SMWMi 25c. Bajingan tahun 90-an (5-8)

Featured Image

Halo semuanya, aku bakal nerusin novel ini versi bahasa Indonesia nya…  Aku nggak bisa publish cepet setelah kak Alex publish versi bahasa Inggris nya…Oke semuanya selamat membaca.. 

Anak-anak akan selalu menjadi yang pertama menyebar berita. Mereka berlari di depan dan belakang sebuah mobil dengan bunga merah besar terikat padanya, yang bergerak pelan. Itu sangat mencolok.

Pintunya terbuka dan Wei Mingyan keluar.

Melihat pria tampan yang berdiri di sebelah mobil itu, mata warga desa membelalak.

Dia terlihat tampan, warga tahu dia dari dulu tampan, tapi Hun Zi yang dulu selalu menunduk sambil melangkah perlahan di belakang Long-ge. Bajunya lusuh dan kotor, bahkan jika itu kuning dan bau, dia masih akan memakainya. Kamu bisa mencium bau badannya dari jauh.

Jika bukan karena dia menyelamatkan Yi Zhilan di air, Yi Zhilan tidak akan pernah menyukainya. Setelah mereka menjalin hubungan, dia didesak Yi Zhilan untuk tidak terlalu urakan.

Tapi sekarang, dia memakai setelan rapi, dengan sepatu kulit hitam mengkilap di kakinya. Sosok yang ramping, dengan wajah yang selalu tersenyum. Orang-orang yang melihatnya tertegun.

Itu persis seperti kata-kata ‘anak boros yang kembali itu lebih berharga daripada emas.’

(A prodigal son who returns is more precious than gold = orang yang bersikap buruk atau jahat kemudian berubah menjadi baik benar-benar berharga)

Mereka tidak menyangka Hun Zi keluar dan terlihat sangat tampan.

Wei Mingyan membantu bibi Chen dan paman Chen keluar dari mobil terlebih dahulu.

Lalu dia mengeraskan suaranya pada warga desa yang sedang melihatnya, “Aku kehilangan orang tuaku ketika aku kecil, dan aku bergantung pada kepedulian warga. Aku dulu muda dan mengabaikan, dan telah melakukan banyak hal yang salah. Di sini, mengambil kesempatan dari hari pernikahan ini, aku ingin meminta maaf kepada kalian semua. Hari ini, aku tidak akan menerima hadiah. Aku hanya ingin berubah.”

Kerumunan itu gaduh.

Tidak memberi hadiah? Masih ada hal baik seperti ini di dunia ini!

Untuk beberapa saat, kerumunan itu masih menyerukan pujian untuk Wei Mingyan. Ketika mereka memasuki halaman, mereka kaget saat melihat ikan di atas meja.

Zaman sekarang, setiap keluarga di sini terlalu kikir untuk menghabiskan uang, jangan pernah berpikir tentang ikan rebus atau memasak ayam! Tapi ini ikan utuh, satu ekor ayam utuh! Berapa uang yang dihabiskan?

Warga duduk dalam kekaguman dan menatap hidangan yang disajikan di atas meja. Itu semua ikan dan daging asli! Mereka menatap lurus pada makanan itu, itu membuat orang-orang ini menelan ludah mereka.

Wei Mingyan memasuki rumah untuk menjemput pengantinnya. Tidak ada peraturan bahwa kamu tidak bisa masuk tanpa uang. Tapi sekelompok anak-anak menghentikannya di pintu. Dia mengeluarkan sekantong besar permen dan mengantar mereka keluar.

(Tidak boleh masuk tanpa uang = beberapa daerah di China memiliki sebuah tradisi di mana keluarga mempelai wanita atau beberapa anak kecil akan menghalangi mempelai pria untuk memasuki rumah, kecuali dia memberikan mereka paket merah/hadiah/atau lainnya. Dengan sikap yang bersahabat.)

Dia mengikuti beberapa warga dengan hubungan darah memasuki rumah.

Ketika bibi Chen keluar dari mobil, dia memasuki kamar Yi Zhilan. Dia berdiri di pintu kamar Yi Zhilan.

Dia adalah halangan terakhir.

Sebagai seorang mak comblang dan seorang sesepuh, bibi Chen menghentikannya dan kemudian membiarkannya masuk.

Wei Mingyan memasuki kamar.

Di atas Kang, Yi Zhilan memakai gaun pengantin yang cantik dan menggantung kepalanya malu-malu. Dia melangkah maju dan dengan lembut memegang tangannya.

(Kasur Kang = tempat untuk tidur yang bisa dihangatkan.)

Setelah ini dia akan menjadi suaminya.

“Lan Lan, meskipun aku telah mengatakannya dari dulu, aku masih ingin mengatakannya lagi.”

Wei Mingyan dengan sungguh-sungguh berkata, “ Aku harus membuatmu menjadi wanita terbahagia di dunia ini, membiarkanmu mengikutiku untuk menjalani hidup yang nyaman. Dan membiarkan anak kita tumbuh dengan senang dan sehat…”

Mata Yi Zhilan memerah. Dia menyadari dia tak bisa berkata-kata. Dia mengangguk dan berbisik, “Aku percaya padamu.”

Pria tampan itu tersenyum ketika mendapatkan jawaban penuh dengan kepercayaan. Dia dengan hati-hati mengeluarkan kotak cincin, mengeluarkan cincin cantik di dalamnya dan memasangkan itu di jari putih gadis itu.

Ketika Yi Zhilan menatapnya ragu-ragu, dia menjawab, “Ini adalah cincin platinum, milikmu dan milikku.”

Dia mengeluarkan cincin yang lain dan menyerahkannya pada gadis dalam balutan gaun pengantin cantik itu.

“Lan Lan, Maukah kamu membantuku memakainya?”

Dengan air mata di matanya, Yi Zhilan terkikik dan mengambil cincin itu, memasangkannya perlahan dan serius di jari manis pria itu.

“Di masa depan, aku adalah istrimu.”

“Iya, nanti kamu adalah istriku.”

Wei Mingyan mengiyakan dengan senyuman. Lewat kerudung pernikahan, dia mencium dahi gadis itu.

“Aku akan selalu melindungimu.”

“Pengantin wanita dan pria keluar!”

“Sangat cantik!”

Yi Zhilan memegang tangan prianya dan berlutut di depan para sesepuh untuk menawarkan minum.

Pernikahannya mungkin setengah China dan setengah barat, ada beberapa yang berbeda, tapi itu tanpa diragukan adalah pernikahan terbaik yang pernah warga desa lihat. Mereka memberkati pasangan itu dan mencemburui keluarga Yi.

Kecemburuan ini mencapai puncaknya saat Wei Mingyan mengeluarkan kalung, gelang dan cincin emas yang telah dia siapkan.

Meskipun dia merasa kalung emas tidak secantik platinum, tiga emas tanda pernikahan adalah benda wajib. Karena dia tidak ingin Yi Zhilan memakainya, Wei Mingyan membeli emas yang sangat tebal.

Ornamen emas ini sangat berat. Sebenarnya, mereka tidak terlalu cantik, bahkan sedikit jelek. Tapi setiap wanita yang hadir melihat mereka dengan mata yang terbakar dan merindu.

Di desa, perhiasan baru cukup untuk membunuh kebanyakan orang dengan kecemburuan, apalagi emas!

Ketika giliran uang mahar pengantin wanita, kerumunan itu bahkan tidak bisa mengungkapkan rasa penasaran mereka.

(Bride price = secara harfiah harga pengantin = semacam uang mahar, diberikan kepada keluarga mempelai wanita dari mempelai pria pada hari pernikahan.)

Tiga ribu yuan!

Apa artinya ini?

Di desa mereka yang kecil dan lusuh, 300 Yuan sebagai mahar sudah tergolong jumlah yang banyak. Tapi Wei Mingyan memberikan 3,000!

Itu 3,000 Yuan!

Berapa banyak benda yang bisa seseorang beli dengan itu?

Mata yang cemburu hampir menusuk bibi Yi.

Paman dan bibi Yi tidak bisa bereaksi juga.

Kenapa, kenapa itu sebesar 3,000 Yuan?!

Tapi sekarang, banyak orang yang sedang melihat… bahkan jika mereka bingung dan ingin menghentikan suasana ini, mereka hanya bisa batuk kecil, berpura-pura mengangguk dengan tenang.

Setelah meminum teh upacara pernikahan, Wei Mingyan dengan jelas sangat senang. Dia minum anggur di mana-mana dan wajahnya berubah merah. Semakin dia melakukannya, semakin dia membuktikan posisi Yi Zhilan di hatinya. Bibi Yi sepenuhnya lupa seberapa tidak sukanya dia pada Wei Mingyan. Pada saat itu, semakin dia melihat suami ponakannya, semakin puas dia.

Setelah beberapa sambutan, dia mengambil 3,000 Yuan yang diberikan oleh Wei Mingyan, dan masuk ke kamar kecil untuk menemui keponakannya yang sedang menatap jendela dengan senyuman.

“Lan Lan, kamu simpan uang ini. Itu akan sesuai untukmu untuk menyimpan in, jaga-jaga jika ada kebutuhan apa pun nantinya.”

Yi Zhilan tidak menerimanya, “Bibi, kamu bisa menyimpan uang ini. Mingyan memberitahuku bahwa dia masih memiliki banyak. Kamu dan paman pantas menyimpannya.”

Saat dia mengatakan ini, matanya memerah lagi dan suaranya tercekat. “Orang tuaku meninggal lebih dulu. Jika bukan karena kalian berdua, aku tidak akan bertahan hidup. Kamu telah sibuk hampir sepanjang hidupmu untuk memenuhi bayaran sekolahku, ini saat nya kamu untuk bersantai.”

Berbicara tentang ini, memikirkan tahun-tahun itu, bibi Yi dengan hati-hati mengasuh bayi kecil menjadi gadis yang bijaksana dan pintar. Dia menjadi mahasiswa dan langsung menikah. Mata bibi Yi juga memerah.

“Kamu dengarkan bibimu. Pamanmu dan aku masih muda dan masih punya banyak waktu. Jika kamu benar-benar merindukan kami, kamu bisa kembali dan mengunjungi kami. Kami benar-benar tidak bisa menerima uang itu. Ini adalah 3,000 Yuan. Semua yang peduli dengan anak perempuannya mengembalikan uang mahar sebagai mas kawin. Jika paman dan bibimu mengambil uang ini, aku yakin Mingyan tidak akan senang.

(Di China ketika anak perempuan menikah, keluarga perempuan harus menyediakan mas kawin untuk dibawa ke rumah pria.)

“Tidak.” Yi Zhilan sedikit malu, dan tertawa dengan bangga, “Sejujurnya, dia tidak pernah berpikir untuk mengambil kembali uang ini, dia bilang… “

Gadis itu memerah malu dan berkata dengan suara kecil, “Dia bilang, jika aku bisa menikahinya… itu akan menjadi mas kawin terbaik.”

Faktanya, kata-kata asli Wei Mingyan adalah jika dia menikahinya, dan jika dia sedang mengandung, itu akan menjadi mas kawin yang terbaik.

Kekhawatiran Yi Zhilan tentang masa depan semuanya hilang pada saat itu, tak perlu dikatakan, dia masih memiliki beberapa harapan.

Anaknya dengan Mingyan, seperti apa nantinya dia?

Keduanya menolak, tapi Yi Zhilan menolak untuk menerimanya. Pada akhirnya, bibi Yi hanya menerima uang itu.

“Paman dan bibi tidak akan menggunakan itu. Kita akan menyimpan uang itu di rumah. Jika kamu ingin menggunakan itu, kamu bisa mengambilnya di sini.”

Mengetahui karakter bibi dan pamannya, mereka tidak akan pernah menerima uang ini. Yi Zhilan dengan pintar mengangguk dan setuju.

Karena dia harus masuk sekolah, di sore hari, di bawah pengawasan paman dan bibi Yi, mereka masuk ke mobil dan berangkat menuju kota A.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.