PYN Chapter 29

Featured Image

Sejak dia dihukum berlutut di depan Istana Kun Ning, Xu Cai Ren masuk angin, dia beristirahat selama beberapa hari agar kesehatanya membaik. Ketika dia melihat Ye Zhen Zhen lagi, dia lebih sopan, tidak sedikit pun rasa dendam yang bisa dirasakan.

Membuat para selir merasa kecewa karena  menunggu pertunjukan (pertengkaran) dari Xu Cai Ren dan Ye Zhen Zhen. Tapi sekali lagi, meskipun dukungan Xu Cai Ren kuat, tetapi menurut peringkat, tidak peduli apa, dia tidak bisa melawan Ye Zhen Zhen.

Orang yang paling frustrasi tidak lain adalah Janda Permaisuri. Dari sudut pandangnya, Ye Zhen Zhen menghukum Xu Cai Ren, seperti menamparnya secara pribadi. Bagian terburuknya adalah bahwa Ji Wu Jiu sebenarnya tidak memihak dan membantu Xu Cai Ren, dia benar-benar tidak tahu apa yang anaknya pikirkan. Janda permaisuri sedang mencoba untuk melihat kembali tindakan putranya secara rinci, mengingat kembali bahwa dia benar-benar aneh baru-baru ini, benar-benar semakin tidak  memahaminya.

Ini sebenarnya dapat dipahami dengan baik, Ji Wu Jiu diberikan posisi putra mahkota pada usia 18, dan setelah itu ia dikirim untuk tinggal di istana timur, dan karena ia adalah satu-satunya orang yang dapat mengambil peran sebagai putra mahkota , tanpa calon lain, di atasnya, orang tuanya, di bawahnya para menteri, bahkan warga negara biasa menaruh harapan besar padanya. Itulah sebabnya ia bekerja seperti anjing setiap hari, dan waktu yang dihabiskan bersama ibunya bisa dikatakan sangat kurang, secara alami  hubungan mereka kurang dekat dibandingkan dengan hubungan ibu dan anak normal lainya.

Hati Janda Permaisuri goyah.

Dia pikir baik Selir Xian dan Xu Cai Ren dapat ia didik, sekarang hal yang paling penting adalah untuk menjatuhkan Ye Zhen Zhen. Hanya saja Xu Cai Ren dan Selir Xian tidak bergerak sesuai keinginannya, untuk bekerja sama. Mereka tidak dekat satu sama lain.

Selir Xian tidak ingin memiliki hubungan dengan Xu Cai Ren; demikian pula Xu Cai Ren berpikir bahwa Selir Xian terlalu berhati-hati dan tidak akan mudah berkomunikasi dengannya. Sebenarnya, sejak dia memasuki istana, dia sudah mengamati para wanita diistana, setelah banyak pengamatan, dia akhirnya menemukan pedang yang bagus.

“Seseorang seperti Selir Li, dengan pangkat tinggi, dengan kaisar yang menyukainya, berkarakter lugas dan bodoh, tentu saja akan menjadi pedang yang bagus” kata Ye Zhen Zhen di dalam Istana Kun Ning dan memegang sebuah kotak seukuran kepalan tangan.

Kotak kecil adalah kotak dengan banyak trik (kotak kecil berisi banyak trik yang bisa dimainkan, dikenal juga little box of magic tricks), Ye Zhen Zhen baru saja mendapatkannya, dia sangat menyukainya. Su Yue mendengar kata-katanya, mengerutkan kening dan berkata, “Niang-niang, apa yang anda maksud adalah Selir Li akan bergabung dengan Xu Cai Ren?”

“80%, akan bergabung. Keduanya memiliki dendam terhadap ku, satu dengan posisi tinggi, yang lain dengan pikiran tersembunyi dan jahat, berkumpul bersama, mereka benar-benar cocok untuk melakukan kejahatan bersama ”

“Lalu, Yang Mulia apa yang harus kita lakukan? Su Feng berkata agak cemas.

“Apa lagi yang bisa kita lakukan, untuk mempertahankan ketika mereka menyerang, selama kaisar tidak memihak mereka, hanya dua wanita, aku masih bisa menanganinya” Hanya takut bahwa jika sesuatu terjadi, Ji Wu Jiu mungkin datang dan menambahkan kaki lain (menambahkan masalah) , belum lagi hubungan mereka sekarang tidak terlalu baik. Berpikir tentang itu, Ye Zhen Zhen berpikir bahwa kasusnya tidak sesederhana itu.

Ketika kaisar disebutkan, Su Yue mengerutkan kening lagi, “niang niang, kaisar belum memasuki ke Istana Kun Ning selama beberapa hari” Terakhir kali, meskipun dia tidak menginap terlalu sering, tapi dia masih akan mampir setiap dua hari sekali untuk berjalan-jalan meskipun Cuma satu putaran, sekarang ..

“Lebih baik jika dia tidak datang, aku suka ketenangan”

Su Feng tiba-tiba menurunkan suaranya, “Niang Niang, saya mendengar dari Yu Ji dari Istana Gan Qing, kaisar keluar dari istana hari ini, dan apa lagi pergi ke tempat yang sangat tidak lazim, membuatnya sangat misterius. Menurut anda kemana beliau pergi? ”

Ye Zhen Zhen berhenti menggerakkan jarinya, memandang Su Feng. “Bagaimana kita tahu ke mana kaisar pergi? Bahkan jika kita tahu, kita tidak seharusnya memberi tahu orang lain. Aku pikir Yu Jiu bukan orang yang baik, lebih baik kau tidak berkomunikasi dengannya lagi ”

Su Feng mengangguk, tetapi masih sangat ingin tahu di dalam hatinya. Kemana perginya kaisar?

***

Dalam hidup, hal itu sulit untuk diprediksi, Feng Yu De berdiri di depan Cui Fang Lou, memikirkan tentang kehidupan. Dia sudah hidup selama beberapa dekade, dan dia tidak pernah berpikir bahwa suatu hari dia akan datang ke rumah bordil.

Tentu saja, dia ada di sini untuk menemani kaisar.

Sebelumnya, setelah banyak perenungan, dia akhirnya dengan malu-malu mendekati kaisar tentang masalah ini, dan tidak pernah berpikir bahwa kaisar akan setuju.

Bagi kaisar, berkeliaran di tempat seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang bisa dibanggakan, itu sebabnya Ji Wu Jiu bahkan tidak membawa penjaga satupun, dan hanya membawa Feng Yu De bersamanya. Tetapi terhadap para penjaga, tidak peduli apa pun, keselamatan kaisar adalah yang paling penting, itulah sebabnya mereka diam-diam mengikutinya. Penjaga, mereka paling ahli jika bersembunyi di tengah orang banyak, Ji Wu Jiu tenggelam dalam pikirannya sendiri, jadi dia tidak menyadari mereka mengikutinya.

Jadi itu sebabnya, sekarang seorang kaisar ditambah seorang kasim berdiri di depan Cui Fang Lou.

Ji Wu Jiu tidak memiliki banyak pengalaman hidup, ini adalah pertama kalinya ia pergi ke rumah bordil. Dia tidak pernah perlu datang ke tempat seperti ini untuk mencari gadis, hanya saja ada beberapa kata yang tidak bisa dia katakan kepada para wanita di istananya, itu sebabnya dia harus datang ke sini untuk bertanya.

Menegangkan wajahnya, dia masuk, saat dia mencapai lobi utama, dia dipenuhi oleh sekelompok wanita, beberapa memegangi lengannya, beberapa bahunya, yang lebih berani bahkan menyentuh dadanya. Feng Yu De dengan cepat menarik wanita-wanita ini pergi, tetapi tidak berhasil menarik semua, Ji Wu Jiu memiliki bentuk daya tarik yang membuat wanita-wanita ini tetap menempel padanya.

Bukannya pelacur ini sangat “haus” , hanya saja Ji Wu Jiu benar-benar menarik, dan karismanya  juga benar-benar menarik mereka. Belum lagi baginya untuk membayar mereka, bahkan jika mereka diharuskan untuk membayarnya (JWJ), mereka akan lebih dari bersedia.

Begitu banyak aroma wanita yang tercampur menjadi satu , terlalu berlebihan bagi hidungnya. Ji Wu Jiu sadar dari rasa kagetnya dan bisa dengan cepat menyingkirkan para wanita yang menempel padanya.

Para wanita itu kemudian merengek.

Nyonya itu kemudian dengan cepat mendekatinya, “Tuan-tuan ini, sepertinya wanita-wanita ini tidak memasuki mata Anda (menarik), saya tidak yakin tipe wanita apa yang Anda cari?”

Feng Yu De menjawab “Cari yang terbaik disini maka dia bersedia”

“Kebetulan sekali, hari ini wanita terbaik Cui Fang Lou kami sedang mencari pasangan, apakah Anda ingin melihatnya?”

Ji Wu Jiu, meskipun belum pernah memasuki rumah bordil sebelumnya, juga tahu apa arti wanita terbaik, jadi dia mengangguk, dan membiarkan nyonya membawa mereka ke taman belakang, dan menunggu. Sudah ada banyak orang, semua menunggu wanita terbaik muncul.

Sebenarnya Nona Liu Yue ini, awalnya adalah seorang musisi di sini, sangat berbakat, banyak orang kaya mengeluarkan uang yang banyak untuknya. Jadi nyonya memaksanya untuk mengambil pelanggan juga, jadi dia marah dan berkata bahwa lelaki pertamanya harus seseorang yang dia sukai. Madam berpikir bahwa di masa depan wanita ini juga akan berada di bawahnya, jadi dia mengizinkannya untuk melakukan apa yang dia inginkan.

Itulah sebabnya hari ini ada pemandangan seperti itu.

Ji Wu Jiu baru saja duduk, lalu Nona Liu Yue keluar, dan segera melihatnya. Dengan sopan mengucapkan beberapa patah kata, tatapannya berhenti di area duduk Ji Wu Jiu. Semua orang menjadi lemah karena tatapan  wanita cantik itu, kecuali Ji Wu Jiu, yang masih tenang. Setelah itu, dia entah bagaimana dipanggil ke ruangan nona itu.

Secara rasional, Nona Liu Yue benar-benar cantik, tetapi dalam kehidupan Ji Wu Jiu, apa yang tidak kurang adalah wanita cantik. Begitu dia memasuki ruangan, dia menaruh setumpuk uang, “Aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada mu”

Liu Yue melihat uang itu, wajahnya menjadi gelap, “Tuan, aku bukan orang yang hanya memikirkan uang, aku awalnya berpikir bahwa kau akan berbeda dari orang-orang itu, siapa yang tahu ..”

“Aku bertanya padamu, bagaimana caranya seorang wanita akan memberikan segalanya untuk seorang pria?”

Jenis pertanyaan ini diajukan kepada seorang pelacur, orang lain pasti akan menganggapnya sebagai petunjuk, Liu Yue menuangkan secangkir anggur untuk Ji Wu Jiu, dan berkata, “Sejujurnya, meskipun aku pasti dijual di sini, aku benar-benar tidak pernah intim dengan pria sebelumnya ”

Kalimat ini sangat jelas: Aku masih perawan.

Jika bagi kebanyakan pria normal, ketika mereka mendengar ini mereka akan sangat bahagia, tetapi ketika Ji Wu Jiu mendengarnya, dia sangat tidak senang, dan memandang Liu Yue dengan tatapn menghina.

Liu Yue “….”

Ji Wu Jiu mengetahui bahwa apa yang terjadi sedikit berbeda dari apa yang dia pikirkan, dia ingin memperbaikinya.

Kemudian, nyonya  memimpin seorang gadis datang dengan beberapa piring dan melayani Ji Wu Jiu dengan gembira. Dalam bidang bisnis ini dia telah bertahan selama bertahun-tahun, kemampuannya untuk menilai orang sangat baik, tuan-tuan ini pasti seseorang dengan latar belakang yang baik, kalau tidak orang kaya pasti seorang bangsawan.

Ji Wu Jiu memanggil nyonya “carikan aku seseorang yang banyak pengalaman”

Ekspresi wajah Liu Yue menjadi sangat buruk.

Penjaga yang bersembunyi di atap mendengarnya, dan berpikir dalam hatinya. Selera kaisar sangat kuat.

Seorang wanita berpengalaman dengan cepat dibawa masuk, wanita ini bernama Hong Yun, penampilannya tampaknya lebih tua beberapa tahun dari Liu Yue, mengenakan gaun berwarna peach, dengan riasan tebal, ketika dia berjalan di pinggangnya berlenggok ke kiri dan kanan. Saat dia masuk, dia ingin mendekati Ji Wu Jiu, tetapi dia (JWJ) dengan cepat menjawab dan tidak membiarkannya mendekat, dan dengan cepat duduk, mendorongnya ke kursi lain juga. “Duduklah dengan baik, jawab pertanyaanku, dan uang ini akan menjadi milikmu”

Hong Yun melihat uang di atas meja, dan bahagia sampai dia hampir tidak bisa menutup mulutnya, “katakan padaku, aku akan menjawabnya tanpa ragu-ragu”

“Aku bertanya padamu, bagaimana caranya seorang wanita akan memberikan segalanya untuk seorang pria?”

Tertegun sejenak, dia tertawa “ai yo, apa yang kau katakan, wanita mana yang tidak akan memberikan segalanya padamu?”

Apakah identitasnya sudah terkuak? Pandangan Ji Wu Jiu menjadi serius.

“Tuan, kau sangat tampan, aku benar-benar tidak bisa memikirkan wanita mana yang tidak akan jatuh cinta padamu”

“…..” jadi ini masalahnya.

Ji Wu Jiu duduk di kursi, menunduk dan berkata, “Ada seorang wanita, dia… sepertinya tidak mau disentuh olehku.”

“Sebagai seorang wanita, kemungkinan besar dia hanya pemalu?”

“Dia sudah menikah” Malu mengakui bahwa dia adalah istrinya

Di dalam hati Hong Yun, dia berpikir , benar-benar tidak bisa mengatakan bahwa dia memiliki aura yang begitu baik di sekelilingnya, tetapi sebenarnya dia adalah seorang pezina yang merayu istri orang lain. Wajahnya (HY) tidak menunjukkan tanda apa yang dia pikirkan, tersenyum dan berkata “Jika seperti itu, kemungkinan besar dia memiliki seseorang dihatinya”

“Diam!” Ji Wu Jiu tiba-tiba memukul meja dan berteriak. Gelas di atas meja bergetar sesuai dengan pukulan Ji Wu Jiu dan membuat suara bising ding ding dang dang (Suara gelas ).

Hong Yun menjadi takut oleh ledakan mendadaknya. Dia menggunakan sapu tangan untuk menutup mulutnya, untuk tersenyum meminta maaf, tetapi dia tidak bisa melakukannya. Saat ini orang lain memiliki wajah yang sangat gelap, tatapannya seperti pedang tajam, membuat orang menggigil dari dalam. Dia juga berpikir bahwa dia mungkin benar-benar membunuhnya, dan itu (membunuh) sepertinya tugas yang mudah baginya.

Tidak, bukan hanya marah, bahu Ji Wu Jiu sedikit gemetar, Dia tidak ingin percaya, dia ingin mengabaikannya, dia sengaja menghindarinya, dan tiba-tiba sekarang seseorang dengan begitu mudah mengatakannya dengan keras, seperti dinding yang dia coba bangun dengan keras sekarang memiliki celah besar, membuatnya tidak yakin apa yang harus dilakukan sekarang. Kekecewaan seperti itu, seperti kemarahan, keterkejutan, dan juga … tidak yakin apa yang harus dilakukan ….


Ji Wu Jiu emang harus menderita dulu?

 

 

 

1
Comment

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • 0