PTBS 522. Kakak Ipar, Cepat Kembali!

Featured Image

Setelah dia selesai dengan para karyawan, Lu Jingli mendorong untuk membuka pintu kantor saudaranya dan mengumumkan, “Saudaraku! Aku kembali !!!! Satu hari bisa terasa selama tiga tahun* ketika kita tidak bertemu satu sama lain. Lebih lanjut, itu sudah lebih dari tiga tahun*. Aku sangat merindukanmu … uhh …”

*TN: Idiom cinta empat karakter yang populer dalam bahasa Cina adalah 一 日 三 秋 (yí rì sān qiū), yang berarti, “Satu hari, tiga musim gugur.” Idiom cinta ini menggambarkan sentimen umum bahwa waktu tampaknya melambat ketika kamu merindukan seseorang – ketika satu hari bisa terasa selama tiga tahun.

Detik berikutnya, dia melihat dengan jelas ke arah kakaknya di depan meja. Lu Jingli tertegun sejenak sebelum dia menutup matanya dan menjerit tak percaya, “Ah! Ya ampun! Apa yang baru saja aku lihat ?!”

Apa yang dikenakan saudaranya? Apa itu tadi?

Dia berpikir bahwa warna biru safir dari terakhir kali sudah menjadi keajaiban …

Hari ini, dia benar-benar melihat saudaranya mengenakan pakaian merah! Merah, oh, merah! Dia berani bersumpah bahwa saudaranya tidak pernah memakai warna seperti itu seumur hidup ini!

Dia bahkan tidak perlu bertanya untuk mengetahui dari mana ide ini berasal!

Saat dia pulih dari keterkejutannya, dia melihat Little Treasure yang berbaring di ambang jendela dengan pakaian yang serasi dengan warna yang sama …

Dia terperangah lagi!

“Ya Tuhan! Aku tidak bisa, aku tidak bisa! Aku baru saja kembali dan kau sudah menyiksaku seperti ini! Seseorang, siapkan pesawat untukku, aku ingin kembali ke pulauku yang sepi di belahan bumi utara …”

Ketika akhirnya dia tenang, Lu Jingli mulai menjadi orang yang sibuk.

Dia berjalan mendekat dan dengan diam-diam menyentuh baju saudaranya, “Apakah kakak iparku yang memilihkan ini? Sepertinya, selama ini ketika aku tidak ada, kalian berdua telah berkembang dengan baik! Benar, benar, aku mendengar bayi itu, Little Treasure, akhirnya berbicara, jadi aku segera kembali! Benarkah Little Treasure dapat berbicara lagi?”

Dia bahkan tidak menunggu jawaban ketika dia selesai, dia berlari ke Little Treasure dan berkata, “Sayang, cepat panggil aku Paman Kedua! Cepat, cepat, cepat! Untuk mendengar suaramu, Paman Kedua bahkan membuang semua wanita seksi.”

Little Treasure memandang Lu Jingli seolah dia idiot dan mulai menulis beberapa kata.

Lu Jingli melihat ke atas dan hanya melihat di papan tulis: [Apakah aku bayi favorit Bibi Xiao Xi?]

“Uhh …?” Lu Jingli bingung dengan pertanyaan ini karena dia sudah menyanjung anak itu, jadi dia menjawab, “Apakah ini bahkan sebuah pertanyaan? Tentu saja, kau!”

Mata Baby Little Treasure bersinar ketika dia terus menulis: [Lalu, mengapa Bibi Xiao Xi tidak datang menjemputku?]

Lu Tingxiao memandang saudara laki-lakinya dari mejanya, lalu tiba-tiba menjelaskan kepada Lu Jingli situasi saat ini dengan kebaikan, “Mulai sekarang, Little Treasure akan tinggal bersama Ning Xi, tetapi karena Ning Xi memiliki beberapa tugas untuk dijalankan hari ini, aku yang sementara merawatnya.”

Lu Jingli langsung mengerti dan dia menjawab, “Little Treasure, jangan cemas, Bibi Xiao Xi mu harus bekerja tanpa henti sehingga dia bisa menjemputmu lebih awal!”

Bakpao Kecil: [Apakah pekerjaan lebih penting, atau apakah aku yang lebih penting?]

Lu Jingli berkata, “Uhh, tentu saja, kau lebih penting!”

Bakpao Kecil: [Lalu, mengapa Bibi Xiao Xi tidak datang menjemputku?]

Lu Jingli terdiam. Ada yang tidak beres, mengapa dia kembali ke pertanyaan pertama?

Ketika dia melihat Little Treasure menempel pada Lu Jingli, Lu Tingxiao diam-diam menghela nafas lega. Dia akhirnya bisa bekerja dengan damai.

Setelah beberapa saat, Lu Jingli yang direcoki oleh Little Treasure memegangi papan tulisnya berteriak dengan menyedihkan, “Haih! Little Treasure, kasihanilah aku! Jangan bertanya lagi !!!!”

Kasihanilah Lu Jingli yang pandai membujuk tetapi nyaris tidak bisa menangani serangan psikologis Little Treasure.

Lu Jingli memandangi saudaranya yang bekerja dengan tenang dan menyadari bahwa tidak heran dia cukup baik hati untuk menjelaskan situasinya kepadanya. Jadi, dia telah menunggunya selama ini.

Pfft! Kenapa dia harus menipunya begitu dia baru saja kembali ?!

Akhirnya, Lu Jingli yang awalnya masuk dengan semangat tinggi, mengenakan blus bunga dan rok hula, berbaring kelelahan di sofa. Dia mengulurkan tangannya dan berkata tanpa kehidupan, “Kakak ipar … cepat kembali …”

PTBS 521. Istriku, Itu Sulit Mengurus Anak-Anak
PTBS 523. Siapa yang Ditunggu Tuan Kecil?

Author: ShinMin

Soo~~ tired.

Leave a Reply

Your email address will not be published.