RSC 50. Terima Kasih Untuk Hadiahnya

Featured Image

Tidak ingin tinggal di sini dan berbicara dengan Gong Siming tentang hal-hal sepele, juga dia merasa tidak nyaman.

Kata Si Wan, “Bos Gong, jika tidak ada hal yang lain, aku akan kembali bekerja!”


Dia tidak pernah menyadari suara Si Wan begitu menyenangkan untuk didengarkan, tidak seperti di masa lalu.

Dia berdiri dan duduk kembali di mejanya, tanpa mengangkat kepalanya, dia melambaikan tangannya, memberi isyarat Si Wan bisa keluar.

Ketika berjalan ke pintu, tiba-tiba dia ingat kalau dia sudah berjanji kepada Kakek Gong untuk berterima kasih kepada Gong Siming secara pribadi.

Berbalik, terdengar suara merdu. “Oh, benar, aku sangat suka hadiah yang kau kirim padaku. Terima kasih!”

Si Wan tiba-tiba mengangkat kepalanya dan memandangi wajah menawan dan menggoda pria itu yang memperlihatkan keheranan di wajahnya. Gong Siming menatapnya dengan bingung.

Ekspresi wajah pria itu membuatnya semakin yakin bahwa belati itu pasti diberikan kepadanya oleh Kakek Gong atas nama Gong Siming.

Sangat sulit bagi orang tua ini untuk memikirkan situasi mereka. Tapi, dia juga cukup senang. Ada yang mencintainya, sementara yang lain menghabiskan semua upaya untuk membuatnya bahagia.

Meskipun Gong Siming tidak mencintainya, dia berterima kasih padanya karena membuat dirinya berkembang.

Dalam hubungan ini, tidak ada yang benar atau salah, dan tidak ada yang disebut utang.

Jika dia berani mencintainya, maka dia tidak takut patah hati. Jika dia berani menghadapinya, maka itu berarti dia telah meninggalkan masa lalu.

Jika dia bisa memberi penjelasan pada Kakek Gong dan yang lainnya, maka dia akan bisa pergi dengan tenang.

Bagaimanapun, terima kasih, Gong Siming.

Pintu kantor telah tertutup rapat, dan sedikit kelegaan muncul di wajah serius dan keras Gong Siming.

Si Wan yang sedang dalam mood baik kembali ke kantornya sendiri.
Ketika membuka pintu, dia melihat Feng Qi yang kesal duduk di sofa, dan di sampingnya ada Xiao Yu dengan wajah sedingin es.

Situasi macam apa ini!

Tepat ketika dia menutup pintu, Xiao Yu yang pertama kali berbicara.

“Direktur Si, bajingan ini memaksa duduk di sini dan menunggu kau kembali. Tidak peduli seberapa keras aku mengusirnya, dia tidak mau pergi!”

Setelah dia selesai berbicara, Feng Qi yang duduk di sofa menunjukkan ekspresi suram.

Untuk Feng Qi, dia benar-benar kesal. Keterampilan bertarung Si Wan yang cakap bahkan lebih baik daripada ular bergerak ketika mereka melihat makanan.

Wanita itu sudah melemparnya dua kali.

Apakah Feng Qi ada di sini untuk membalas dendam ketika lengannya masih sakit?

Dengan tak berdaya Si Wan memutar matanya, dan setuju dengan kata-kata Xiao Yu.

Melihat Xiao Yu berbicara mendahuluinya, Feng Qi tidak ingin tertinggal dan dengan cepat berdiri ke samping Si Wan.

Senyum centil di wajahnya bisa membuat punggung seseorang mati rasa.

Si Wan, yang tidak ingin melihatnya lagi, dengan tidak sabar ingin mengusirnya pergi.

“Jika ada sesuatu yang mau kau katakan, katakan sekarang! Jangan terlihat seperti itu. Kau bahkan tidak tahu berapa usiamu?. Protein! ”

Setelah mendengar kata ‘protein’, Xiao Yu ingin tertawa terbahak-bahak.

Meskipun Feng Qi tidak tahu mengapa wanita itu tersenyum, dia tahu bahwa itu jelas bukan hal yang baik!

“Apa maksudmu dengan protein!”
Melihat wajah bingung Feng Qi saat dia mengajukan pertanyaan ini, Xiao Yu langsung memeluk perutnya dan terduduk ke sofa sambil tertawa!

Si Wan, yang semula agak marah, sekarang tersenyum mendengar pertanyaan ini.

Melihat kedua wanita itu tertawa, Feng Qi merasa tidak berdaya, tetapi dia tidak mau bertanya sekali lagi.
Dia merasa sangat bodoh dan naif. Model internasional yang luar biasa telah dibuat menjadi orang yang menyedihkan oleh dua gadis kecil.

Dia harus membalasnya.

“Kau!”

Melihat langaung ke arah Xiao Yu yang sedang terduduk di sofa, Feng Qi berbicara dengan nada yang sangat serius.

Mata Xiao Yu terbuka lebar saat dia menatap polos pada Feng Qi yang serius.

“Kau bisa pergi sekarang, aku punya urusan resmi yang mau dibicarakan dengan Direktur Si!”

Dia terdiam melihat Feng Qi yang serius. Seperti saat di lokasi syuting, ekspresinya sangat tegas.

Memandang Si Wan yang duduk di kursi kantor, dia membutuhkan persetujuan Si Wan sebelum keluar.
Bagaimanapun, bosnya adalah Si Wan, dan bukan Feng Qi.

Apakah itu hubungan kerja atau hubungan akrab mereka, dia harus mendapatkan izin Si Wan terlebih dahulu.

Melihat Xiao Yu pergi, Feng Qi perlahan menarik pandangannya, wajahnya terlihat frustrasi.

Si Wan tidak bisa menahan tawa.

“Apakah kau ingat apa yang kau janjikan padaku?” Ada rasa kehilangan dan rasa sakit di suara pria itu.

“Aku ingat. Katakan, selama aku bisa membantu, aku akan melakukannya.”

Beginilah Si Wan melakukan sesuatu. Dia akan melakukan apa yang dia katakan, dan dia akan menyelesaikan apa yang telah dia lakukan.

“Namun, jangan menggangguku lagi!” Si Wan menambahkan.

Feng Qi, yang duduk di hadapannya dengan penuh kepercayaan dan sombong , memutar matanya dengan geram.

“Kau terlalu narsis! Mulai sekarang, semua kerjasamaku dengan Grup Gong akan ditangani oleh Xiao Yu! Tidak ada yang boleh menggantikannya!

Bukankah dia di sini untuk mencari bantuan? Sikapnya sangat berbeda tidak sama dengan beberapa menit lalu.

“Xiao Yu hanya menggantikanku untuk sementara, akan ada orang yang mengambil alih tugas ini segera, Xiao Yu juga mempunyai pekerjaannya sendiri, jangan menggunakan kepentingan umum untuk keuntungan pribadi. ”

Langsung menolak permintaan Feng Qi yang narsis, dan tidak membiarkannya mendekati Xiao Yu.

“Jangan lupa Xiao Yu masih berperan sebagai tunanganku. Jika kau tidak ingin membicarakannya lagi, kali ini kau sebaiknya membantuku !” [Kau benar-benar mengancamku dengan cerita lama. Apakah kau benar-benar berpikir aku penurut?]

“Ancamanmu tidak berguna untukku, aku tidak akan memaksa Xiao Yu!”

Menghela nafas setelah mengetahui pentingnya Xiao Yu dalam hatinya, Si Wan tidak ingin mengekspos dirinya sendiri, dan tidak ingin menyulitkan Xiao Yu.

Dia sangat senang untuk Xiao Yu di dalam hatinya, tetapi Feng Qi mundur selangkah.

“Baik, kita berjanji satu sama lain, tidak ada yang bisa memaksa Xiao Yu!” Jadi dia menunggunya karena ini.

Feng Qi ternyata tidak seburuk yang dia kira.

“Baik!”

“Kita sepakat!” Feng Qi, yang telah mencapai tujuannya, menunjukkan ekspresi tulus, dan sedikit bermain-main.

“Si Wan, aku harus berterima kasih padamu. Jika bukan karena kau menjatuhkanku dua kali, kurasa sekarang, aku masih tidak tahu apa yang aku inginkan!”

Ini adalah pertama kalinya dia melihat Feng Qi seperti ini, seperti seorang pemuda yang telah melepaskan kesombongannya.

“Tidak perlu berterima kasih padaku, aku tidak melakukan apa pun untuk membantumu!”

Feng Qi menggertakkan giginya. Wanita ini sangat sulit untuk diajak bicara.

Bagaimanapun, untuk selanjutnya dia tidak akan meminta bantuan padanya. Dia hanya takut jika pria itu mendapat masalah lagi, dia akan menggunakan Xiao Yu sebagai perisai.

Siapa yang peduli padanya? Dia berjanji untuk tidak mempersulit Xiao Yu di masa depan.

Dia berdiri dengan tegas, dan tanpa menyapa siapa pun, dia meninggalkan kantor Si Wan.

Saat membuka pintu, dia melihat wajah pucat Gong Siming.

Penjahat itu tersenyum ketika dia menutup pintu dan pergi.

Gong Siming menyaksikan Feng Qi memasuki lift sebelum berbalik dan memasuki kantor Si Wan.

Mendengar pintu terbuka, Si Wan berpikir Feng Qi yang kembali, dan bertanya tanpa mengangkat kepalanya. “Kenapa kau kembali!”

Setelah waktu yang lama karena tidak mendengar jawaban pihak lain, Si Wan merasa hatinya tertekan.

Mengapa Feng Qi ini selalu menatapnya!

Tidak bisakah kau memandang dunia dari sudut pandang yang berbeda?

Dia sangat marah! Ketika mengangkat kepalanya, dia melihat senyum licik di wajah Gong Siming.

Table Of Content

RSC 48. Pesta Penyambutan
RSC 51. Gong Siming Meminta Maaf

3 thoughts on “RSC 50. Terima Kasih Untuk Hadiahnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published.