RSC 26. Feng Qi Yang Merepotkan

Featured Image

“Aku tidak bisa memotret dan itu bukan pekerjaanku.” Si Wan menahan amarah di hatinya. Mirip dengan Gong Siming, ia juga memiliki kemampuan untuk mempengaruhi suasana hati orang lain, tetapi setidaknya, Gong Siming tidak akan bersikap kekanak-kanakan seperti itu. Sungguh mengesalkan.

Si Wan menatap Feng Qi yang terlihat cuek, “Yah, aku berhenti. Sekarang kau dapat mengantarku kembali ke bandara.”

Melihat Si Wan dengan mata provokatif, Feng Qi menggerakkan bibir tipisnya sedikit, Si Wan mengambil napas panjang untuk menenangkan dirinya, tetapi sebelum dia berbicara, telepon genggamnya berdering.

“Ketua Yan.” Si Wan menjawab telepon dan ternyata Yan Xiuya yang menelpon menanyakan tentang Feng Qi.

“Apakah kau sudah menjemput Feng Qi? Cepat mulai pemotretan. Waktu terus berjalan.” Suara tanpa emosi Yan Xiuya terdengar dari sisi lain, tetapi sebelum Si Wan menjawab, Feng Qi yang duduk di kursi belakang tiba-tiba berbicara.

“Aku berhenti, Ketua Yan, aku tidak akan bergaul dengan mereka yang bahkan tidak menyetujui permintaan sekecil itu.” Feng Qi dengan sengaja berbicara ke telepon seluler Si Wan. Setelah mendengar kata-kata itu, tidak diragukan lagi, Yan Xiuya mulai mempertanyakan Si Wan

“Siapa dia, Feng Qi? Kenapa dia bilang ‘berhenti’, apa yang terjadi?” Yan Xiuya terdengar cukup serius. Melihat Feng Qi yang menang sekarang, Si Wan tidak punya pilihan selain berkompromi.

“Tidak ada yang salah, Ketua Yan, aku akan memberitahunya untuk memulai pekerjaannya sesegera mungkin. Tolong percaya padaku.” Setelah itu, Si Wan lebih lanjut bertukar salam sebelum menutup telepon. Tapi Feng Qi, yang duduk di kursi belakang, menatap Si Wan dengan mata setengah tertutup dan ekspresi malas.

“Jika kau tidak menyetujui permintaanku, aku akan pergi sekarang.”

Feng Qi yakin Si Wan tidak akan membiarkannya berhenti dengan mudah, oleh karena itu, ia menjadi lebih sombong. Agar tidak menunda jadwal berikutnya, Si Wan harus menyetujui permintaannya untuk sementara waktu.

“Oke, aku setuju. Sekarang, kau istirahat dulu, lalu kita pergi ke studio.”

Feng Qi mengangguk, tidak punya pilihan, Si Wan mengantarnya ke hotel.

Si Wan telah membaca informasi tentang model Asia yang terkenal ini. Dia memiliki sosok yang baik, dengan penampilan dan karakter yang baik, yang konsisten dengan penilaian dari dunia luar. Tetapi ketika dia berhubungan dengan sosok aslinya hari ini, dia memgetahui pria itu sombong dan suka bermain licik. Entah bagaimana para penggemar akan bereaksi ketika mereka tahu yang sebenarnya.

“Bukan suite presiden?” Setelah melihat sekilas ke kartu kamar, Feng Qi memandang Si Wan dengan heran. Tetapi tampaknya Si Wan, yang mengalami ketidakpuasannya dakam mobil tadi, telah terbiasa dengan hal itu.

“Suite ini adalah nomor dua setelah suite presiden, dan juga nyaman,” Si Wan tersenyum karena jika dia tidak melakukan ini, dia takut ekspresi wajahnya akan menakutkan.

“Pergilah dan ubah itu.” Dengan wajah lurus, Feng Qi memberikan kartu itu kepada Si Wan yang hanya tersenyum tetapi tidak meraihnya.

“Kami hanya menyediakan ini.” Ini berarti dia bisa tinggal atau pergi. Melihat senyum kaku Si Wan, Feng Qi berpikir sangat lucu baginya untuk berpura-pura serius. Mengapa tidak membalas perkataannya? Apakah wanita itu takut padanya sekarang karena kejadian di mobil?

Memutar matanya yang hitam, Feng Qi berkata: “Yah, aku akan pergi …”

Seperti di dalam mobil, Feng Qi mencoba trik yang sama lagi .. Karena tidak toleran, Si Wan mengernyit dan mengepalkan tinjunya pada awalnya, tetapi segera alis rajutannya menjadi halus, dengan tinjunya mengendur juga.

“Tuan Feng, sungguh tidak bermoral mengancamku dengan cara ini. Selain itu, kita telah menandatangani kontrak, yang berarti jika kau tidak menaatinya, kau harus membayar denda karena pelanggaran kontrak. Jadi aku pikir kau lebih baik melihat sebelum melompat. ”

Sambil menahan napas, Si Wan menjelaskan kepada Feng Qi sambil tersenyum, Melihatnya dengan rasa ingin tahu, Feng Qi menemukan wanita ini lebih menarik. Meskipun wanita itu sangat benci diancam, yang sangat jelas, Feng Qi masih ingin membuatnya marah, cukup asik bermain dengannya.

“Ms. Si sangat perhatian padaku, tapi aku bisa membayar denda karena pelanggaran kontrak …” Melihat ekspresi wajah Si Wan yang berubah, entah kenapa, Feng Qi agak terpesona oleh ketahanan emosinya.

“Tuan Feng, kau sudah tidak puas dengan kami sejak awal kau meninggalkan bandara. Jika kau merasa statusmu begitu tinggi, mengapa datang ke sini untuk menurunkan diri?” Bertoleransi lagi dan lagi, Si Wan akhirnya meledak dengan amarah. dan mulai berteriak pada Feng Qi: “Apakah menyenangkan untuk berulang kali memanfaatkan kelemahan orang lain? Apa tujuanmu untuk memaksa aku melakukan apa yang bukan pekerjaanku? Jika kau menempatkan diri di posisiku, dan dipilih melakukan tugas ini, akankah kau menerimanya dengan lapang dada? ”

Sebagai seorang sutradara, Si Wan ditugaskan untuk menjadi asisten, yang sudah membingungkannya, dan sekarang dia dipilih melakukan hal ini tanpa alasan sama sekali, bagaimana mungkin dia bisa mengendalikan amarahnya?

“Seperti itulah penampilanmu saat kau marah. Aku masih memikirkan kapan kau akan kabur.” Alih-alih marah, Feng Qi tertawa dan menjadi semakin tertarik pada Si Wan.

Setelah Si Wan melampiaskan amarahnya, sikap Feng Qi masih tetap sama: “Keluar secara diam-diam atau ikut bergabung? Sepertinya kau memilih untuk kabur.”

Dengan langkah-langkah penuh semangat, Feng Qi mengganti ruangan menjadi president suite dan melambaikan kartu kamar ke arah Si Wan: “Ingat lain kali siapkan kamar yang paling nyaman untukku.”

Melihat Feng Qi memberikan ciuman jauh kepada Si Wan, gadis di meja depan benar-benar terpesona. Sudut mulut Si Wan mulai berkedut: sepertinya akan sulit untuk menghadapinya.

Ternyata Si Wan memiliki firasat yang tepat, setelah mereka memulai pemotretan, Feng Qi menjadi tidak puas dengan peralatan pemotretan, yang hampir mengusir sutradara fotografi, yang malu dan benci. Jika Si Wan tidak mencoba untuk menengahi, pemotretan tidak akan dapat dilanjutkan.

Tetapi selama istirahat, Feng Qi juga tidak akan diam. Dia sangat suka mengikuti Si Wan yang sibuk melakukan segalanya. Tidak peduli apa kata Si Wan, dia tidak bisa diusir.

“Mengapa kau selalu mengikutiku? Aku sangat sibuk. Bisakah kau berhenti membuat masalah dan serius melakukan pemotretanmu?” Memegang tumpukan besar bahan, Si Wan sibuk dengan pekerjaannya, tapi Feng Qi yang mengikutinya terus mengganggunya .

“Disini aku hanya mengenalmu.” Menyebarkan tangannya, Feng Qi terlihat agak tidak bersalah dan menyedihkan.

“Bukankah aku sudah memperkenalkan semua orang di sini kepadamu kemarin?” Meskipun pekerjaannya sibuk, Si Wan harus menghabiskan waktu mengurusnya. Melihat studio pemotretan yang sibuk dan berantakan, dia merasa semakin tidak sabar.

Seperti plester, Feng Qi masih berdiri di sisi Si Wan. Meskipun Si Wan tidak sabar, Feng Qi tidak pergi, sebaliknya dia menjadi lebih melekat.

“Aku hanya bertemu mereka sekali, tapi aku tahu kau jauh lebih baik.” Tampaknya tenggelam dalam pikirannya, Feng Qi merasa Si Wan menjadi dirinya yang sebenarnya hanya ketika dia marah, juga dia suka dengan apa yang dilihatnya, Si Wan yang sebenarnya tersembunyi di balik permukaan yang tenang.

“Kita sama saja, menyembunyikan diri yang asli dan menghadapi orang lain dengan penampilan palsu yang sempurna …” Menepuk pundaknya, Feng Qi membuat jantung Si Wan semakin cepat. Bisakah dia melihat dengan jelas apa yang disembunyikannya?

Apa dirinya yang sebenarnya? Bisakah dia menemukan apa yang dia sembunyikan untuk Gong Siming? Jantung Si Wan berdetak kencang. Ketika mengangkat kepalanya, dia melihat senyum menggoda di mata Feng Qi.

Table Of Content

RSC 25. Model Pria
RSC 27. Feng Qi: Orang yang Sulit 

Leave a Reply

Your email address will not be published.