SP 13. Kita Lihat Nanti

Featured Image

“Jika itu undangan untuk menghadiri pesta atau semacamnya, aku menolak.” Big Boss menjawab tanpa melihat isi undangan itu.

Menghadiri pesta kelas atas adalah hal yang membosankan baginya.

Di sana, mereka hanya akan berbicara tentang bisnis, bisnis dan bisnis. Bahkan kesempatan semacam itu akan dimanfaatkan untuk menjilat dan meraup keuntungan pribadi.

Pesta seperti itu hanyalah ajang untuk memamerkan kekayaan!

Sekretaris Han bersikeras, dia tidak mau menyerah, “Tapi Bos, undangan ini penting untuk dihadiri.”

“Seberapa penting?”

Sekretaris Han kembali tergagap. Ini adalah kondisi yang kesekian kalinya!

“Penting … ya, penting. Ini … pertemuan para investor. Investor Eksekutif Wilfred akan datang. Dia datang langsung dari Hollywood!” Sekretaris Han melanjutkan, “Bukankah kita membutuhkan kerja sama ini, Bos? Ini adalah langkah awal untuk memperlebar sayap kita. Saat ini, dunia entertainment telah berkembang pesat, menurut pandangan saya, jika kita bisa menariknya, perusahaan ini akan lebih besar lagi.”

Arion Group adalah perusahaan yang dibangun olehnya dari nol. Awalnya perusahaan ini berfokus pada pusat perbelanjaan namun, seiring berjalannya waktu, Arion Group mulai memperlebar sayapnya hampir ke semua sektor industri.

Tetapi, fokus utamanya saat ini adalah industri entertainment; Arion Media.

Meski baru 5 tahun berdiri, perusahaan itu sudah meraup keuntungan besar. Mengenai Eksekutif Wilfred, dia adalah produser yang terkenal karena semua film garapannya. Dan kabarnya, Eksekutif Wilfred akan menanam modal di negara ini dan juga, dia berencana untuk bekerja sama dengan salah satu perusahaan jika ada yang menarik perhatiannya.

“Eksekutif Wilfred …” Big Boss masih merenung, “Kapan dia akan datang?”

“Kemungkinan besar dia akan datang besok. Sehari sebelum pertemuan investor.” jawab Sekretaris Han.

“Baiklah, untuk sementara, carilah semua informasi yang berkaitan tentang dia. Malam ini, informasi itu sudah harus ada ditanganku.”

Sekretaris Han meneguk air liurnya dengan keras. Hanya beberapa jam sebelum matahari terbenam.

Big Boss terlalu kejam!

“Apa itu berarti Bos akan menghadiri pesta itu?” Sekretaris Han mencoba memastikan.

Ketika mendengar ini, Boss nya melirik tajam, Sekretaris Han buru-buru menjelaskan, “Maksud saya, jika Boss hadir, maka kita bisa menemui wanita itu.”

Sebenarnya, dia ingin sekali mengatakan ‘aku’ bukan ‘kita’.

Dia juga tidak berniat untuk mengatakan kalau di sana akan ada wanita itu. Dia ingin sekali datang tetapi karena Boss nya sudah menolak untuk hadir di pertemuan penting itu, mau tidak mau dia harus membujuknya dengan cara ini.

Dan itu berarti …

Dia siap menerima kekalahan!

Big Boss tampak tertarik ketika dia menyebutkan ‘wanita itu’. “Oh, maksudmu, dia juga akan datang menghadiri pertemuan para investor?”

Sekretaris Han menggeleng, “Tidak, Bos. Dia menghadiri acara lain. Lokasinya sama dengan kita, di Gedung Central F, hanya saja dia ada di lantai bawah, sedangkan kita ada di lantai atas.”

“Bagaimana kamu tahu tentang itu?”

Sekretaris Han: “Semalam Big Boss memintaku untuk menyelidikinya, dan secara tidak sengaja aku menemukan itu.” dia tersenyum bangga. Dia bangga karena dia adalah orang pertama yang tahu soal itu. Kemudian dia kembali berbicara, “Kemungkinan kita akan bertemu dengan wanita itu cukup tinggi, dan jika kita bertemu, akankah Bos akan pergi menyapanya?”

Sekretaris Han bisa melihat ekspresi di mata Boss nya sekarang, itu tampak seolah-olah ada aura sebagai seorang yang berdarah dingin, namun tetap mengusung senyum nakal dan diam-diam menunjukkan taring mereka. Big Boss berkata, “Kita lihat nanti.”

SP 12. Penderitaan Sekretaris Han
SP 14. Jangan Terlambat

Author: ShinMin

Countless

Leave a Reply

Your email address will not be published.