PTBS 583. Apa Hubungannya Dengan Ning Xi?

Featured Image

Dari sudut pandang orang luar, Bakpao Kecil itu tidak bisa berkata apa-apa karena dia menangis terlalu keras tetapi kau benar-benar bisa membaca bibirnya dengan jelas.

Dia memanggil “ibu” tanpa suara lagi dan lagi.

Ketika dia membaca bibir Bakpao Kecil itu, Xi Shiqing menjatuhkan cangkirnya di lantai.

Apakah anak ini memanggil Ning Xi sebagai ibunya?

Bagaimana ini bisa terjadi?

Tidak mungkin … itu pasti mustahil!

Bocah lelaki ini tampak seperti berada di usia empat atau lima tahun. Bagaimana mungkin Ning Xi memiliki seorang putra yang setua itu?

Dan pria yang berwajah poker* dengan aura dingin di sekitarnya tampak akrab. Di mana dia pernah melihatnya sebelumnya?

*TN: Wajah poker=wajah tanpa ekspresi.

Ning Xi juga tampak sangat terkejut. Mungkinkah mereka salah mengira dia sebagai orang lain?

Ketika pikiran-pikiran ini terbang melintasi pikiran Xi Shiqing, Ning Xi berdiri dan dengan cepat mengambil anak laki-laki itu dari pelukan Lu Tingxiao, membujuknya seperti bayi kesayangannya. “Sayang, jangan menangis, jangan menangis. Maaf, ini semua salahku, jangan menangis, oke?”

Wajah Xi Shiqing langsung pucat.

Detik berikutnya, dia bertemu dengan tatapan mata dingin pria itu.

Mata pria itu jelas dipenuhi dengan naluri untuk menyerang setiap orang asing yang telah menyerbu harta miliknya.

Namun, ketika dia melihat Ning Xi lagi, tatapan dinginnya meleleh ke sungai yang hangat …

Pria ini dan Ning Xi … apa hubungan mereka?

Mungkinkah Ning Xi sudah menikah dan melahirkan anak di lima tahun yang lalu?

Tidak … tidak mungkin … Ning Xi masih sangat muda di lima tahun yang lalu …

Apa yang sedang terjadi? Xi Shiqing secara resmi menjadi bingung!

Pada saat itu, seluruh fokus Ning Xi adalah pada Bakpao Kecil yang menangis; dia tidak punya waktu untuk peduli pada Lu Tingxiao dan Xi Shiqing, jadi dia tidak memperhatikan ekspresi spekulasi Xi Shiqing yang tidak percaya.

Karena pemandangan ini menarik begitu banyak perhatian dengan dua pria yang bersikap tegang, seorang wanita dan seorang anak yang menangis, tak lama kemudian semakin banyak orang mulai melihat.

“Maaf, Tuan Xi, aku harus pergi dulu.” Ning Xi membawa Bakpao Kecil dan meninggalkan restoran dengan terburu-buru. Karena Bakpao Kecil menangis membuatnya panik, dia bahkan lupa untuk mengambil tas dan ponselnya.

Lu Tingxiao dengan hati-hati membantunya mengumpulkan segalanya, lalu mengikutinya dan bahkan membayar tagihan untuk meja mereka.

Xi Shiqing tetap di tempat yang sama selama beberapa detik sebelum berlari mengejar mereka.

Di luar, Ning Xi menggendong bocah laki-laki itu dan berdiri di trotoar. Malam itu dingin di luar dan pria itu melepas blazernya untuk meletakkannya di pundaknya.

Mereka bertiga tampak seperti mereka dalam harmoni yang sempurna tanpa ruang bagi siapa pun untuk memotong/menyela …

Ning Xi benar-benar berusaha keras untuk menghibur Little Treasure sampai Bakpao Kecil itu akhirnya lebih tenang. Karena dia telah menangis begitu keras sebelumnya, dia terus cegukan, jadi Ning Xi dengan lembut menepuk punggungnya dan dengan lembut mencium pipinya untuk terus meyakinkannya.

“Kenapa kau dan Little Treasure ada di sini?” Ning Xi bertanya pada Lu Tingxiao ketika Little Treasure jauh lebih baik.

“Little Treasure merindukanmu, jadi aku membawanya ke sini untuk menemuimu,” Lu Tingxiao berbohong dengan mulus tanpa ada perubahan ekspresi.

Yang benar adalah bahwa dia jelas membawa Little Treasure.

Ketika Ning Xi mendengar ini, dia merasa lebih bersalah. Setelah semua itu, Little Treasure tidak muncul karena dia duduk di belakang, diam-diam mengawasinya dari jauh?

Apakah dia menangis dengan sedih karena dia melihat wanita itu makan malam dengan pria lain dan mengira wanita itu akan dibawa pergi?

Ning Xi secara alami menganggap ini sebagai tafsirannya mengapa dia menangis.

Lu Tingxiao melihat ekspresi Ning Xi dan tahu bahwa dia mempercayainya, jadi dia menghela napas lega.

Kalau tidak, jika dia tahu bahwa dia telah membawa Little Treasure dengan tangannya sendiri dan bahwa Bakpao Kecil itu hanya menangis setelah omong kosong Lu Jingli, konsekuensinya adalah …

PTBS 582. Seperti Seorang Suami yang Membawa Anak Mereka untuk Menangkap Perselingkuhannya
PTBS 584. Tidak Memahami Dunia

Author: ShinMin

Countless

4 thoughts on “PTBS 583. Apa Hubungannya Dengan Ning Xi?”

  1. Licik sih tapi syuka😂
    Terimaksih kak ShinMin

    Aye aye..semangat dan pantang menyerah 🤗🤗
    Dan selalu sehat ..

Leave a Reply

Your email address will not be published.