PTBS 1108. Mama! Aku Ingin Mama!

Featured Image

“Apa yang terjadi?! Bagaimana keadaan saudari ipar? Dia baru saja menghadiri jamuan. Bagaimana dia bisa terjatuh ke dalam air?” Lu Jingli membawa Little Treasure dan terengah-engah sambil bertanya dengan lantang.

Ketika Yan Ruyi melihat Lu Jinglin membawa Little Treasure kesini, ekspresi wajahnya langsung berubah/ “Kenapa kau disini? Dan kau bahkan membawa Little Treasure ke tempat seperti ini!”

Lu Congshan juga berseru, “Ini adalah omong kosong! Cepat bawa Little Treasure pulang! Rumah sakit dipenuhi dengan aura buruk dan virus!”

Lu Jingli menyeka keringat dari dahinya. “Aku sedang merawat anak ini dengan patuh di rumah. Namun, tiba-tiba aku mendapatkan kabar bahwa saudari ipar didorong jatuh ke dalam air, jadi aku bergegas kemari. Little Treasure mendengar teleponku dan berkata bahwa dia harus datang dengan aku. Aku tidak punya pilihan lain! Aku hanya bisa membawanya bersamaku!”

Sambil dia berkata seperti itu, mata Little Treasure terpaku pada arah ruang perawatan intensif. Dia lalu berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari pelukan Lu Jingli, berteriak-teriak dengan suara serak.

Lu Jingli hanya bisa menurunkannya.

Pada saat Little Treasure menginjak tanah, dia langsung berlari menuju ruang perawatan intensif.

Lalu dia memandang pintu putih yang besar yang tertutup rapat dan lampu merah terang yang menyala di atasnya, wajah little bun menjadi pucat dan tubuh anak lelaki itu bergetar. Lalu dia tiba-tiba berteriak nyaring, “AH!!!!! AH!!!!! AH!!!!!”

Sambil berteriak, dia memukul keras pintu ruang operasi.

Tingkah emosional anak ini membuat semua orang takut. Yan Ruyi cepat-cepat berlari dan memeluk cucu tersayangnya, dan mencoba untuk menenangkannya, “Little Treasure, jangan khawatir! Semuanya baik-baik saja! Tante Xiao Xi akan keluar sebentar lagi! Jangan takut!”

Lu Chongsan juga cepat-cepat menghiburnya, “Little Treasure, jangan takut, kakek ada di sini. Aku pasti akan menyuruh para dokter untuk menyembuhkan Tante Xia Xi mu! Kita pulang duluan, okay? Kau akan mengganggu dokter yang sedang bekerja di sini.”

Akan tetapi, Little Treasure tidak dapat mendengar suara di sekelilingnya lagi, dia masuk lebih dalam ke dalam dunianya sendiri. Dia terus kehilangan kontrol, namun dia tidak berhenti meskipun suaranya menjadi serak. Dia berteriak dan menggunakan tangan mungilnya untuk menggedor pintu sekuat tenaga. Matanya dipenuhi dengan ketakutan dan kekhawatiran. Semua orang merasa tersentuh…

Mo Jianzhang daritadi menyalahkan dirinya sendiri. Ning Xi pernah mendapatkan masalah di tempatnya, jadi, dia juga harus menanggung kesalahannya.

Tubuh Mo Lingtian bergetar dan hampir tidak bisa berdiri lagi..

Dua kali, ini adalah yang kedua kalinya…

Dia telah memberikan undangan wanita tersebut kepada Guan Ziyao! Dia yang mengulurkannya kepada wanita itu!

“Bagaimana bisa begini? Saudari ipar masih mengirimiku pesan tentang ikan koi yang lucu! Bagaimana dia bisa sekarat secepat ini?” pundak Lu Jingli bergetar sampai dia hampir menangis bersama Little Treasure.

Situasinya menjadi sangat kacau…

Ketika Lu Tingxiao melihat situasi yang tidak terkontrol ini dari samping, dia merasakan sakit kepala. Dia tidak pernah menyangka bahwa Lu Jingli akan membawa Little Treasure kesini.

Pintu kedap suara dari ruang perawatan intensif bagus untuk Ning Xi jadi dia tidak tahu apa yang terjadi di luar.

Akan tetapi, Ning Xi tidak akan pernah membiarkan Little Treasure menjadi sedih, bahkan sedetik pun, meskipun dia harus membatalkan rencananya…

Lu Tingxiao berpikir tentang ini dan bersiap-siap untuk membawa anaknya dari situ, lalu diam-diam berkata yang sebenarnya…

Hanya itu yang dapat mereka lakukan.

Lu Ting Xiao memutuskan untuk melakukan hal itu, lalu dia berjalan ke arah anaknya. “Little Treasure, tenang. Dengarkan aku, mama…”

Sebelum Lu TIngxiao menyelesaikan kata-katanya, Little Treasure menggigit tanganya dan mendorongnya. Dia melihat ayahnya dengan marah dan juga dipenuhi rasa takut, seperti seekor binatang buas kecil yang terluka. Dia memandangnya lalu memandang semua orang sambil berteriak sekencang-kencangnya, “Mama! Aku mau Mama! Aku mau Mama!!!!”

 

P.S: Jangan lupa untuk bergabung dengan server Discord TranslateIndo. di sana, kalian bisa mendapatkan notifikasi novel-novel favorit kalian dengan cepat tanpa harus menggunakan nomor handphone kalian. kalian juga ngobrol bareng soal novel favorit kalian dan ngobrol langsung dengan penerjemah favorit kalian. kalian juga bisa request novel untuk diterjemahkan. Klik link dibawah untuk ikutan:

https://discord.gg/anaDJsK

Table Of Content

PTBS 1107. Membawa Little Bun
PTBS 1109. Hampir Mati karena Bahagia

Author: Elli

Quarter of Jew, mixed with Arabs, Chinese, and Javanese.

2 thoughts on “PTBS 1108. Mama! Aku Ingin Mama!”

Leave a Reply

Your email address will not be published.