RSC 20. Kiriman bunga

Featured Image

Gong Siming terlihat seperti sedang mencari sesuatu, Yan Xiuya semakin yakin kalau saat ini keduanya berada dalam hubungan yang ambigu, dan dia merasa lega.

“Tidak usah mencarinya, ada beberapa masalah pada proyek perusahaan, dan Si Wan belum kembali.” Yan Xiuya batuk, sambil tersenyum yang jarang dilakukannya.

“Aku tidak mencarinya. Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dikatakan? Masih ada yang harus aku lakukan setelah kita selesai berbicara.” Gong Siming diam, ekspresinya agak kaku.

Yan Xiuya tidak mendengarnya, dan bertanya pada Gong Siming tentang beberapa urusan perusahaan seperti biasa. Gong Siming menunjukkan ketidaksabaran, tetapi dia masih patuh mendengarkan kata-kata ibunya.

“Baru-baru ini, aku melihat kau membuat kemajuan yang baik, tetapi nak, menurutku metodemu terlalu samar-samar, tidak mengherankan kalau Si Wan tidak menyadarinya.” Yan Xiuya menyampaikan pendapatnya mengenai masalah ini, ketika mengatakan kalimat, mata Gong Siming melebar, dan ekspresi terkejut nampak di wajahnya yang kaku.

“Bu, kau terlalu ikut campur, kapan anda melihat aku dan Si Wan ada kemajuan” Gong Siming memiringkan kepalanya, Yan Xiuya mengangkat alisnya sedikit, dan mengangkat cangkir kopi di atas meja.

“Oh, kupikir kau berada disekitar  Si Wan setiap hari karena sudah berubah/sadar.”  ketika mengatakan itu, Yan Xiuya tampak tenang, sebaliknya wajah Gong Siming berubah, “Apa yang berubah, tunjukkan padaku, bu, anda yang mestinya menaruh perhatian pada ayah, terlalu banyak pikiran akan membuat cepat tua. “Balas Gong Siming, Yan Xiuya tidak marah, mengeluarkan beberapa kartu nama dan memberikannya.

“Ini adalah toko favorit para gadis. Lebih baik luangkan waktu untuk berjalan-jalan dengan Si Wan daripada sengaja mencari perhatian.” Yan Xiuya bangkit, Gong Siming mencibir, dan membuang kartu nama ke tempat sampah.

“Aku tidak perlu menunjukkan perhatianku padanya, Bu, anda tidak perlu khawatir.”

Melihat Gong Siming pergi, Yan Xiuya menghela nafas, apakah dia yang salah menduga ?

Keesokan harinya, Gong Siming melihat dokumen di tangannya dan kata-kata ibunya bergema di telinganya. Apakah tindakannya samar-samar, dan Si Wan benar-benar tidak mengetahuinya?

Jarang dia memberi perhatian pada Si Wan, tetapi pada akhirnya, Si Wan mengabaikannya. Gong Siming sangat kesal , membuatnya tidak bisa membaca dokumen-dokumen yang ada dihadapannya.

Karena tidak bisa konsentrasi dia akhirnya meninggalkan dokumen-dokumen itu, Gong Siming mulai berpikir, bagaimana cara membuat Si Wan bisa menyadari perasaannya?

Dia menggenggam kedua tangannya dia atas meja. Tiba-tiba, Gong Siming melihat kilatan cahaya pada komputer.

“Gadis-gadis suka …” Gong Siming dengan serius mengetik beberapa kata ke dalam kotak pencarian, dan sekelompok kata kunci merah muncul.

Gong Siming menyangga pipinya dengan satu tangan dan menggeser mouse dengan tangan lain, tetapi alisnya semakin berkerut. “Apa ini jawabannya, bukankah cara ini sudah umum?”

Gong Siming yang marah mematikan komputer, hanya mengirim bunga. Ini sangat biasa, tetapi beberapa orang juga mengatakan bahwa wanita menyukai bunga, Gong Siming berpikir sebentar dan menekan interkom.

“Pesankan aku seikat mawar, tidak, pesan lebih banyak lagi …”

Mawar sudah cukup jelas menunjukkan perasaannya. Gong Siming tersenyum. Aku benar-benar ingin melihat bagaimana wajah Si Wan ketika menerima bunga. Pasti menarik.

Si Wan yang sibuk tidak tahu apa-apa sampai ada keributan di luar perusahaan.

“Wow, mawar, ini sangat romantis.”

“Aku tidak tahu untuk siapa itu dikirim, ini luar biasa.”

Suara berisik terus mengalir ke telinga Si Wan, mengganggunya.”Xiao Yu, ada kejadian apa diluar?”

Si Wan bertanya pada asistennya, tetapi tidak ada jawaban dari luar.

Karena penasaran, terdengar langkah kaki Xiaoyu yang tergesa-gesa, “Direktur, direktur, ini …”

Xiao yu membuka pintu dengan bersemangat. Si Wan baru saja ingin membuka pintu tapi Xiao Yu sudah duluan membuka pintu dengan lebar . Beberapa pengirim barang masing-masing membawa buket mawar.

“Apakah ini direktur Si?” Pengantar bunga tersenyum dengan indah seperti mawar. “Seseorang mengirimi Anda total 199 mawar, tolong tanda tangani.”

Mawar yang berwarna – warni itu dikirim ke Si Wan secara bersamaan. Si Wan merasa heran dan bertanya-tanya, “Siapa yang mengirimnya bunga?” Sang pengantar bunga tetap diam, tetapi sesosok muncul di benak Si Wan, “Ya, aku tahu, Xiaoyu, Anda bisa meletakkan bunga-bunga itu di tempat semua bisa melihatnya. ”

Wajah Xiaoyu bersemangat, tapi Si Wan merasa sakit kepala. Pria itu mengatakan bahwa dia tidak akan terus mengejarnya. Aku tidak berharap dia mengirim begitu banyak mawar. Itu benar-benar membuatnya pusing.

Si Wan meminta Xiaoyu meletakkan mawar di luar, tetapi suara di luar semakin keras.

“Jadi mawar-mawar itu untuk Direktur Di, tentu bukan tuan Gong yang mengirimnya.”

“Tuan Gong membencinya bagaimana mungkin dia mengirim bunga, itu pasti dari pria lain.”

Suara para pegawai yang membicarakannya terdengar dari luar pintu. Apakah mereka berpikir dia tidak bisa mendengarnya? Si Wan tersenyum pahit. Tampaknya dia gagal berperan sebagai istri presiden.

“Direktur, tidak usah dengar apa yang mereka katakan , tetapi siapa yang mengirim banyak bunga dengan tulisan tangan yang begitu besar, tidak mungkin Tuan Gong, kan?.”

Xiaoyu menginstruksikan mereka untuk meletakkan bunga diluar, dan memegang seikat bunga. Di depan Si Wan, dia menggodanya, Si Wan tersenyum dan mendorong bunga-bunga yang diberikan Xiaoyu di depannya, tertawa dan mengutuk, “Jangan terlalu banyak berpikir, sana lanjut kerja.”

Xiaoyu menyeringai, memasukkan bunga-bunga di tangannya ke dalam vas, “Oh, mengapa tidak ada yang mengirimi aku mawar sebanyak itu? Direktur kami benar-benar mempesona.”

“Lucu, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan pekerjaan hari ini.” Si Wan mengetuk meja, wajahnya tampak tegas. Xiao Yu menjulurkan lidahnya, dan dengan patuh kembali ke posisinya.

Si Wan menjadi tenang sekarang, aroma bunga mawar melekat di ujung hidung, tercium olehnya. Nampaknya dia harus menjelaskan kepada pria itu bahwa dia tidak bisa membiarkannya menghabiskan begitu banyak uang.

Namun, jika bunga ini dikirim oleh Gong Siming, Si Wan dengan lembut membelai kelopak mawar, meninggalkan sedikit aroma di ujung jarinya.

Tetapi, membuat Gong Siming mengirim bunga, bahkan lebih sulit daripada naik ke langit, Si Wan berpikir sambil tersenyum dan hatinya terasa sedih. Ada sengatan di ujung jarinya. Mawarnya masih berduri, dan menusuk ujung jarinya ketika dia tidak melihat, darah seperti tetesan air mata mengalir keluar.

“Aku benar-benar tidak mengerti mengapa Presiden Gong menikahinya. Seorang wanita yang sudah mendapat banyak kesenangan tetapi menyembunyikan kekasihnya dari Tuan Gong …”

Di luar ruangan, kata-kata kasar yang membicarakannya masih didengar Si Wan. Di dalam ruangan, Si Wan tampak serius dan menekan telepon.

“Xiao Yu, beritahu orang-orang luar, jika mereka tidak ingin kerja jangan menganggu aku bekerja, perusahaan tidak membutuhkan orang malas.”

Setelah menutup telepon, Si Wan akhirnya puas karena suasana kembali sepi.

Dia mengambil setumpuk dokumen di desktop, dan sibuk lagi, setelah beberapa saat dia tenggelam dalam pekerjaan, bahkan pengiriman bunga secara perlahan dilupakan.

[maxbutton id=”36″ ]

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.