RSC 14. Aku Akan Memperbaikinya Setelah Menyelesaikan Segalanya.

Featured Image

“Aku tahu kau baik hati, jadi jika kau menyimpan saham itu, aku bisa tenang. Tetapi jika kau bertekad untuk pergi, ini juga dapat dianggap sebagai kompensasi. ”

Dengan nada tegas, kakek Gong terdengar tak bisa dibantah. Tapi Si Wan tahu dia tidak bisa mengambil saham itu; setelah mempertimbangkan dengan cermat, dia memberikan saran.

“Kakek, bagaimana kalau begini? Karena saham akan menjadi milikku setelah aku meninggalkan Keluarga Gong, sekarang anda bisa menyimpannya untukku. Karena waktunya masih lama, aku rasa akan lebih baik jika Anda menyimpannya. ”

Saat Si Wan mengajukan saran, setelah mempertimbangkannya, kakek Gong akhirnya menganggap itu masuk akal, jadi dia menerima saran dan mengumpulkan semua map. Melihat ini, Si Wan sedikit rileks, tetapi alisnya masih berkerut. Meskipun dia telah membujuk kakek untuk sementara ini menyimpan saham, dia tidak dapat memastikan kalau kakek tidak akan memaksanya untuk menerimanya di masa depan. Dia masih harus menemukan cara untuk menolak.

Dengan beban di pikirannya, Si Wan kembali ke kamarnya. Kamar kosong itu terasa sangat sepi, tetapi tak lama lagi dia mungkin akan merindukan kesepian ini.

“Bos Gong, ini jadwal hari ini.” Di lift, asisten memberitahukan jadwal kepada Gong Siming. Si Wan berdiri di sudut lift, merasa sedikit canggung.

Tadi malam, dia masih belum kembali. Tapi tanpa diduga, dia bertemu dengan pria itu di lift pagi ini. Dia ingin menyapa, tetapi merasa takut dengan matanya yang asing.

Tidak lama lagi dia akan pergi, jadi tidak masuk akal untuk menarik perhatiannya sekarang. Jadi begitu sajalah. Tidak apa-apa. Si Wan menurunkan kepalanya untuk menutupi kesedihan di matanya, tanpa menyadari Gong Siming mengerutkan kening.

Akhir-akhir ini Si Wan sangat pendiam. Di masa lalu, mata wanita itu selalu tertuju padanya, tapi sekarang, dia tampaknya siap menghilang. Gong Siming merasa aneh. Apakah dia mulai peduli pada Si Wan?

Terkejut oleh pikirannya yang tiba-tiba, Gong Siming tertawa sambil mendengus.

Bagaimana mungkin?

Agaknya, ini adalah trik lain dari wanita itu yang ingin menarik perhatiannya. Memikan hal yang tidak mungkin, Gong Siming melihat Si Wan berjalan langsung keluar dari lift dengan wajah tenang.

“Wanita terkutuk ini …” Si Wan selalu terlihat superior dan tegas, yang sangat dibencinya. Menatapnya, Gong Siming memperhatikan Si Wan yang bahkan tidak melihatnya, yang membuatnya sedikit marah. Melihat kecanggungan dan kepergian Si Wan, asisten itu ingin mengatakan sesuatu untuk mencerahkan suasana, tetapi takut dengan penampilan Gong Siming yang mengerikan.

“Ada apa, Bos Gong?” Asisten berbicara dengan terbata-bata, tetapi takut dengan kemarahan di matanya.

“Tidak ada.” Gong Siming menggertakkan giginya. Sejak kapan wanita itu bisa mempengaruhi emosinya? Terlihat tidak bagus.

“Direktur Si semakin dekat dengan Boss Mu baru-baru ini. Banyak orang di perusahaan melihat mereka makan siang bersama, mereka sangat cocok!” Melihat Gong Siming menatap Si Wan yang baru saja pergi, asistennya, dengan lidah yang longgar, berbicara tentang gosip yang menyebar di perusahaan. Setelah berbicara, asisten menyadari pria di sampingnya adalah Gong Siming, suami dari Direktur Si, jadi dia segera menjadi khawatir dan panik.

“Pikirkan urusanmu sendiri, jangan menggosipkan orang lain.” Seperti yang diharapkan, Gong Siming berubah tidak menyenangkan setelah mendengar ini. Dikelilingi oleh aura dingin, dia melangkah keluar dari lift, meninggalkan asisten yang ketakutan.

Pada saat yang sama, Mu Zhishen semakin mengejar Si Wan. Dia menunggu Si Wan di gerbang perusahaan setiap hari setelah bekerja, bahkan jika Si Wan sengaja bekerja lebih lama, dia masih tetap menunggu sampai melihatnya.

“Aku sudah bilang tidak perlu menungguku. Aku bisa pulang sendiri.” Setelah bekerja, Si Wan kebetulan melihat Mu Zhishen menunggu dengan tubuhnya bersandar pada mobil. Pria tampan dan mobil keren membentuk pemandangan yang indah, tetapi Si Wan tidak bermaksud menghargainya.

“Mu Zhishen, aku pikir aku sudah menjelaskan ketika menolakmu sebelumnya.” Sebenarnya, ini membuat Si Wan sakit kepala, karena dia sudah lelah setelah bekerja seharian, jadi dia tidak ingin membuang waktu untuk hal-hal seperti itu.

“Aku tahu, tapi kita masih berteman, bukan?” Pria dengan mata cerah dan gigi putih memberinya senyum cerah, yang membuatnya menyerah. Menjadi pria terhormat, Mu Zhishen membuka pintu untuknya, dan Si Wan tidak punya pilihan selain tersenyum.

“Aku harap aku bisa mendapatkan kehormatan untuk mengantar pulang wanita cantik.”

Sebenarnya pria seperti Mu Zhishen bisa memenangkan hati ribuan wanita. Hanya dalam sekejap, Si Wan sudah dapat merasakan beberapa orang menatap mereka dengan rasa ingin tahu.

Si Wan terpaksa mengalah dan masuk ke mobilnya karena dia tidak ingin menjadi perhatian. Melihat senyum ringan di wajahnya, banyak gadis terpesona oleh Mu Zhishen.

“Dengan identitas dan penampilanmu, kau bisa mendapatkan wanita manapun yang kau suka. Mengapa kau harus menaruh semua telur dalam satu keranjang? ” Melihatnya, Si Wan merasa marah dan lucu, tetapi Mu Zhishen tidak berpikir begitu.

“Tapi aku hanya akan mengambil satu sendok air dari seluruh  lautan.” Mu Zhishen memberi Si Wan senyum menawan, seperti air mancur kristal yang mengalir ke dalam hatinya. Jika Si Wan tidak memiliki siapa pun di dalam hatinya, dia akan jatuh cinta padanya.

“Tapi pertanyaannya adalah aku tidak lagi menjadi bagian dari lautan (bukan wanita lajang).” Kilasan licik menerangi mata Si Wan, membuat Mu Zhishen sangat canggung.

“Kalau begitu, izinkan aku untuk mengantar gadis tak lajang pulang sebagai teman.” Menjalan mobil, Mu Zhishen dan Si Wan tertawa dan mengobrol satu sama lain, tanpa memperhatikan Gong Siming yang berdiri tidak jauh dari sana dan diam-diam memandang mereka dengan penuh perhatian.

Dia merasa sedikit tidak senang setelah melihat Si Wan naik mobil Mu Zhishen. Kata-kata yang asisten katakan pagi ini juga terngiang-ngiang di telinganya lagi dan lagi, “Semakin dekat dengan Mu Zhishen baru-baru ini, betapa seorang wanita yang bermoral baik.”

Gong Siming mencibir dan hatinya terasa seperti terhalang oleh batu besar. Pada saat ini, ponsel di sakunya berdering keras. Menarik kembali pandangannya, wajah Gong Siming berubah serius.

“Ada apa?” Suara Gong Siming terdengar tidak menyenangkan, dan dia terlihat lebih tegas setelah mendengar laporan dari sisi lain.

“Jika kau tidak bisa menangani hal sepele seperti itu, kau akan kehilangan posisimu.” Gong Siming berbicara dengan suara rendah, dan tatapan sengit muncul di wajahnya. Dia berbalik dan pergi dengan tergesa-gesa, samar-samar merasakan duri dalam dagingnya setelah melirik keduanya di mobil.

“Ayo pergi.” Membuka pintu mobil, Gong Siming berkata kepada pria di dalam. Ketika dia akan naik mobil, wajah tersenyum Si Wan kebetulan melintas. Merajut alisnya, Gong Siming menahan ketidaksenangan di hatinya dan langsung masuk untuk pergi.

Sekarang dia tidak punya waktu untuk memikirkan Si Wan karena berurusan dengan pekerjaan sudah membuatnya sangat sibuk. Adapun Si Wan, Gong Siming mengepalkan kedua tangannya: tidak akan terlambat untuk memperbaikinya setelah menyelesaikan segalanya.

RSC 13. Kami Terlalu Banyak Berutang padamu
RSC 15. Si Wan akan pergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.