PTBS 298. Akhirnya Mendapatkan Kubis

Featured Image

Ning Xi tidak berani menerima tawaran iblis untuk memberi minum airnya sementara semua orang melihat, jadi dia dengan cepat mengambil cangkirnya dan meminum semuanya dalam satu tegukan.

Dia memiliki kebiasaan buruk mengisi dirinya sendiri ketika dia gugup.

Ketika dia melihat putranya dan gadis itu berinteraksi, Ibu Lu langsung tahu apa yang terjadi.

Dia tidak percaya bahwa anak lelakinya yang lebih tua akan tahu bagaimana cara menggoda gadis-gadis.

Babi yang telah ia besarkan selama bertahun-tahun akhirnya bisa memanen kol dengan moncongnya sendiri …

(babi memanen kubis = biasanya babi di beri makan, tapi jika di pelihara dengan benar, dapat mencari kubis/ makanan kesukaannya sendiri.)

Pada titik ini, Lu Tingxiao tidak melepaskan tangannya. Sebaliknya, ia membalikkan telapak tangan berkeringat Ning Xi ke atas dan menoreh sebuah kata di tangannya – “aku”.

Ketika dia mengenali kata itu, Ning Xi segera tahu apa yang dimaksud Lu Tingxiao. Iblis ini tidak ingin dia mengakui bahwa itu adalah kesalahannya, tetapi untuk mendorong semua kesalahan kepada sang iblis.

Tetapi melakukan itu tidak akan menyenangkan, bukan?

Saat Ning Xi ragu-ragu, Lu Tingxiao mulai menggunakan jari-jarinya yang sedikit kasar untuk berlari melintasi bagian paling lembut dan paling sensitif dari telapak tangannya yang kecil …

Rasanya seperti dia menggunakan jari-jarinya untuk menyentuh hati wanita itu secara langsung.

Ning Xi tidak berani ragu lebih jauh, dan berkata dengan cepat dalam satu nafas, “Tadi malam, CEO Lu tiba-tiba memanggil saya untuk mengatakan bahwa Little Treasure merasa tidak enak badan belakangan ini dan dia berharap saya bisa menemani Little Treasure dan membawanya keluar untuk menghiburnya, jadi saya bergegas ke sini di tengah malam!!!”

Setelah mendengar ini, orang tua Lu menatap anak mereka dengan tatapan tidak puas, dan kemudian menatap Ning Xi, jelas jauh lebih nyaman.

Lu Chongshan awalnya berpikir bahwa gadis ini menggunakan perasaan suka putra sulungnya agar dia memberontak terhadapnya. Begitu dia tahu bahwa putranya sendirilah yang melakukan itu, dan bahwa Ning Xi tidak menyadari bahwa mereka benar-benar mengawasi Little Treasure, perasaan marah dan otoritas yang terancam, turun secara signifikan.

Ibu Lu tersenyum memberi semangat pada Ning Xi, sebelum dia mengajukan pertanyaan yang dia benar-benar ingin tahu jawabannya, “Aku ingin tahu di mana Nona Ning membawa Little Treasure untuk menghiburnya? Dan bagaimana?”

Bagaimana dia bisa membuat Little Treasure tersenyum bahagia ketika dia tertekan sehari sebelumnya, dan bagaimana dia bahkan membuatnya mendekati mereka dengan sendirinya ketika itu belum pernah terjadi sebelumnya?

Jika dia tahu rahasianya, dia akan bisa mendapatkan ciuman kecil cucunya lebih sering!

Lu Chongshan segera meletakkan sumpitnya dan sepertinya dia sangat ingin mengeluarkan buku catatan untuk menuliskan tipnya.

Lu Jingli melihat reaksi orang tuanya dan berusaha keras untuk tidak tertawa.

Dia tahu dalam hatinya bahwa itu sia-sia; kuncinya bukan kemana dia membawa Little Treasure dan bagaimana dia menghiburnya. Penyebab kebahagiaan Little Treasure adalah Ning Xi sendiri!

Menghadapi tatapan tulus orang tua Lu, tidak mungkin Ning Xi bisa mengakui bahwa dia telah membawa Little Treasure untuk balapan. Dia pasti akan kembali ke penilaian buruk mereka jika dia melakukan itu, jadi dia berdeham dan berkata, “Sebenarnya, kami tidak pergi ke mana-mana. Aku hanya membawa Little Treasure berkendara di sekitar ibukota.”

Secara teknis, itu adalah kenyataannya …

Memang, mereka berkendara di sekitar kota, hanya saja dia tidak mengendarai sembarang kendaraan, tetapi yang dijuluki ‘Midnight Rage’ dan digunakan untuk balap profesional.

(Mightnight Rage = Amukan tengah malam.)

Ketika kedua orang tua mendengar jawaban ini, mereka jelas sedikit kecewa.

Hanya dengan mengendarai mobil saja bisa membuat Little Treasure yang temperamen dan murung sejak lahir tiba-tiba berinisiatif mencium kakek-neneknya?

 

PTBS 297. Memegang Tangan Di Bawah Meja
PTBS 299. Menolak Godaan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.