PKGPM 7. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 1

Featured Image

Setelah Su Yu pergi dengan ‘huff‘, Gu Yun menyisihkan timun yang tinggal setengah ia pegang, kemudian berdiri dan meregangkan badannya. Barusan saja ia harus makan dengan buru-buru. Ia benar-benar membutuhkan makanan karena di era ini belum ada bubuk protein. Demi untuk memenuhi kebutuhan kalorinya untuk mempercepat pembentukan otot-ototnya, ia tidak punya pilihan lain meski menyebabkan beberapa masalah, karena apapun resikonya ia harus memakan semua makanan tinggi protein itu. Melihat tubuhnya yang kurus kering, suasana hati Gu Yun langsung merosot. Kapan ia akan memiliki bentuk tubuh yang seperti dulu lagi?

Kepala pelayan tua itu menunduk frustasi. Gu Yun bisa melihat tatapan mencela dimatanya. Ia mengedikkan bahu dan tersenyum. Ia bukannya merisak tuan rumah kediaman ini. Itu salahnya sendiri karena bersikap lancang. Pelayan tua itu membersihkan tempat makan yang kotor sambil menggelengkan kepalanya. Dalam hati ia mendesah. Gadis muda ini sangat cerdik dan licik. Jendral Ketiga jelas bukan tandingannya. Meskipun jika Jendral Besar tak akan mengetahuinya, ia tidak seharusnya menyerah begitu saja membiarkan gadis ini tetap tinggal.

Pelayan tua itu menggerutu sendiri saat meninggalkan halaman. Gu Yun dengan santai berbaring di atas rumput. Matanya sedikit menyipit saat ia sedang tenggelam dalam pikirannya sambil tangannya mencabuti gulma, tangannya bermain-main dengan potongan gulma.

Keberadaan Qing masih belum diketahui. Saat ini ia sama sekali tak memiliki petunjuk apapun tentang kemungkinan keberadaannya. Ia tidak memiliki pilihan lain selain harus memulai investigasinya untuk mencari keberadaan kedua saudari dari pemilik tubuh ini. Kediaman Jendral bukanlah tempat yang bisa ia tinggali untuk jangka waktu yang lama. Tapi jika ia melarikan diri sekarang, ia akan diburu, dan ketika itu terjadi ia akan terlalu sibuk mempertahankan dirinya sendiri. Bagaimana bisa di saat yang sama ia harus mencari Qing? Untuk sementara lebih baik ia tinggal di Kediaman Jendral, mencari Qing, merencanakan rute pelarian yang bagus, dan pergi sebelum semuanya terlambat. Pikiran Gu Yun sedang sibuk dengan rencana berikutnya ketika tiba-tiba terdengar samar gemuruh genderang. Mata Gu Yun langsung terbuka, menelengkan kepalanya dan mendengarkan dengan seksama.

Suaranya berasal dari arah gunung! Dalam setengah bulan terakhir ini, suara-suara teriakan sering kali terdengar dari belakang halaman. Entah itu suara pertarungan ataupun genderang yang dipukul, tapi suara pukulan genderang itu tak pernah sekeras dan sejelas seperti saat ini. Sepanjang minggu-minggu ini Gu Yun sedang disibukkan dengan latihan untuk memperkuat fisiknya, hingga ia terlalu malas untuk memperhatikan hal-hal yang lain. Tapi suara gemuruh genderang hari ini terlalu keras, penuh dengan kekuatan dan kemarahan, membuat darah orang yang mendengarnya mendidih penuh semangat.

Gu Yun selalu penuh semangat, rasa penasarannya tersulut, tubuhnya sudah mulai mengambil langkah, ia segera berdiri, berjalan menuju arah sumber suara genderang itu berasal.

Di depan Gu Yun adalah sebuah dinding yang berdiri tinggi di halaman dengan pintu kayu kecil yang dipasang palang. Gu Yun melangkah menuju pintu dan mendorongnya terbuka untuk melihat lebih dekat. Segera saja pemandangan yang ada di depannya terlihat lebih jelas, menyisakan perasaan yang dingin.

Sejauh matanya melihat, adalah sebuah ruang terbuka yang besar dan luas. Terik matahari berada di atas kepala, hamparan yang luas ini penuh sesak oleh sekitar tiga hingga empat ribu orang berdiri dengan tertib. Terdapat dua grup yang sedang diadu satu sama lain. Su Yu, laki-laki yang tadi siang datang ke tempatnya dan ia temui, berdiri di atas kursi komando di pinggir, memakai baju baja berwarna perak, mengacungkan pedangnya ke atas, berdiri dengan bangga, penampilannya terlihat sedikit mengagumkan.

Ketika genderang perang berhenti, terdengar suara geraman meraung, “Serang!” Perang akhirnya dimulai. Dua kelompuk yang bermusuhan saling menyerang satu sama lain. Gu Yun sedikit bersandar di pintu dan merasa perang ini terlihat lucu. Wajahnya merengut dan ia tertawa rendah.

“Apakah itu benar-benar terlihat lucu?” Terdengar suara ramah laki-laki dari belakangnya.

Gu Yun sedikit terkejut. Ia terlalu fokus melihat perang itu hingga ia tak menyadari ketika seseorang datang mendekat! Dalam hati Gu Yun merasa kecewa, tapi wajahnya tak menunjukkan serpihan perubahan suasana hatinya. Ia pelan-pelan berbalik dan melihat seorang laki-laki berdiri di belakangnya dalam baju hitam. Wajahnya benar-benar tampan. Hanya melihat dari fitur wajahnya saja, Gu Yun rasa laki-laki yang berdiri di depannya ini pastilah juga salah satu saudara Su Ling. Namun dibandingkan dengan wajah Su Ling yang dingin dan arogan, Su Yu yang bersifat mudah marah, yang ini terlihat sopan, asyik, dan pintar. Dia memancarkan kesan tenang dan ramah. Meskipun dia berpenampilan bangsawan, dengan senyum sopan di wajahnya, Gu Yun melihat ketika matanya sedikit melirik dan ujung bibirnya sedikit terangkat, suasana hatinya tidaklah seramah yang ditunjukkan oleh wajahnya.

Gu Yun menutupi keterkejutan di wajahnya, menjawab sambil lalu: “Tidak, sama sekali tidak terlihat lucu. Aku hanya merasa itu menyedihkan.”

“Kenapa kau merasa itu menyedihkan?” Su Ren mengerutkan dahinya.

Gu Yun berbalik dan melihat peperangan yang sedang mengamuk di tengah lapang, belum terlihat siapa yang akan menang di antara dua grup itu, ia menjawab acuh: “Tujuan utama perang ini pasti untuk menguji kekuatan menyerang tim Su Yu, bukan? Bagaimanapun, aku pribadi merasa bahwa kemampuan menyerang tim sangat bagus, namun sayangnya kemampuan pertahanannya sangat kurang.” Hal itu tidak terlalu terlihat selama perang dimulai, namun setelah beberapa saat kekurangan itu menjadi jelas terlihat.

Mata Su Ren berkilat, masih tersenyum ia melanjutkan bertanya: “Apa yang membuatmu berpikir begitu?”

Gu Yun membalikkan kepalanya menghadap mata Su Ren yang tenang dan menyorot tajam. Apakah dia ingin menguji Gu Yun? Gu Yun tertawa rendah. Dia ingin mengujinya sehingga dia bisa meningkatkan formasi. Berdiri berdampingan dengan Su Ren, Gu Yun menjelaskan detil analisanya dengan pelan. “Entah itu menyerang atau bertahan, di situasi yang tidak dikenal, satu sama lain tidak mengetahui kemampuan lawannya. Pada awalnya, kemampuan menyerang kedua regu itu seimbang. Untuk saat ini, siapa yang akan menang ditentukan oleh kemampuan siapa yang lebih dulu menemukan kelemahan lawannya. Yang mampu menyerang dan bertahan disaat yang sama, yang mampu bertahan terhadap serangan dari lawannya, dialah yang akan menang! Jika tim Su Yu bertemu dengan lawan yang biasa, meski hanya mengandalkan kekuatan menyerang saja, dia akan menang. Tapi jika musuhnya adalah sekelompok pasukan elit, maka mengandalkan kekuatan menyerang saja tidak akan cukup.

Gu Yun pelan-pelan mengangkat kepalanya, menunjuk langsung ke arah Su Yu, tertawa rendah dan dengan tegas berkata: “Kerentanan formasi ini terletak pada kelemahan bertahan di sayap sebelah kanan.”

Seolah membuktikan perkataan Gu Yun, saat kedua kubu itu sedang bertarung, pada awalnya Su Yu berencana membuka formasi seperti sayap kupu-kupu. Sayangnya, para prajurit bergerak terlalu ke belakang, dengan cepat membuat kedua sayap berada pada posisi genting. Su Yu dan wakilnya segera bergerak ke depan, tapi seluruh formasinya tertinggal di belakang, terutama pada sayap sebelah kanan. Keseluruhan formasi berubah menjadi kacau.

Su Ren mengerutkan keningnya, hatinya tersentak. Pada awalnya ketika ia melihat gadis ini berdiri di tepi pelataran, dengan senyum diwajahnya, ia juga menyadari bahwa dia adalah putri muda dari keluarga kaya yang manja. Tapi dia tidak tahu tentang formasi perang militer, tidak memahami apa yang sedang terjadi di luar sana, jadi dia hanya terkikik. Sekarang terbukti gadis ini tak hanya memahami, namun kenyataannya dia sangat berpengetahuan luas.

Memadamkan keterkejutan di hatinya, Su Ren bertanya: “Menurut pendapatmu, bagaimana agar kita bisa menang?”

“Perkuat pertahanannya.” Selama mereka bisa bertahan setidaknya selama setengah jam, tim penyerang seharusnya bisa menangkap bendera milik lawan.

“Bagaimana kau memperkuatnya?”

Gu Yun termenung sejenak, ia menjawab dengan dingin: “Dengan meningkatkan kemampuan tempur individual.”

Kemampuan tempur individual? Mata Su Ren menyala. Ia dan Su Yu sebenarnya menyadari kekurangan formasi perang Su Yu, hanya saja mereka tetap tidak bisa menemukan inti permasalahannya. Mendengar apa yang baru saja gadis ini katakan, pikirannya tampaknya mulai langsung merancang rencana pembalasan. Terkesan oleh wanita yang berada di sampingnya, Su Ren tersenyum dan bertanya: ” Apa kau ingin melihat aksi perang ini lebih dekat?”

Gu Yun dengan senang hati tertawa dan berkata: ” Kenapa tidak.”

Mengenai undangan ini, Gu Yun mengaku sangat senang sekali. Di era ini, selama ini tidak ada satupun yang membuatnya merasa akrab dan menarik minatnya. Tapi disini suasana ini terasa akrab baginya, perasaan yang tak dapat dijelaskan yang ingin ia cari tahu.

Mereka memasuki area pelatihan. Dari posisi ini mereka dapat melihat peperangan dengan lebih jelas. Selama waktu itu Su Ren diam-diam mengamati gadis yang ada di sampingnya. Gu Yun tiba-tiba dengan ramah bertanya: “Siapa namamu?”

Su Ren sejenak terkejut, ia menjawab: “Su Ren.”

Gu Yun mengangguk dan menjawab: “Qing Mo.”

“Apakah nona Qing juga suka mempelajari seni perang?” Wanita ini yang muncul di Kediaman Jendral, Su Ren sudah menduga identitasnya, namun ia tidak menduga rumor bahwa para gadis keluarga Qing menghancurkan wajah mereka itu benar adanya. Ia juga tak menduga, bahwa gadis ini memahami strategi militer!

Gu Yun dengan kalem menggelengkan kepalanya dan tertawa: “Tidak benar-benar belajar, aku hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang itu.” Hal yang disebut sebagai seni perang kuno pernah membuat Gu Yun tertarik, namun ia tidak terlalu mempelajarinya. Dalam pikirannya adalah semua latihan militer moderen dan ketrampilan tempur.

Su Ren sedikit melengkungkan alisnya, hanya tahu sedikit? Dia benar-benar terlalu merendah. Mereka berbincang-bincang sebentar. Seperti yang telah mereka duga sebelumnya tentang hasil dari peperangan, serangan Su Yu telah gagal. Dia bahkan telah menambahkan dua ratus prajurit di bagian sayap kanan, namun pada akhirnya dia tetap kalah! Dengan kesal dia melepaskan baju bajanya. Saat dia melihat Su Ren berdiri di seberang, dia bergegas menghampirinya.

“Kakak Kedua.” Ini adalah kedua kalinya ia kalah dalam latihan perang ini, suasana hatinya sedang tidak bagus. Jadi ketika ia melihat wanita mungil itu di samping Su Ren, wajahnya menggelap. Ia meraung: “Apa yang kau lakukan di sini?! Siapa yang mengijinkanmu keluar?!”

Gu Yun melihatnya dengan dingin dan bertanya: “Bukankah tempat ini masih bagian dari area Kediaman Jendral?” Su Yu yang kebingungan dan sedang menahan kemarahannya tapi tak punya tempat untuk melampiaskan, berteriak lagi kepada Gu Yun “Tempat ini, tentu saja, masih bagian dari Kediaman Jendral.”

Gu Yun mengangguk pelan, dengan sengaja mendengus: “Kalau begitu, kau telah kalah taruhan denganku sialan. Jika aku bisa menghabiskan makanan dalam waktu satu jam, kau berjanji mengijinkan aku bebas bergerak di dalam Kediaman Jendral.”


PKGPM 6. Chapter 1 : Jiwa yang berpindah ke masa yang berbeda, bag 4
PKGPM 8. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.