RSC 19. Memiliki Kekasih Baru

Featured Image

Menutup pintu, Gong Siming melepas jasnya dan melemparkannya ke samping dengan jijik. Parfum yang menyengat semakin membuatnya berkerut.

“Apa yang wanita itu semprotkan pada dirinya?” Berjalan ke kamar mandi, Gong Siming mengingat Si Wan yang aromanya jauh lebih baik. Dia mempunyai aroma samar yang membuat orang merasa lebih nyaman.

Sambil berpikir, suasana hati Gong Siming tiba-tiba menjadi buruk. Mengapa dia teringat pada Si Wan? Tadi malam juga sama. Karena kesal, dia pergi ke klub malam tempat dia bertemu Han Jingjing. Tetapi pada saat itu dia terobsesi dengan Si Wan, jadi dia hanya mengobrol dengan Han Jingjing sepanjang malam. Sekarang, memikirkan apa yang dia lakukan semalam, dia benar-benar merasa sudah gila.

Hari ini, ketika berhadapan dengan Si Wan, dia tiba-tiba merasa agak bersalah; dia berpikir wanita itu akan menanyainya, tetapi dia tampak begitu acuh tak acuh, sekarang gilirannya yang perasaannya campur aduk.

“Kau bilang suka aku, tapi setelah melihat ini, kau tidak marah sama sekali. Yang mana dirimu yang sebenarnya? ” Merasa diperlakukan tidak adil, Gong Siming dicekam kegelisahan yang tidak bisa dia mengerti.

Apakah Si Wan memiliki kekasih baru? Gagasan ini membuatnya tercekik, “Aku akan melihat berapa lama kau bisa bertahan.”

Tanpa mengetahui suasana hatinya sekarang di pengaruhi Si Wan, Gong Siming mencoba mencari cara untuk meningkatkan perhatian wanita itu terhadapnya; sementara itu dia menantikan amarahnya.

Senja turun perlahan. Hari ini sekali lagi, Gong Siming tidak pulang tepat waktu. Berdiri di dekat jendela, Si Wan menghela nafas dan berjalan pergi.

Dia adalah Gong Siming. Apa yang dia harapkan? Tiba-tiba bunyi klakson membuat jantungnya berdetak kencang, dan cahaya menyilaukan jatuh di wajahnya.

“Dia akhirnya kembali?” Senyum tipis berkedip di wajahnya. Meskipun pria itu telah menghancurkan hatinya, sosoknya masih membuat jantungnya berdegup kencang.

“Gong Siming …” Si Wan berjalan ke luar untuk menemuinya, tetapi Gong Siming melewatinya seolah-olah dia tidak melihatnya.

“Kau kembali.” Senyum membeku di wajahnya. Suaranya juga diturunkan perlahan pada saat ia melewati Si Wan yang mencium aroma parfum yang akrab yang menyebabkan sakit hatinya.

Sekali lagi, dia bersama wanita lain … Dengan sedikit menutup matanya, Si Wan menahan rasa pahit di hatinya dan wajahnya kembali tanpa ekspresi.

“Kakek ada di atas. Jangan biarkan dia melihatmu. ” Si Wan memegang erat-erat lengannya, dengan tinjunya secara bertahap mengepal di sikunya, “Gong Siming, tolong jagalah sikapmu ketika kau di rumah, lagipula, ini adalah rumahmu dan keluargamu.”

Si Wan berbalik tanpa menatapnya. Dia takut jika dia melihat kedua kalinya, dia akan bertanya apakah pria itu menghormati istrinya.

Dengan langkah lambat dan berat, Si Wan berjalan pergi. Kemarahan yang membara muncul di mata Gong Siming: apakah Si Wan tidak ingin bertanya ke mana dia pergi, apa yang telah dia lakukan, dan mengapa dia berbau alkohol dan parfum?

Gong Siming mendengus, dan naik ke atas karena kesal. Suara yang sengaja ia buat juga menyakiti Si Wan yang telah berbalik.

“Hei, ambilkan aku baju ganti. Aku akan ke kamar mandi.” Berdiri di lantai atas Gong Siming memberi pandangan yang memerintah. Dia menatap mata Si Wan dengan arogan, setelah itu alis Si Wan sedikit brrkerut.

Ada pelayan, mengapa tidak meminta mereka untuk membantu? “Haruskah aku mencari seseorang untukmu?”

“Tidak, maksudku kau.” Gong Siming dengan sengaja menekankan kata “kau”, dan ekspresi menggoda di matanya tampak di depan Si Wan; sebelum Si Wan membalasnya, Gong Siming melanjutkan:

“Bukankah kau istriku? Apakah kau bahkan tidak bisa membantuku? Bahkan jika kita bercerai, itu tidak berarti kau tidak akan melakukan hal yang sama untuk pria lain. ”

Gong Siming bersandar pada pegangan tangga dengan malas. Setelah memdengar kata-katanya, Si Wan menurunkan kepalanya dan pergi ke kamarnya diam-diam.

Gong Siming merasa kesal ketika Si Wan memilih untuk bertoleransi lagi. Dia telah menyebutkan perceraian, tetapi Si Wan tidak bereaksi. Rupanya, dia jatuh cinta pada orang lain. Sambil melepas ikat pinggangnya, Gong Siming mendengus dan berbalik.

Si Wan ingin meminta bantuan pelayan, tetapi apa yang dikatakan Gong Siming barusan sedikit masuk akal. Sebagai istrinya, terkadang tugasnya adalah melayaninya, meskipun dia akan segera meninggalkannya.

Si Wan mengaduk-aduk lemari pakaian Gong Siming karena dia tidak pernah menyentuh pakaian dalamnya. Setelah beberapa lama, dia akhirnya menemukan mereka di suatu tempat di lemari.

“Apa yang dia pikirkan?” Tersipu malu, Si Wan ingat dia tidak pernah menyentuh pakaian dalam seorang pria.

Menempatkan pakaian ganti di luar kamar mandi, Si Wan bisa mendengar suara air di dalamnya, dan dia merasa wajahnya agak terbakar.

“Hanya beberapa pakaian, kau bereaksi berlebihan.” Menepuk wajahnya yang terbakar, Si Wan mencoba untuk tenang.

“Aku meletakkan pakaianmu di luar.” Si Wan berkata dengan keras. Dia akan pergi, tetapi suara air di kamar mandi tiba-tiba berhenti.

Dengan sekali klik, pintu kamar mandi terbuka dan Gong Siming yang hanya mengenakan handuk mandi muncul di depannya. Tubuhnya yang gagah dan berotot tiba-tiba membesar di depan matanya, yang membuat Si Wan meringis.

“Apa yang sedang kau lakukan? Kau tidak memakai apa-apa di …” Menemukan wajah Si Wan memerah, Gong Siming mengerutkan kening: siapa yang akan mengenakan pakaian saat mandi?

Namun, dia terlihat sangat cantik ketika wajahnya memerah. Gong Siming tiba-tiba merasa sedikit senang, mendekatinya seakan-akan ingin merayunya, dia bertanya: “Memang kenapa jika aku tidak mengenakan apa pun?”

Dia berbisik seperti iblis, yang membuat ujung telinganya terbakar juga, “Tidak ada yang peduli, silakan saja.”

Si Wan bergegas meninggalkan kamar seolah-olah dia melarikan diri, tapi wajahnya tetap terlihat tenang seperti biasa. Gong Siming tertawa dengan suara rendah, dan seluruh tubuhnya bergetar karena gembira.

Memasuki kamarnya sendiri, Si Wan dengan marah menutup pintu, setelah itu dia menarik napas lega dan melemparkan dirinya ke tempat tidur; jantungnya yang berdetak kencang berangsur-angsur menjadi normal kembali.

“Kau sangat mengecewakan. Ini bukanlah dirimu … “Mengambil napas dalam-dalam, Si Wan tahu itu hanyalah kontak biasa dengannya yang membuatnya ragu-ragu untuk pergi, “Jangan lupa, dia tidak akan pernah mencintaimu. ”

Si Wan tertidur sambil kecewa. Hanya dalam mimpi dia bisa menyingkirkan kutukan bernama Gong Siming.

Selama beberapa hari, Gong Siming selalu kembali ke rumah dengan bau alkohol, dan setiap kali ia benar-benar akan muncul di hadapan Si Wan. Si Wan menganggap ini sebagai penghinaan yang disengaja padanya karena Feng Ling; tetapi ibu Gong Siming, sebagai orang luar, telah memahami segalanya dengan jelas.

Yan Xiuya mengenal putranya lebih baik daripada orang lain. Gong Siming tampaknya berusaha menarik perhatian Si Wan, tetapi dengan cara yang aneh itu dia tidak akan pernah mencapai apa yang diinginkannya. Dan sebagai orang yang mengamati keduanya secara diam-diam, Yan Xiuya merasa semakin khawatir.

“Gong Siming, ikut aku.”

Yan Xiuya tidak punya kesabaran lagi. Dia akhirnya memutuskan untuk memberikan beberapa petunjuk kepada putranya yang bodoh yang lihai dalam mengurus perusahaan, tetapi menjadi sangat bodoh ketika menghadapi masalah emosional. Sebagai ibunya, dia tidak bisa menjadi orang luar lagi.

“Ibu, ada apa?” Diminta, Gong Siming terpaksa mengikuti di belakang Yan Xiuya. Dia baru saja kembali, tetapi belum melihat Si Wan.


Table Of Content

RSC 18. Tidur di Kamar yang Sama
RSC 20. Kiriman bunga

Leave a Reply

Your email address will not be published.