PTBS 410. Ciuman Dalam Tidurnya

Featured Image

!!!!WARNING!!!!TIDAK UNTUK DIBAWAH UMUR!!!!XDXD


Di ranjang besar dan lembut, gadis itu tidur nyenyak dengan pipinya yang memerah dan rambut hitam legam yang berantakan di bantal putih di bawah kepalanya …

Hati Lu Tingxiao secara otomatis menjadi tenang, ketika dia duduk dengan ringan di samping tempat tidur dengan keinginan untuk tidak melakukan apa-apa dan terus mengawasinya seperti ini …

Mmm, tidak melakukan apa-apa?

Pada saat ini, dengan pandangan ini …

Tampaknya sangat mustahil …

Sejak dia meninggalkan Platinum Palace, sudah sangat, sangat lama … terlalu lama sejak dia bisa mengawasinya (NX) dari jarak yang sangat dekat …

Sudah sangat lama sejak dia menjadi dekat dengannya (NX) …

Meskipun dia tahu dia seharusnya tidak melakukannya, semua logika dan pertahanan dirinya terlempar jauh saat nafsunya menang saat ini.

Lu Tingxiao mengambil ikat rambut gadis itu dan menciumnya dengan ringan. Dia kemudian perlahan menurunkan bibirnya untuk menutupi bibirnya yang lembut, berwarna ceri …

Dia awalnya hanya ingin memberinya sedikit kecupan, tetapi jelas, ini adalah keinginan buas-nya. Setelah disentuh, bibir lembut dan manis itu membuatnya menghela nafas, dan dia tidak bisa menahan diri untuk perlahan-lahan membelai wajahnya, lalu dia menggunakan jarinya untuk dengan ringan memegang rahangnya dan dengan rakus menyerbu lebih dalam untuk menerima lebih banyak lagi rasa manis …

“Mmm …” gadis itu kesulitan bernapas dan merintih tidak nyaman.

Punggung Lu Tingxiao menegang dan dia tahu dia harus menjauh, namun tubuhnya tidak mendengarkannya. Sebaliknya, itu menjadi lebih bersemangat merasakan penolakannya ketika dia (LT) memegang bibirnya dan menciumnya lebih dalam …

“Lu …”

Ketika dia mendengarnya menggumamkan namanya, Lu Tingxiao menjadi lebih terangsang saat dia memegang pinggangnya, ingin membenamkan tubuhnya padanya …

Merasakan rasa sakit di bibirnya, Ning Xi mengerutkan kening dan dengan tidak senang memberi isyarat padanya, “Kubis Lu …”

Lu Tingxiao terdiam.

Ketika dia mendengar kata-kata itu, Lu Tingxiao tertegun. Ketika dia sadar kembali, kepalanya sudah terkubur dalam kehangatan lehernya. Dia kemudian mulai tertawa pelan, bahkan suasana yang begitu mempesona menjadi terganggu olehnya.

Kubis Lu?

Nama panggilan ini …

Oke, sebenarnya itu tidak terdengar terlalu buruk.

Sangat unik.

Hanya eksklusif untuknya.

Ketika dia melihat bahwa malam telah menyadarkan mereka, Lu Tingxiao akhirnya memanggil nama gadis itu dengan hati yang berat, “Ning Xi … bangun …”

Ning Xi membuka matanya dengan linglung. Saat penglihatannya menjadi jelas, dia melihat wajah dan mata yang sempurna selembut bintang di depannya.

“Mmm …” apakah dia (NX) bermimpi?

Tidak, tunggu! Dia sedang beristirahat di ruang istirahat Iblis Agung di kantornya!

Ning Xi dengan cepat bergerak untuk bangun, “Big Boss! Apakah aku tidur sangat lama? Sekarang jam berapa?”

“Tidak terlalu lama, hanya dua jam, cukup menyenangkan.”

“Pfft! Apakah aku babi? Bagaimana aku bisa tidur selama dua jam penuh?” Ning Xi cepat-cepat turun dari tempat tidur dan kemudian melipat selimut.

“Jangan repot-repot, seseorang akan membereskannya nanti.”

“Oh …”

“Ayo, sudah terlambat, sudah waktunya makan.”

Ketika Ning Xi telah mengumpulkan semua nyawa yang ada pada dirinya, dia pertama-tama pergi ke urusan bisnis, “Benar, bos, apakah kau sudah selesai membaca naskahnya? Bagaimana, bisakah aku berakting di dalamnya?”

Sebenarnya, Ning Xi sangat khawatir tentang pembicaraan naskah itu yang mungkin tidak akan diterima oleh Lu Tingxiao yang merupakan pria yang serius dan konservatif …

“Aku sudah membaca setengahnya,” jawab Lu Tingxiao.

“Setengahnya?” kecepatan membaca Iblis Agung ini … tidak terlalu cepat, bukan? Ini bukan sains! Mungkin karena Lu Tingxiao sedang mengamatinya dengan cermat, jadi dia (LT) lebih detail tentang itu, pikirnya.

Haih, ini menyedihkan, apakah dia harus menunggu satu hari lagi? Mencemaskan!

Ning Xi adalah seorang gadis yang tidak sabar dan dia tidak bisa menunggu satu menit lagi, apalagi hari yang lain, jadi dia dengan pahit bertanya, “Apa lagi yang bisa aku lakukan? Aku akan menunggumu selesai membacanya dan mencarimu lagi besok.”

PTBS 409. Tempat Dimana Iblis Agung Tidur?
PTBS 411. Ikut Aku Pulang

Author: ShinMin

Sedang berada dalam fase lelah tingkat maks.

One thought on “PTBS 410. Ciuman Dalam Tidurnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published.