RSC 13. Kami Terlalu Banyak Berutang padamu

Featured Image

Si Wan merasa bingung ketika melihat kakek Gong cemberut, dan saat dia melihat wajah serius Yan Xiuya dan Gong Yanshen, dia semakin bingung dan tak tahu harus berbuat apa..

“Si Wan, apakah Gong Siming pulang tadi malam?”

Membantu kakek menaiki tangga, Si Wan tertegun sesaat setelah ditanya dan kemudian dia tersenyum, “Kakek, apakah kau mencarinya? Dia sangat sibuk akhir-akhir ini dan kembali ke rumah larut malam. Aku khawatir dia tidak sempat menyapamu hari ini. ”

Si Wan jadi cerdas. Dia tidak ingin kakek Gong mengkhawatirkannya lagi, mengingat Gong Siming bukan suaminya.  Ketika berpikir seperti itu,  hatinya terasa pahit.

“Sibuk, seberapa sibuk? Sibuk menginap di luar sepanjang malam?” Kakek Gong mengangkat suaranya, yang membuat Si Wan sedikit heran. Tiba-tiba teringat wajah suram mertuanya, Si Wan mengerutkan kening dan menebak kakek sudah mengetahuinya. Dia mencoba menjelaskannya.

“Jangan membelanya, aku sudah tua tapi tidak bodoh.” Melihat Si Wan, kakek Gong merasa kasihan padanya, “Dasar bodoh, mengapa tidak memberi tahu padaku semua penderitaan yang telah kau alami? Jika kau memberi tahu, aku pasti akan mendukungmu. ”

“Bukan apa-apa, itu tidak dianggap sebagai penderitaan.” Sambil menahan air matanya, Si Wan berhasil menyembunyikan kepahitan besar di dalam hatinya.

Melihat Si Wan yang diam, kakek Gong menghela nafas panjang, “Gadis yang baik, kau gadis yang baik. Keluarga Gong sudah berhutang banyak padamu. Maaf kami membuatmu sedih. ”

“Tolong jangan katakan seperti itu, kakek. Pada kesempatan ini, aku juga ingin untuk berbicara dengan Anda. ” Sambil menahan rasa pahit di dalam hatinya, Si Wan memaksa senyum.

Di ruang belajar, keduanya duduk saling berhadapan. Kakek Gong membiarkan Si Wan berbicara lebih dulu, setelah itu Si Wan berdeham dan mulai berbicara tanpa ragu-ragu.

“Kakek, aku bisa menebak apa yang akan kau katakan padaku. Tapi aku pikir mungkin Gong Siming bukan milikku. Sudah waktunya untuk mengakhiri semua ini setelah sekian lama. ”

Si Wan duduk di sana dengan punggung lurus, jika tidak mempertahankan posturnya, dia takut air matanya akan turun. “Jika Feng Ling tidak mengalami kecelakaan, dia tidak akan semudah itu menikahiku. Adapun Feng Ling, aku telah hidup dengan perasaan bersalah sejak kecelakaan itu. Mungkin, bagi Gong Siming dan aku, perceraian adalah cara terbaik untuk saling melepas. ”

“Kau ingin menyerah sekarang?” Suara kakek Gong terdengar penuh belas kasihan dan penyesalan, “Kecelakaan Feng Ling bukan salahmu, jadi kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri. Adapun Gong Siming, aku bisa melihat sebenarnya kalian berdua pasangan yang serasi. ”

“Kakek, tolong jangan lupa, dia hanya mencintai Feng Ling.” Setelah mengatakan ini, Si Wan hampir gagal mengendalikan air matanya. Nama Feng Ling telah menjadi penghalang yang tak bisa disingkirkan antara dirinya dan Gong Siming, yang tak mungkin bisa dilupakan, tidak peduli di masa lalu, sekarang atau di masa depan. Hubungan seperti itu buat mereka hanya akan menyebabkan kehancuran bagi kedua belah pihak meskipun dia telah berusaha keras.

“Sekarang Feng Ling hanyalah kenangan masa lalu. Aku tidak akan percaya, setelah tinggal bersamamu, yang masih hidup, setiap hari, ia masih tetap tak tersentuh. ” Kakek Gong mendengus, tetapi Si Wan hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum pahit.

“Menurutnya, aku selalu menjadi pembunuh yang hampir membunuh Feng Ling; apakah anda pikir dia akan jatuh cinta padaku? ” Suara Si Wan terdengar kecewa, itu memang benar, karena dia, Feng Ling menjadi koma.

“Karena aku, dia hanya bisa berbaring di tempat tidur sekarang. Terlebih lagi, aku telah mengambil posisinya sebagai orang di samping Gong Siming. Bagaimanapun, aku selalu menjadi orang yang tidak layak mendapatkan pengampunan. Kakek, sekarang aku lelah. ”

Dengan mata berbingkai merah, Si Wan mengepalkan tangannya karena dia tidak memiliki keberanian untuk melihat kakek Gong. Dia takut melihat matanya yang kecewa, dan dia bahkan lebih takut tekadnya akan terguncang.

“Si Wan, itu bukan salahmu …”

“Kakek, perjanjian dua tahun akan berakhir. Ketika hari itu tiba, aku akan bercerai dengan Gong Siming. Aku harap Anda dapat memahami keputusan kami. Dan aku percaya setelah mengetahui hal ini, Gong Siming juga akan bahagia. ”

Setelah menyela kakek Gong, Si Wan tersenyum, yang memperlihatkan martabat terakhirnya, didorong oleh semua kekuatannya yang tersisa. Dia benar-benar lelah sekarang karena diinjak-injak oleh kekasihnya terlalu pahit. Dia tidak bisa memaksa diri lagi, tidak peduli apa yang akan dikatakan orang lain tentang dia. Pengecut? Melarikan diri? Masa bodo. Dia hanya berharap untuk menjaga martabat terakhirnya dan pergi dengan hati yang ringan.

“Apakah kau sudah membuat keputusan?” Mata kakek Gong penuh belas kasihan. Dia tahu dengan jelas keteguhan dan kegigihan Si Wan, dan percaya dia adalah orang yang paling pantas mendapatkan Gong Siming. Tetapi cucunya tidak pernah memperhatikan ini dan bahkan memukulnya berkali-kali.

“Ya, kakek. Tolong jangan khawatir. Aku akan tetap memainkan peran sebagai nyonya muda Keluarga Gong selama sisa dua tahun. Ketika ini berakhir, aku akan pergi. ”

Meskipun senyum di wajahnya, Si Wan merasa patah hati. Ketika hari itu tiba, dia bisa menyingkirkan rasa sakit selamanya. Tapi mengapa dia masih mempunyai perasaan pada Gong Siming, apakah dia belum menyerah?

Benar-benar ironis. Mengejek perasaan konyolnya, Si Wan telah menusukkan kuku ke telapak tangannya secara tidak sadar, tapi dia tidak merasakan sakit.

“Ya sudah kalau begitu, tapi kau harus berjanji padaku satu hal.” Menepuk bahu Si Wan, kakek Gong berdiri. Sebenarnya, tidak pantas baginya untuk mengatakan apa pun sekarang. Karena cucunya telah memperlakukan Si Wan dengan sangat buruk, itu akan seperti menabur garam ke luka-lukanya jika dia memaksanya untuk tetap tinggal.

Kakek Gong menghela nafas panjang. Berjalan ke sisi lain ruang belajar, dia mengeluarkan tumpukan material dari laci yang terkunci.

“Keluarga Gong telah berutang terlalu banyak padamu. Sebagai kompensasi, silakan ambil ini. ” Menyerahkan map kepadanya, kakek kemudian mengambil pena.

Si Wan merasa sedikit aneh. Saat memeriksa map, dia berubah semakin heran, “Kakek, ini …”

“Ya, saham dari Grup Gongshi. Inilah yang pantas kau dapatkan. ” Kakek Gong tampak cukup tenang sementara Si Wan tidak bisa mengendalikan tangannya yang sedikit gemetar.

“Keluarga Gong telah berutang terlalu banyak padamu. Ini adalah kompensasi atas perceraianmu. Ini bukan jumlah yang besar, tetapi hanya itu yang bisa aku berikan untukmu saat ini. ”

Kakek Gong menghela nafas, “Aku sudah melihat apa yang telah kau lakukan untuk Keluarga Gong. Selain itu, Gong Siming, bocah itu memperlakukanmu dengan sangat buruk. Meskipun ini tidak dapat sepenuhnya memberikan kompensasi kepadamu, aku memberikan itu untukmu, jadi terimalah. ”

Matanya melebar kaget, Si Wan merasa sangat heran: saham yang diberikan kakek kepadanya hampir setengah dari seluruh saham perusahaan. Diberikan setengah dari kekayaan Keluarga Gong, Si Wan tentu saja tidak akan menerima, jadi dia mendorong kembali hal itu dengan sopan.

“Aku tidak bisa menerimanya. Saham ini milik Grup Gongshi, mereka bukan milikku. ” Melihatnya menolak saham dengan tegas, kakek Gong terlihat lega tetapi dia bersikeras pada keputusan itu.

RSC 12. Tetap Keluar Sepanjang Malam
RSC 14. Aku Akan Memperbaikinya Setelah Menyelesaikan Segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.