PKGPM 8. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 2

Featured Image

Wajah Su Yu mengeras, memang benar, ia telah membebaskannya bergerak selama masih di area Kediaman Jendral, tapi ia adalah Letnan Jendral tentara, bagaimana bisa ia mentoleransi seorang wanita balas berteriak padanya! Kemarahan Su Yu menggema di udara, menunjuk pada Gu Yun, dengan suara yang begitu begitu keji ia kembali berteriak : “Ini adalah tempat pelatihan militer! Tempat dimana laki-laki bertarung hingga mati, seorang wanita tidak berhak berada di sini, juga tidak diijinkan untuk melihat secara langsung!”

Su Yu meremehkan Gu Yun dari segala sisi, sikap merendahkan seperti ini benar-benar membuat Gu Yun marah. Ia adalah tipe orang yang semakin ia marah, maka ia semakin tenang, semakin diam. Mata dinginnya menyapu seluruh area pelatihan, terhenti pada sekelompok prajurit yang baru saja kalah. Kemudian ia berbalik menghadap Su Yu lagi, mengangkat kepalanya, tersenyum merendahkan, dengan suara yang dalam dan dingin penuh sarkasme ia berkata: “Hasil perang ini sudah diputuskan dengan duel! Melihatnya saja sungguh membosankan, kau terlalu bernafsu untuk cepat berhasil dan menang, sama sekali tak peduli strategi yang digunakan oleh lawan, lebih baik kau tidak usah memimpin pasukan, jadi kau tidak akan membahayakan pasukanmu dan harus menemanimu mati di akhir perang!”

Suara Gu Yun begitu kuat dan kejam, para tentara dan petugas militer yang mengikuti Su Yu hanya mampu mundur ke belakang dan terkesiap, wanita ini sudah bosan hidup ah! Diam-diam Su Ren merasakan kepalanya berdenyut-denyut.

Berani-beraninya wanita ini di depan semua orang mempermalukannya! “Lancang!” Su Yu akhirnya mengembalikan kewarasannya, kemarahan di dadanya membuatnya mengangkat pedang di tangannya, mengacungkannya ke kepala Gu Yun. Mata pedang yang tajam, menyala menyilaukan ditimpa cahaya matahari. Su Ren menjadi waspada, Adik Ketiga benar-benar gila, jika dia mengayunkan pedangnya, bagaimana mungkin gadis ini akan bertahan hidup!

Su Ren berniat untuk menghalau serangan ketika tiba-tiba wanita kurus di depan mereka ini, dengan kecepatan yang luar biasa mendekati jendral militer yang ada di dekatnya. Sebelum dia bisa bereaksi, gadis itu langsung menggapai pangkal pedang yang tergantung di pinggangnya. Gu Yun dengan gesit menarik keluar pedangnya, pedang yang panjang keluar dari sarungnya, memantulkan cahaya terang keperakan, ia menggenggam pedang yang tajam itu, menjentikkan punggung tangannya ke arah samping menangkis pedang Su Yu.

Dalam sekejap, suara pedang yang beradu diiringi kilatan cahaya yang menyilaukan, pedang panjang dengan dua mata tajam milik Gu Yun dan pedang milik Su Yu saling bertautan. Pedang panjang yang tipis itu jelas bukan tandingan bagi pedang Su Yu. Jika hanya satu kali serangan, pedang itu masih mampu bertahan, namun tekadnya untuk tetap bertahan membuat tangan Gu Yun mati rasa, membuatnya jatuh berlutut di atas tanah.

Sial! Gu Yun mengumpat, dirinya yang dulu jelas tak akan takut oleh serangan langsung dengan laki-laki ini, tapi tubuhnya yang baru ini sangat lemah dalam hal kekuatan fisik. Hanya dalam kurang dari satu gerakan, Gu Yun memahami, keutamaam Su Yu adalah menyerang musuh dengan kekuatan penuh. Ia tidak bisa melawannya dengan cara serampangan, ia harus bisa mengalahkannya dengan cara yang lebih cerdas!

Suara yang keras, kejam dan kasar mengiringi dua pedang yang saling bertabrakan. Su Yu tertegun dan tersentak, ia tak pernah membayangkan akan bertarung dengan seorang wanita, dan yang paling membuatnya terkejut adalah gadis ini benar-benar mampu bertahan dan mampu mensiasati gerakan Su Yu! Diantara para jendral militernya, hanya sedikit yang mampu menangkis serangan pedangnya saat ia sedang mengamuk!

Su Yu yang masih tertegun tidak fokus, Gu Yun rupanya dengan cepat memutar mata pedang, dengan posisi miring mengarahkan pedangnya kepada Su Yu. Ia tidak menyangka gadis ini akan bergerak setelahnya, dengan cepat menghindar dari samping. Gu Yun masih mampu untuk bangun, menggenggam pedang bermata dua, dengan sigap seperti ular melingkarkan pedangnya di pedang bermata satu yang dipegang tangan kanan Su Yu. Ekspresinya dingin, mengeratkan genggamannya di ujung pedang, ia mendekat ke arah Gu Yun dan mengibaskannya. Gu Yun tidak mundur, ia malah bergerak mendekat, mengelak dan bersembunyi di belakang Su Yu, tak peduli apapun gerakan Su Yu, ia tetap berada di belakangnya seolah Gu Yun menempel di punggung Su Yu.

Semua orang sepertinya menganggap Gu Yun bukanlah tandingan Su Yu, tubuhnya yang mungil selalu menempel di belakang Su Yu. Sejak awal Su Ren mengamati dengan lepas, meskipun begitu matanya menyala dan berkilat, wanita ini benar-benar cerdas, memiliki kemampuan bela diri yang bagus, menempel dengan erat di belakang punggung seseorang, pertarungan ini jauh lebih sulit dari pada ketika berada di depan.

Kelincahannya adalah keuntungan baginya, dia selalu mendekat kepada Adik Ketiga. Adik Ketiga tidak memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu, gadis itu hanya menunggu kesempatan, segera ketika Adik Ketiga menunjukkan sedikit kelengahan, dia akan langsung menyerang, dan menang hanya dalam satu gerakan!

Su Yu yang terbiasa dengan serangan berskala besar, dalam perang besar, dihadapkan dengan taktik jarak dekat Gu Yun yang penuh tipu daya, membuatnya menjadi semakain marah dan tidak sabaran. Hingga akhirnya Su Yu bernafas dengan gelisah, Gu Yun melihat sebuah celah, membalikkan pedangnya, menerobos ke celah ketiak Su Yu untuk menikam tangan kanan Su Yu yang memegang pedang, Su Ren yang menyadari niat Gu Yun, bergerak maju, meraih pergelangan tangan Su Yu, menariknya. Ia menghembuskan nafasnya, dalam suara yang rendah dan dingin, berkata: “Hentikan! Kau sudah cukup menimbulkan kekacauan!”

Pelan-pelan memundurkan pedangnya, Gu Yun berniat untuk menusukkan pedangnya. Mata Gu Yun melihat pada punggung Su Yu yang tebal dan datar, dan mata Su Ren yang cenderung tenang dan dalam. Gu Yun mengangkat kedua alisnya, orang ini dibandingkan Su Yu yang keras kepala dan tidak sabaran, justru lebih sulit untuk ditangani.

Dua orang saling bertatapan dengan emosi yang penuh arti di mata mereka, namun penuh gejolak di dalamnya. Su Yu semakin merasa bingung, ia meraung dengan marah: “Kakak Kedua, di arena pelatihan militer, bagaimana bisa kita membiarkan seorang wanita mengkritik kesalahan, bicara sembarangan!”

“Bicara sembarangan? Kau terlalu cemas untuk menang, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, kau hanya fokus untuk menyerang, jika itu bukannya ingin cepat berhasil dan mendapatkan kemenangan, lalu apa namanya? Seluruh pasukan elit pada posisi menyerang, mengabaikan pertahanan, jika itu bukan cara berpikir dangkal, lalu apa namanya?” Gu Yun tertawa dingin, berjalan kembali kepada jendral tentara yang pedangnya telah ia rampas beberapa saat lalu, hanya sekilas melihat pada sarung pedang yang tergantung di pinggangnya. Ia hanya menjentikkan punggung tangannya, pedang panjang itu tak diduga meluncur dengan halus masuk ke dalam sarungnya.

Segalanya berjalan begitu cepat, gerumbulan prajurit itu tidak sempat bereaksi hingga Gu Yun berbalik dan pergi, jendral tentara yang ketakutan dan masih tercengang mengeluarkan keringat dingin, jika sehelai rambut saja meleset, pedang itu tidak akan meluncur jatuh ke sarungnya, melainkan akan langsung menembus tubuhnya …

Memikirkan tentang teguran Gu Yun, dalam hati sebenarnya Su Yu tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan dalam memimpin pasukannya, namun ia tetap tidak bisa terima telah dikritik oleh seorang wanita, “Meskipun jika yang kulakukan salah, tetap saja bukan tempatnya seorang wanita mengajariku!”

Pertarungan pedang yang singkat beberapa saat lalu dengan Su Yu sedikit mengurangi kemarahan Gu Yun, namun apa yang telah dikatakan Su Yu menyalakan kemarahan itu kembali. Ia menatap dengan dingin wajah Su Yu yang arogan, sudut bibirnya sedikit terangkat, suaranya sangat santai dan acuh, ia bertanya: “Kau sangat meremehkan wanita, bukan begitu?”

Tatapan mata wanita di depannya ini sangat dingin, suaranya jelas dan tenang namun entah kenapa terdengar menakutkan. Su Yu membeku di tempat, sebelum ia bisa menjawab, Gu Yun membuka mulutnya lagi, dengan dingin berkata: “Apa kau berani bertaruh dengan seorang wanita lagi? Kau dan aku, kita akan melatih tentara di saat yang sama, setelah dua minggu kita akan lihat , diantara tentara yang kita latih siapa yang lebih berani dan tangguh .” Ia tidak menyukai Su Yu, meskipun apa yang dia katakan benar bahwa tidak cocok bagi seorang wanita melihat tempat pelatihan tentara, namun matanya yang terkesan meremehkan wanita, benar-benar sebuah penghinaan!

Gadis ini ingin bertanding melatih tentara dengannya?! Dalam hati Su Yu tertawa, gadis ini pikir siapa dia. Apa dia merasa kemampuan bela dirinya yang setinggi kaki tiga kucing itu sudah sangat hebat? Tidak hanya Su Yu, selain Su Ren yang terlihat larut dalam pikiran yang dalam, semua orang di arena pelatihan itu tertawa dan mendengus.

Melambaikan pergelangan tangannya, Su Yu tertawa tidak peduli: “Aku tidak akan bertaruh dengan seorang wanita mengenai teknik melatih perang.”

Melipat kedua tanganya di depan dada, Gu Yun menjawab: “Kau pengecut! Sudah cukup omong kosong sok berani itu.”

Su Yu membelalakkan matanya, balas berteriak: “Siapa yang pengecut?!” Jika beberapa saat lalu Kakak Kedua tidak menghentikan pertarungan mereka, ia ingin mempermalukan gadis itu!

Gu Yun mendengus, melihat dengan tidak sabar, ia menjawab: “Kau tidak akan dengan cepat dan mudahnya melupakan bahwa kau baru saja kalah perang dengan para prajurit itu, bukan? Baiklah, cukup omong kosongnya, langsung saja, apa kau berani bertaruh dengan seorang wanita?”

Gu Yun bicara dengan keras dan menekankan pada kata “wanita”, menunggu ikan memakan umpannya lagi. Mendorong Su Yu agar bisa terpancing dengan cara seperti ini karena sebelumnya cara ini sudah berhasil.

Sudah tentu, Su Yu menepuk pahanya dengan keras, ia berteriak: “Kita bertaruh. Kali ini aku akan membuatmu mengaku kalah!”

Gu Yun dalam hati terkikik, Su Yu ah, Su Yu, Kau baru saja jatuh dalam jebakan lagi, apakah kau masih belum sadar juga? Jangan menjadi orang yang merasa selalu benar.

Su Ren hanya terdiam sepanjang waktu, ekspresi wajahnya tidak bisa dikatakan apakah ia marah atau merasa geli, tiba-tiba ia tertawa begitu keras, dengan senyum yang merekah ia berkata: “Baiklah, aku akan menjadi saksi, kalian berdua ingin bertaruh pada apa? pertandingan perang? perang menaklukkan kota atau …?”

Sebelum Su Ren selesai bicara, Gu Yun sudah mulai memutar otak, ia tersenyum dan berkata: “Kalian pasti sudah terbiasa melakukan hal itu berkali-kali, bagaimana jika kali ini kita melakukan sesuatu yang berbeda?”

Su Yu menjawab penuh semangat: “Kalau begitu apa yang kau inginkan?”

Sudut bibir Gu Yun sedikit terangkat, dengan santai ia mengucapkan dua kata, “Serangan malam.”

Serangan malam? Su Yu dan Su Ren merasa tertegun, Su Yu mengernyit kepada Gu Yun, ia bertanya dengan dingin: “Apa kau yakin ingin bertanding dalam serangan malam?” Jika tiba waktunya wanita ini kalah, ia tidak akan membiarkan Gu Yun mengeluh saat ia merisaknya, serangan malam selalu menjadi yang paling sulit, namun juga adalah cara yang bagus untuk menguji kemampuan prajurit.

Mungkin ia bukanlah tandingan Su Yu dalam memimpin dan mengatur pasukan dalam jumlah besar, tapi jika soal medan operasi malam, ia yakin mampu! Gu Yun mengangguk yakin dan dengan tersenyum ia berkata: “Baiklah. Kediaman Jendral memiliki tiga ribu pasukan elit, ini hanya akan menjadi sebuah latihan untuk menentukan apakah pasukan yang ku latih atau pasukannya Su Yu yang akan mampu menembus garis pasukan elit untuk mensukseskan serangan malam.”

“Bagus.” Sejak dia tidak takut mati, ia akan memenuhi keinginannya. Menunjuk ke arah beberapa ribu prajurit dan petugas, Su Yu berkata: “Mereka semua adalah pasukan elit Jendral Su, aku akan membiarkanmu memilih terlebih dahulu, silakan.”

Gu Yun menyapukan pandangannya ke seluruh prajurit dan petugas, semua memiliki tubuh yang bagus, dengan mata yang tajam dan kuat, ia tidak meragukan kemampuan elit mereka, tapi mata mereka jelas-jelas menunjukkan ekspresi menghina dan jijik, ia tidak akan mampu menjinakkan mereka, hanya dalam waktu setengah bulan tentu tidak akan cukup!

Mengalihkan pandangannya dari mereka, Gu Yun menjawab dengan jelas: “Aku tidak menginginkan mereka.”

Saat suara Gu Yun yang tegas keluar, seketika tatapan mata yang marah dan kejam terarah kepada Gu Yun. Gu Yun tetap diam, ia melanjutkan: “Mereka semua adalah pasukan elit Keluarga Su, mereka pasti telah mendapatkan pelatihan yang cukup banyak, menggunakan mereka sebagai anggota untuk bertanding, bagaimana aku dan Su Yu bisa menunjukkan kekuatan kami? menurutku, masing-masing kita harus memilih 500 pasukan muda dari tentara yang baru direkrut, menggunakan mereka untuk latihan, dengan begitu pertandingan ini akan adil.”

Perkataannya cukup masuk akal, Su Yu tidak mengatakan apa-apa, ia menjawab: “Baiklah, aku setuju!”

Su Ren diam-diam mengaguminya, wanita ini benar-benar cerdas, mengesampingkan pasukan elit adalah keputusan yang bijaksana, para pasukan veteran ini telah berperang dalam medan perang selam bertahun-tahun, bagaimana mungkin mereka akan mendengarkan perintahnya!

Su Ren masih belum mengetahu metode melatih gadis itu, namun kegesitan dan strateginya, memang sungguh sedikit lebih unggul dari pada Adik Ketiga. Mengenai kompetisi ini, Su Ren terlihat tidak terlalu mengharapkannya, menunjuk pada area yang sangat luas di depannya, saat Su Yu masih tertawa, ia bertanya: “Area pelatihan ini sangat luas, jika kalian berdua melatih di tempat yang sama, apa kalian berdua tidak takut lawan kalian akan melihat metode pelatihan kalian?”

Su Yu menggelengkan kepalanya, sikapnya seolah kemenangan sudah berada ditangannya, “Membiarkannya melihat apa? Jangan sampai pada saatnya tiba justru dia yang tidak memiliki intuisi sama sekali itu, menyia-nyiakan bibit segar dari perekrutan anggota baru tentara keluarga Su.”

Gu Yun menyipitkan matanya, melihat jauh ke hutan yang berada di balik area pelatihan, ia merasa senang, tempat yang tepat seperti yang ia inginkan, “Area pelatihan akan kutinggalkan untukmu, aku ingin hutan di balik area ini, mulai besok, selama setengah bulan.”

“Bagus sekali!” Su Yu berteriak keras sekali, mendeklarasikan kompetisi telah di mulai.

Melihat ke punggung mereka yang mulai menghilang, Su Ren tertawa, dua orang ini sepertinya lupa dengan apa yang akan dipertaruhkan.


PKGPM 7. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 1
PKGPM 9. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 3

Leave a Reply

Your email address will not be published.