PTBS 582. Seperti Seorang Suami yang Membawa Anak Mereka untuk Menangkap Perselingkuhannya

Featured Image

“Ini bukan masalah besar. Jika kau tahu, maka kau tahu.” Ning Xi mengangkat bahu dengan acuh tak acuh.

Kata-kata Xi Shiqing sebenarnya sedikit menggerakkan dia (NX) meskipun dia (NX) tidak menunjukkan tanda-tanda itu.

Dia tidak akan pernah berpikir bahwa pada hari yang paling menyedihkan dalam hidupnya, pada hari ketika dia pikir dia telah dijauhi oleh seluruh dunia, ada seseorang yang tanpa sadar berada di sisinya.

Dia merasakan gelombang emosi yang tak terlukiskan, seperti dia telah diselamatkan. Mungkin, dunia ini tidak begitu buruk dan ada harapan …

Mmm, memang layak untuk pria ini yang terlihat seperti reinkarnasi Buddha!

Tingkat campur tangan ilahi ini jelas dilakukan oleh tangan Tuhan.

Ketika Xi Shiqing mendengar jawabannya yang acuh tak acuh, dia menghela napas lega. “Tahun itu, aku merasa sangat menyesal dan bersalah … bahwa aku tidak bisa membantumu … jika kau membutuhkan sesuatu sekarang, tolong katakan padaku, aku akan menyeberangi lautan untukmu tanpa keluhan.”

Xi Shiqing bersikap terlalu baik sekarang. Dia (NX) akan memberikan kartu untuknya sebagai orang Samaria* tahun ini!

*TN: Menurut google, nama lain untuk seseorang yang tanpa pamrih membantu orang lain.

Ning Xi tertawa, lalu mengangkat cangkirnya ke cangkir milik Xi Shiqing. “Tuan Xi, kau sendiri bukan Buddha, kau tahu. Kau tidak bisa menyelamatkan semua orang.”

“Aku tidak pernah berpikir untuk menyelamatkan semua orang, itu hanya kau!” Xi Shiqing berkata dengan perasaan mendesak.

Begitu dia mengatakan itu, wajah kharismatiknya memerah.

Ning Xi tertegun, jantungnya berdetak kencang.

Ada sesuatu yang tidak beres …

Dibelakang mereka.

“Little Treasure, jangan menangis lagi, oke? Aku tahu aku salah! Aku tidak akan memuntahkan omong kosong lagi! Tolong, jika kau terus menangis, aku juga ingin menangis …”

Lu Jingli masih khawatir tetapi dia mendengar Xi Shiqing berkata, “Aku tidak pernah berpikir untuk menyelamatkan semua orang, itu hanya kau!” seolah-olah dia mengakui perasaannya padanya. Dia langsung tercengang. “Sialan! Kau tidak pernah bisa menilai buku dari sampulnya. Xi Shiqing cukup pandai mengambil garis*!”

*TN: Maksudnya seperti menarik hati untuk memikat.

Ketika dia menyaksikan putranya yang menangis dan dua orang yang berseberangan dengannya, Lu Tingxiao merasakan semburat permusuhan yang sudah dikenalnya sehingga dia mencoba yang terbaik untuk menekannya. Dia memiliki keinginan untuk menghancurkan segala sesuatu yang dekat dengannya (NX) …

Xi Shiqing tanpa sadar ingin menjelaskan kepadanya bahwa dia tidak bermaksud seperti itu, tapi dia tidak tahu mengapa dia berubah pikiran. Dia hanya duduk diam, menunggu jawaban gadis itu.

Menjelaskan? Kenapa dia harus menjelaskan?

Dia telah menunggu selama lima tahun untuk hari ini.

Berapa lama lagi dia harus menunggu?

Ning Xi tidak yakin tentang bagaimana harus bereaksi terhadap sikap Xi Shiqing ketika suara langkah kaki datang dari belakangnya. Bayangan akrab jatuh di atas meja di depannya. Lalu, dia melihat Xi Shiqing menatap orang di belakangnya dengan ekspresi kaget.

Jantung Ning Xi berdetak kencang saat dia berbalik juga.

Dia kemudian melihat Iblis Agung dengan ekspresi kesal dan Bakpao Kecil di lengannya yang sedang menangis …

Ning Xi bingung.

Mengapa Lu Tingxiao dan Little Treasure muncul di sini !?

Mereka berdua berdiri di sana, yang besar dalam keheningan sementara yang kecil menangis sampai terisak dan mengulurkan tangan pendeknya untuk sebuah pelukan … sementara dia (NX) duduk di sana dengan seorang pria di depannya.

Apa yang dia coba lakukan, terlihat seperti seorang suami membawa anak mereka untuk menangkapnya yang sedang berselingkuh !?

Karena Ning Xi terlalu terkejut, dia membeku dan tidak bergerak untuk membawa Little Treasure.

Ketika Bakpao Kecil itu melihat Bibi Xiao Xi tidak meraihnya untuk menggendongnya, wajah kecilnya mengerut dan air matanya meledak seperti bendungan yang rusak. Dia menangis dan mulut kecilnya berusaha keras untuk dibuka, seolah dia ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak sepatah kata pun yang keluar.

PTBS 581. Takdir yang Terlambat?
PTBS 583. Apa Hubungannya Dengan Ning Xi?

Author: ShinMin

Sedang berada dalam fase lelah tingkat maks.

Leave a Reply

Your email address will not be published.