RDCAB 23. Giving Me to You

Featured Image

Di sebuah salon kuku* di sebelah Xiaoyue Studios, Yu Dong dan Xiang Xiaoyue sedang melakukan pedicures, manicures.

*TN: Kita biasa menyebut pedicures, manicures.

“Itu susah sekali menjadi orang hamil. Kamu tidak bisa melakukan apa-apa!” Xiang Xiaoyue menelpon Ren Xinxin untuk menyelesaikan manicures mereka, tetapi ditolak dengan alasan kehamilan.

“Wanita hamil harus lebih memperhatikan kesehatan mereka!” Yu Dong tidak menoleh dari album yang sedang dia baca.

*TN: Album berisi pola kuku-kuku.

“Apa yang kamu pikirkan tentang perut Xinxin yang semakin besar? Aku pernah membaca bahwa tubuh seorang wanita tidak akan pernah sama bahkan setelah dia melahirkan.” Xiaoyue terdengar sangat takut, seolah-olah dia sedang berbicara tentang sesuatu yang mengerikan.

“Aku ingin pola ini untuk kukuku.” Yu Dong menunjuk ke sebuah foto lalu dengan cepat meletakkan tangannya kembali ke pengering.

Dia kemudian memandang Xiaoyue dan berkata, “Dengar, aku tahu kamu takut, tapi itu terdengar seperti kamu tidak butuh anak ketika kamu menikah.”

“Jika itu benar-benar mempengaruhi tubuhku, maka aku harus memikirkannya.” Xiang Xiaoyue berkata setelah beberapa pemikiran serius.

“Yakinlah, tidak semua orang akan terpengaruh dan dengan latihan yang baik, tubuh mereka bisa dipulihkan.” Yu Dong berkata, “Kamu telah melihat begitu banyak bintang wanita di TV, bukan berarti kamu tidak bisa hidup tanpa anak.”

“Itu yang aku katakan!” Xiaoyue tampaknya telah bersemangat, jadi dia bertanya, “Ekspresimu hari ini dapat menyaingi hari musim semi yang cerah, apakah kamu akan pergi berkencan nanti?”

“Kencan? Bagaimana aku bisa pergi kencan ketika kamu baru saja memberiku pekerjaan?” Yu Dong memiringkan kepalanya ke arah dokumen di tasnya.

“Oh ya!” Xiang Xiaoyue berseru sambil tersenyum. “Bukankah itu tidak terduga? Tapi Xia Feng baru saja pulang, kita bisa membicarakan kontraknya nanti?”

“Lupakan!” Yu Dong menghela nafas. “Xia Feng benar-benar sibuk, bangun pagi-pagi tanpa memberitahu orang. Jika kita berbicara tentang kencan, kamulah yang sepertinya punya banyak hal yang harus dilakukan hari ini.”

Berpakaian anggun dengan maksud tertentu, Xiang Xiaoyue mengedip padanya dan berkata: “Aku perlu terlihat ambigu dan bermain dengan fantasi para pria. Tidak sepertimu, aku harus berpakaian dengan cermat!”

“Kamu terlalu cantik untuk terlihat ambigu. Hah, aku juga berpakaian anggun tapi yang kulakukan hanya bekerja, benar-benar sia-sia!” Yu Dong dengan menyesal menggelengkan kepalanya saat dia berbicara.

“Itu cara berpikir yang salah!” Xiang Xiaoyue berkata, “Wanita harus berpakaian anggun untuk siapa pun meskipun untuk diri mereka sendiri. Kita, para wanita harus terlihat cantik sepanjang waktu.”

“Dan kamu tidak lelah?” sebelum kelahirannya kembali, Yu Dong biasa menghabiskan sepanjang hari dengan piyamanya selama akhir pekan. Menjadi cantik sepanjang waktu terdengar melelahkan.

“Apa yang membuatmu bosan?” guru Xiang Xiaoyue mulai memberikan ilmunya. “Selama kamu memiliki 3 kartu – kecantikan, tata rambut dan kebugaran, dan setiap gaun dipasangkan dengan sepatu yang indah, kamu akan secara alami dikelilingi oleh hal-hal yang indah. Tidak perlu dengan sengaja bekerja keras, kamu akan menjadi cantik dan lembut sepanjang waktu.”

“Jangan lupa satu hal lagi, perawatan kuku!” Yu Dong menggoyangkan jarinya.

“Salon kecantikan sekarang sudah termasuk pedicures, manicures.”

“Mereka juga memasukkan tata rambut sekarang, ah!”

“Tidak, tidak, kamu tidak mengerti. Salon kecantikan yang memiliki penata rambut semuanya  adalah toko cabang, tidak profesional sama sekali. Aku punya penata rambut yang bagus.” Xiaoyue berkata, “Kamu seharusnya tidak membuang-buang uang dalam hal ini!”

“Aku mengerti!” Yu Dong membungkuk, setelah kelahirannya kembali dia telah menghabiskan sejumlah uang untuk mempertahankan penampilannya, tapi dia pasti tidak bisa dibandingkan dengan Xiang Xiaoyue yang sepertinya Xiaoyue hanya membuang uangnya.

“Sekarang setelah kamu mendengarkan ajaranku, aku akan bertanya – bagaimana kemajuanmu dengan Xia Feng?” Xiaoyue mulai bergosip.

“Semua baik-baik saja!” Yu Dong tersenyum.

“Aduh, lihat mata hati itu, tadi malam sangat …” Xiaoyue bertanya dengan lirikan.

Adik perempuan yang berkonsentrasi pada manicures tidak bisa tidak melirik Yu Dong. Dengan cepat menyadari bahwa dia telah mengganggunya, dia buru-buru menundukkan kepalanya lagi dan pura-pura tidak mendengar.

Yu Dong tidak berharap Xiaoyue untuk mengajukan pertanyaan yang tidak bermoral dan memelototi temannya.

“Oke, baiklah, aku tidak akan bertanya.” Xiang Xiaoyue mengubah pertanyaannya. “Ketika aku bertemu Xia Feng di rumah sakit, aku tidak tahu hubunganmu dengannya saat itu. Setelah dia pergi ke Amerika, kapan kamu berencana membawanya keluar dan memperkenalkannya kepada kami?”

“Tunggu sedikit lagi!” Yu Dong berkata.

“Menunggu lagi?”

“Tunggu sampai hubungan kita sedikit lebih solid!” Yu Dong memikirkannya lalu akhirnya menjawab.

“Kapan perasaanmu lebih solid?” Xiang Xiaoyue menatapnya dengan tak percaya. “Kalian berdua masih belum menyatakan cinta kalian? Bukankah aku sudah bilang sebelumnya: tinta sudah lama kering*, kamu sudah memiliki akta nikah yang diperlukan, langsung melemparkannya ke tempat tidur dan melompat pada dia!”

*TN: Maksudnya pernikahan mereka sudah lama terjadi. Mereka bukan manten anyar.

Adik perempuan yang sedang mengerjakan manicures-nya tidak bisa tidak melihat ke atas lagi.

“Xiang Xiaoyue!” Yu Dong meraung.

 

Shanghai, sebuah studio film dan televisi.

Kontrak yang Yu Dong harus negosiasikan kali ini adalah sebuah acara TV yang difilmkan di studio ini. Karena itu akan disiarkan selama Tahun Baru, acara TV akan diedit dan didubbing pada saat yang sama.

Acara TV ini adalah drama sejarah. Para aktornya terampil, dan nilai produksinya juga sangat tinggi. Sayangnya, beberapa suara aktor tidak cocok untuk setting sejarah, jadi sebuah dubbing diperlukan, dan persyaratan untuk dubbing juga sangat sulit.

Sebelum ini, satu-satunya penawaran acara TV yang bisa didapatkan Xiang Xiaoyue adalah drama idola remaja. Jika mereka mendapatkan kontrak untuk drama sejarah ini, itu akan sangat membantu untuk pengembangan Xiaoyue Studio di masa depan.

Yu Dong mengenakan lencana ID yang diberikan seorang anggota staf dan mengikuti mereka ke tempat syuting.

“Tunggu sebentar di sini, ketika Direktur Liu selesai syuting adegan ini, aku akan pergi dan memberitahunya!” anggota staf menjelaskan.

“Baik!” Yu Dong mengetahui sebelumnya bahwa Direktur Liu memiliki temperamen yang keras selama pembuatan film.

Yu Dong diam-diam berdiri di samping. Ketika menonton TV, dia biasanya merasakan keagungan ketika dia melihat penampilan para aktor dan area lingkungan yang bagus. Namun melihat adegan-adegan yang difilmkan secara langsung, dia merasa itu sedikit membosankan.

Setelah lebih dari setengah jam menunggu, Yu Dong yang mengenakan sepatu hak tinggi mulai merasa lelah. Jadi, dia menuju ke arah anggota staf yang tadi menyambutnya, untuk duduk di sebelah mereka. Dengan ini, mereka akan ingat untuk memanggil Direktur Liu begitu dia datang.

Duduk, Yu Dong memikirkan fakta bahwa ini hari Natal. Dia harus punya waktu untuk makan malam dengan Xia Feng. Dia mengeluarkan teleponnya untuk mengiriminya SMS.

[Jam berapa kamu selesai bekerja hari ini?]

Setelah menunggu setengah jam, tidak ada jawaban yang diterima. Yu Dong sedikit kecewa. Melihat kembali ke arah Direktur Liu, Yu Dong melihat dia melakukan syuting ulang untuk yang keseratus kalinya. Yu Dong menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

Tiba-tiba Yu Dong melihat seorang anak laki-laki berusia 6 tahun mengenakan kostum kuno berjongkok di lantai, menangis.

Melihat bahwa tidak ada orang dewasa di samping anak itu, Yu Dong pergi, berjongkok di samping anak itu, dan bertanya: “Aktor kecil, mengapa kamu menangis?”

“Aku tidak menangis!” melihat orang asing, bocah laki-laki itu dengan keras kepala menyeka air matanya.

“Baiklah, kamu tidak menangis. Hanya saja hari ini cukup berangin dan ada pasir di matamu.” Yu Dong tidak menyinggung kebohongan bocah itu. Mendengar itu, bocah laki-laki itu tersipu, dan Yu Dong menjadi sedih melihat ekspresinya, bertanya: “Apakah Direktur mengatakan sesuatu kepadamu?”

Bocah laki-laki itu menggigit bibirnya, dan akhirnya berkata, “Aku tidak bisa mengucapkan kata-kataku dengan baik!”

“Kamu masih muda, itu normal bagimu untuk membuat kesalahan sekali-kali.” Yu Dong menghibur anak itu.

“Tapi dialogku sangat penting, Direktur membiarkanku mencoba lagi dan lagi, tetapi aku sudah melakukannya 50 kali dan itu masih tidak baik!”

Kalimat mana yang harus diucapkan dengan baik, itu bisa dipertimbangkan kalau anak-anak tidak bisa terus-menerus berakting dengan sempurna. Dan tidak bisakah kalimat yang buruk kemudian didubbing juga?

Yu Dong berpikir sejenak daripada bertanya, “Kalimat yang mana? Aku akan melihatnya untukmu.”

“Apakah kamu berakting di acara itu juga?”

“Tidak, tapi berbicara dengan baik adalah pekerjaanku juga.” Yu Dong tertawa.

Bocah itu merasa curiga, tetapi dengan ragu mengambil naskahnya. Yu Dong melihat bahwa itu adalah acara TV Direktur Liu yang sedang syuting sekarang. Dia melihat baris kalimat yang ditunjukkan anak laki-laki itu. Itu adalah pada episode terakhir dari pertunjukan, ketika negara itu dalam kerusuhan dan kaisar muda naik tahta. Para menteri ingin mengatur seorang ratu untuk kaisar yang berusia 8 tahun, dan baris kalimat itu adalah dialog di antara mereka.

“Perdana Menteri, aku masih muda dan enggan menikah …” setelah membaca adegan itu, Yu Dong meniru suara bocah itu dan membaca kalimat itu dengan keras.

“Wow, kenapa suaramu menjadi sama dengan milikku?” bocah lelaki itu kagum.

“Karena kakak ini adalah aktris dubbing!” Yu Dong menjelaskan sambil tersenyum. “Kakak ini perlu berbicara dengan Direktur Liu tentang sesuatu, tetapi karena dia sibuk, aku akan membantumu dengan dialogmu.”

“OK!” bocah laki-laki itu mengangguk bahagia.

Jadi 2 orang kembali ke kursi Yu Dong dan mulai berlatih. Agar anak kecil itu masuk ke dalam suasana hati dengan cepat, Yu Dong beralih ke beberapa suara, apakah itu suara bariton agung dari Perdana Menteri, mata-mata Kasim, atau suara lembut Permaisuri, mereka semua bisa dengan jelas diekspresikan oleh Yu Dong.

“Kakak, kamu sangat baik!” bocah kecil itu memuji, matanya berbinar.

“Kamu juga sangat bagus!” Yu Dong menepuk-nepuk kepala bocah itu dan berkata, “Masih  kecil tapi kamu bisa berakting dengan baik, kakak ini hanya bisa mendubbing.”

“Nona Yu Dong?”

Yu Dong dan bocah laki-laki itu melihat ke arah suara itu bersamaan. Sementara Yu Dong masih mencari tahu identitas orang itu, bocah kecil itu sudah berdiri dan berteriak, “Direktur!”

“Halo, bagaimana kabarnya? Masih berusaha mencari tahu?” Direktur Liu menatap anak kecil itu dan bertanya.

“Bagus … kurasa aku bisa melakukannya sekarang.” anak kecil itu sedikit takut.

“Kalau begitu make-up lah dulu, lalu kita akan segera kembali ke bagianmu!”

“Baik, selamat tinggal kakak!” bocah laki-laki itu balas melambai pada Yu Dong saat dia bergegas pergi.

Yu Dong tersenyum pada bocah yang mulai menghilang, mengulurkan tangannya kepada Direktur Liu: “Halo Direktur Liu, saya Yu Dong.”

“Halo!” Direktur Liu adalah orang yang blak-blakkan, jadi dia langsung duduk dan mulai berbicara. “Asistenku bercerita tentangmu, dan sejujurnya, pada awalnya aku tidak terlalu mempertimbangkan studiomu.”

Yu Dong mengangkat alisnya.

“Semua dramamu sebelumnya adalah drama idola, aku bahkan tidak akan menyebutkan dialognya.” Direktur Liu melanjutkan, “Pertunjukanku adalah drama sejarah. Aku ingin semuanya, bahkan dari suara, memiliki rasa sejarah yang kuat.”

“Direktur Liu, kita tidak hanya melakukan drama idola, tetapi juga film laris Hollywood.” Yu Dong menambahkan.

“Aku tahu itu, tapi berapa banyak orang asing yang sebenarnya dimiliki oleh studiomu?” Direktur Liu berkata dengan tajam.

Yu Dong tidak marah. Dia hanya tersenyum dan berkata, “Direktur Liu, apakah mereka dikontrak ke studio kami atau tidak, kekuatan kami selalu terletak pada kemampuan kami untuk membawa mereka masuk!”

“Oh?” Direktur Liu mengangkat dan alis matanya dan bertanya, “Bagaimana jika aku ingin Lin Lin sebagai dubber untuk karakter utama perempuan?”

Yu Dong tersenyum dan membalas: “Kebetulan, dia adalah guruku. Saya tidak berani menjamin orang lain, tetapi jika itu Guru Lin, cukup satu panggilan telepon!”

Direktur Liu terkejut ketika melihat Yu Dong. Jika kenyataannya, dia tidak  melihat aktingnya dengan bocah laki-laki itu, memainkan beberapa karakter dengan mudah, dia bahkan tidak akan repot-repot berbicara dengannya selama ini.

Yu Dong secara alami melihat perubahan sikap Direktur Liu dan memulai langkah berikutnya: “Direktur Liu, pertunjukanmu adalah drama sejarah yang epik. Anda memilih aktor yang terampil dengan hati-hati, Anda seharusnya melakukan hal yang sama untuk dubbing. Anda memiliki beberapa karakter penting dalam pertunjukanmu dan studio kami memiliki banyak orang untuk direkomendasikan …”

Yu Dong telah mendata beberapa ahli dari universitasnya secara berurutan.

“Bukankah mereka berhenti mendubbing?” ketika Direktur Liu mendengarkan nama-nama itu diucapkan, detak jantungnya meningkat dan dia tidak bisa tidak menyela.

“Dewa mana yang tidak merasa kesepian, hanya saja tidak ada pekerjaan yang layak untuk kemampuan besar seperti itu. Tapi saya pikir pertunjukkanmu pasti akan membuat mereka terkesan.”

“Apakah kamu mengatakan bahwa jika aku tidak membuat mereka mendubbing, dramaku tidak akan bagus?”

Direktur Liu bertanya.

Akhirnya, Yu Dong berhasil memenangkan kontrak. Saat dia kembali ke mobilnya, Yu Dong memanggil Xiang Xiaoyue untuk melaporkan kabar baik.

“Kamu benar-benar mendapatkannya! Bahkan Direktur Liu tidak cocok untukmu!” Xiaoyue sangat terkejut.

“Tapi kamu harus memohon.” Yu Dong mendaftarkan beberapa nama dan berkata, “Kamu harus membuat semua orang ini mendubbing.”

“Yakinlah, aku pasti akan menyelesaikannya!” Xiaoyue yakin.

“Baiklah, Direktur Liu memiliki jadwal yang padat. Seseorang akan mengirimmu video syuting yang sudah diedit besok, jadi pulanglah lebih awal dan bekerja sesegera mungkin mulai besok.” Yu Dong berkata.

“Jangan khawatir, besok pagi akan ada wanita cantik bernama Xinxin di ruang dubbing.”

“Apakah kamu lupa bahwa Xinxin adalah wanita yang sedang hamil tua?” Yu Dong tidak bisa tidak menaikkan suaranya.

“Ya, ya, aku akan kembali jam 12:00 tepat!”

“Juga, Xinxin memiliki pemeriksaan kehamilan besok pagi, ingat untuk menemaninya.” Yu Dong mengingatkan.

Setelah mengakhiri panggilan, Yu Dong melihat teleponnya dan melihat masih belum ada jawaban dari Xia Feng. Kecewa, dia pulang ke rumah.

Di pintu masuk apartemennya, dia bertemu seorang penjual buah organik. Kertas pembungkus makanan berwarna-warni membuat berbagai buah terasa meriah, dan Yu Dong mau tidak mau membeli beberapa.

Tidak sampai jam 10:00 malam, Xia Feng kembali ke rumah, kelelahan.

Yu Dong merasa ada sesuatu yang salah dengan Xia Feng. Dia biasanya pulang terlambat, tapi tidak peduli seberapa lelahnya dia, mata Xia Feng tetap cerah. Namun malam ini, matanya tampak tertutup oleh kabut abu-abu.

“Apa yang salah?” tanya Yu Dong.

“Tidak ada!” Xia Feng tersenyum, dia jelas tidak ingin mengatakannya.

Setelah berganti alas kaki dan melepas mantelnya, Xia Feng berbalik ke arahnya dan meminta maaf, mengatakan: “Maaf, aku sangat sibuk hari ini sehingga aku lupa mengirim pesan balasan padamu.”

Yu Dong menatap Xia Feng selama beberapa detik, lalu perlahan berjalan ke arah Xia Feng untuk menggosok dahinya dengan lembut.

Jari-jari Yu Dong terasa hangat, sentuhan lembutnya melelehkan hati.

Xia Feng menangkap tangannya dan bertanya pada Yu Dong: “Ada apa?”

“Aku mencoba menggosoknya!” Yu Dong khawatir, “Kamu jauh lebih tua dariku, bagaimana jika kamu mendapatkan beberapa keriput?”

Xia Feng tertegun, sebelum tersenyum dan bertanya padanya, “Apakah kamu tidak menyukaiku jika aku mendapatkan keriput?”

“Tidak apa-apa jika kamu mendapatkannya di wajah, tapi kamu tidak boleh memilikinya di hatimu.” Yu Dong menatap mata Xia Feng saat dia mengatakan ini.

Xia Feng berkedip, dia tidak tahu harus berkata apa.

“Aku bisa membantumu dengan kerutan di wajahmu, tetapi aku tidak bisa masuk dan menggosok hatimu.” suara Yu Dong sedikit hilang.

Xia Feng menatap Yu Dong sejenak, sebelum tiba-tiba bersandar padanya. kepalanya bersandar di bahu ramping Yu Dong, tangan mereka saling berpegangan di sisi mereka.

“Ini benar-benar bukan masalah besar. Hanya saja setelah satu tahun penelitian, hasilnya gagal dan aku merasa sedikit berkecil hati!” Xia Feng menjelaskan, matanya tetap tertutup.

Bertentangan dengan kata-katanya, Yu Dong bisa merasakan kekalahan Xia Feng yang jelas saat Yu Dong sedang menahan berat Xia Feng. Yu Dong meremas tangan Xia Feng dan berkata, “Bukankah sebuah buku mengatakan bahwa setiap kegagalan adalah selangkah lebih dekat ke kesuksesan?”

“Iya.”

“Aku yakin kamu akan berhasil.” Yu Dong tahu bahwa penelitian Xia Feng pada akhirnya akan berhasil, tetapi dia tidak memiliki cara untuk membuktikan hal ini.

“Aku selalu percaya pada penelitianku.” suaranya penuh kesedihan.

“Jangan takut, aku akan selalu ada di sini, di setiap langkah!”

Xia Feng tidak berbicara lagi, dan pasangan itu diam-diam menenangkan diri masing-masing sampai tiba saatnya bagi Yu Dong untuk pergi bekerja.

“Aku baik-baik saja, kamu pergilah bekerja!” Xia Feng kembali ke dirinya yang biasa dan mengatakan ini pada Yu Dong.

“Kalau begitu kamu tidur lebih awal malam ini, jangan tunggu aku!”

“Baik!” Xia Feng tersenyum dan mengangguk.

“Oh itu benar!” Yu Dong ingat paket buah yang telah dibelinya dan pergi untuk memberi Xia Feng sebuah apel yang dibungkus kertas foil* dan berkata, “Ukir namamu disini.”

*TN: Kertas yang digunakan untuk membungkus makanan, biasanya berwarna perak.

Xia Feng memandang apel di tangannya dengan bingung.

“Cepat!” Yu Dong mendesak.

Yu Dong puas dengan buah yang baru saja diukir, yang diukir dengan nama Xia Feng, dan menyerahkan apel yang dibungkus merah muda kepada Xia Feng: “Selamat Natal!”

Xia Feng mengambil apel yang dia tawarkan dan melihat ada ukiran kasar nama Yu Dong di atasnya. Tampaknya telah diukir beberapa saat yang lalu, daging apel yang terbuka telah teroksidasi.

“Kamu harus menyelesaikan semuanya, aku akan memakan apel dengan namamu juga.” Yu Dong berkata sambil tertawa.

“Kenapa mengukir nama kita?” Xia Feng bertanya.

“Apel yang terukir dengan namaku adalah aku.”

“Apel ini mewakili dirimu?” Xia Feng menebak menebak. “Jadi, kamu akan memakanku?”

“Ya!” saat Yu Dong mengatakan ini, dia tiba-tiba menyadari maksud lain dari apa yang baru saja dia setujui, dan wajahnya memerah.

“Oh … kalau begitu aku seharusnya tidak menyia-nyiakan satu gigitan pun!” Xia Feng tidak bisa menahan senyum.

“Kamu … menyebalkan!” dia menghentakkan kakinya dan berlari keluar ke pintu depan.

Xia Feng ditinggalkan berdiri di ruang tamu dengan senyum lebar saat dia memegang apel dengan nama Yu Dong diukir di atasnya.

RDCAB 22. Tanda Kasih Sayang
RDCAB 24. Dia Berani Bertarung Denganku?

Author: ShinMin

Soo~~ tired.

Leave a Reply

Your email address will not be published.