan sabar, dia bergerak sedikit demi sedikit, hingga akhirnya … dia merasakan dirinya sudah berada di dalam tubuh wanita itu.

Di dunia ini, tak ada yang lebih indah daripada berbagi momen kemesraan seperti ini, di mana dua jiwa menjadi satu. Mo Ting menatap Tangning dan terus memperhatikannya hingga merasa yakin bahwa rasa sakitnya telah hilang, baru dia kembali menggerakkan tubuhnya secara perlahan. Dia ingin memberinya pengalaman pertama yang terbaik – dia ingin wanita itu mengingat hal ini selama sisa hidupnya …

Setelah ini, mereka benar-benar akan seutuhnya menjadi milik satu sama lain …

Di luar jendela, bulan tampak mengggantung di atas pucuk pepohonan. Sementara di dalam, sebuah aktifitas yang dapat membuat wajah siapapun yang melihat memerah dan membuat jantung berdegup kencang baru saja selesai.

Setelah merasakan kekuatan penuh energi Mo Ting, Tangning sangat kelelahan hingga tak sanggup membuka matanya. Tubuhnya terasa lemah dan pikirannya setengah terjaga. Pada saat ini, dia merasakan seseorang menyeka tubuhnya yang lengket oleh keringat sebelum kemudian membantunya mengenakan piyama yang rapi. Dia lalu merasakan ciuman lembut di keningnya yang kemudian menjadi pengantar tidurnya.

Dia tidak setikitpun menyesali semua yang terjadi, sebab, dia tahu, semua ini sepadan. Sementara mereka tertidur nyenyak, pasangan suami-istri itu saling berpegangan tangan dengan erat. Mo Ting memeluk Tangning sambil sekali lagi mencium keningnya dengan lembut.

“Halo, Mrs. Mo.” sapanya setengah berbisik.

(Mrs: dibaca /mises/ dan berarti madam/nyonya)

Keesokan paginya, Tangning terbangun di pelukan Mo Ting. Melihat pria yang sekarang telah menjadi miliknya seutuhnya, senyum puas muncul di wajahnya. Mulai sekarang, tak peduli sekotor dan sekumuh apa industri hiburan, dia memiliki seseorang untuk diandalkan – hatinya dipenuhi dengan keyakinan.

Sayangnya, momen bahagia ini tak jadi berlangsung selama 3 hari seperti yang diharapkan oleh Mo Ting. Sebab, pagi-pagi sekali, Lin Wei mengetuk pintu kamar mereka untuk menginformasikan bahwa Mina dari Secret mengundang semua orang dari Tianyi untuk makan siang bersama, dan tentu saja, Tangning harus hadir.

Saat ini, Majalah Secret sedang berada di puncak kesibukkannya, dan dedikasi Tangning terhadap pekerjaannya tak akan mengizinkannya disebut arogan sehari sebelum perilisan majalah.

Dia hanya tak menyangka bahwa Han Yufan dan Mo Yurou telah merencanakan serangan lain padanya di acara ini.

1
Comment

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • 0
    Merlin says:

    Ini salah satu cerita yg hubungan mc sama mlnya cepat, aaaa sayang sama mereka jadinya. Tapi bener2 penasaran konflik utama bakal bagaimana kedepannya ??