PYN Chapter 36

Featured Image

Demikian, dengan wajah tebal, Ji Wu Jiu mengikuti Ye Zhen Zhen kembali ke Istana Kun Ning.


Dia tidak bagus dalam hal menenangkan wanita, seringkali hanya ketika dia membutuhkannya saja, dia hanya akan menggunakan kata-kata manis, sekarang terhadap Ye Zhen Zhen yang marah, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Untuk masalah menjelaskan, dia sudah melakukannya,dan normalnya dia bukan jenis orang yang banyak bicara, jadi dia tidak merasa harus mengulangi kata-kata yang sama.

Suasananya benar-benar canggung.
Ye Zhen Zhen sangat lelah dan naik ke ranjangnya dan tidur. Ji Wu Jiu berada di sampingnya, berpikir dengan dalam.

Hari ini, kasus itu, pasti ada sesuatu yang lebih dari itu. Pertama, kenapa Janda Permaisuri dapat dengan tepat muncul di Aula Ying Hua? Kedua, Siapa orang yang menggunakan gioknya untuk memalsukan perintahnya dan meminta Li Lu untuk muncul disana?
Yang pertama lebih mudah untuk diselesaikan, dalam skema ini tentu Janda Permaisuri terlibat. Lalu apakah itu dia (JP) yang meminta seseorang untuk mencuri giok tersebut untuk menyampaikan perintah palsu? itu tampak tidak mungkin…..selama Lu Li yang mengambil Gioknya, lalu dia dapat menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi dengan segera, tampak tidak seperti digunakan untuk menjebak seseorang.

Juga, belum lagi ketika Janda Permaisuri meminta orang-orang untuk memeriksa Lu Li, itu hampir saja seperti, dia menjamin akan mendapatkan sesuatu…
Mengumpulkan semua pemikirannya, Ji Wu Jiu menyimpulkan : yang paling memungkinkan adalah Janda Permaisuri memerintah seseorang untuk memalsukan perintah, tapi bukan perintah dari kaisar melainkan dari permaisuri, dan menggunakan sesuatu yang dimiliki Ye Zhen Zhen. Tapi apa yang dia tidak pikirkan adalah Lu Li mengetahui rencana tersebut, dan mengganti barang Ye Zhen Zhen dengan giok miliknya, dan merubah seluruh situasi disekelilingnya.

Di sini kita harus mengakui kekuatan berpikir rasional dan logis Ji Wu Jiu, jika dia bukan seorang kaisar, Ji Wu Jiu pasti akan cocok untuk mengambil pekerjaan sebagai detektif, polisi, atau sesuatu yang sejenis. Dia pastinya juga menjadi ‘seseorang’yang penting.

Oleh karena itu, giok itu bisa jadi dicuri oleh Lu Li, atau seseorang dari Istana Gan Qing yang mungkin mencurinya dan diberikan ke Lu Li. Todak masalah yang mana, orang-orang di Istana Gan Qing harus dilatih ulang dengan tepat.

Saat dia berpikir bagaimana Lu Li mengambil giok, dan menceritakan kebohongan yang besar seperti itu, reaksi pertama Ji Wu Jiu adalah, sebenarnya dia tidak marah, tapi merasa beruntung. Kemarahan di hatinya juga menghilang cukup banyak, dan memutuskan untuk bertindak seolah tidak tahu kali ini, dan tidak menghukum Lu Li. Kemudian setelahnya, ketika dia berpikir bagaimana Janda Permaisuri ingin menggunakan metode meletakkan Topi Hijau ke anaknya sendiri untuk menjebak menantunya, dia menjadi marah dan membanting meja.l
Meskipun, dia mulanya sudah memutuskan untuk menjadi anak yang berbakti, tapi itu bukan berarti dia akan membiarkannya dikontrol oleh Janda Permaisuri.

Orang diatas ranjang tampaknya terganggu dengan tindakannya, dan membuat suara yang menunjukkan bahwa dia tidak nyaman.
Ji Wu Jiu dengan pelan melepas jubah luarnya dan naik ke ranjang juga. menggeliat masuk kedalam selimut, dan memeluk Ye Zhen Zhen dengan erat di lengannya.

Seakan mudah diraih dengan tiba-tiba, dia menambil napas dalam-dalam. Menempatkan dagunya dengan ringan di tulang selangkanya (YZZ), dia dengan tenang berbisik ke telinga Ye Zhen Zhen “Apakah kau tahu, aku benar-benar takut kalau kejadian tadi nyata”

Apa yang menjawabnya hanyalah nafas dari orang tersebut.
“Untungnya tidak” dia menambahkan.

***

Keesokan harinya, sore hari, Ye Zhen Zhen mendengar bahwa di dekat Taman Prem Berbunga, seorang kasim memggantung dirinya sendiri sampai mati, Janda Permaisuri meminta Letnan Lu untuk memeriksa apakah itu adalah kasim yang sama yang memalsukan perintah kaisar.

“Jadi dia atau bukan?” Ye Zhen Zhen bertanya kepada Su Yue. Dia tidak pergi ke tempat kejadian, tapi Wang Yu Cai pergi kesana dan melihat apa yang terjadi dan bertemu dengan Lu Li.

“Ya dan tidak” Jawab Wang Yu Cai
“hmm?” Ye Zhen Zhen meletakkan cangkirnya dan bertanya, sedikit penasaran “bagaimana bisa?”

Wang Yu Cai menurunkan suaranya dan berkata “seperti itulah yang terjadi niang niang, Letnan Lu meminta saya untuk bertanya kepada anda, apakah ada orang yang ingin anda dibereskan?”

Ye Zhen Zhen memutar matanya, dan tersenyum “Kakak sepupu, benar-benar teliti”

Janda Permaisuri ingin menghabisi orang itu untuk menjaganya agar tidak terlibat, jadi kasim yang gantung diri itu paling mungkin adalah orang yang telah memalsukan perintah, dan dikarenakan saksi nya hanyalah Lu Li, jika Lu Li berkata kalau kasim itulah orangnya, jadi dia adalah kasim yang dicari, jika dia bilang bukan, maka dia juga bukan orangnya.
Jika Lu Li menyangkal, lalu akan orang lain akan ditangkap untuk di investigasi…..

Lu Li telah melewati beberapa tahun di istana, jadi dia melihat sesuatu dengan lebih baik dan lebih jelas dibandingkan Ye Zhen Zhen. Pertarungan di Istana Dalam, skema dan rencana disana, tidak kurang dari pada yang di pengadilan. Dan wanita yang bisa berada di Istana Dalam, mereka pastinya tidak akan bersih dari skema atau rencana apapun, maupun mereka tidak bersalah atau naif. Dan untuk para pelayan yang hilang atau kalah karena rencana mereka (para wanita diistana dalam), mereka tidak akan dihitung, juga meskipun hanya rasa kasihan itu pun tidak cukup diberikan kepada mereka. Lu Li tidak ingin terlibat dengan ini, tapi untuk Ye Zhen Zhen dia bersedia melakukannya kali ini.

Melalui kasus ini, Ye Zhen Zhen juga mengerti . Jika bukan karena kecerdasan saudara sepupunya, dia benar-benar akan dijebak sekarang. Menyadari bahwa dia benar-benar tidak hati-hati sebelumnya. Dulu saat dirumah, dia dapat melakukan apapaun yang ia sukai, dan tidak ada satupun yang berani melakukan apapun kepadanya, tapi sekarang di Istana Dalam, dia tidak lagi dapat melakukan apa yang dia suka. Dia sudah tahu bahwa Istana Dalam adalah tempat yang penuh jebakan, skema dan bahaya, tapi itu hanya di permukaannya saja, tidak cukup mendalam. Kasus lain sebelumnya yang ia atur agar berubah ke situasi disekitarnya, membuatnya sedikit ceroboh, dan bangga. Kejadian kemarin malam, telah membangunkannya akan kejadian kejam sebenarnya yang dapat terjadi di istana dalam, dan membuatnya menyadari jika dia membuat kesalahan kecil pun akan mengakibatkan dampak yang besar, dan juga akan melibatkan keluarganya.

Tipe pikiran-pikiran seperti ini membuatnya merasa bahwa dia benar-benar tidak menyukai kehidupan di istana dalam.

Tapi tidak suka adalah tidak suka, dia tetap hatus menghadapi kenyataan. Dia tidak bisa mati, dan tidak bisa dibuang begitu saja. Dia haru ekstra hati – hati, membuat rencana dengan hati-hati, dan hidup dengan benar, dan tetap berada di posisinya. Di dalam hatinya, dia sedang berpikir jika dia akan bisa meninggalkan istana ini selama hidupnya. Tapi kemudian, harapan ini benar-benar terlalu tidak masuk akal, dan tidak mungkin.

Sejujurnya, terkadang dia benar-benar ingin mengumpulkan semua wanita yang membuat masalah, mengikat mereka dan diberikan ke babi – babi agar dimakan.

“Niang niang? niang niang?” Wang Yu Cai memanggil Ye Zhen Zhen, karena dia tampak linglung.
Kembali  sadar, Ye Zhen Zhen berkata ” pergi dan beritahu Letnan Lu, terimakasih atas pemikirannya, tapi orang-orang yang ingin ku habisi, aku bisa mengatasinya sendiri, pastikan dia tidak melakukan apapun”

Lu Li adalah satu-satunya kepala dari para penjaga, jika dia terlibat dengan istana dalam, kebanyakan orang akan menggunakannya sebagai alasan untuk membuat lebih banyak masalah, dia tidak ingin apapun membuat masalah untuk Lu Li.

Kasus ini, dia ingin membalas dendam sendiri. Meskipun dia tidak bisa melakukan apapun kepada Janda Permaisuri sekarang, tapi memperingatkan udang kecil di bawahnya masih mungkin.

Saat malam, Ji Wu Jiu datang lebih awal dariada biasanya. Dia memberhentikan pengumuman kedatangannya, dan berjalan masuk, dan melihat Ye Zhen Zhen melamun di depan lampu, di (JWJ) bertanya “Apa yang kau pikirkan?”
Ye Zhen Zhen melihatnya, dan memberi salam “Yang Mulia”, dengan wajah tak berekspresi.
Ji Wu Jiu tahu di dalam hatinya, dia masih tidak bahagia akan kejadian kemarin, dan di(JWJ) tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menghiburnya, dirinya juga sedikit marah, marah bahwa Ye Zhen Zhen masih marah terhadapnya.
Ji Wu Jiu duduk, dan mengambil buku “Yin Yang Jing” dan melihatnya, Kung Fu tenaga dalam yang dibahas di buku itu sangat normal, kemungkinan buku ini dibeli dari toko buku di luar istana. Buku tipe ini hanya mengabiskan beberapa liang, dikatakan bahwa buku itu memiliki kekuatan pamungkas, wanita ini pastinya sudah ditipu.
Ye Zhen Zhen tiba -tiba bertanya “Yang mulia, bisakah anda beritahu saya, tentang kasus kemarin selain Janda Permaisuri, siapa lagi yang terlibat?”
Ji Wu Jiu mengucapkan Xu Cai Ren tanpa berpikir dua kali, “Masih Xu Cai Ren, dia dan Janda Permaisuri bertingkah didepanku, itulah mengapa aku salah mengira dengan rumor dari mereka” dengan mengatakan ini, diwaktu yang sama menghapus dirinya ikut terlibat dengan kasus itu.

Ye Zhen Zhen mengangguk, dan memutuskan menghukum Xu Cai Ren dengan benar kali ini.
Sebenarnya, meskipun jika Ye Zhen Zhen tidak menyentuh Xu Cai Ren, Ji Wu Jiu sudah memutuskan untuk menghukumnya juga. Sebelumnya terhadap Xu Cai Ren, dia masih memiliki hubungan antar saudara, meskipun tidak menyentuh tubuhnya, tapi (JWJ) Ingin pelan-pelan menaikkan status Xu Cai Ren dan membiarkannya hidup damai di istana. Tapi kali ini, dia benar-benar keterlaluan, menjebak permaisuri, membuat kaisar memakai topi hijau, dan memimpin Janda Permaisuri terhadap skema atas rencana tersebut. Dia (XCR) benar-benar berpikir bahwa hanya dia saja yang tahu skema nya? yang lain bodoh?

Ye Zhen Zhen melihat bahwa wajah Ji Wu Jiu perlahan menunjukkan tanda kemarahan dan tidak tahu apa yang dia pikirkan. Beriteraksi dengan nya (JWJ) sekarang agak membosankan, jadi dia memutuskan untuk tidak mengganggunya (JWJ), dan pergi ke ranjang untuk tidur.
Siapa yang tahu, Ji Wu Jiu dengan cepat berputar, dan dengan erat memeluk Ye Zhen Zhen di lengannya, Kakinya juga berada di atas tubuh Ye Zhen Zhen.

Ye Zhen Zhen tidak terbiasa dengan perlakuan Ji Wu Jiu, dan mencoba untik mendorongnya menjauh, tapi dia(JWJ) memeluknya dengan sangat erat, dan akhirnya dia berbisik ketelinganya, “berhenti main-main, tidur”

Ye Zhen Zhen tidak bisa berkata-kata, tapi dikarenakan dia tidak bisa menghindarinnya, dia dengan pelan dan sederhana menerimanya, menguap, dan dengan cepat jatuh tertidur. Karena dia(JWJ) memeluknya terlalu erat, dia (YZZ) tidak tidur dengan benar, itu hampir seperti terkadang ada tali yangdiikat disekitar tubuhnya dengan erat.

Ditengah malam, YeZhen Zhen terbangun karena panas, tapi tidak sepenuhnya terbangun. Diantara sadar dan tidak, dia merasa bahwa diantara kakinya ada sesuatu yang keras, yang membuatnya tidak nyaman, dan dengan tidak sadar tangannya pergi untuk memindahkan benda itu, tapi tidak peduli bagaimana, benda itu tidak mau bergerak menjauh, jadi dia memutuskan untuk menarik benda itu dengan keras.

Telinganya tiba-tiba mendengar suara penuh kesakitan dari Ji Wu Jiu.
Ye Zhen Zhen berpikir munkin dia bermimpi, dan menambil beberapa waktu untuk sepenuhnya sadar. Dia duduk, menggosok matanya, dan melihat Ji Wu Jiu berbari di sampingya, dengan badan meringkuk. Kedua tangannya memegang daerah selangkangan, dan kelihatan sangat kesakitan
“Apa yang terjadi pada anda?” Ye Zhen Zhen bertanya,

“……..” Ji Wu Jiu dalam perenungan yang dalam, itu tidak sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata
Ye Zhen Zhen berpikir bahwa ada sesuatu yang bemar-benar salah, jadi dia berteriak “Panggil dokter kekaisaran”

Dokter yang bertugas bergegas meskipun udara dingin sekarang, dan telah sepenuhnya terbangun pada waktu dia sampai di Istana Kun Ning. Ketika melihat dimana Ji Wu Jiu kesakitan, Dokter Kekaisaran terkejut, melihat kebawah, matanya berputar, didalam hatinya dia sangat penasaran, dan yang mulia dan permaisuri, apa yang mereka lakukan…..

Dokter mencoba sebaik mungkin untuk tidak menunjukkan rasa penasarannya, mengencangkan wajahnya dan membantu Ji Wu Jiu memeriksa lukanya. Dokter memberikan resep, dan kemudian memanggil Ye Zhen Zhen, dan melihat ke arah mereka berdua.

“Yang Mulia, saya berharap anda berdua akan beristirahat benerapa hari, aktifitas ranjang harus dihentikan beberapa hari ini, dan juga lain kali,…….tolong lebih lembut”

Ye Zhen Zhen sudah mengetahui lebih awal bahwa dia adalah satu-satunya yang harus disalahkan, dan mendengarkan perkataan dokter, dia menganggukkan kepalanya dengan serius.Ji Wu Jiu menduga bahwa Ye Zhen Zhen tidak memahami apa yang dikatakan dokter.

Setelah dokter meninggalkan istana, rasa sakit Ji Wu Jiu berkurang sangat banyak, ada lapisan keringat di badannya sekarang, dikarenakan rasa sakit sebelumnya, ada beberapa tetes keringat yang tetap berada didahinya. Khawatir dan merasa bersalah, Ye Zhen Zhen berlutut ditempat tidur dan membantu Ji Wu Jiu mengelap keringatnya.

Melihat Ye Zhen Zhen melakukan hal tersebut, hatinya merasa seperti dibanjiri dengan air hangat, terasa hangat dan sangat nyaman.

“masih sakit?” Ye Zhen Zhen bertanya dengan hati-hati.

“sakit” Ji Wu Jiu dengan sengaja menjawab dengan suara penuh kesakitan, ekspresi wajahnya menunjukkan rasa sakit yang sama.

Ye Zhen Zhen bahkan merasa semakin bersalah, “Saya minta maaf…saya benar-benar tidak sengaja melakukannya”

Ji Wu Jiu menatapnya, dengan mata setengah tertutup. Kedua matanya sangat terang, dengan seberkas sinar kelembutan,tapi dia(YZZ) tidak melihatnya, masih asyik menggunakan sapu tangannya mengusap keringat didahi Ji Wu Jiu.
Tiba-tiba Ji wu Jiu memegang tangan Ye Zhen Zhen.

“Ada apa?” Ye Zhen Zhen ingin membebaskan tangannya, tapi tidak bisa.

Ji Wu Jiu menggunakan beberapa kekuatannya dan menarik, Ye Zhen Zhen tidak berhasil bereaksi, jadi dia jatuh ke lengannya. Dia (JWJ) memeluk dengan erat ke dadanya,dan memeluknya, tidak membiarkannya bergerak.
“Zhen Zhen, jangan marah lagi” suara Ji Wu Jiu terdengar diatas kepalanya, kemungkinan karena rasa sakit sebelumya, suaranya membawa nada kerapuhan.

Ye Zhen Zhen berbaring diatas dadanya, tidak menjawab, tapi hanya mengangguk dengan ringan.

Dagunya mengetuk ke dada Ji Wu Jiu dua kali, dengan lemah, tapi membuat hati Ji Wu Jiu memanas.
Rasa sakit ini setimpal, pikir Ji Wu Jiu.

Meskipun….itu benar-benar sakit……


I’m so busy lately,,,,,ini sy ketik pakai hp, mohin maaf kalo banyak typo, akan sy edit ulang klo udah ada waktu

thank in advance

PYN Chapter 35

Leave a Reply

Your email address will not be published.