PYN Chapter 24

Featured Image

Ketika Ji Wu Jiu mengenakan pakaian biasa dalam rangka mengunjungi pasar untuk melihat bagaimana keadaan warganya, dia melihat orang-orang di pasar yang menawar harga, seperti perang, dan tidak pernah berakhir, bisa dibandingkan dengan pertengkaran para menteri di pengadilan.

Hari ini, dia beruntung bisa menyaksikan proses tawar-menawar para wanita Istana Dalam; Janda Permaisuri dan Permaisuri sedang bernegosiasi tentang gelar tingkat dan bagaimana seharusnya Xu Wei Rong memasuki istana.

Ye Zhen Zhen berpikir, tidak peduli apa Xu Wei Rong masih terkait dengan Janda Permaisuri, dia akan lebih dekat dengan Janda Permaisuri  dibandingkan dengan  Selir Xian, jadi akan lebih baik untuk tidak memiliki posisi tinggi untuk wanita itu, jika tidak , akan ada lebih banyak masalah nantinya.

Selain itu, bahkan jika Kaisar ingin memberikan gelar kepada wanita mana pun, dia tidak bisa masuk dengan gelar tinggi sejak awal, Selir Xian adalah kasus yang berbeda, dia masuk ke istana dengan gelar tersebut berkat pernikahan Ye Zhen Zhen dengan Kaisar. Ayah Xu Wei Rong hanyalah seorang menteri kecil, yang pasti tidak memberikan kontribusi besar kepada negara, dan juga belum lagi ditekan oleh Ye Xiu Ming, sehingga Janda Permaisuri tidak dapat menggunakan status keluarga sebagai alasan (untuk membuat Xu Wei Rong mendapat gelar yang tinggi).

TN: Biasanya wanita yang menikah akan membawa seorang wanita untuk dijadikan selir.

Ye Zhen Zhen jelas tahu bahwa meskipun dia tidak secara resmi memiliki hubungan yang buruk dengan Janda Permaisuri, tetapi mereka berdua tahu mereka tidak saling menyukai, jadi dia tidak benar-benar memberi wajah kepadanya (JP), jadi dia (YZZ) berusaha yang terbaik untuk tawar-menawar dengannya (JP). Janda permaisuri berkata bahwa Xu Wei Rong “Lembut dan rendah hati”,

Ye Zhen Zhen menjawab “Semua wanita di istana ini, yang mana tidak lembut dan rendah hati”,

Janda Permaisuri berkata “Baik dalam hal sastra dan seni”,

Ye Zhen Zhen menjawab “Mengapa tidak memintanya menjadi Sarjana Wanita, dan membantu Kaisar di pengadilan, itu akan sama, mengapa seorang wanita dengan pengetahuan seperti itu harus ditutupi dengan wanita yang hanya tahu bagaimana menjadi cantik di sini”, sang Janda Permaisuri mengatakan Xu Wei Rong adalah “Seorang gadis cantik yang terkenal di ibu kota”

Ye Zhen Zhen tertawa dingin “Jika seluruh ibukota tahu dia cantik, sepertinya dia sangat sering menunjukkan wajahnya” ..

Janda permaisuri “………………”

Permaisuri tidak dapat terus mengatakan apa pun.

Dia  biasanya  adalah orang yang pendiam, bertemu Ye Zhen Zhen, tipe orang yang terus terang yang tidak membutuhkan waktu untuk menarik napas sebelum menjawab, dan apa yang dia katakan adalah angin kencang yang akan menampar wajah orang lain, membuatnya tidak bisa untuk bertahan lagi.

Oleh karena itu, Janda Permaisuri  melihat kearah Selir Xian. Selir Xian dibawa ke sini dengan sengaja, berpikir bahwa akan lebih baik jika ada seseorang yang mendukungnya, tetapi siapa yang tahu bahwa Selir Xian  juga akan tetap diam.

Tentu Saja  Selir Xian mengerti apa yang diinginkan Janda Permaisuri, tetapi dua hari ini, dia perlahan menyadari, mengapa Kaisar marah kepadanya, kemungkinan besar karena dia (JWJ) tidak suka dia mengganggu kasus Xu Wei Rong, jika itu masalahnya, dia seharusnya tidak mengatakan apa-apa sekarang. Juga dia tahu, Ye Zhen Zhen tampaknya sedikit gila, dan kadang-kadang akan berbicara omong kosong tetapi pada kenyataannya dia benar-benar seseorang yang pintar, dia, Fang Liu Yue melakukan hal-hal terlalu terburu-buru, dan membuat kesalahan, lain kali pasti tidak akan terjadi lagi.

(TN: Fang Liu Yue, nama asli Selir Xian sebelum memasuki istana)

Itu sebabnya Selir Xian duduk dengan tenang, tidak melihat siapa pun, tidak mengatakan apa-apa.

Janda Permaisuri kemudian menoleh untuk melihat Ji Wu Jiu, Seharusnya Xu Wei Rong dibawa masuk oleh Janda Permaisuri untuk Kaisar, Kaisar hanya akan diminta untuk menunggu gadis cantik yang dikirim ke pelukanya, dan sebelumnya dia juga tidak terlibat, tetapi sekarang jika dia (JWJ)  mengambil inisiatif untuk memberikan gelar kepadanya (XWR) , Permaisuri tidak akan bisa melakukan apa pun.

Namun, orang yang mengatakan bahwa dia ingin saudara perempuan sepupunya masuk istana, hari ini dia seperti Selir Xian , hanya duduk dan tidak mengatakan apa-apa.

Janda Permaisuri merasa aneh bahwa mereka berdua yang mengusulkan gagasan itu sekarang diam, awalnya dia pikir dia akan memenangkan perdebatan ini, tetapi sekarang dia ingin muntah darah dari kata-kata yang keluar dari mulut Ye Zhen Zhen. Keduanya terus bernegosiasi, salah satu dari mereka ingin memberi Xu Wei Rong gelar peringkat kedua, yang lain hanya ingin memberinya peringkat kesembilan Shu Nu, dan menurut argumen kedua belah pihak, peringkat mulai menuju ke tengah, pada akhirnya mereka akhirnya mencapai kesepakatan, peringkat keenam, Cai Ren.

Keluar dari Istana Kun Ning, Ji Wu Jiu berkata, “Aku tidak tahu bahwa keterampilan tawar-menawar mu begitu hebat”

Berpikir tentang bagaimana Janda Permaisuri awalnya, dia sebenarnya agak lelah, tetapi mendengar pujian dari Ji Wu Jiu sekarang, dia merasa sedikit  bahagia, dan berkata dengan tergesa-gesa, “Tentu saja, lain kali jika anda menceraikan saya, saya akan menjadi pedagang, saya pikir saya setidaknya akan mendapatkan kekayaan ”

Ji Wu Jiu berhenti berjalan, dan mengerutkan kening, “Kapan aku bilang aku ingin menceraikanmu?”

Ye Zhen Zhen melihat ke bawah, berpikir dalam hatinya, itu akan sangat terlambat ketika aku mendengar kau mengatakan itu.

Melihat Ye Zhen Zhen tidak mengatakan apa-apa, JI Wu Jiu membuka mulutnya dan ingin mengatakan “Aku tidak akan menceraikanmu” tetapi dia merasa bahwa bahkan jika dia mengatakan itu, mereka berdua tidak akan mempercayainya, jadi dia menutup mulutnya dan terus diam.

***

Ketika Ye Zhen Zhen kembali ke Istana Kun Ning, dia jatuh, berpikir bahwa setiap hari yang lewat seperti ini benar-benar tidak ada gunanya, dia harus melawan kembali berbagai orang pintar di istana, dan juga untuk menghindari perangkap yang dibuat oleh Ji Wu Jiu, dan juga yang paling menakutkan tidak yakin kapan dia akan membiarkan pisau yang dia pegang jatuh.

Dia bisa membiarkannya hidup, dia juga bisa membiarkannya mati.

Ye Zhen Zhen berpikir bahwa mungkin dia perlu menarik perhatian Ji Wu Jiu juga, tetapi berpikir kembali, tentang bagaimana Selir Li menjilatnya, tentang seberapa baik perlakuan  Selir Xian, dia tidak pernah lembut hati kepada mereka, apalagi oleh cucu Ye Xiu Cucu Ming?

Ye Zhen Zhen mulai murung, dan ingin keluar, jadi dia membuat Su Yue dan sisanya tetap tinggal di Istana Kun Ning, sendirian dia pergi ke Danau Tai Ye. Su Yue khawatir, jadi dia berdiri di luar Gerbang Xi Hua, dan memandangnya dari jauh.

Itu awal musim dingin, gelap di sisi Danau Tai Ye, bahkan langit suram, suasana hati Ye Zhen Zhen semakin buruk. Dia menghentikan kursinya di tepi danau, dan memandangi sarang burung besar yang ada di pohon itu, dedaunannya telah jatuh, jadi tidak ada yang menutupi sarang burung tersebut.

Ye Zhen Zhen memegang senjatanya, dan ingin mengujinya di sarang burung itu. P****l itu telah diisi kembali olehnya dengan sebuah wadah besar dengan bubuk senjata yang bisa menembak beberapa kali. Dia memegang p****l dan mencoba membidik, menuju sarang burung dan menembak.

Peng!

P****l mengeluarkan asap hitam, dan mulai bergetar, Ye Zhen Zhen merasa ada sesuatu yang sakit merobek di antara ibu jari dan jari telunjuknya, tidak tahu reaksinya sendiri p****l terbang dari tangannya. Reaksinya alaminya adalah untuk mundur, namun kursi itu tidak cukup stabil untuk tindakan tiba-tiba Ye Zhren Zhen, dia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke air.

Putong!

Su Yue melihat adegan ini dari jauh dan menjadi takut, tetapi ketika danau membuat percikan air besar, dia akhirnya bereaksi, “Niang Niang !, ada orang di sini? Permaisuri jatuh ke air! ”Di dekat sana beberapa pelayan dan kasim berlari menuju Ye Zhen Zhen. Bahkan sebelum mereka  dekat, mereka melihat di sisi danau ada seseorang yang melompat ke dalam air, dan dalam waktu singkat, Ye Zhen Zhen dibawa keatas oleh orang itu.

Ye Zhen Zhen tidak dalam bahaya, dia hanya minum beberapa teguk air, tetapi dia merasa sangat dingin, tangan dan kakinya kesakitan. Setelah menggoyangkan air dari rambutnya, dia mendongak dan berkata siapa yang menyelamatkannya, lalu tidak tahan lagi dia mulai menangis, “Kakak Sepupu, wu, wu, Kakak Sepupu!” Dalam hatinya ada banyak hal yang membuatnya tidak bahagia, dan merasa ada sesuatu yang mengikat hatinya, yang membuatnya tidak bisa bernapas, jadi dia hanya bisa menangis, air matanya tidak bisa dihentikan.

Lu Li belum pernah melihatnya menangis seperti ini, dan mengira dia takut, dan perlahan-lahan menepuk punggungnya, menurunkan suaranya dan menghiburnya Jjangan menangis Zhen Zhen, jangan menangis, semuanya baik-baik saja”

Su Yue memimpin sekelompok Pelayan  dan Kasim, berlari ke arah mereka, “Permaisuri!” Dia melihat ke dalam danau dan melihat bahwa kursi roda yang digunakan Permaisuri rusak, dan bahkan jika mereka mengangkatnya, itu tidak dapat digunakan lagi. Su Yue dengan cepat memanggil orang-orang di belakang, “Kalian, bawa permaisuri kembali ke istana”

Lu Li melepaskan Ye Zhen Zhen, dan beberapa Kasim maju, mengangkat lengan dan kaki Ye Zhen Zhen secara terpisah, salah satu Kasim tidak menggunakan kekuatannya dengan benar dan menyentuh kakinya yang patah, dan sebagai gantinya Ye Zhen Zhen berteriak kesakitan , tangisannya meningkat.

Lu Li tidak bahagia, dan mendorong para Kasim, dan mengangkat Ye Zhen Zhen, dan melihat bahwa dia akhirnya tenang di pelukannya, dia mengerutkan kening dan mendesah.

Su Yue agak khawatir, “Letnan Lu …” dia seorang pria, untuk memegang Permaisuri seperti ini, itu tidak pantas.

Ye Zhen Zhen menghentikannya, “Aku ingin kembali lebih cepat” suaranya masih terdengar seperti dia menangis.

Lu Li tidak menurunkan Ye Zhen Zhen, dan berkata “Mari kita pergi”. Sang permaisuri sudah terluka, perlu segera kembali ke istana untuk dirawat, orang-orang tidak boleh mengatakan banyak tentang hal ini.

Dari Danau Tai Ye ke Istana Kun Ning ada dua rute, satu dari Taman Kekaisaran, dan satu lagi melalui Istana Depan. Lu Li memandangi orang yang menggigil dan basah di lengannya, tidak ingin menggunakan rute yang lebih panjang, jadi dia membawa Ye Zhen Zhen melewati pintu menuju Istana Depan, dan ketika dia melewati Gedung Yang Xin, dia melihat bahwa Ji Wu Jiu menuju kearah mereka“Salam kepada Kaisar!” Karena dia membawa Ye Zhen Zhen, dia tidak bisa berlutut.

“Apa yang terjadi?” Ji Wu Jiu melihat Lu Li menggendong seorang wanita  dari jauh, jadi ketika dia berjalan dekat, dia melihat bahwa wanita itu sebenarnya adalah Ye Zhen Zhen.

“Menjawab Kaisar, Permaisuri tidak beruntung dan jatuh ke air, Letnan Lu mengirim Permaisuri kembali ke istana” jawab Su Yue.

JI Wu Jiu memandang orang di pelukan Lu Li dengan tenang. Pakaiannya semua basah, menempel di tubuhnya, dan dahinya memiliki rambut basah menempel di sana, dengan wajah pucat: seluruh tubuhnya berubah menjadi hijau karena dingin, dan menggigil tanpa henti di lengan Lu Li.

Juga tidak tahu mengapa, Ji Wu Jiu merasa bahwa adegan ini agak tidak nyaman baginya. Dia berjalan ke arah mereka, dan mengambil Ye Zhen Zhen ke dalam pelukannya dari Lu Li, dan menatap Lu Li tanpa ekspresi.

Lu Li segera berlutut, “Saya terlalu cemas dan ingin segera menyelamatkan beliau, dan menyentuh badan Permaisuri, tolong hukum saya Yang Mulia!”

Ji Wu Jiu menatap wajah menangis Ye Zhen Zhen, “Lupakan saja, ini impas” (maksudnya impas Li Lu tidak dihukum karena sudah menyelamatkan Ye Zhen Zhen)

“Terima kasih, Yang Mulia”

Ji Wu Jiu membawa Ye Zhen Zhen dan berjalan menuju istananya, di antara dinding merah tinggi dan koridor kosong,  membuat pemandangan menjadi indah, Angin dingin bertiup ke arah mereka, ketika itu mengenai tubuh Ye Zhen Zhen dia seakan mati rasa karena kedinginan.

Ye Zhen Zhen saat itu sedikit tidak sabar, dan berkata, “Bisakah anda lebih cepat, saya sekarat kedinginan di sini”

Ji Wu Jiu menjawab, “Kau tidak menginginkan  kakimu lagi?”

Tidak ingin mengatakan apa-apa, dia menutup matanya, hari ini sepertinya jalan ini sangat panjang, seperti tidak memiliki ujung.

Setelah berjalan beberapa saat, Ji Wu Jiu tiba-tiba berkata, “Mengapa kau menangis sekarang?”

Kenapa kau repot bertanya segala, pikir Ye Zhen Zhen.

“Aku belum pernah melihatmu menangis sebelumnya, Permaisuri-ku”

 

 

PYN Chapter 23
PYN Chapter 25

3 thoughts on “PYN Chapter 24”

Leave a Reply

Your email address will not be published.