27. Bajingan Tahun 90-an (10)

Featured Image

Terima kasih untuk para pembaca yang mau bersabar menunggu kelanjutan terjemahan novel ini, maaf belum bisa update lebih dari satu chapter… Terima kasih telah membaca ini di translateindo.c0m…

Selamat membaca….

Bibi Chen mendengar kabar pulangnya Wei Mingyan dari warga desa dan pulang ke rumah dengan senang hati untuk memberitahu suaminya.

“Suamiku, haruskah kita pergi dan melihatnya? Aku dengar Mingyan membeli banyak barang yang belum pernah warga sini lihat sebelumnya untuk keluarga Old Three.”

(TLNote: pengingat: Orang-orang di desa itu memanggil paman Yi sebagai ‘Third son’/ ’Third uncle’/ ’old three’, dan lainnya. Karena dia adalah anak ketiga di keluarganya)

Si tua Chen Tou sedang memelitur kayu di tangannya, ketika dia mendengar perkataan istrinya. Tangannya tetap bekerja.

“Apa yang ingin kamu lakukan? Seorang pria membawa pulang istrinya ke rumah orang tua wanita itu normal. Tidakkah kita hanya membuat semuanya jadi runyam?”

Menatap istrinya yang kecewa dengan perkataannya, si tua Chen Tou merasa sedikit tidak nyaman.

Sebenarnya, bukannya dia tidak ingin pergi untuk melihat anak yang telah dibesarkan olehnya itu. Tapi terakhir kali mereka mengambil manfaat menjadi sesepuh anak itu, saat warga desa sedang tidak memiliki pekerjaan, mereka bergunjing dan membuat keributan setiap hari. Jika mereka melihat keduanya pergi ke sana, tidakkah keduanya seakan menuntut Mingyan untuk membelikan mereka hadiah?

Saat si tua Chen Tou mengingat para wanita yang bergunjing setiap hari, dia langsung merasa pusing dan memilih tetap di rumah.

Mungkin besok ketika istrinya keluar, dia bisa mendengar dari orang-orang itu seberapa baiknya Mingyan.

Bibi Chen mengambil pakaian di kamarnya untuk dicuci di sungai. Dengan pandangan menghina, melewati si tua Chen Tou, dia berkata, “Aku tidak mengerti. Kamu bisa lihat Mingyan sudah sukses sekarang dan kamu malah tidak mau berhubungan dengannya. Ada apa denganmu?”

“Aku tidak tahu.” Pasangan tua itu masih tidak memahami satu sama lain. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu. Bibi Chen memutar matanya pada suaminya, meletakkan keranjang cucian dan melangkah ke arah pintu.

Setelah pintu terbuka, dia tersenyum. “Mingyan, Lan Lan, mengapa kalian datang kemari?”

Terima kasih telah membaca ini di translateindo.c0m…

Paman Chen Tou hampir meletakkan kayu di tangannya untuk melihat siapa yang datang. Dia mendengar itu adalah Mingyan. Dia langsung terpaku. Dia buru-buru meletakkan pekerjaannya dan berdiri dengan bantuan tongkat kruk miliknya.

Cr: Medicom

“Bibi, tidak bisakah aku datang untuk melihatmu dan paman?”

Wei Mingyan datang dengan senyum di wajahnya sambil memegang tangan Yi Zhilan. Ketika dia melihat Chen Tou berjalan pincang ke arah mereka, dia lekas membantunya.

“Paman, aku yang lebih muda. Bagaimana bisa aku membiarkanmu menyambutku?”

“Lupakan itu, di sini kita tidak memedulikan hal itu.” Meskipun dia mengatakan dia tidak peduli, senyum di wajahnya tidak bisa ditahan ketika melihat mereka datang.

“Kenapa datang kemari?”

“Aku sudah lama tidak pulang. Aku membawa beberapa hadiah untukmu dan bibi.”

Wei Mingyan memperlihatkan tas yang telah dia bawa dan menyerahkannya pada paman Chen. “Ini adalah tongkat jalan yang aku beli. Ini sangat keren dengan ukiran kepala naga terukir di tongkat itu.”

Cr: Aliexpress

“Kenapa kamu masih membawakan hadiah?” Paman Chen awalnya terkejut lalu menerimanya dengan senang hati. Ketika dia membuka kotak itu, dia ragu-ragu untuk melihat tongkat jalan yang cantik itu.

“Mingyan, pembuatan tongkat jalan ini terlihat sangat luar biasa, apakah harganya mahal?”

“Ah, tidak apa. Kamu adalah seniorku dan Lan Lan.”

“Lihat baju yang aku belikan untuk bibi. Itu akan terlihat cantik bila bibi memakainya.”

Bibi Chen tidak menduga akan mendapat hadiah. Melihat betapa cantiknya bingkisan hadiah itu, dia tidak bisa menahan tawanya.

“Sungguh mulia hatimu.”

Yi Zhilan berdiri di samping pria itu, menatap matanya penuh dengan kelembutan, tersenyum dan mengambil pakaian itu lalu memberi isyarat pada bibi Chen untuk mencobanya. Hatinya merasa hangat, bangga dan senang.

Ini adalah suaminya.

Dia lembut, perhatian dan bertanggung jawab. Dia tidak pernah ragu untuk membalas budi pada orang-orang yang telah membantunya. Dulu Zhilan menyukainya karena pria ini adalah orang yang menyelamatkannya.

Sekarang ketika mereka sudah menjalin hubungan, rasa sukanya menjadi lebih dalam.

Dia merasa bahwa dia telah bertemu pria terbaik di dunia.

Dan kebetulannya, pria itu juga mencintainya.

Terima kasih telah membaca ini di translateindo.c0m…

***

Ketika mereka pulang, paman dan bibi Yi enggan membiarkan mereka pergi. Tapi mereka tahu masa depan pasangan baru itu ada di kota, jadi mereka semua tersenyum sambil melihat mobil yang perlahan menjauh itu.

“Tidak ingin berpisah?”

Wei Mingyan tahu apa yang dia pikirkan ketika dia melihat ekspresi keengganan Yi Zhilan. Dia menghiburnya dengan mengatakan, “Ketika kita menua, kita akan kembali tinggal di sana.”

Mata Yi Zhilan kembali cerah dan menatap lembut pada pria itu. “Oke, Aku akan mendengarkanmu.”

Dibandingkan dengan kepergiannya yang lalu, dia sebenarnya tidak terlalu gugup dan takut dengan hal yang belum dia ketahui seperti sebelumnya.

Kali ini, dia kembali setelah berlibur, tinggal satu hari di rumah dan kemudian kembali ke sekolah.

Setelah dengan terpaksa berpamitan pada kekasihnya, wanita itu berjalan ke asramanya dengan percaya diri.

“Lan Lan! Kamu kembali! Apakah kamu bersenang-senang di rumah?”

An Qin sedang menempelkan kepalanya di buku ketika dia mendengar pintu terbuka dan melihat Yi Zhilan.

Dia terkejut dengan kedatangan Yi Zhilan kemudian bertanya tentang liburannya.

Yi Zhilan tertawa dan meletakkan tasnya. “Aku sangat senang. Bibi dan pamanku sangat senang melihatku kembali sampai-sampai mereka kesal karena harus berpisah lagi.”

Terima kasih telah membaca ini di translateindo.c0m…

Huang Miao sedang duduk di kasur bawah*, menatap buku di tangannya. Dia mendengar percakapan keduanya dan berkata dengan dingin, “Kenapa kamu tidak tinggal di sana untuk dua hari lagi?”

Cr: walmart.c0m

An Qin dan Yi Zhilan mengabaikannya.

Sebenarnya, sekolah hanya libur 2 hari, dan tidak ada pembenaran untuk tidak kembali ke sekolah. kalaupun tidak bisa masuk itu perlu persetujuan dari pihak sekolah.

Beberapa bulan ini, Yi Zhilan sudah tahu karakter kedua teman sekamarnya ini.

An Qin memiliki karakter yang baik dan sembrono. Dia bisa berbicara terus terang dengannya. Sedangkan untuk Huang Miao, mungkin karena keluarganya miskin, dia sedikit bertentangan dengan Yi Zhilan yang selalu mengenakan pakaian-pakaian cantik. Dia tidak ragu untuk mengatakan kata-kata yang menyakitkan. Zhilan sekarang telah mengembangkan keahlian baru yaitu mengabaikan kata-kata Huang Miao.  An Qin pun sama seperti Yi Zhilan.

Keesokan harinya, kehidupan kampus Yi Zhilan yang intens telah dimulai lagi. Hampir semua teman sekelas nya bekerja keras, dan dia tidak bisa menahan untuk belajar lebih giat lagi.

Sesekali dia akan membawa bukunya menuju kolam sekolah, bukan untuk belajar, melainkan untuk mengeluarkan ponsel nya dan berbicara dengan Wei Mingyan.

“Aku sudah makan di ruang makan. Bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah makan?”

Wanita itu dengan lembut tersenyum. Dia mendengar pria di seberang sana terdiam sesaat sebelum dia menjawab, “Aku sudah.”

“Bohong lagi.” Yi Zhilan dengan malu-malu menggerutu pada kekasihnya. “Kamu sebaiknya cepat makan. Apakah kamu mendengarkan aku? Aku punya nomor telpon asistenmu. Jangan lupa, kamu yang memintanya untuk melapor padaku setiap hari.”

Wi Mingyan langsung meminta penngampunan. “Aku akan makan sekarang juga. Hari ini benar-benar agak sibuk dan aku lupa. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”

Yi Zhilan merasa lega dan lanjut menasihati nya, “Kamu lebih baik mengurangi minum alkohol ketika kamu memiliki rapat diluar kantor, dan kamu harus makan dulu sebelum minum alkohol, kamu tahu itu kan?”

“Oke….” Pria itu tersenyum lembut dan menjawab dengan suara rendah, “Aku akan mendengarkan perkataan istriku.”

Mendengar ini, wanita itu berpura-pura tersinggung, “Siapa yang kau sebut ‘wanita usil’ itu?”

(管家婆 [ɡuǎn jiā pó] = Istri; bisa juga bermakna ‘pembantu rumah tangga’ atau ‘wanita usil’.)

“Oke,oke,oke….bukan istri, Lan Lanku adalah  seorang tuan putri.”

Wajah Yi Zhilan memerah. Dia mencoba untuk membuat suaranya tidak terdengar malu-malu. “Sana makan, jangan kerja terus. Bagaimana kalau kamu sakit perut? Apa yang akan kita lakukan?”

Ketika mereka tidak tinggal bersama, Wei Mingyan dalam bayangannya selalu tinggi dan stabil. tapi ketika mereka bertemu satu sama lain hampir setiap harinya, dia menyadari pria ini selalu bodoh khususnya dalam hal merawat badannya. sebagai kekasihnya, selain mengawasinya untuk menjaga badannya setiap hari, apalagi yang bisa dia lakukan?”

Sebagai hasilnya, menelpon setiap hari saat waktunya makan lama kelamaan menjadi suatu kebiasaan.

“Aku akan makan. Aku akan makan sekarang juga.” Suara Wei Mingyan kembali terdengar, “Terakhir kali aku bilang padamu aku memulai perusahaan sepeda kan? karena pada awalnya harga yang dirundingkan sedikit lebih rendah, dan hasilnya diluar dugaan. Pada rapat kali ini, kami juga sepakat kami harus bekerja lembur untuk menyusul perusahaan yang bekerja sama dengan kami, jadi kami tidak bisa makan dulu. Jadi, aku jamin ini tidak akan terulang lagi.”

“Ayo lah……” Yi Zhilan tidak percaya padanya. “Itu yang kamu katakan padaku terakhir kali. itu tidak akan terjadi lagi.”

Pria di seberang sana berbicara terus terang, “Jika aku tidak seperti ini, aku tidak akan bisa mendengar suaramu setiap hari kan?”

“Dasar penggombal!”

Wajah cantik wanita itu memerah lagi. “Aku tidak akan berbicra denganmu lagi! Jangan makan diluar sampai aku pulang untuk memasak untukmu.”

“Oke.” Wei Mingyan sengaja merendahkan suaranya. Suara yang memikat itu terdengar sangat indah sehingga bisa membuat hatinya meledak, “Tunggu sampai aku menjemputmu setelah sekolah.”

Ketika Yi Zhilan baru saja menurunkan telponnya dan melihat seorang pria yang merupakan salah seorang teman sekelasnya sedang mendorong sepeda baru, seakan dia berjalan kearahnya tanpa sengaja.

Tangannya memegang setir dan tersenyum pada wanita cantik di depannya. “Lan Lan, mau ke asrama? Aku bisa mengantarkanmu.”

Yi Zhilan menatapnya, dia sudah dengan jelas membeitahunya dia telah memiliki kekasih tapi dia tetap mendekatinya. Dia tidak mengabaikan pandangan bangga di matanya.

Melihat matanya terpaku pada sepedanya, teman sekelas itu tidak bisa menutupi perasaan bangganya. “Aku membeli produk terbaru dan ini sangat sulit didapatkan. Untuk itu, biarkan aku mengantarmu?”

Menatap lambang anggrek di sepeda itu, kemudian berpikir tentang logo perusahaan yang kekasihnya tunjukkan padanya, lalu menatap tampang bangga di wajah teman sekelas di depannya….

Perusahaan sepeda Mingyan sepertinya menggunakan lambang anggrek itu…

Terima kasih telah membaca ini di translateindo.c0m…

Untuk kalian yang ingin mendukung dan membantu penerjemah maupun novel favorit kalian…. kalian  bisa memberikan donasi seikhlasnya untuk novel maupun penerjemah favorit kalian….. caranya kalian bisa lihat di about us… terima kasih…..

SMWMi 26. Bajingan tahun 90-an (9)

Leave a Reply

Your email address will not be published.