RL. Chapter 23

Featured Image

Chapter 23

 

Bagaimana kau akan berhadapan dengan orang telah berbagi hal yang lebih denganmu? Yan Liang tidak tahu. Apa hubungan mereka? Apakah kekasih?

Tapi dia bahkan tidak menganggap serius pengakuannya

Dibandingkan dengan masalah perasaannya, pekerjaan adalah hal yang jauh lebih sederhana dan langsung. Jadi, alih-alih menempatkan tubuh dan jiwanya untuk menyelesaikan masalah perasaan, lebih baik berkonsentrasi pada pekerjaan.

Meski dia (YL) agak frustrasi di bidang percintaan, pekerjaannya berjalan dengan baik. Efek dukungan iklan dan selebritas “Ya Yan sudah terlihat jelas sekarang, penjualan dan nilai merek terus membaik.

Dibandingkan dengan Ya Yan, Secret berada dalam situasi yang mengerikan. Bentrokan antara tim kreatif Li Bo dan Secret, peluncuran dua seri produk serupa adalah berita besar di industri ini. Yan Liang mendengar bahwa ayahnya sangat marah, dan harus dirawat di rumah sakit lagi.  Saham Xu juga terkena dampak dan terus menurun setiap hari.

Bibi Liang mencoba membujuk Yan Liang untuk mengunjungi ayahnya di Rumah Sakit, tapi Yan Liang terus membuat alasan dan pada akhirnya ia belum pernah datang juga ke sana. Dia (YL) mengerti sebagai anak dia harus berbakti, tapi dia sudah tidak punya kata-kata yang ingin dikatakan lagi untuk Ayahnya.

Dia juga mendengar bahwa Xu Ziqing sedang menyelidiki masalah ini. Seluruh tim R & D ‘Secret’ diberhentikan tanpa batas waktu. Li Bo telah mengumumkan seri HD mereka hanya tiga menit sebelum Secret, tapi publik telah mendukung mereka. Karena Secret memiliki investasi besar, masalah ini menjadi masalah di Divisi Hubungan Masyarakat bagi Xu Group, dan telah meningkat, rasanya hampir seperti perang.

Karena kerja sama antara Ya Yan Ming Ting masih terjalin dengan baik, maka media menghalangi jalannya saat dia mencoba memasuki Perusahaan Ming Ting.

Yan Liang diblokir beberapa kali dan tetap diam, tetapi dia akhirnya kehilangan ketenangannya saat para reporter terus menerus menanyakan hal yang sama kepadanya.

“Pemilik Ya Yan dan Secret itu sama, yakni Xu Group, tapi kami juga memiliki batasan yang jelas dan tidak akan saling memengaruhi.”

Yan Liang segera pergi setelah berkata seperti itu.

Dia (YL) mengadakan rapat pada jam sepuluh pagi dengan para Eksekutif Perusahaan Ming Ting, dan sekarang sudah jam sepuluh kurang lima menit, dia tidak ingin terlambat karena para reporter ini.

Biasanya dia tidak akan memberi respons kepada para wartawan, karena itu saat Yan Liang menjawab pertanyaan barusan, para wartawan langsung ingin menggali lebih banyak gosip dan menghalanginya untuk memasuki gedung.  “Nona Yan… Nona Yan… Kami mendengar bahwa Li Bo bermaksud untuk menuntut Anda karena plagiarisme yang dilakukan Secret dan beberapa tuduhan lainnya, Selain itu juga, Pengusaha asal Amerika Utara, Johnny Weir bermaksud untuk menarik diri dari kerja sama perusahaan….”

Yan Liang melihat arlojinya, wajahnya tampak kesal, “Saya sudah mengatakan bahwa Secret tidak ada hubungannya dengan Ya Yan.  Saya tidak tahu apapun tentang manajemen Secret.  Terima kasih.”

Kesabarannya sudah habis, dia menghiraukan para wartawan itu lalu segera masuk ke dalam.

Tetapi ada lusinan wartawan di sini, media massa tidak lemah. Mereka terus menerus menghalangi jalannya. Bahkan asistennya berusaha membuat jalan untuknya tapi sayangnya gagal. Dia adalah seorang wanita kurus dan tidak terlalu tinggi, sementara dia mencoba untuk meloloskan diri, dia semakin tenggelam di dalam kerumunan.

“Kami dengar Ketua Xu sangat kecewa dengan adikmu, dia sangat marah sampai harus dilarikan ke Rumah Sakit? Rekan-rekan kami memotret Pengacara Perusahaan Xu pergi ke Rumah Sakit selama dua hari terakhir, apakah ini pertanda bahwa Tuan Xu mengubah wasiatnya?”

Saat Yan Liang mendengar hal itu, jantung serta langkah kakinya terhenti untuk sejenak, tapi akhirnya dia mempercepat langkahnya untuk menembus kerumunan wartawan itu.

Sambil terus berjalan dia mendengar suara asistennya yang kewalahan, “Tolong biarkan kami lewat! Tolong!”.

Sebaliknya, para wartawan membentangkan mikrofon mereka tepat di bawah hidungnya. Yan Liang melambaikan tangan kepada mereka. Tiba-tiba, ada suara ‘buk’, lalu Yan Liang merasakan rasa sakit, refleks dia langsung menutupi dahinya.

Dia tidak tahu kamera mana yang mengenai dahinya.

Dia benar-benar kesakitan, terhuyung, dan melangkah mundur, ketika tiba-tiba seseorang menangkap pinggangnya, membantunya tetap tegak.

Sambil memegangi dahinya, dia mengintip melalui jari-jarinya tetapi tidak bisa melihat apa-apa. Yang bisa dia rasakan hanyalah tangan di punggungnya, membimbingnya dengan hati-hati dan tangan lain diletakkan di kepalanya untuk melindunginya.

Yan Liang dilindungi dengan sangat ketat, para wartawan pun mulai pergi. Saat dia memasuki gedung Ming Ting, tangan itu melepaskannya, dan dia melihat Lu Zheng berdiri di depannya.

Dia tampak sangat jengkel, sedangkan Lu Zheng hanya tersenyum, “Sekarang seluruh media menjadi bersikap seperti wartawan gosip, tidak ada integritas moral.”

Yan Liang melihat ke belakang.

Di belakang pintu kaca, meskipun keamanan telah menghentikan para wartawan, mereka terus menggedor pintu, seolah-olah Lu Zheng dan Yan Liang yang berdiri bersama itu mampu menciptakan berita utama.

Yan Liang ingin memberi tahu Lu Zheng untuk bergegas ke atas, tetapi Lu Zheng berbicara terlebih dulu, “Naik ke atas, kemudian lurus ke depan. Aku harus mengurus sesuatu terlebih dahulu.”

Yan Liang mengangguk dan berjalan menuju lobi.

Dalam lima menit, dia sampai di ruang konferensi, tapi ketika dia masuk, dia tercengang.

Ruang pertemuan itu kosong.

Meski ada dokumen dan teh di atas meja, tapi tidak ada seorang pun di sini. Setelah datang sejauh ini, dia merasa aneh. Saat Yan Liang mulai bertanya-tanya apa yang terjadi, pintu terbuka.

Yan Liang menoleh untuk melihat siapa orang itu, tetapi bukan orang yang bertanggung jawab atas Ming Ting, melainkan orang yang baru saja berpisah dengannya sebelum dia naik lift.

“Tuan Lu?”

Lu Zheng juga melirik ke sekeliling ruang konferensi dan melihat bahwa tidak ada seorang pun, namun dia tidak tampak terkejut.

Dia berjalan menuju Yan Liang dan meletakkan sekantong obat di atas meja. “Aku meminta mereka untuk menunda pertemuan selama sepuluh menit.”

Yan Liang duduk di kursi, dia berdiri saat Lu Zheng mendekat tapi dia Lu Zheng justru menekan bahunya sehingga dia (YL) terduduk kembali.

Lu Zheng berjalan ke sisi meja, membuka tas, mengeluarkan semprotan analgesik, dan melepas topi, bersiap untuk menyemprotkan dahinya. Refleks Yan Liang langsung melangkah mundur.  Melihat itu Lu Zheng mengangkat tangannya untuk memegang dagunya (YL).

Dengan hubungan formal mereka, hal ini sedikit tidak pantas. Lu Zheng sepertinya menyadari hal itu, dalam sekejap, dia (LZ) melepaskannya.

Tapi sepertinya Lu Zheng tidak berniat untuk membiarkan Yan Liang untuk mengobati dirinya sendiri. Lu Zheng mengangkat dagu Yan Liang, menyiratkan kepada Yan Liang untuk menutup matanya. Yan Liang ragu untuk sejenak, dia bertanya-tanya bagaimana harus bereaksi, pada akhirnya Yan Liang menutup matanya.

Semprotan itu terasa dingin dan di saat yang sama menyentuh lukanya. Yan Liang menarik napasnya agar dia tidak meringis, dan Yan Liang merasa kalau sikapnya itu lucu.

Lu Zheng tertawa. Mendengar dia (LZ) tertawa, Yan Liang segera membuka matanya.

Lu Zheng berada tepat di hadapannya, jarak di antara mereka menyusut.

Lu Zheng tidak mencoba mengambil keuntungan dari fakta bahwa Yan Liang memejamkan matanya, ini adalah posisi yang paling nyaman untuk merawat lukanya.

“Hebat kau bisa menahannya. Dahimu ini membengkak, tapi kau tetap bisa bersikap tenang.”

Yan Liang tidak yakin apakah itu pujian. Lu Zheng bersandar di meja, kakinya (LZ) tepat berada di sebelah lututnya, perlahan Yan Liang pun sedikit memutar kursi sehingga mereka tidak bersentuhan.

Karena rapat telah ditunda, Yan Liang harus mencari hal lain untuk dibicarakan. Dia melihat sekantong obat-obatan di atas meja dan bertanya, “Bagaimana kau memiliki obat-obatan ini?”

“Aku meminta asistenku untuk membelinya.”

Dia sangat perhatian.

Yan Liang hanya bisa memuji Lu Zheng di dalam hati, sebenarnya, Yan Liang benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Tampaknya Lu Zheng tidak punya niat untuk pergi, jadi ada keheningan di antara mereka, lalu tiba-tiba saja ponsel Lu Zheng tiba-tiba berdering

Meskipun Yan Liang tidak melihatnya, tapi telinganya terbuka lebar, dia mencoba mendengarkan percakapan itu.

Lu Zheng hanya berkata “Oke!”

Lu Zheng langsung menutup telepon dan mulai browsing di teleponnya. Yan Liang melihat sekitar, tepatnya ke tanaman pot yang ditempatkan di meja tengah. Kemudian Yan Liang mendengar Lu Zheng bergumam, “Mereka cukup cepat.”

“Apa?”

Yan Liang mendongak dan bertanya, dia melihat Lu Zheng mencibir.

Lu Zheng tidak menjelaskan, dia hanya menatapnya (YL) dan kemudian menyerahkan ponsel miliknya. Saat Yan Liang melihatnya, dia (YL) tidak bisa menahan diri untuk tidak meringis.

Gambar Lu Zheng melindunginya dari kerumunan wartawan yang gaduh telah dipasang di situs berita bisnis, dan gambar itu pun telah digandakan di situs portal berita hiburan. Sudut fotonya diatur sedemikian rupa sehingga tindakan sederhana itu tampak ambigu.

Yan Liang menjadi kesal. Terlebih nama Lu Zheng pun ikut terseret.

“Upaya terakhir untuk menyelamatkan krisis Xu Group: Sang Pewaris menangkap Pangeran Ming Ting”

***

Dalam rapat itu, Ming Ting dan Yan Liang menandatangani perjanjian tripartit dengan dealer provinsi dan kota untuk menjual Ya Yan. Setelah itu Yan Liang sibuk berkeliling.

Terlepas dari apakah itu akurat atau tidak, tapi skandal antara dia dan Lu Zheng terus memanas.  Ke mana pun dia pergi, media selalu merekamnya dan menciptakan segala macam gangguan.

Hanya foto dan keterangan yang provokatif, kenapa itu bisa menciptakan kegemparan yang sangat besar dan meyakinkan banyak orang?

Karena foto itu, Yan Liang menjadi gugup saat bertemu Lu Zheng.

Bibi Liang juga memanggilnya beberapa kali, “Ayahmu memintamu untuk datang menemuinya setelah kau kembali dari perjalanan bisnis.”

Yan Liang tidak bisa menahan nada menghina dari suaranya, “Kenapa? Sebelumnya dia tidak pernah meminta hal seperti itu, jangan bilang dia tiba-tiba saja merindukanku.“

“Nona lihat kondisi fisik Ayahmu. Sangat buruk. Kembalilah sesegera mungkin, jika apa yang media katakan tentang kau dan Lu Zheng itu benar, mungkin saja itu akan membantu….”

Bibi Liang belum selesai berbicara, tapi Yan Liang menyelanya, “Katakan padanya, tidak mungkin! Dia ingin menjual putrinya sendiri, saya tidak tertarik untuk dijual.”

Saat dia pergi untuk urusan bisnis, dia menerima banyak telepon yang tidak diinginkan, dia pun mulai mengabaikannya. Tapi ada satu panggilan telepon yang tidak pernah dia terima.

Untungnya dia sangat sibuk. Sering, di malam hari, saat berada di hotel, dia sangat lelah sehingga dia langsung jatuh tertidur sesampainya di ranjang. Dalam waktu seminggu, total waktu luangnya hanya kurang dari dua jam.

Tetapi dalam rentang waktu kurang dari dua jam ini, yang dia lakukan hanyalah mengakses kontak di teleponnya, lalu melihat kontak, ‘Jiang Yunan’, dia mencoba untuk menekan tombol panggil, tapi kemudian membatalkannya. Dia melakukan itu berulang kali.

Setelah perjalanan bisnis yang sibuk berakhir, Yan Liang akhirnya kembali ke rumah. Sebelum pulang, dia harus merencanakan terlebih dahulu. Untuk melarikan diri dari kejaran wartawan, dia mengatur agar media mendapat informasi palsu mengenai nomor penerbangannya, dengan begitu dia bisa datang ke bandara dan mencapai rumah dengan mudah.

Mungkin tidak terlalu mudah, karena cedera di kepalanya terasa semakin sakit.

Dia tidak tahu semprotan apa yang diberikan Lu Zheng padanya. Tapi dahinya semakin membengkak. Untungnya, kali ini dia telah pergi mengunjungi rumah sakit.

Untuk menghindar dari Ayahnya, Yan Liang memilih rumah sakit lain untuk perawatan medisnya.

Konsultasinya tidak memakan waktu lama, ternyata itu bukan salah obat, melainkan menghabiskan malam-malam yang panjang tanpa istirahat yang cukup dan tidak memperhatikan luka adalah alasan mengapa luka itu belum sembuh.

Dokter meresepkan obat baru untuknya. Saat dia ingin meninggalkan Rumah Sakit tiba-tiba dia melihat seseorang di koridor….

Pria itu berjalan sangat cepat, sesaat Yan Liang terkejut melihatnya.

Jiang Yunan.

Yan Liang merasa ragu sebelum dia mengikuti langkahnya (JY).

Mereka telah melakukan hal yang lebih beberapa waktu lalu, kemudian untuk akhirnya berada di sisinya, mengawasinya dari jauh di koridor Rumah Sakit, dia tidak yakin bagaimana harus bereaksi. Namun, pada akhirnya dia memutuskan untuk mengikutinya dari kejauhan.

Ini adalah Ruang Perawatan Khusus. Totalnya hanya ada tiga suit ruangan di sini, tentu saja harganya tidak murah. Tempat ini seperti hotel bintang lima, hanya saja aroma desinfektan yang kuat mengingatkan orang-orang bahwa ini adalah Rumah Sakit.

Yan Liang ragu untuk masuk ke dalam, dari pintu kaca di luar dia bisa melihat ada ruang tamu di dalamnya.

Yan Liang masih berada di pintu, bertanya-tanya apakah dia harus mendorong pintu ini dan masuk ke dalam saat dia melihat kartu medis tergantung di sisi kiri bawah pintu.

Di atasnya ada nama pasien

Jiang Shi Jun.

Presiden Li Bo Group.

Jiang… Shi… Jun…

 

Table Of Content

RL. Chapter 22
RL. Chapter 24

Leave a Reply

Your email address will not be published.