PKGPM 5. Chapter 1 : Jiwa yang berpindah ke masa yang berbeda, bag 3

Featured Image

Gu Yun berjalan menuju pintu keluar, namun langkahnya terhenti tiba-tiba.

Ada seseorang di luar pintu! Gu Yun mundur dua langkah, pintu kamar itu didorong masuk dengan bunyi clang, dua orang prajurit yang tinggi berjalan memasuki ruangan.

Gu Yun mengernyit, tubuh inikah yang membuatnya terpaku di tempat? insting kewaspadaannya dan kekuatan fisiknya jelas tak sebagus sebelumnya, tapi pendengarannya berubah pada jarak sedekat ini, dalam hati Gu Yun merasa kecewa. Kedua prajurit itu kini dapat melihat seorang wanita berdiri di depan mereka, membuat mereka melongo tak mampu bicara, wanita ini begitu kecil, cantik sekali ah, dengan gaun merah tipis yang dia pakai membuatnya terlihat lugu dan sedikit menawan. Namun sayangnya, wajahnya memiliki dua bekas luka, mereka merasa kasihan pada wanita itu.

Gu Yun diam-diam mengamati kedua prajurit itu, bukan karena ia merasa cemas untuk bicara.

Dua orang prajurit yang dengan dingin dan tenang menjadi objek penilaian Gu Yun kembali ke kesadaran mereka, berdehem canggung, prajurit yang lebih muda bergerak maju ke depan dan berkata: “Kau, keluar.”

Gu Yun masih tetap diam, dengan dingin ia bertanya: “Pergi kemana?”

Prajurit muda itu tak menyangka Gu Yun akan bertanya, dengan tidak sabar ia menjawab: “Ini adalah kamar Jendral, tidak seharusnya kau berada disini.”

Laki-laki yang kemarin berkata, ini adalah Kediaman Jendral, disini adalah kamarnya, dia yang maksud tentu saja sang Jendral itu sendiri, dan Gu Yun, tanpa upacara apapun dipakaikan baju merah kemudian dilempar ke tempat tidurnya, bisa dibilang identitas pemilik tubuh ini adalah selir sang Jendral.

Demi untuk menjelaskan identitas pemilik tubuh ini, Gu Yun dengan sengaja menjawab: “Aku adalah istrinya, kenapa aku tidak bisa tinggal di kamar ini?”

“Istri?!” Tentu saja, kata-kata Gu Yun membuat prajurit muda itu tertawa terbahak-bahak: “Kau terlalu menyanjung dirimu sendiri, paling baik kau ini hanya bisa di anggap sebagai hadiah.”

Hadiah? Gu Yun menyimpan keraguannya dalam hati, mengejutkannya Gu Yun kembali menjawab: “Aku bukan sebuah hadiah, aku adalah istri Jendral!”

“Candaan yang lucu sekali! Negaramu Hao Yue telah memberikan ketiga bersaudara dari keluarga Qing kepada Kaisar, sang Kaisar memberikanmu kepada Jendral, mungkin saja jika Jendral merasa tidak puas kau akan diberikan untuk orang lain, jika bukan hadiah lalu kau sebut apa dirimu?”

Sial! Gu Yun semakin mengeratkan kepalannya, Kaisar, Jendral, setumpuk nama negara yang tidak ia kenal, begitu juga tubuh gadis ini yang semakin membuatnya muak, setelah dipertimbangkan, ia perlu menganalisa lebih jauh, kini jelas sudah bahwa bahwa ia telah menjelajah ke ruang dan waktu yang tak ia kenal, dan saat ini adalah era monarki absolut, gadis pemilik tubuh ini sepertinya telah menariknya masuk. Dia adalah sebuah hadiah, upeti dari sebuah negara pengikut kepada kekakisaran.

Bagaimana dengan Qing? dimana dia? apakah hal yang sama terjadi padanya, masuk kedalam tubuh orang lain?

Melihat tampang puas diri di wajah prajurit muda itu, Gu Yun melanjutkan bertanya : “Saudara-saudaraku, apakah mereka dikirim ke istana?”

“Mereka…”Prajurit muda itu baru saja akan menjawab ketika prajurit yang lebih tua menyela dan berkata : “Jangan terlibat omong kosong dengannya.”

“Kau disuruh pergi, jadi pergilah. Tidak seharusnya kau bertanya, jadi jangan bertanya.” Wanita ini memiliki penampilan yang imut, halus, lugu dan tidak berbahaya, tetapi tatapan matanya luar biasa tajam, akan lebih baik untuk berhati-hati terhadapnya.

Gu Yun sedikit menyipitkan matanya, kewaspadaan orang ini tidak lemah, pelayan ini mengenal dan memahami tuannya, Gu Yun tidak boleh meremehkan Kediaman Jendral, terutama saat tubuh ini masih lemah. Gu Yun tetap diam saat kedua prajurit itu menggiringnya berjalan keluar kamar, di sepanjang jalan ia diam-diam mengamati sekelilingnya, untuk berjaga-jaga, ia akan menyesuaikan keadaan saja dulu.

Halaman rumah ini begitu luas, di sekeliling bagian tepinya ditumbuhi pohon-pohon pinus, bau kayu pinus samar memenuhi udara, saat Gu Yun berjalan keluar dari halaman, ia menoleh kebelakang dan melihat di depan pintu gerbang, sebuah ukiran kaligrafi yang kuat dan berani, “Paviliun Lingyun”

Tiga karakter huruf yang besar bertinta warna hijau terukir di atas pintu gerbang.

“Cepatlah.” Prajurit muda itu memanggilnya dengan tidak sabar. Gu Yun memalingkan kepalanya ke depan, melanjutkan berjalan dalam diam.

Bejalan melintasi lorong yang berkelak-kelok dengan tujuh hingga delapan belokan, mereka membawa Gu Yun berjalan berputar putar menuju ke arah utara. Gu Yun diam-diam mempelajari rute yang mereka ambil, segera ia mengetahui bahwa susunan bangunan di Kediaman Jendral ini begitu rumit, mereka belumlah berjalan terlalu jauh, tata ruang ini memiliki tiga titik yang sama, dengan desain seperti ini bisa diduga seseorang akan dengan mudahnya tersesat, apalagi jika seseorang itu berjalan sambil melamun, seolah menuntunnya memasuki sebuah labirin.

Penjagaan disini sangat ketat, sepanjang perjalanan Gu Yun telah melihat dua tim prajurit berpatroli, mereka berbaris dengan tegap dan mantap, prajurit yang terlatih. Mereka terlihat terkejut ketika pertama kali melihatnya, lalu kemudian kembali bersikap biasa, tak lagi menatap ke arahnya.

Semakin jauh Gu Yun berjalan semakin ia merasa gelisah, penjagaan di tempat ini benar-benar ketat, medannya terlalu rumit, tak semudah yang ia bayangkan sebelumnya, ia mungkin tidak akan bisa melarikan diri. Untuk saat ini ia harus membatalkan rencananya untuk melarikan diri, bahkan memikirkannya pun tak ada gunanya ah.

“Mulai saat ini, kau akan tinggal di sini. Tanpa ijin dari Jendral kau tidak boleh keluar dari halaman ini.” Gu Yun sedang terdiam merenung, ia mendongak ketika mendengar kalimat dingin dari prajurit muda itu.

Di depan Gu Yun adalah sebuah halaman yang kecil, dan sebuah rumah kayu yang kecil pula. Gerbang masuk ke halaman itu tak memiliki ambang, begitu sederhana dan polos, begitu tenang dan damai, Gu Yun cukup menyukainya. Menilik dari perkataan mereka, sang Jendral tidak puas dengan dirinya, mengasingkannya ke area paling luar dari kediaman ini untuk mengurus dirinya sendiri. Diam-diam Gu Yun merasa senang, ini bagus sekali, ia akan memiliki waktu untuk berlatih dan mencari rute untuk melarikan diri.

Dua prajurit itu berbalik meninggalkannya, Gu Yun cepat-cepat berteriak : “Berhenti! Kediaman Jendral tidak mungkin semiskin itu sampai tidak mampu menyediakan baju ah? tidak mampukah menyediakan makanan hanya untuk mengenyangkan satu orang lagi?” Prajurit muda itu mendengus pada Gu Yun, dengan nada merendahkan dia menjawab: “Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, kediaman Jendral ini masih bisa menjaga satu wanita tetap hidup.”

Mata Gu Yun yang tajam berkilat senang, bagus sekali! Inilah yang paling ingin ia dengar.

Gu Yun telah melatih dirinya sendiri dahulu sebelum ia menjadi juara di seni bela diri, menjadi yang terbaik di pasukan kepolisian, dengan cara yang sama ia juga akan bisa merubah tubuh gadis Lolita ini menjadi Laura! [Lolita, gadis muda yang imut menjadi Laura, wanita dewasa yang matang].

***

Di dalam ruang belajar, sebuah meja bundar dengan sembilan kursi berdiri di tengah-tengah, sebuah gambar rancangan terpampang di atas meja. Gambar yang detail dan sangat penting ini penuh dengan garis-garis dan titik-titik. Dua orang yang tinggi berdiri di depannya, mata mereka menatap dengan seksama ke arah gambar rancangan tersebut.

Su Ren mencondongkan tubuhnya sedikit mengambil pena yang ada di samping denah, sedikit ke arah kanan ia membuat sebuah lingkaran di atas gambar, merendahkan suaranya, sambil menghela nafas ia berkata : “Setelah latihan menyerang di tanah lapang kemarin, penyebaran pasukanmu, selama latihan perang sisi sayap kananmu terlalu lemah, jika sayap kanan diterobos formasi ini akan kalah.”

Pasukan tentara keluarga Su terkenal di seantero enam negara, mereka selalu berhasil mengalahkan musuh-musuhnya, meskipun jika bukan kakak tertua yang memimpin, tapi tetap selalu bisa menang. Alasan utama sulitnya mereka untuk dikalahkan adalah para prajurit di keluarga Su memiliki fisik yang sangat kuat, berani dan tangguh, strategi mereka tak dapat ditebak, membuat para musuh mereka tak mampu mengetahui jenis formasinya.

Semua itu berkat Kakak Pertama, ia tidak hanya memerintahkan seluruh prajurit di batalion Su termasuk para jendral untuk membaca buku strategi perang, tapi juga membuat strategi mereka sendiri, pelatihan dan taktik penyebaran pasukan oleh mereka sendiri, latihan perang diadakan setiap enam bulan sekali. Setiap jendral harus mampu menunjukkan taktik penyebaran pasukannya sendiri untuk saling dilombakan satu sama lain, formasi perang yang terbaik dipilih untuk kemudian di implementasikan. Untuk hal ini jugalah di gunung di belakang kediaman Jendral dibentuk tanah lapang sebagai lokasi untuk latihan perang, mereka bertanggung jawab sebagai pelatih bagi pasukan tentara keluarga Su, tentunya mereka tidak bisa mengabaikan latihan, tahun ini kakak pertama ingin berlatih perang dengan adik ketiga, tetapi melihat rencananya dalam menggunakan taktik perang, rasanya akan sulit untuk menang.

Su Yu mengernyit, wajahnya yang tampan dan bersih penuh dengan kegelisahan, ia menjawab; “Ah, aku juga menyadarinya, semalam aku memikirkan hal ini sepanjang waktu, aku sudah memikirkan cara untuk menangkalnya, dan aku juga akan melatih prajuritku dengan baik, setengah bulan kita akan berlatih perang lagi!”

Hanya dalam semalam dia sudah menemukan solusinya? Su Ren rasanya ingin membantah, kekurangan Adik Ketiga adalah sikapnya yang tidak sabaran, tidak tahu kapan dia akan merubah kebiasaan buruknya itu, tapi Su Ren juga tak berniat menegurnya, ia akan membiarkannya jatuh berguling, ke pinggir dan ke sudut, dan kebiasaan buruknya sedikit demi sedikit akan berkurang.

“Lapor!” suara keras seorang prajurit menggema di pintu

“Ada apa?” Su Yu bertanya dengan dingin

“Lapor kepada Letnan Jendral, Wanita itu sudah dipindahkan ke bagian halaman belakang, tapi…” Suara prajurit muda itu awalnya keras dan jelas tapi saat ia bicara lama-lama menjadi lirih dan ragu.

Su Yu menggeram tak sabar, “Katakan!”

Prajurit muda itu langsung berdiri tegak, dengan suara yang jelas dan bergema ia berkata; “Wanita itu memintaku menyampaikan kepada anda permintaannya soal makanan.”

“Apa?” Prajurit itu tak mampu menyelesaikan kalimatnya, Su Yu, yang sejak awal suasana hatinya sudah buruk semakin bertambah gusar, “Sekarang dia ingin makan makanan yang mewah ah!” Jadi wanita itu benar-benar pembawa masalah, Kakak Pertama pergi, jadi dialah yang harus menanggungnya!

Prajurit muda itu diam-diam mengerutkan bahunya, dengan cepat ia menjawab: “Tidak, dia hanya meminta makanan daging sapi, telur, dan sejenisnya. Dia ingin makan yang sebanyak-banyaknya.” Sangat banyak, untuk ukuran seorang wanita, itu jumlah yang sangat besar dan mengerikan.

Wajah Su Yu tiba-tiba berubah menjadi suram, di belakangnya sebuah awan hitam terbentuk. Kediaman Jendral ini memberi makan tiga ribu prajurit, hanya memberi makan untuk seorang wanita tidak akan membuatnya bangkrut! Su Yu melotot padanya, kedua bola matanya seolah akan mengeluarkan api, “Sebanyak apapun dia ingin makan, berikan saja! Jangan melapor hanya untuk hal remeh seperti ini. Pergi!”

“Baik.” Prajurit muda itu tak berani bersikap ragu, segera saja dia lari dan meninggalkan ruang belajar. Dia pernah mendengar sebelumnya bahwa Letnan Jendral Su memiliki temperamen yang buruk, rumor tidak selalu bisa dipercaya, tidak hanya sekedar buruk, bahkan lebih buruk lagi, itu disebut kejam!


PKGPM 4. Chapter 1 : Jiwa yang berpindah ke masa yang berbeda, bag 2
PKGPM 6. Chapter 1 : Jiwa yang berpindah ke masa yang berbeda, bag 4

Leave a Reply

Your email address will not be published.