RSC 24. Perubahan

Featured Image

Mendengarkan laporan mengenai perusahaan, Gong Siming mengerutkan kening, wajahnya tampak tidak senang.

Karena Si Wan diduga membuat masalah dengan pembukuan perusahaan, reputasi Grup Gongshi juga ikut terpengaruh. Merasa khawatir, anggota internal perusahaan membicarakan masalah tersebut, dan staf perusahaan tidak sependapat. Divisi keuangan juga tidak berfungsi dengan normal. Terlebih lagi, Yan Xiuya memberikan tekanan. Karena itu, bagi Si Wan, situasinya tidak terlihat menyakinkan sama sekali.

“Bos Gong, bahkan tiga minggu tidak cukup untuk menyelesaikan masalah pembukuan, apalagi tiga hari. Aku takut kalau Direktur Si … ”

“Diam. Masih ada waktu. Beritahu orang-orang tua itu untuk tetap tenang. Si Wan pasti akan menemukan cara untuk menyelesaikan masalah. ”

Ketika Gong Siming berdiri, ia tiba-tiba merasa pusing, setelah itu ia menggosok alisnya dan berdiri lagi. Dia berjalan ke jendela Prancis, dan ada banyak bangunan tinggi di luar. Dia tampaknya ikut merasakan apa yang dilihat Si Wan melalui matanya.

Apakah pemandangan ini yang wanita itu lihat di langit saat ini?

Seolah mengingat sesuatu, Gong Siming dengan cepat berjalan ke mejanya, mengambil ponselnya, dan menyentuh nama yang dikenalnya.

Urusan di luar negeri sudah membuatnya sangat kesal, ditambah ada masalah di perusahaan.

“Apa yang dikatakan Ketua Yan?” Ketika Gong Siming menanyakan sikap Yan Xiuya, suara dalam panggilan video terdengar agak ragu-ragu.

“Eh, Ketua Yan, maksudnya adalah jika Direktur Si gagal menyelesaikan masalah dalam tiga hari, dia akan ditangguhkan.”

Hati Gong Siming tiba-tiba tenggelam, apakah ini untuk mengusir Si Wan? Apa yang dipikirkan Ibunya? Mengapa tidak mempercayai keluarganya?

Gong Siming mengerutkan alisnya dengan erat, tanpa menyadari dia telah menganggap Si Wan sebagai anggota keluarganya.

Setelah mendengar laporan mengeinai perusahaan, Gong Siming segera mengambil ponselnya dan melakukan panggilan ke sisi lain samudera.

“Dering …” Tidak ada yang menjawab?

Gong Siming sedikit mengernyit, meletakkan ponselnya dengan suasana hati yang lebih tertekan.

Setelah beberapa saat, ketika Gong Siming akan menelepon lagi, ponselnya bergetar.

Di layar biru muda, nama “Yan Xiuya” semakin mencolok. Gong Siming mengangkat telepon.

“Halo?”

“Ini aku.” Suara Gong Siming tiba-tiba menjadi lebih rendah.

“Ada apa?” Suara di ujung telepon terdengar seperti baru bangun dengan jejak mengantuk dan marah.

“Jika ini masalah pembukuan perusahaan, aku akan menanganinya. Tidak usah ikut campur. ” Yan Xiuya berkata dengan tegas.

“Itu sebabnya kau menelepon di tengah malam?” Kata Yan Xiuya dengan kesal. Gong Siming melihat langit di luar dan tiba-tiba ingat ada perbedaan waktu antara kedua negara. Ternyata dia lupa tentang ini.

“Aku juga salah satu pemegang saham perusahaan, jadi ini juga melibatkanku, dan …” Gong Siming menahan suasana hatinya dan menjadi tenang lagi. Tapi sebelum dia selesai, Yan Xiuya memotongnya: “Kau masih di luar negeri, jadi aku akan menangani masalah ini. Seperti yang kau tahu, waktuku sangat berharga. Jika tidak ada yang lain, cukup sampai di sini. ”

“Tunggu. Aku pikir kita harus bicara. ”

Mendengar Yan Xiuya belum menutup telepon, Gong Siming memanfaatkan kesempatan untuk mengatakan sesuatu.

“Berbicara tentang apa? Apakah maksudmu Si Wan? ” Nada bicara Yan Xiuya sedikit lega. Bocah itu akhirnya tahu bagaimana memperhatikan orang lain.

“Itu pasti salah paham. Dia tidak akan melakukan hal-hal seperti itu. ” Jarang Gong Siming terdengar membela orang lain. Di ujung lain telepon, Yan Xiuya tidak dapat menahan diri untuk terkejut ketika pria itu memohon untuk Si Wan.

“Hal apa? Berapa banyak yang kau ketahui tentang dia? Jika kau ingat aku adalah ibumu, jangan lupakan aku.”

Berpura-pura marah, sebenarnya Yan Xiuya sedikit lega, karena dia tidak menduga Gong Siming akan memohon untuk Si Wan. Meskipun dia tidak sepenuhnya mendukung pernikahan keduanya, ada baiknya jika Si Wan, yang cukup cerdas, dapat memperoleh pengakuan dari Gong Siming.

“Masih ada ruang untuk membalikkan keadaan, dan aku telah memberinya tiga hari untuk menyelesaikan masalah, dengan cara itu juga bisa menutup mulut staf.” Yan Xiuya memikirkan anggota Dewan Direksi yang semuanya adalah rubah tua. Mereka sama sekali tidak akan melepaskannya sebelum memastikan dia memberikan tekanan. Jika Yan Xiuya tidak melakukan itu, dia takut Si Wan akan meninggalkan Grup Gongshi pagi ini.

“Tapi apakah kau percaya padanya? Bahkan jika dia menemukan pelaku yang sebenarnya, kau juga akan membuatnya pergi. ” Gong Siming mempertanyakan Yan Xiuya dengan sarkasme. Dia bisa membayangkan betapa agresifnya dia. Karena tidak mudah bagi Si Wan untuk menyerah, saat ini keduanya pasti saling berhadapan satu sama lain.

“Cukup. Aku tidak ingin membicarakan hal ini lagi. ” Yan Xiuya menekan amarahnya. Apakah di hati anaknya dia orang yang tidak adil? “Tentu saja, aku punya alasan untuk melakukan ini. Adapun Si Wan, bukankah kau harus mempercayai kemampuannya? ”

Yan Xiuya menutup telepon setelah berkata itu. Menatap telepon yang terputus, Gong Siming terlihat berpikir keras.

Di sisi lain, Si Wan baru saja keluar dari perusahaan. Melepas kacamata hitamnya, dia melihat langit biru di luar aula. Mungkin ini adalah dunia miliknya.

Kembali ke rumah Kakek Si, Si Wan melihat bangunan yang dikenalnya dan merasa jauh lebih aman. Semua bunga dan rumput di sini adalah kenangan di masa kecilnya. Memikirkan ini, Si Wan berjalan dengan langkah ringan. Mengambil kunci dari tasnya, dia memutarnya dengan lembut, dan pintu terbuka.

Perasaan hangat berhembus di wajah Si Wan, membuatnya menghela nafas dengan emosi: pasti ini adalah perasaan berada di rumah …

Kamar tamu luas dan cerah, tanpa terlalu banyak dekorasi. Setiap tempat yang dilihatnya sederhana dan hangat.

Si Wan mengambil napas dalam-dalam dan perlahan menghembuskannya. Dia berguling dengan nyaman di sofa, dan membayangkan penampilan kakek yang marah dan lucu ketika dia kembali, setelah itu alisnya perlahan-lahan menyebar dan matanya penuh kebahagiaan.

Berpikir tentang ini, Si Wan memeluk dirinya sendiri dan jatuh tertidur di sofa.

Tidak akan ada asap mesiu dari perang komersial dan tidak ada bahaya dari dunia luar. Dengan kenangan masa kecilnya yang berfermentasi dalam kehangatan keluarganya, dia ingat dulu kakeknya memangkunya dan mengipas kipas daunnya. Itu adalah kehidupan yang sangat sederhana, tetapi jelas, itu tidak akan terulang kembali.

Si Wan akhirnya tertidur lelap.

Ketika dia bangun, cahaya emas sore di dinding menambah sedikit kehangatan ke kamar. Hari ini adalah hari kedua, tetapi masalah pembukuan perusahaan masih belum ada kemajuan.

“Si Wan, mengapa kau tidak memberitahuku kalau akan kembali?” Kakek Si memberinya senyum lebar dan menyerahkan secangkir teh panas. Si Wan tidak menampakkan rasa khawatir di matanya dan memasang ekspresi senang.

“Kembali secara diam-diam untuk memberi kejutan pada kakek!” Si Wan membuka tangannya, dan Kakek Si menggosok kepalanya dengan tatapan ramah.

“Seorang lelaki tua tidak membutuhkan ini. Kau bisa memberikan pelukanmu untuk bocah Gong Siming. ”

Mendengar nama Gong Siming, Si Wan sedikit terkejut. Tetapi tampaknya hatinya tidak berdetak begitu kencang dan perasaannya terhadap Gong Siming secara tidak sadar tidak sekuat itu.

Ini berbeda dari awal ketika hanya mendengar namanya akan membuat jantungnya berdetak semakin cepat dan cepat. Sekarang, bahkan jika pria itu menertawakannya, Si Wan akan tetap merasa acuh tak acuh.

“Kakek, apakah kau akan senang jika aku pulang?” Mungkin sudah lama sejak dia mulai tidak terobsesi lagi dengan Gong Siming. Apakah itu berarti dia bisa meninggalkannya dengan acuh tak acuh?

Table Of Content

 

 

RSC 23. Dijebak
RSC 25. Model Pria

2 thoughts on “RSC 24. Perubahan”

Leave a Reply

Your email address will not be published.