PKGPM 9. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 3

Featured Image

Saat fajar, matahari yang terbit baru saja memancarkan cahaya pertamanya di pagi hari, namun panas dari musim panas yang kering telah menggesernya. Di area pelatihan yang sangat luas, seribu prajurit diperintahkan untuk berbaris dalam formasi. Tempat itu begitu ramai dan penuh dengan orang, meski demikian tak ada satupun yang bersuara, mempertunjukkan disiplin yang baik dari tentara keluarga Su.

Sebuah panggung yang tinggi berdiri di bagian depan area pelatihan, dua orang yang satu tinggi dan satunya lagi pendek berdiri di atasnya, mereka membagi pasukan itu menjadi dua kelompok. Su Yu memakai seragam militer berwarna biru gelap, sosoknya begitu tinggi dan mengagumkan. Melirik ke samping ke arah Gu Yun, seluruh tubuhnya terbalut baju berwarna hitam, rambutnya ia ikat tinggi di belakang, penampilannya terlihat kuat. Su Yu harus mengakui gaya berpakaian wanita ini memiliki pesonanya tersendiri.

Su Ren berdiri diantara mereka berdua di atas panggung, ia tersenyum santai dan berkata: “Mereka ini adalah pilihan terbaik dari perekrutan tentara baru keluarag Su, kalian berdua silakan memulai seleksinya.”

Su Yu dengan murah hati menawarkan: “Biarkan dia memilih lebih dulu.”

Gu Yun menatap ke bawah pada sekelompok pemuda dengan wajah-wajah yang tegang, ia sendiri pun menyadari, tak ada seorang pun yang ingin dipilih olehnya. Bagaimanapun juga, dalam pikiran mereka, perbedaan antara dia dan Su Yu praktis seperti awan dan lumpur. Tapi ia akan segera menunjukkan pada mereka siapa yang langit dan siapa yang lumpur!

Gu Yun menjawab dengan acuh: “Karena mereka adalah rekrutan baru yang terbaik, kita tidak perlu lagi terlalu menyeleksi, langsung saja kita bagi mereka menjadi dua. Yang kiri milikmu, dan yang kanan untukku.”

Para prajurit itu tetap diam, tak ada yang keberatan, tak ada gangguan yang berarti. Para prajurit di sisi kiri dalam hati bersorak, sedang yang berada di sisi kanan hanya bisa berkecil hati dan kecewa.

Su Yu dan Gu Yun keduanya secara serentak berjalan menuju pasukan mereka masing-masing. Gu Yun mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah hutan di belakang area pelatihan yang berjarak kurang lebih dua kilometer. Dengan suara yang keras Gu Yun memerintahkan: “Pasukan sebelah kanan dengarkan, tujuan: hutan di gunung, waktu: seperempat jam, lari ke depan! Mulai!”

“Siap!” Meskipun beberapa prajurit merasa keberatan, disiplin yang ketat sebagai prajurit keluarga Su membuat mereka segera melaksanakan perintah Gu Yun. Dalam sekejap, tiga barisan panjang prajurit dengan kekuatan penuh berlari menuju hutan.

Su Ren yang merasa geli, memandang Gu Yun dan lima ratus tim rekrutmennya berlalu pergi. Ia sangat penasaran dan sangat menanti akan jadi seperti apa mereka setelah dua minggu.

Kelompok lima-ratus prajurit itu berlari dengan kecepatan dua kali lipat, tak butuh lama bagi mereka untuk sampai di hutan gunung. Gu Yun berdiri di depan mereka, ia sebenarnya sampai bersamaan dengan mereka. Meskipun mereka masih berbaris lurus dalam formasi seperti yang telah diperintahkan dan berdiri diam, namun Gu Yun mengamati dengan tajam tampak sikap acuh dan penghinaan di wajah muda mereka, bahkan mata mereka pun terang-terangan mengejek.

Gu Yun tidak kehilangan kesabarannya, tidak juga ia merasa marah. Ia memahami bahwa untuk mendukung kedisiplinan dan mencapai tujuan militer di dalam ketentaraan, satu-satunya cara agar mereka bersedia tunduk padanya adalah dengan menjadi lebih baik dari mereka! Wajahnya menampakkan ekspresi acuh dan dengan senyum yang dingin Gu Yun berkata: “Dengan pengalaman dan kemampuan kalian, sebenarnya kalian tidak memiliki kesempatan untuk memasuki area pelatihan tentara kediaman Jendral. Kalian semua berdiri di sini hanya karena aku berkompetisi dengan Su Yu. Dalam kompetisi ini jika aku kalah, kalian hanya bisa menundukkan kepala dan kembali ke kamp tentara dengan malu. Jika aku menang, kalian akan memiliki kesempatan tinggal di area pelatihan Kediaman Jendral. Aku ingin tahu, apakah kalian memiliki keyakinan?”

Hanya kesunyian yang menyambut Gu Yun, ditempatkan sebagai pasukannya saja tanpa ragu sudah pasti akan kalah, keyakinan apa yang bisa diucapkan?!

Gu Yun menatap mereka dengan dingin, ia membentak: “Kalian yakin atau tidak ?!”

“Siap.” Jawaban yang terdengar pelan, samar dan ragu-ragu diantara para prajurit membuat Gu Yun marah.

“Apa kalian sudah makan?”

“Sudah!” Akhirnya mereka menjawab dengan sedikit lebih berenergi.

Gu Yun tertawa dengan keras, menggelengkan kepalanya, ia mengejek dengan dingin: “Apa kalian ini benar-benar tentara keluarga Su yang baru direkrut?!”

Saat kata-kata itu keluar, jawaban yang ia dapat adalah sebuah raungan rendah yang terdengar serentak, “Benar!”

Para pemuda ini benar-benar seperti Su Yu, tak akan berhasil jika tanpa provokasi! Gu Yun mengacungkan jari telunjuknya, menunjuk pada puncak gunung yang ada di balik hutan, menghadap pada para prajurit yang merasa tidak puas, dengan dingin ia mengumumkan:

“Aku menyadari kemarahan dari penolakan kalian, kalian lebih memilih untuk berada di tim Su Yu, jadi aku akan membiarkan saja. Aku akan memberikan kalian kesempatan. Kalian lihat gunung yang ada di depan sana? Saat kalian dan aku menuju ke sana, siapa yang bisa mencapai puncak gunung lebih dulu daripada aku, aku akan membiarkannya bergabung di tim Su Yu. Tapi jika kalian lebih lambat daripada aku, lebih baik kalian menerima dengan ikhlas melakukan latihan di tempat ini. Jika tidak, menyingkirlah dan kembali ke kamp sekarang juga!”

Gunung itu berada sekitar enam sampai tujuh kilometer di belakang kamp pelatihan Kediaman Jendral, dengan ketinggian hampir satu kilometer. Dari hutan ini hingga ke puncak gunung, jaraknya sebanding dengan melakukan perjalanan melintasi perbatasan yang hampir lima kilometer. Setelah tantangan dari Gu Yun, ekspresi geli dan penghinaan melintas di wajah tenang para prajurit. Berlomba melakukan perjalanan panjang dengan seorang wanita lemah seperti dia, sungguh sebuah penghinaan bagi mereka. Namun setelah dipertimbangkan, jika mereka bisa pindah ke tim Letnan Jendral Su Yu, ini kesempatan yang bagus dan sayang untuk dilewatkan.

Bibir Gu Yun sedikit terangkat, ia bertanya: “Apakah kalian paham?”

“Paham.” Kali ini tanpa diduga mereka menjawab dengan suara yang keras dan jelas!

Gu Yun dan para prajurit itu berdiri menghadap bagian belakang gunung, ia berteriak,”Mulai!” Lima ratus prajurit itu segera berebut dan bergegas lari menuju ke arah gunung.

Mata dingin Gu Yun sedikit melirik ke beberapa prajurit yang kasar. Jika ia tidak yakin akan hasil akhirnya, bagaimana mungkin ia menantang mereka bertanding.

Gu Yun telah berpikir semalam. Meskipun mereka adalah prajurit yang baru direkrut, mereka tidak akan suka mendengarkan perintahnya. Ia harus menunjukkan pada mereka kekuasaannya. Tapi untuk bertarung satu lawan satu akan terlalu berat. Medan operasional mengarungi wilayah selalu cocok untuknya, dan dalam hal operasi lapangan, pada dasarnya memilih rute secara optimal adalah hal yang sangat penting! Semalam ia telah menginspeksi lereng gunung, menentukan rute yang paling dekat dan paling mudah untuk dilalui menuju puncak gunung. Meskipun ia mengaku telah mencuri start, namun bukankah semua adil dalam perang?

Gu Yun sangat mungil, gerakannya sangat cepat, dan ia sedang dalam stamina penuh, ditambah lagi ia sudah memilih rute yang bagus. Meskipun awalnya ia tidak memiliki kelebihan, namun keunggulannya dalam hal memanjat gunung bisa dibuktikan.

Di puncak gunung. Seorang laki-laki dengan sosok yang tinggi dan kuat, dan seseorang yang kurus di sampingnya, hampir bersamaan mencapai puncak gunung. Mereka berdua saling menatap. Di mata mereka terlihat kekaguman dan provokasi terhadap satu sama lain. Ketika mereka bersaing saat perekrutan anggota baru di kamp prajurit, meskipun mereka tidak tahu nama satu sama lain, mereka menganggap masing-masing sebagai saingan. Mereka mendaki ke puncak bersama-sama. Ketika mereka baru saja akan menggapai ke titik batu tertinggi di puncak, mereka melihat sebuah bayangan muncul dari sisi yang akan mereka tuju. Pada saat itu, sebuah kaki telah menjejak di atas batu yang menandakan sebuah kemenangan.

Duduk di atas batu yang paling tinggi, Gu Yun bernafas dengan berat. Ini tidak akan berhasil, fisik tubuh ini masih lemah. Mengambil keuntungan dari kesempatan untuk melatih para prajurit baru ini, sekalian ia ingin menguji daya tahan tubuhnya dengan kemampuannya sendiri! Merasakan tatapan tajam dari belakangnya, Gu Yun berbalik, tak bisa menahan untuk menaikkan alisnya. Tak terpikirkan olehnya beberapa orang tak terduga telah berhasil sampai di puncak gunung, tatapannya menyapu dua wajah yang ada di depannya. Gu Yun bertanya santai: “Siapa nama kalian berdua?”

Awalnya ia memperlakukan wanita ini dengan penuh penghinaan, namun sepertinya ia salah. Siapa mengira wanita ini benar-benar memiliki sedikit kemampuan. Kemampuannya berada di bawah wanita ini, ia tak mampu berkata-kata. Tubuhnya yang kuat dan berotot berdiri dengan kaku, dengan suara yang jelas ia menjawab: “Ge Jing Yun.”

Gu Yun melihat lagi kepada orang yang berdiri di samping Ge Jing Yun, wajahnya cemberut seolah seseorang berhutang taruhan yang besar kepadanya. Dia sepertinya jenis laki-laki yang tidak berperasaan. Setelah beberapa lama, dengan dingin dia menjawab: “Leng Xiao[1].”

Leng Xiao? Laki-laki ini benar-benar menggambarkan namanya. Mereka bertiga berdiri di atas gunung, saling melihat ke satu sama lain, namun tidak cukup lama bagi mereka untuk saling menilai. Gerumbulan para prajurit lain yang telah sampai di puncak semakin bertambah. Setelah melihat sosok Gu Yun yang bersandar dengan santai di batu, mata mereka melebar tak percaya. Mereka menundukkan kepala penuh frustasi. Tanpa di duga mereka telah kalah. Mereka kalah oleh seorang wanita!

Gu Yun menyipitkan matanya saat ia mengamati mereka. Para prajurit itu mendaki puncak hampir dengan kecepatan yang sama. Sepertinya, meskipun mereka adalah rekrutan baru, mereka telah melewati pelatihan yang keras. Kekuatan fisik dan daya tubuh mereka sangat bagus. Mereka benar-benar bibit bagus yang masih segar. Diam-diam Gu Yun merasa senang.

Berdiri dengan tegak, Gu Yun meneriakkan, “Dalam formasi!” Entah awalnya mereka berjongkok atau berdiri, para prajurit itu langsung berbaris membentuk formasi.

Gu Yun berdiri di atas batu, menatap pada prajurit yang meskipun enggan namun kali ini tidak berani bersikap arogan lagi. Suaranya terdengar merendahkan, sambil tertawa ia berkata: “Sekarang apakah masih ada yang marah dan menolak?”

Dikalahkan oleh seorang wanita itu benar-benar menyebalkan, namun begitulah kenyatannya, mereka benar-benar kalah olehnya.

“Bicara!” Gu Yun menuntut dengan tidak sabar.

Dalam hati mereka mengertakkan gigi, dengan nada marah dan keras kepala, mereka bersama-sama berteriak: “Tidak!”

Gu Yun mengangguk dengan puas, wajah kakunya ia kendurkan sedikit. Dengan suara yang jelas ia berkata: “Karena sudah tidak ada lagi yang menolak, kini aku umumkan, aku akan melatih kalian selama setengah bulan. Ada tiga peraturan disiplin militer. Pertama: ikuti perintah; kedua: harus ikuti perintah; ketiga: dalam siatuasi apapun harus ikuti perintah, kalian paham?!”

Seorang wanita dengan pakaian hitam, rambutnya sehitam tinta, kata-katanya dingin dan keras begitu kuat dan menggema. Di atas gunung, suasana yang memaksa ini tak terlewatkan oleh satu pria pun. Ge Jing Yun dan Leng Xiao saling melihat, dihadapkan pada sikap mendominasi dari wanita ini, membuat mereka merinding hingga ke tulang.

“Siap!” Tak seorang pun tahu apakah dikarenakan Gu Yun yang bersikap memaksa, atau karena mereka merasa jengkel baru saja kalah darinya, setiap prajurit meneriakkan dirinya seperti raungan macan. Teriakan mereka begitu keras bergemuruh hingga membuat burung-burung di antara pegunungan menggelepar dan bergegas terbang ke segala arah.

Bagus sekali, dalam hati Gu Yun terkikik senang. Hari baru saja dimulai, masih panjang jalan yang harus ditempuh, aku tidak percaya aku tidak mampu menundukkan kalian!

Saat tengah hari, matahari bersinar panas di atas langit. Bahkan meskipun terdapat banyak bayangan pohon-pohon yang meneduhkan, panas yang menyapa mereka masih tetap membakar. Berjalan menuruni gunung, para prajurit muda itu merasa frustasi dan keengganan mereka yang tak diragukan lagi terlukis di wajah mereka. Gu Yun diam-diam tertawa, meskipun mereka baru saja dipaksa, memaksa mereka untuk berikrar setia kepadanya, namun ia yakin, setelah dua minggu, ia akan sepenuhnya mampu mengendalikan hati mereka.

“Berbaris dalam formasi!”

Kemampuan mereka tidak setara dengan Gu Yun. Sebenarnya sudah tidak ada gunanya lagi mereka mengelak. Dalam hati mereka sudah lama menyerah, suka atau tidak dalam beberapa minggu ke depan, mereka akan menerima pelatihan dari wanita ini.


[1] Leng Xiao (冷萧) lit. Berarti kesengsaraan yang dingin, dengan wajah Leng Xiao yang terlihat menderita dan sikapnya yang dingin, Gu Yun pikir laki-laki ini ironisnya mirip sekali dengan karakter namanya.

PKGPM 8. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 2
PKGPM 10. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 4

Leave a Reply

Your email address will not be published.