SPUC 32. Memperebutkan Peran Utama

Featured Image

Pukul 9 pagi. Ruang pertemuan Tianyi Entertainment.

Han Yufan sedang mengadakan pengarahan singkat untuk pemotretan Majalah Secret yang akan dilakukan oleh Mo Yurou dan Tangning di Amerika.

Han Yufan duduk di kepala meja, sementara Mo Yurou dan Tangning duduk di kedua sisinya. Satu-satunya yang berubah dari pertemuan sebelumnya, adalah perbedaan identitas mereka; Mo Yurou, si wanita simpanan, telah berhasil mempromosikan dirinya, dan menyingkirkan pasangan sang pimpinan yang seseungguhnya dari kedudukannya.

Seakan itu belum cukup, tanpa malu, dia bahkan saling bertukar pandangan penuh cinta dengan Han Yufan. Semua yang hadir sampai tak tahan menyaksikan gelagat mereka.

Lin Wei melirik ke samping pada Tangning. Meskipun dia duduk di bawah proyektor, sangat sulit memprediksi apa yang tengah dirasakannya. Namun … Lin Wei bisa merasakan, bahwa saat ini, mata wanita itu benar-benar terblokir dari ‘pemandangan’ yang diciptakan Mo Yurou dan Han Yufan.

Ini adalah salah satu dari banyak hal yang yang membuatnya terkesan dengan Tangning. TSesakit apapun dia, wanita itu tak akan pernah mengungkapkan emosinya yang terdalam. Dia juga tak akan membiarkan orang lain mempermalukannya.

“Untuk pemotretan Secret kali ini, aku sendiri yang akan mengantar kalian berdua ke AS. Seorang penerjemah bahasa juga akan bergabung dengan tim kita. Karena kita akan bekerja sama selama beberapa hari, kita juga perlu mengenal mereka terlebih dahulu, untuk berjaga-jaga mana tahu hal ini mempengaruhi kemajuan pekerjaan kita,” Han Yufan membagikan beberapa informasi tentang Secret kepada Tangning dan Mo Yurou sambil menjelaskan. “Secret didirikan 20 tahun yang lalu dan pernah menjadi majalah yang paling berpengaruh di AS. Meskipun mereka telah menunjukkan penurunan popularitas dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh mereka tetap tak bisa diremehkan. Adapun kali ini, alasan mereka mengundang model Asia adalah untuk memanfaatkan Gelombang Oriental. Tujuannya, untuk membantu mereka terlahir kembali di Timur … oleh karena itu, pekerjaan kalian, sangat penting! “

“Dalam hal mode, Yurou lebih familiar terhadap hal-hal yang diperlukan. Jadi, Tangning, kau harus mendengarkan pendapatnya dan membiarkannya memimpinmu …”

Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, semua orang di ruangan itu langsung mengerti bahwa Han Yufan sedang berusaha membuat Tangning mundur menjadi pelengkap yang akan membantu Mo Yurou menerima lebih banyak sorotan.

Melihat perilaku arogan Mo Yurou, Long Jie mengertakkan gigi-giginya karena marah.

“Yufan, tak perlu khawatir, aku tak akan mengecewakanmu!”

Tangning tak membalas. Dia hanya berdiri, menoleh pada Lin Wei dan Long Jie, dan berkata, “Kita pergi …”

“Tangning, apa artinya ini?”

Tangning berbalik dan memandang Han Yufan dengan tenang, “Han Yufan, apa kau benar-benar berpikir bahwa kesabaranku akan bertahan seumur hidup? Siapapun tahu, dengan reputasi Mo Yurou sebagai seorang wanita simpanan, bagi dirinya saat ini mendapatkan pekerjaan jauh lebih sulit dari pergi ke surga. Menggunakan namaku, memanfaatkan popularitasku dan memintaku menjadi alat untuk menyorotnya? Apa dia … memang layak? “

“Tangning!” Mo Yurou berteriak marah, “Kutantang kau mengatakannya sekali lagi?”

“Jika kau merasa memiliki kemampuan, lakukan saja pemotretan itu sendiri!” Usai berbicara, Tangning berbalik untuk meninggalkan tempat itu bersama Lin Wei dan Long Jie. Namun, Han Yufan menahan amarahnya dan membuka mulut untuk menghentikannya.

“Tunggu … jika ada sesuatu yang membuatmu tak senang, kita bisa mendiskusikannya.”

“Di masa lalu, aku terlalu mudah untuk dibujuk, itulah yang kemudian membuatku diinjak-injak oleh seorang pria brengsek dan seorang gelandangan. Han Yufan, kau tentu tahu betapa pentingnya pemotretan di AS ini. Meskipun kau berusaha bersikap tenang .. .Jika aku menolak melakukannya, aku yakin kau akan panik. Kau ingin pemotretan ini berlanjut atau tidak, kau putuskan sendiri.Toh, ini bukan pertama kalinya kau membekukan karirku. Biarkan saja Mo Yurou melakukannya sendiri … “

Begitu kata-kata itu meninggalkan mulut Tangning, Long Jie hampir tak bisa menahan diri untuk bertepuk tangan dan bersorak-sorai.

Lin Wei pun sama dan diam-diam tersenyum. Apa mereka masih bermimpi tentang menindas Tangning? Sudah waktunya mereka bangun …

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.