SBSC Chapter 18.2

Featured Image

Lin Qingqing berkata dengan tergesa-gesa, “Tidak apa-apa. Kita semua seperti ini demi Xiao Yuan.”

Malamnya, dia (LQ) berbaring di tempat tidur dengan Xiao Yuan di tangannya. Dia berencana tidur dengannya malam ini sehingga jika dia merasa tidak nyaman nanti, dia akan bisa merawatnya.

“Bu, aku baik-baik saja, dan perutku baik-baik saja.” Xiao Yuan mendongak dari lengannya dan berkata kepadanya.

Lin Qingqing menyentuh kepalanya. Wajahnya masih sedikit pucat, tetapi dia (XY) lebih khawatir tentang dia (LQ) yang mengkhawatirkannya dan mengatakan hal-hal ini untuk menghiburnya (LQ). Terkadang Bakpao Kecil begitu masuk akal sehingga dia (LQ) merasa tertekan.

Segera, Yi Zeyan juga masuk dan melepas mantelnya. Saat ini, dia hanya mengenakan kemeja yang terselip di celananya. Bahan kemeja itu cukup tepat. Itu adalah jenis bahan yang membuat tubuhnya menjadi semakin jelas; memiliki bahu lebar, pinggang tipis, dan lekuk penuh di dadanya.

Dia (LQ) dengan cepat mengalihkan pandangannya dan dia merasa bahwa dia benar-benar kerasukan. Semakin dia melihat Yi Zeyan semakin dia pikir dia (YZ) sangat menawan.

“Kamu belum tidur?” Yi Zeyan bertanya.

Lin Qingqing tidak berani menatapnya. Dia meletakkan dahinya di dahi Bakpao Kecil, membiarkannya menutupi setengah dari wajahnya: “Aku belum tidur.”

Tanpa diduga, lelaki kecil itu duduk dan berkata, “Aku ingat cerita yang Nenek katakan padaku kemarin masih belum selesai. Sebaiknya aku tidur dengannya. Aku ingin mendengarnya menyelesaikan ceritanya.”

“Tidak!” Lin Qingqing dengan cepat meraihnya. Segera, dia menyadari bahwa dia terlalu bingung, jadi dia berpura-pura tenang dan berkata: “Kamu bisa mendengarkan Nenek menyelesaikan ceritanya besok. Kamu bisa tidur di sini malam ini. Ibu ingin tidur denganmu.”

Si Bakpao Kecil mengerutkan kening dan menatap ayahnya, lalu dia mengangguk dan berkata, “Baiklah.”

Sejujurnya, Lin Qingqing ingin anak itu ada di sekitarnya karena dia takut membiarkan imajinasinya menjadi liar di satu ruangan, sendirian, dengan Yi Zeyan. Dia bahkan lebih takut bahwa dia benar-benar akan melakukan sesuatu yang mengerikan, setelah semuanya, jenis dorongan hati yang dia miliki terhadapnya ketika dia berada di kota kuno benar-benar terlalu kuat.

Tapi dia baru saja menangkap tangan Xiao Yuan dengan panik dan menatap ke mata Yi Zeyan seolah-olah dia (LQ) sengaja menjaga jarak darinya (YZ).

Apakah dia (LQ) tahu bahwa dia (YZ) menciumnya diam-diam tadi malam? Tidak mungkin, dia (LQ) tidur nyenyak semalam.

Namun, mengingat perlawanannya terhadapnya, bahkan jika dia (LQ) kehilangan ingatannya, dia (LQ) masih takut padanya (YZ), jadi dia (YZ) tetap menjaga jarak darinya. Tidak mengherankan bahwa dia (LQ) tidak ingin sendirian dengannya.

Pikirannya mencapai titik ini, Yi Zeyan mau tak mau merasa pahit di dalam hatinya. Dia takut kemungkinan bahwa, dalam hidup ini, dia hanya bisa memeluk atau menciumnya secara rahasia.

Dia takut dia tidak akan pernah bisa dekat dengannya, bahkan jika dia adalah istrinya.

Setelah minum obat, Xiao Yuan menjadi jauh lebih baik. Dia tidak muntah lagi atau memiliki tanda-tanda diare, jadi dia jatuh ke pelukannya dan segera tertidur.

Sementara itu, Yi Zeyan duduk di mejanya, mungkin berurusan dengan urusan perusahaan, tetapi Lin Qingqing tidak bisa tidur. Dia (LQ) tidak berani menatapnya, tetapi dia masih ingin melihatnya sehingga dia mencuri pandang padanya dan tertangkap basah.

Lin Qingqing sedikit malu. Untuk menyembunyikan kepanikannya, dia bertanya dengan tergesa-gesa, “Aku mendengar Ibu berkata dia membawa Xiao Yuan sebelumnya. Benarkah?”

Ekspresi Yi Zeyan sedikit rumit: “Dia mengambil Bakpao Kecil dengan paksa saat aku pergi ketika dia baru lahir.”

“Tak lama setelah dia lahir? Apakah dia dibawa pergi sejak bulan mengurung diri*?”

*TN: Di Tiongkok itu arti harafiahnya ‘Bulan Mengurung Diri’; di sana wanita yang sudah menikah, dilarang untuk keluar rumah. Kalau di indonesia ‘Masa Nifas’.

“En.”

Aku mengerti! Tidak heran dia memiliki hubungan yang buruk dengan ibu mertuanya. Ketika seorang wanita berada di bulan mengurung diri, dia (LQ) sudah sensitif dan rapuh. Ketika Bakpao Kecil dibawa pergi, rasanya seperti membunuhnya. Dia sekarang bisa mengerti mengapa dia memiliki sikap buruk terhadap ibu mertuanya.

Tapi mengapa dia (ZS) membawanya? Apakah itu karena karakter buruknya di masa lalu? Menilai dari pemahamannya saat ini, dia tampaknya selalu memiliki sikap yang buruk terhadap kehidupan.

Jika itu masalahnya, maka itu benar-benar berbahaya bagi Bakpao Kecil untuk tinggal bersamanya. Apakah itu sebabnya dia (ZS) membawanya pergi?

Lin Qingqing tidak bisa mengerti pada saat ini sehingga dia berencana untuk menemukan kesempatan untuk bertanya kepada ibu mertuanya besok.

“Kemudian, aku menemukan dan segera membawanya kembali, tetapi kamu mungkin terprovokasi karena ini. Kamu selalu merasa bahwa Bakpao Kecil hilang dan tidak bisa mendekati dia.”

“……”

“Maaf. Aku tidak cukup baik untuk melindungimu, ibu dan anak.”

Nada bicara Yi Zeyan adalah nada minta maaf, dan ada perasaan kehilangan yang tak terkatakan, yang membentuk sebuah kontras kuat dengan aura percaya diri dan tangguhnya.

“Itu bukan salahmu. Aku ragu itu bahkan sesuatu yang ingin kamu lihat untuk terjadi.”

Dia (YZ) menatapnya dengan mata sedikit kecewa dan hanya berkata: “Jangan memikirkan masa lalu lagi dan beristirahatlah lebih awal.”

Hati Lin Qingqing menjadi berantakan saat ini. Dia tidak bisa beristirahat lebih awal karena perubahan perasaannya terhadap Yi Zeyan bahkan menjadi lebih sekarang karena dia menemukan anaknya telah diambil darinya.

“Ngomong-ngomong, di mana kamu … … tidur semalam?”

Tubuh Yi Zeyan membeku tanpa terasa, tetapi nada suaranya masih alami dan tenang: “Aku tidak tidur tadi malam.”

Dia sediki benar. Dia tidak banyak tidur semalam.

Untuk jawaban ini, Lin Qingqing entah bagaimana merasa sedikit bingung. Dia (LQ) pikir dia (YZ) tidur di kamar yang sama dengannya di malam kemarin.

Dia (LQ) berkata: “Karena kamu tidak tidur kemarin, kamu harus istirahat lebih awal.”

Dia (YZ) tidak mungkin beristirahat lebih awal.

“Tidak apa-apa, kamu dan Xiao Yuan tidurlah dulu.”

Lin Qingqing tidak bisa tidur, dan bahkan dia tidak bisa mengerti mengapa dia tiba-tiba memiliki gagasan tentang Yi Zeyan. Meskipun dia memiliki kesan yang baik tentang dia (YZ), dia masih sangat menghormatinya. Dia adalah pria yang serius dan bermartabat dan dia (LQ) merasa bahwa pikirannya sendiri sangat kotor sehingga mereka mengutuknya.

Memikirkannya dengan cara ini, dia menjadi semakin sulit tidur. Yi Zeyan sangat sibuk ketika tiba-tiba, Lin Qingqing melihatnya berdiri. Segera, dia (LQ) menutup matanya untuk berpura-pura tidur.

Dia (YZ) pergi ke samping tempat tidur dan duduk. Meskipun telah memejamkan mata, dia masih bisa merasakannya (YZ) menatap mereka. Dia (YZ) duduk diam sejenak sebelum dia berbaring sedikit jauh dari mereka.

SBSC Chapter 18
SBSC Chapter 18.3

Author: ShinMin

Sedang berada dalam fase lelah tingkat maks.

Leave a Reply

Your email address will not be published.