RSC 51. Gong Siming Meminta Maaf

Featured Image

Si Wan memandang pria di depannya dengan bingung, seakan-akan  dia berutang pada pria itu.

“Bos Gong? Silakan duduk sebentar.
Segera kembali ke pekerjaannya, Si Wan sesekali mengerutkan kening, sesekali menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju, sesekali menggelengkan kepalanya tanpa daya, dia seakan tidak peduli dengan Gong Siming yang menatapnya.

Jika itu di masa lalu, tidak peduli seberapa polos dan lugu penampilan Si Wan, dia tidak akan pernah bisa bekerja seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Semacam rasa sakit menyebar dari lubuk hatinya. Ya, Gong Siming perlahan-lahan kehilangan Si Wan.
Setiap gerakan, setiap sudut, setiap ekspresi, Si Wan begitu cantik dan menawan.

Melihatnya dengan cara ini, bahkan tanpa kata-kata, adalah kebahagiaan yang luar biasa.

Pada saat dia menyelesaikan pekerjaannya, itu sudah siang.

Perutnya menggeram, juga memprotes. Mengangkat kepalanya, dia melihat Gong Siming masih duduk didepannya, dan belum bergerak satu inci pun.

Si Wan merasa malu sehingga dia menggigit bibirnya dan meminta maaf. “Maaf, Bos Gong, aku pikir kau sudah pergi. Bagaimana kalau kita berbicara sambil makan?”

Dengan wajah dingin dan terkendali, pria itu berdiri dengan enggan dan berjalan keluar. Mengikuti persis di belakang Gong Siming, Si Wan terdiam.

Xiao Yu, yang telah lama menunggu di lift, melihat Gong Siming dan Si Wan berjalan bersama . Keduanya tampak dalam suasana hati yang baik.

Melihat Xiao Yu dari jauh yang sedang berdiri di pintu masuk lift, Si Wan tersenyum dan melambaikan tangan, memberi isyarat padanya untuk ikut bersamanya.

Tindakannya membuat Xiao Yu serba salah. Melihat wajah Gong Siming yang tampan seakan-akan menantang langit, banyak wanita ingin makan bersamanya.

Memikirkan apa yang telah pria itu lakukan pada Si Wan, Xiao Yu sangat marah sehingga dia tidak peduli apakah dia tampan atau tidak.

Dia dengan gembira menanggapi Si Wan. Kedua gadis itu berjalan di depan dengan tangan saling terkait, sementara Gong Siming mengikuti di belakang mereka sendirian.

Sesampainya di ruang makan, Si Wan seperti biasa memesan banyak hidangan favorit Gong Siming.

Ini menyebabkan riak cahaya muncul di permukaan wajah esnya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia terus diam memakan makanannya dan mendengarkan kedua gadis itu mengobrol dan menghibur diri mereka sendiri.

Di matanya, selain soal pekerjaan, Si Wan tidak pernah bertanya tentang hal lain. Bagaimanapun, dia selalu bersikap resmi.

Bukannya dia belum pernah melihat sikap Si Wan itu sebelumnya, hanya saja dia tidak pernah peduli padanya pada saat itu.

Saat mereka berdua mengobrol dengan gembira, telepon Xiao Yu berdering. Tanpa melihat, Xiao Yu langsung menutup telepon dan terus mengobrol dengan bahagia dengan Si Wan.

Telepon Xiao Yu berdering tanpa henti seolah-olah disihir. Terdengar bunyi telepon lagi setiap ditutup. Si Wan yang duduk di samping tidak bisa menahannya dan memaksa Xiao Yu untuk mengangkat telepon.

Pasti seseorang yang kau sayangi di hatimu, atau kau sudah lama memasukkan nomor itu dalam daftar hitam dan tidak akan membiarkanya menelepon.

Melihat Si Wan dan Gong Siming dengan sangat tak berdaya, Xiao Yu dengan gelisah mengangkat telepon.

“Kenapa kau tidak menjawab telepon? Apakah Si Wan memintamu untuk melakukan sesuatu seperti menjual hidupmu sendiri untuk menyelamatkan tuanmu!” Suara itu keras sampai-sampai Gong Siming bisa mendengarnya dengan jernih dan jelas.

Melihat wajah dingin Gong Siming dan cara Si Wan tertawa, Xiao Yu sangat menyesal karena memutuskan panggilan telepon.

“Um, Bos Gong, Direktur Si, kalian lanjutkan sendiri. Aku harus mengurus beberapa masalah dulu!” Setelah selesai berbicara, ia lari seperti gumpalan asap, tampak seperti kuda liar kecil.

Di ruang pribadi, hanya Gong Siming dan Si Wan yang tersisa, suasananya begitu hening, menakutkan.

Mereka menundukkan kepala untuk makan dalam diam, tidak mau memecah keheningan.

Dibawah cahaya, Gong Siming memakan makanan dengan anggun, seperti seorang pangeran dalam dongeng.

Namun, jika seseorang melihat dari dekat wajahnya yang jahat dan aura yang mendominasi yang datang secara alami dari tubuhnya, dia terlihat seperti dewa perang dari legenda.

Hatinya terasa sakit, apakah ini Gong Siming? Seperti iblis, tidak ada yang bisa menebak apa yang dia pikirkan di dalam hatinya!

Itu sebabnya dia tak terkalahkan di perusahaan, medan perang, dan cinta, bukan? Dia sendiri telah ditaklukkan oleh orang seperti itu dan telah rela menjadi tahanan selama lebih dari dua puluh tahun.

Menatap kemegahannya, seperti seorang raja yang terhormat, membiarkan dia menginjak-injak seluruh cintanya dan hatinya yang terfragmentasi.

Namun, itu sudah masa lalu. Mulai hari ini dan seterusnya, dia, Si Wan, tidak akan terus hidup dengan cara yang rendah.

Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat Si Wan menundukkan kepalanya dan tidak bergerak sedikit pun. Di bawah pantulan cahaya, air mata di sudut matanya tampak seperti duri tipis yang menembus mata dan hati Gong Siming.

Itu tidak begitu menyakitkan, tetapi sangat menyiksa. Dia tidak bisa mengabaikannya, juga tidak bisa menghilangkannya. “Kau suka senjata dingin*?”
(* Senjata yang tidak menggunakan api atau bahan peledak)

Ekspresinya masih dingin, tetapi nadanya secara tidak sadar menjadi lebih lembut.

Mengangkat kepalanya dan melihat Gong Siming yang serius, Si Wan malah merasa pria itu sangat lucu.

“Hm!” Aku menyukainya.”

Menyukainya lebih dalam daripada cinta!

” Aku juga menyukainya! ” Saat berbicara, dia seolah mengobrol di rumah, membuat kebanyakan orang merasa canggung hanya dengan melihatnya!

“Aku paling suka belati. Pertarungan tertutup sangat menantang! “Si Wan berkata sambil makan.

” Aku juga! ”

Siapa yang menyangka kalau mereka berdua memiliki hobi yang sama?

” Aku punya banyak belati yang aku rancang sendiri. Jika kau punya waktu, silahkan pergi lihat. Pilih yang kau suka. Anggap saja itu kompensasi dariku karena menyakitimu. ”

Jika dia tidak salah dengar, Gong Siming meminta maaf.

Pohon Besi telah mekar seperti bunga seribu tahun.

Dia tidak berharap Gong Siming akan meminta maaf kepada orang lain.
Tiba-tiba, dia merasa tidak ada yang penting lagi. Paling tidak, dia bukan orang yang ingin melukai dirinya sendiri.

“Tidak perlu, yang kau berikan berikan padaku sebelumnya sudah cukup bagus! Aku tidak membutuhkan yang lainnya.”

Setelah meletakkan sumpit yang ada di tangannya, Si Wan menyeka mulutnya dengan anggun.

Matanya bersinar dan mulutnya tersenyum. Gong Siming juga meletakkan sumpit di tangannya.
“Kenapa kau makan begitu sedikit? Kau laki-laki, makan lagi!” Si Wan berkata dengan sangat santai.

Tangan yang diletakkan di mulutnya berhenti, lalu pria itu berdiri dan berjalan keluar.

Si Wan berdiri dan mengikutinya.

Mereka berdua berjalan berdampingan, mengingat bagaimana mereka begitu gigih dan keras kepala di masa lalu.

Malahan, mereka terlalu keras kepala, menyebabkan mereka berdua saling menyiksa seperti musuh.

Sekarang, alih-alih menghayal, dia bisa berjalan berdampingan dan mengobrol santai. Jantungnya yang berat tiba-tiba terasa jauh lebih nyaman.

Langkah mereka menjadi lebih ringan dan lebih halus, dan atmosfer di antara mereka menjadi tidak aneh lagi.

Ketika dia sampai di pintu masuk, Gong Siming tiba-tiba berhenti di depannya, wajahnya tampak berat. “Jika kau ingin mengambil beberapa senjata dingin, kau dapat mengatakannya pada Hua Er. Dia akan membawamu ke gudang senjataku.”

Setelah mengatakan itu, dia berjalan ke perusahaan tanpa melihat ke belakang.

Kata-kata “Oke” masih menempel di tenggorokan Si Wan, dia belum sempat mengatakannya dengan keras.

Karena dia sudah acuh tak acuh, mengapa dia harus takut bertemu lagi? Si Wan menggelengkan kepalanya tak berdaya. Apapun yang dipikirkan pria itu, setidaknya dia tidak akan mempedulikannya!

Table Of Content

 

RSC 50. Terima Kasih Untuk Hadiahnya

One thought on “RSC 51. Gong Siming Meminta Maaf”

  1. Hmm, setidaknya ada kemajuan anatara hubungan mereka, tapi Si Wan beneran dah nggak cinta Siming lagi? :”
    Semangat translate next chapter kak!Fighting! 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published.