SMWMi 18. Ayah Ternyata Bukan Bajingan (18)

Featured Image

Di auditorium, hampir semua mata tertuju pada pria itu. Tatapan orang-orang juga menyebar sedikit. Beberapa jatuh pada Zhu Yun, yang wajahnya pucat, tertegun di meja.

Wei Mingyan melanjutkan, “Aku percaya bahwa Nona Zhu Yun akan segera menerima panggilan pengadilan sebentar lagi. Tolong bersiaplah.”

“Sekarang, apakah kamu memiliki sesuatu untuk ditanyakan lagi?”

Keheningan menenggelamkan auditorium. Terkejut oleh pembalikan yang tiba-tiba, mereka menjadi terdiam.

Hampir 80% dari orang yang hadir telah melihat foto-foto yang disebarkan di sekitar kampus. Bahkan jika mereka belum melihanya, mereka akan mendengar gosip dari teman sekelas mereka. Bisa jadi, sebelum pidato ini, hampir semua orang mengira Panpan benar-benar dipelihara olehnya.

Namun mereka tidak pernah menyangka, kedua orang itu memiliki hubungan ayah-anak.

“Yah, karena tidak ada yang punya pertanyaan, maka mari kita lanjutkan …”

“Aku tidak percaya itu!”

Suara melengking seorang wanita terdengar dan menembus ruangan yang sunyi.

Suara pria itu mendalam dan sepasang matanya tetap tenang seperti biasa, saat ini jatuh pada wanita itu. “Apakah ada masalah, Nona Zhu Yun?”

“Namamu Wei! Namanya Qiao! Bagaimana dia bisa menjadi putrimu?! Bahkan jika dia putri angkatmu. Siapa yang tidak tahu apa yang dilakukan putri angkatmu sekarang?”

“Bagaimana kamu bisa mengatakan bahwa aku memfitnah mu? Kamu hanya mengatakan itu untuk melindungi reputasimu. Siapa yang akan percaya, jika kamu yang mengatakannya?”

Mengetahui bahwa dia akan dipanggil oleh pengadilan, Zhu Yun langsung menjadi gila. Matanya merah dan dia menatap pria itu seperti orang gila.

Jika dia tidak mengubah keduanya menjadi kekasih hari ini, dia tidak bisa melepaskan diri dari gugatan ini!

Dia masih sangat muda dan memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana dia bisa menghancurkan hidupnya karena alasan ini?

Zhu Yun bersemangat, tapi Wei Mingyan masih menatapnya dengan tenang. “Nama asliku adalah Qiao Chengqing. Panpan adalah putri dari istriku dan aku. Jika kamu tidak percaya ini, kamu bisa naik banding ke hakim. Aku yakin kamu akan mendapatkan jawaban yang memuaskan pada akhirnya.”

Setelah mengatakan itu, dia berhenti menatap wajah cemberut Panpan, sedikit batuk perlahan dan melanjutkan, “sekarang, mari kita lanjutkan untuk berbicara tentang …”


 

Di akhir pidato, para siswa berbisik, dan dari waktu ke waktu beberapa mata tertuju pada Zhu Yun, yang tidak mau menyerah. Ketika dinding akan runtuh, semua orang memberikannya dorongan kecil. Sekarang dia jelas telah menyinggung bos Nanya. Orang-orang yang lewat bergosip tanpa menahan suara mereka, membiarkannya mendengar mereka.

(众人 推 [qiáng dǎo zhòng rén tuī] = Ketika sebuah dinding akan runtuh, semua orang memberikan sedikit dorongan / semua orang menendang seseorang yang sedang jatuh.)

“Aku mendengar bahwa dia dan putri bos Nanya memiliki kamar asrama yang sama dan bertengkar dalam group chatting sebelum sekolah dimulai. Dia bersikeras bahwa putri itu adalah wanita simpanan dan menggoda pacar orang lain.”

“Aku ikut di grup itu. Pada waktu itu, mantan pacar Zhu Yun secara pribadi mengungkapkan bahwa alasan mereka berpisah adalah karena Zhu Yun pergi ke hotel dengan seorang lelaki tua. Dia melihat dengan matanya sendiri, dan Zhu Yun tidak bisa terima perpisahan itu. Padahal bukan karena Qiao Panpan sama sekali.”

“Menurut mu, sampai sejauh mana wanita ini berpikiran kotor? Dia dipelihara, dan mencoba menjebak seorang ayah dan anak perempuan ….”

Beberapa orang berbicara ketika salah satu dari mereka menatap teleponnya, tiba-tiba mengangkat kepalanya, “Ya ampun! Video pengawasan keluar. Zhu Yun yang mem-plaster foto-foto Panpan menaiki mobil mewah di seluruh kampus!”

Suara mereka tidak kecil, Zhu Yun mendengar mereka dengan jelas. Dia terkejut dan mengangkat kepalanya dengan tidak percaya.

Tidak, itu tidak mungkin. Dia dengan hati-hati menyembunyikan wajahnya …

“Biarkan aku melihat … sungguh!”

Beberapa orang lain juga bergabung dan menghela nafas, “Tuan Wei sangat kuat. Dia benar-benar menghabiskan uang untuk membeli semua pengawasan untuk toko-toko di sekitar sekolah. Kalau tidak, kita benar-benar akan dibodohi oleh wanita ini.”

Ketika mereka berbicara, mereka secara bertahap berjalan pergi, hanya menyisakan Zhu Yun yang duduk kaku, matanya dipenuhi dengan penyesalan.

Dia berani menjebak Qiao Panpan berulang-ulang karena Panpan tidak memiliki siapa pun untuk diandalkan dan selalu sabar.

Jika dia tahu bahwa Panpan adalah putri bos Nanya, dia tidak akan melakukannya.

Tapi sekarang, sudah terlambat untuk mengatakan apa pun.

Tidak, tidak, dia masih memiliki kesempatan.

Bagaimana mungkin ada kebetulan seperti itu? Dia melihat Panpan masuk ke mobil mewah, dan pemilik mobil mewah itu tiba-tiba ayah Panpan?! Dan orang ini juga orang terkaya di kota, Wei Mingyan!

Wei Mingyan telah menjadi orang terkaya untuk sementara waktu. Dia hanya mengatakan bahwa dia terpisah dari Panpan. Menurut ini, dia pasti sudah menikah selama periode waktu ini.

Selama dia fokus pada poin ini dan memusatkan semua opini publik padanya, dia akan punya kesempatan!

Tapi Zhu Yun pasti akan melewatkan kesempatan ini.

Karena kejadian ini, bahkan jika sudah diklarifikasi, Wei Mingyan tidak percaya putrinya untuk tinggal di sekolah lagi. Jadi Qiao Panpan kembali ke asrama untuk berkemas dan berencana tinggal di rumah.

Lu Lin membantu mengepak barang-barang, dan sambil melakukan itu, dia mengeluarkan sedikit kekesalannya. “Tetap saja, Pak Wei sangat kuat. Aku mendengar bahwa wajah Zhu Yun membiru. Video-video tentangnya yang mem-plester foto-foto semuanya ada di jaringan kampus. Buktinya meyakinkan. Dia tidak bisa menyangkalnya sekarang!”

Qiao Panpan juga tersenyum memikirkan ayahnya yang membelanya barusan. “Aku tahu ayahku akan membantuku.”

Di mata lelaki itu, dia akan selalu menjadi anak perempuan yang perlu dirawat, dan Panpan tahu itu.

“Masalah ini juga sudah jelas. Seharusnya tidak ada lagi gosip di kampus.”

“Pokoknya, kata-katanya telah dirilis. Jika mereka tidak percaya, mereka harus percaya ketika kamu mengambil alih Nanya.”

Tepat pada saat itu, teman sekamarnya yang lain yang telah absen mendorong buka pintu dan dengan ekspresi terkejut bertanya, “Panpan! Apakah kamu putri bos Nanya?”

Panpan terkejut. “Siapa yang memberitahumu itu?”

Berita itu menyebar terlalu cepat!

“Tidak, tidak, aku melihatnya di Weibo.”

Teman sekamarnya berbicara dan menyerahkan ponselnya. “Terakhir kali, ketika kamu memasuki Nanya, aku mengikuti Weibo Tuan Wei. Dia selalu mengirimkan beberapa pesan resmi, tapi dia mengirim satu di jalan pulang tadi. Lihat.”

Qiao Panpan menatapnya dengan ragu dan hanya melihat kalimat pendek di atas.

[Istri ku, anak perempuan ku.]

Gambar itu menunjukkan ibunya yang sedang menyirami bunga-bunga duduk di kursi roda, dan dia berdiri di samping, memain-mainkan daun.

Dia terkejut, seolah-olah dia melihat sore itu lagi.

— Klik!

“Suamiku, apa yang kamu lakukan?”

Qi Ya penasaran berbalik untuk melihat, Panpan juga berbalik.

Pria tampan itu tersenyum dan mengambil kembali kamera, dengan bangga berkata, “mengambil foto istri dan anakku.”

“Tunjukkan padaku, apakah ini bagus?”

“Bagus, sangat bagus.”

Wei Mingyan tersenyum dan berbisik, “Semua orang akan memuji.”

Jadi, pada saat itu. Ayah, sudah bersiap?

Hampir detik berikutnya, Wei Mingyan memposting sesuatu yang baru.

Qiao Panpan membukanya. Itu masih fotonya, tapi kali ini kata-kata yang membuat perbedaan.

[Aku berharap anak ku akan lulus segera sehingga aku bisa pensiun dengan damai dan berkeliling dunia bersama istri ku.]

Hampir merupakan deklarasi bahwa Panpan akan mengambil alih bisnis keluarganya ketika dia lulus.

Pada saat yang sama, hampir semua keraguan berhenti.

Siapa yang akan berjanji untuk menyerahkan bisnis jika itu bukan putri kandungnya yang sebenarnya.

 

 

SMWMi 17. Ayah Ternyata Bukan Bajingan (17)
SMWMi 19. Ayah Ternyata Bukan Bajingan (19)

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.