PKGPM 109. Chapter 36; Su Ling Melindungi Istrinya, bag 2

Featured Image

Jadi, nyawa manusia itu dibeda-bedakan menjadi kelompok!Dia ingin memanfaatkan Gu Yun, tidak bisa! Zhuo Qing bersiap untuk membantah tapi ia menangkap tatapan penuh arti Lou Xi Yan padanya, mengisyaratkan dengan matanya seolah berkata ‘biarkan Su Ling yang melindungi Gu Yun’, yang saat ini berdiri di belakang Su Ling. Zhuo Qing menatap Su Ling, sosoknya yang tinggi sepenuhnya menutupi Gu Yun, raut mukanya yang mengerikan beberapa saat lalu pada Xin Yue Ning sekarang bahkan menjadi semakin seram!

Zhuo Qing tahu bahwa ia harus menutup mulutnya kali ini, ini giliran Su Ling untuk bertindak dan mengeluarkan Gu Yun dari keadaan yang sulit ini menggunakan kemampuannya.

Penjaga tidak akan berani bertindak kepada Su Ling. Xin Yue Ning beralih pada Yan Hong Tian dan memohon bantuannya.

Yang Mulia, Gao Hong adalah pejabat istana, mendapatkan malapetaka seperti ini, bagaimana mungkin anda membiarkannya mati begitu saja?

Mata Yan Hong Tian yang menyeringai sedikit menyipit lalu menatap Su Ling tapi bibirnya membentuk senyuman.

Ada benarnya juga apa yang dikatakan Permaisuri.

Jendral Su-nya ini tidak menyukai wanita, bukan? Tapi hari ini dia ingin menjadi pahlawan bagi si cantik? Menarik sekali!

Merasa mendapat dukungan dari Kaisar, XinYue Ning merasa senang. Dia hendak menyuruh penjaga untuk menangkap Gu Yun lagi, tapi suara Su Ling yang dingin terdengar lagi, “Permaisuri ingin membandingkan nyawa siapa yang lebih berharga, bukan? Bagus sekali!

Su Ling berbalik, memegang tangan Gu Yun, menariknya ke sisinya dan mengumumkan kepada seluruh orang yang hadir.

Qing Mo adalah istri saya. Nyonya Jenderal Su Ling dan menantu sulung keluarga Su. Nyawanya sangat penting dan mempertahankan nyawa pejabat distrik ketiga juga sama penting!

Tangannya dipegang erat oleh Su Ling, Gu Yun sedikit tertegun, ia  tenggelam dalam pikirannnya membayangkan peta di kepalanya dan merenung bagaimana menggunakan medan sekitar untuk menyerang dan menyelamatkan sandera. Apapun perdebatan mereka, ia tidak mau terganggu dengan hal itu juga tidak ingin mendengarnya. Jadi, ketika Su Ling tiba-tiba mengumumkan ‘ia istrinya?’, pikirannya yang sedang merenung tiba-tiba terbangun dan membuatnya tersentak tersadar, lalu meluncur dari ketidaksadarannya menjadi kebingungannya akan apa yang terjadi!?

Tak hanya Gu Yun, semua orang tercengang oleh jawaban yang baru saja diucapkan Su Ling. Xin Yue Ning tidak percaya begitu saja dengan kata-kata Su Ling.

“Jenderal Su tidak bersemangat sekali, dunia begitu indah, kau mencintai seorang wanita dan kau tidak bisa memutuskannya sendiri begitu saja, kau harus mendapatkan persetujuan dari tetua untuk kandidat menantu. Qing Mo hanyalah wanita asing dan wajahnya juga hancur, selain itu, kau seharusnya mendapatkan wanita dari keluarga bangsawan, dia sungguh tidak cukup bagus untuk keluarga Su. Tetua klan Su tidak akan setuju dengan keinginan Jenderal.

Su Ling pikir dia bisa memutar beberapa kata dan menyelamatkan wanitanya?

Anda tidak perlu repot-repot memikirkan tentang masalah keluarga Su,Yang Mulia Permaisuri. Para tetua sudah datang ke Kediaman Jenderal beberapa waktu lalu dan sangat puas dengan Qing Mo dan memberikan padanya pedang kuno, Bing Lian, sebagai hadiah penyambutan Nyonya Rumah untuknya.”

Gu Yun sedang memegang hulu pedang yang berwarna putih terang, pedang es yang legendaris. Dunia mengetahui bahwa di keluarga Su terdapat dua pedang kuno, Pedang Merah Darah dan Pedang Es Putih. Pedang Merah Darah selalu berada di sisi Su Ling selama bertahun-tahun mendampinginya, sedangkan Pedang Es Putih jarang terlihat. Xin Yue Ning tidak dapat mempercayainya dan membantah dengan dingin.

Siapa yang akan percaya bahwa pedang itu adalah Bing Lian!”

Semua mata tertuju pada Gu Yun dan ia tidak tahu bagaimana membuktikannya. Pedang itu memang Bing Lian dan mereka jelas tidak mempercayainya, jika ia menjawab ‘itu benar’, tetap tidak akan ada gunanya. Sesaat kemudian, Su Ling mengambil Chi Xue dari pinggangnya dan menancapkannya di tanah berlumpur di depan semua orang, dan seketika itu pegangan tangan Gu Yun pada Bing Lian ternyata melepaskan sarung pedang dan mengeluarkan pedang itu dengan sendirinya, dan menancapkannnya di tanah berlumpur , berdiri berdampingan dengan Chi Xue. Kedua hulu pedang itu berdiri tegak dengan gagah. Di bagian depan tubuh kedua pedang itu terukir di masing-masing pedang kata-kata Merah Darah (Chi Xue) dan Es Putih (Bing Lian), mata-mata yang cerdas dari orang-orang yang hadir pasti tahu—keduanya sudah pasti berpasangan.

Yang bahkan lebih aneh lagi adalah orang-orang yang berdiri di dekat Chi Xue. Sesaat berikutnya merasakan serbuan gelombang panas , sementara mereka yang berdiri di dekat Bing Lian sudah menggigil kedinginan.

”Siapa dia? Biar kukatakan pada kalian semua, siapapun yang berani menantangnya, berarti menantang keluarga Su.“

Semua orang mendengarkan, pengumuman yang dibuat oleh Su Ling, Gu Yun hanya berdiri di sana, tidak tahu bagaimana harus bereaksi, tangannya digenggam erat oleh tangan yang besar seperti sebuah kepompong dan saat ini merasakan gelombang laut yang mendebarkan di dalam hatinya.

Zhuo Qing tertawa berkali-kali di dalam hatinya. Diam-diam merasa senang, Su Ling terlihat sangat tampan dan pantas sebagai laki-laki yang tangguh. Hore!! Ternyata ia tidak salah, hanya laki-laki seperti itulah yang bisa menyadarkan Gu Yun! Zhuo Qing berpaling ke arah Lou Xi Yan, dia nampak tersenyum ringan tapi tetap tenang. Pada kenyataannya, Lou Xi Yan juga merasa kagum, siapa bilang Jenderal Su tidak tahu tentang hal yang tidak masuk akal, sekarang nampaknya, dia benar-benar marah untuk Qing Mo.

Dan Yulan diam-diam nampak muram, ia sudah menduga bahwa Jenderal Su tidak akan melepaskan Qing Mo, tapi ia tidak membayangkan Jenderal Su akan terang-terangan menentang Permaisuri demi membela Qing Mo, dan lebih-lebih lagi dengan menggunakan kekuatan keluarga Su. Whoa! Mereka memiliki ribuan prajurit pembantu yang menyokong moralitas. Diantaranya ada para pejuang yang mengabdi untuk keluarga Su di enam negara. Melihat di kalangan para jenderal, tidak ada yang tidak menghormati Jenderal Su bahkan di medan perang sekali pun, pendapat Su Ling adalah hal yang paling penting. Dia dihormati baik secara pribadi maupun di rumah. Su Ling membuat pengumuman yang besar hari ini, jangankan Permaisuri, bahkan Kaisar pun tidak akan berani tergesa-gesa menyentuh Qing Mo tanpa pertimbangan yang seksama.

Tatapan Xin Yue Ning yang merendahkan pada Gu Yun seperti ingin memadamkan racun. Di istana ada Qing Feng yang menggoda Kaisar, membuat Kaisar begitu perhatian padanya dan tidak peduli dengan hal lainnya, di luar Istana, ada Qing Ling dan Qing Mo, merubah Lou Xi Yan dan Su Ling menjadi bingung dan rancu. Apa mungkin Qing bersaudara itu sebenarnya para penyihir, mungkinkah?

Ia tidak akan mempercaianya! Mata cerahnya yang tergantung, air matanya menetes, mencondong ke sampingnya pada Yan Hong Tian yang selalu diam. Permaisuri menangis dan dengan lemah lembut mengeluh atas ketidakadilan yang terjadi padanya.

“Yang Mulia! Gao daren adalah menteri anda dan paman kandung saya Ah! Anda harus mengambil keputusan yang adil untuk saya Yang Mulia! Su Ling sudah berani menentang kerajaan, dia sudah membuat marah kerajaan!

Yan Hong Tian tetap tidak berkata apapun, dia menatap mata Su Ling sesaat yang nampak agak berbeda, berdiri diantara orang-orang yang berjumlah kurang dari seratus orang, tidak ada yang berani bernafas dengan keras, atmosfirnya terasa agak menyesakkan. Gu Yun akhirnya mendapatkan kesadarannya kembali dan terbatuk ringan, dengan suara tanpa emosi dan tenang memecah atmosfir yang tegang.

“Boleh jika saya memotong? Kalian ingin melanjutkan diskusi di sini tentang nyawa siapa yang lebih berharga atau strategi penyebaran untuk penyelamatan yang lebih penting? Lagipula satu jam tidaklah lama.”

Dan ia tidak ingin melihat nyawa seorang gaids kecil melayang di depannya lagi.

Mata Yan Hong Tian yang sedih tampak membayang, tatapannya akhirnya mendarat pada seorang wanita yang bertubuh mungil dan kurus, dia tidak tinggi seperti Qing Ling, dengan gigi yang putih dan indah, dia tidak memiliki fitur wajah Qing Feng yang cantik, tapi dia memiliki aura dingin yang arogan. Satu-satunya yang memberi warna pada dirinya adalah wajah kecilnya yang cantik, tetapi wajah itu rusak olehnya sendiri dan tidak terlalu menarik. Ia tidak mengerti kenapa Su Ling memberikan tempat dalam hatinya untuk gadis itu, tapi  berhadapan dengan mata tenangnya yang teguh, ia sangat yakin bahwa gadis itu benar-benar berasal dari keluarga Qing dan tidak takut mati seperti saudara-saudaranya.

Yan Hong Tian, berjalan perlahan ke depan Gu Yun. Su Ling memegang tangan Gu Yun sedikit lebih erat, merasakan kekuatan dari telapak tangannya, Gu Yun juga meremas sedikit lebih kuat, mencoba menenangkan Su Ling.

Jadi, apa kau sudah memikirkan cara untuk menyelamatkan?

Sebuah suara laki-laki yang dalam tidak terdengar kasar, dalam hati Gu Yun sekali lagi merasakan kekaguman untuk  Qing Feng, sebuah kata-kata yang tidak ringan juga tidak berat mengintimidasi orang untuk merasa takut, tidak semua orang bisa menahannya.

Wajah Gu Yun yang selalu mempertahankan ketenangannya mencoba menguasai diri, Saya memiliki ide yang bisa kita diskusikan bersama, daripada mendiskusikan siapa yang lebih tidak berharga.”

 Otaknya telah memikirkan tentang kekontrasan dua fitur topografi dari gambar-gambar itu, ia memikirkan kesempatan dan peluang untuk melancarkan serangan.

Yan Hong Tian tiba-tiba menampakkan lengkung senyum di sudut bibirnya dan lalu tertawa terbahak-bahak, Bagus, hari ini aku akan mengandalkanmu, jika kau bisa menyelamatkan Gao Hong, aku akan menganugerahkan padamu dan Kediaman Su untuk menikah dan gelar kuno akan diberikan padamu sebagai Nyonya, kau akan mengatur penyelamatan dan jika tidak berhasil maka ini akan dianggap sebagai sebuah kejahatan.”

Yan Hong Tian merasa sedikit canggung, Gu Yun dan Su Ling baru saja akan bicara pada saat yang bersamaan, tapi Gu Yunlah yang menang.

Apakah itu artinya mulai sekarang Kementerian Kehakiman dan kemiliteran Su akan mendengarkan strategi saya?“

Su Ling, demi dirinya, telah dengan terang-terangan menentang Permaisuri. Yan Hong Tian jelas sedang mencoba mencari kesalahan Su Ling, Gu Yun tidak bisa membiarkan Su Ling berseteru dengan Yan Hong Tian dan membuatnya marah pasti akan mengakibatkan konsekuensi yang semakin seirus.

Gu Yun sangat cepat tanggap, ini di luar dugaan Yan Hong Tian dan ia merasa senang.

“Ha ha ha ah!” Dia tertawa senang.

Membiarkan Qing Mo melakukan penyelamatan? Bagaimana dia akan melakukannya? Pertama kalinya mendengar Kaisar mengatakan hal seperti ini karena telah menentang perintah kerajaan, Permaisuri diam-diam merasa senang. Hmp… mana mungkin dia akan selamat? Tetapi, Kementerian Kehakiman dan Jenderal Su harus mendengarkan pengaturannya, jika begitu paman tidak akan selamat! Xin Yue Ning sekarang merasa panik.

“Yang Mulia! Tidak! Tidak! Bagaimana bisa anda mempercayai tipu daya gadis ini, Yang Mulia mohon pertimbangkan lgi?”

Yan Hong Tian telah memutuskan dan tidak ada yang bisa merubahnya, bahkan Permaisuri sekali pun. Kata-kata kasar Xin Yue Ning mulai membuat Kaisar merasa terganggu dan hal itu nampak di ekspresi wajahnya. Gu Yun bisa mengerti suasana hati Permaisuri dan dengan senang hati ia mendekati Permaisuri dan diam-diam menjelaskan.

 

Yang Mulia Permaisuri, bahkan jika saya pergi, bagaimana kalau mereka tetap tidak mau melepaskan sandera? Bukankah anda sendiri sudah melihat mereka membunuh dengan penuh manipulasi? Mereka tidak akan melepaskan siapapun, karena mereka tahu bahwa, mereka tidak bisa melepaskan Gao daren. Kementerian Kehakiman tidak akan bisa menjadikan saya alat untuk ditukar karena hal itu hanya akan membuat kerabat anda meninggal lebih cepat.

Tutup mulutmu!“

Yan Hong Tian hanya mengabaikan wanita yang pemarah itu. Su Ling masih menjaga Gu Yun untuk melindunginya. Kaisar sudah merasa terganggu oleh Xin Ye Ning dan apapun yang dikatakan Gu Yun hanya akan membuat permaisuri lebih marah lagi.

GuYun mengedikkan bahunya dan menutup mulutnya, niat baiknya tidak dianggap sama sekali, maka jika Permaisuri ingin merengek-rengek dengan berisik ya biarkan saja!

“Yang Muliiaaaa” Xin Ye Ning menangis meraung-raung lagi. Yan Hong Tian sudah sangat tidak masuk akal.

Berjalan menuju langsung ke arah tenda. Qing Mo, kurasa kau ingin memberitahukan pada kami metode penyelamatannya, bukan?” Yan Hong Tian telah dengan mudahnya menyebutkan bahwa Qing Mo akan memimpin  tindakan penyelamatan! Dia sudah menegaskannya.

Barisan orang-orang di sekitar Yan Hong Tian telah pergi. Zhuo Qing melemparkan tatapan pada Gu Yun yang seolah mengatakan ‘bisakah kau melakukannya’, karena ekspresi wajah Su Ling juga tidak senang.

Saat orang-orang mulai meninggalkan tenda, Su Ling, dengan wajah yang muram, memprotes dengan marah, “Harusnya kau tidak usah memenuhinya!” Kementerian Kehakiman yang bertanggung jawab terhadap masalah ini, bahkan jika mereka tidak bisa menyelamatkan Gao Hong, Gu Yun juga tidak akan disalahkan, dia sudah menerima perintah itu dan jika dia tidak berhasil menyelamatkan Gao Hong, maka Kaisar dan Permaisuri akan mendapatkan alasan untuk menyerangnya!

GuYun menemukan wajah marah Su Ling terlihat begitu menarik baginya untuk pertama kalinya. Ia sedikit mendekat ke arah Su Ling, berbisik di telinganya, “Kau terlihat sangat cool.”

Su Ling tidak mengerti maksud dari kata-kata ‘cool’ itu, apa maksudnya itu? Tapi ekspresi Gu Yun mirip seperti kekaguman dan tidak menyembunyikan sikap penghargaannya, Su Ling tidak pernah melihat Gu Yun seperti itu, menatapnya, Su Ling selalu memiliki kesan bahwa Gu Yun tidak bisa seekspresif ini.

Laki-laki ini tidak bisa diajak bercanda sekali, Gu Yun tersenyum, “Su Ling, kau harus yakin padaku, bisakah?”

Gu Yun tahu Su Ling ingin melindunginya, ia mengakui bahwa pernyataan yang dibuat Su Ling, membuat jantungnya berdetak keras, tapi ia bukanlah orang yang akan bersembunyi di belakang laki-laki, ia memiliki kemampuan untuk bertindak dan menyelesaikan masalah.

Gu Yun terlihat percaya diri. Su Ling menggelengkan kepalanya dengan sedikit enggan, ia mendukungnya, “Pergilah, pergi.

Semua toh sudah diputuskan, biarkan dia mencoba. Jika penyelamatannya tidak berhasil, Su Ling akan membantunya.

Su Ling membimbing Gu Yun ke bagian belakang dan Gu Yun hanya berdiri saja di sana dengan canggung.

Bisakah kau lepaskan tanganku?

Mata elang itu melirik dengan singkat pada tangannya yang memegang dengan erat tapi Su Ling masih tidak melepaskannya. Gu Yun mengerang, Lepaskan! Aku ingin mengatakan beberapa instruksi pada Su Ren! “

Tidak jauh dari mereka adalah Su Ren, ia melihat mereka dari punggungnya tapi berpura-pura tidak melihat apapun.

Merasa malu di bawah tatapan Gu Yun, Su Ling melepaskan tangannya dan Gu Yun berlari ke depan Su Ren. Su Ren masih tetap berpura-pura sedang sibuk, Gu Yun muram dengan marah, menepuk pundak Su Ren dan berkata,Jangan pura-pura dan menghindar. Kembalilah ke Kediaman dan katakan pada Yu Shi Jun untuk membawa Pasukan Elit kemari, ganti senjata mereka yang baru saja kita berikan dengan yang baru, dalam setengah jam, aku akan menemui mereka.”

Tak bisa mengabaikan bahunya yang terasa sakit, ia memberikan perhatian penuh dan berbalik, “Setengah jam? Dari sini saja sudah memakan waktu setengah jam untuk pulang pergi dengan kuda ke Kediaman Jenderal, juga mempersiapkan memimpin seluruh pasukan dengan persiapan senjata, hanya setengah jam apa tidak terlalu singkat? “

Gu Yun tetap memaksa dengan menambahkan penekanan.

Benar! Suruh mereka berlari untuk kemari, tidak boleh naik kuda! Semakin kau menunda-nunda, maka keberangkatan mereka akan semakin tertunda.

Tidak boleh naik kuda?

Su Ren tidak bisa mempercayainya, ia menatap Gu Yun dan Su Ling, yang matanya juga terlihat bingung. Gu Yun mengabaikannya. Su Ling memikirkan tentang perintah Gu Yun, ini sedikit membingungkan, tapi ia tidak bertanya dan keduanya berjalan ke dalam tenda.

Keduanya masuk ke dalam tenda dan semua orang sedang menunggu mereka, Yan Hong Tian dan Xin Yue Ning duduk di kursi kehormatan di depan, Lou Xi Yan dan Zhuo Qing di sebelah kanan, dua kursi kosong di sebelah kiri, di samping Dan Yulan, sebuah meja yang besar dipindahkan ke sudut tenda.

Gu Yun tidak duduk, tapi langsung berjalan menuju gambar-gambar di atas meja dan menggantung dua peta, satu di sebelah kiri dan satu lagi di sebelah kanan tanpa berkata apapun. Yan Hong Tian juga hanya diam, Gu Yun mengambil kesempatan dan memulai pengarahannya.

”Kedua peta ini masing-masing adalah peta topografi di luar wisma dan peta di dalam wisma. Pada peta topografi di sekeliling wisma, wisma di bangun di atas gunung, sungai mengalir membelah di tengahnya yang mana sudah jelas tidak ada pelindung jika seseorang hendak menyusup masuk ke dalam. Tidak mungkin menyerang dari sini tanpa diketahui dan membuat para laki-laki berbaju hitam itu waspada. Di atas gunung dari halaman belakang lebih mudah untuk menyusup masuk dan anak sungai ini mengalir melalui aula utama dan di belakang ruang kerja. Kedua posisi ini adalah tempat di mana para sandera kemungkinan besar disekap. Juga masuk ke dalam halaman melalui anak sungai bisa lebih cepat.”

Mendengar Gu Yun bicara dengan penuh percaya diri, Yan-Hong Tian tadinya tidak optimis bahwa gadis itu akan mampu, tapi setelah mendengarkan arahan Gu Yun, apalagi yang bisa ia katakan? Tapi mendengarkan nada suaranya yang tenang, pikiran yang jernih, sama sekali tak ada jejak kecemasan dan sikapnya yang elegan, Yan Hong Tian merubah duduknya mejadi tegak dan memperhatikan dengan penuh seksama.

Orang-orang berbaju hitam itu berjumlah sekitar dua puluh orang. Ada sebuah gua di belakang bangunan rumah kayu tiga tingkat ini. Orang-orang berbaju hitam itu pasti di tempat itu untuk mengamati situasi di sekitar wisma dan di setiap halaman jika ada pergerakan apapun, jadi kita harus mengambil alih pos penjagaan ini, sehingga mereka akan ‘kehilangan mata’ mereka. Saranku adalah untuk mengirim pasukan dari gunung dan menangkap penjaga pos, dan mengambil kesempatan waktu dan perhatian mereka dengan menggunakan Dan daren untuk keluar melakukan negosiasi sehingga perhatian mereka akan terpecah. Dengan begitu, lebih sedikit orang yang akan mengawasi sandera, lalu mengirim pasukan lain melalui sungai untuk mencari sandera, lalu bergabung dengan pasukan yang lain. Ketika sandera selesai diselamatkan, semua orang akan mundur ke gunung, lalu pasukan yang berada di luar bisa menyerang.”

Dalam satu nafas Gu Yun memberikan pengarahan pada mereka tentang strateginya, ia mendesah, menduga-duga akan adanya pertentangan yang menentang rencananya.

“Ini pemikiran saya tentang kemungkinan kasusnya, bagaimana menurut kalian?

“Kau bilang ada peledak di halaman luar? Bagaimana mau menyerang?”  Xin Yue Ning adalah orang yang pertama bertanya, meskipun Qing Mo pintar menjabarkannya, ia tidak mempercayainya.

Saya sudah melihat peledak-peledak yang terkubur di dalam tanah, jika ada orang yang menginjakknya maka peledak itu akan meledak. Dan daren sudah memotong lebih dari sepuluh batang pohon yang kokoh dan bagus yang dapat digulingkan hingga ke peledak, jadi hanya setelah ledakan terjadi barulah pasukan bisa menyerbu masuk ke dalam. Mereka tidak bisa menyerang langsung ke halaman wisma karena mereka khawatir akan menimbulkan kebisingan dan membuat  musuh itu waspada. Nyawa para sandera itu belum terjamin tapi jika mereka tidak lagi dalam kendali orang-orang berbaju hitam itu, maka mengatasi masalah ini tidak akan sulit.”

Su Ling juga akhirnya mengerti kenapa Gu Yun tidak membolehkan para prajurit menunggang kuda. Benteng pertahanan rumah tiga tingkat adalah pos penjagaan yang bagus, cukup dekat untuk melihat apa yang sedang terjadi dari jarak jangkauan tiga hingga empat mil. Pohon-pohon akan menutupi mereka sementara mereka berjalan dan mungkin akan membuat mereka tidak  mudah terlihat. Jika lebih dari seratus orang menunggang kuda, derap kaki kuda sudah pasti tidak akan bisa disembunyikan.

Seperti kemampuan Dan Yu Lan yang selalu ingin memberikan keadilan, dia jarang berada pada situasi seperti ini. Dia bertindak dengan sangat hati-hati, selalu mengernyit dan merenung tapi tidak berani bicara. Namun Cheng Hang di belakangnya mulai bicara meskipun ragu-ragu, ia hanyalah pejabat keenam di Kementerian Kehakiman, Kaisar berada tepat di depannya, pasrah dan menurut. Gu Yun mengerti dilema yang dirasakan Cheng Hang dan ia langsung memberikan isyarat padanya.

“Cheng Hang, ada yang ingin kau katakan?“

Cheng Hang langsung bergerak maju dan mengungkapkan pendapatnya.

“Sementara di bagian sisi gunung yang dekat dengan halaman wisma sangat lebat dan rindang, di bagian sisi lainnya adalah jurang yang sangat curam dan menyeberang tidaklah mudah, apalagi melakukannya dalam waktu kurang dari satu jam sangat tidak mungkin. Andaikata pos penjagaan tidak berhasil diambil alih, masuk melalui anak sungai juga tidak mungkin tanpa bisa diketahui.”

 Gu Yun ragu beberapa saat dan bertanya, “Peta topografi menuliskan bahwa ketinggian jurang sekitar 23 kaki, apa ukurannya benar?Jika tidak benar maka akan benar-benar menjadi masalah.

Cheng Hang berpikir sejenak dan menjawab, “Benar, perkiraan ketinggiannya sekitar itu.

Gu Yun diam-diam merasa lega dan tersenyum. “Kalau begitu mereka bisa naik dalam waktu satu menit.

“Tidak mungkin. Lebih dari dua puluh kaki ketinggian lereng jurang, mendakinya kurang lebih akan memakan waktu satu jam.”

Gu Yun melihat ke bawah pada gambar anak sungai dan menjawab dengan ketus penuh percaya diri.

”Militer Su bisa. “

Cheng Hang kehilangan kata-kata. Menurut kabar militer Su memang sangat terkenal, tapi benarkah semengerikan ini hingga bisa seperti itu. Cheng Hang diam-diam melihat ke arah Su Ling tapi wajah Su Ling terlihat tenang dan percaya diri. Cheng Hang menutup argumentasinya dan diam-diam mundur ke belakang Dan Yulan.

Su Ling terlihat tenang tapi merenung. Ketinggian jurang lebih dari dua puluh kaki dan bahkan jika ia sendiri yang melakukannya masih akan membutuhkan waktu sekitar seperempat jam, apa dia benar-benar bisa melakukannya secepat itu?

Sebaliknya, yang terlihat paling tenang adalah Yan Hong Tian. Dalam waktu yang sesingkat itu Qing Mo mampu muncul dengan rencana seperti itu dan dengan beberapa resikonya, tapi tetap saja masih masuk akal. Ini benar-benar tidak mudah, tak heran dia berani bicara. Yang lebih menarik lagi dia sepertinya sangat memahami masalah kemiliteran Su; ini akan menjadi hal baik jika seorang wanita bisa berpartisipasi dalam masalah militer. Yan Hong Tian mengamati tatapan mata Su Ling, menjelajahi petunjuk apapun. Di luar tenda, terdengar sebuah pengumuman.

“Jenderal Su Ren meminta ijin masuk.

Yan Hong Tian segera berkata dengan suara yang rendah, “Ijinkan dia masuk.“

Su Ren masuk ke dalam tenda, Yan Hong Tian mengangguk setelah menerima penghormatan. Su Ren berjalan mendekat ke sisi Gu Yun dan berbisik, “Kakak ipar, mereka (para prajurit Pasukan Elit) sudah di sini.”

Bicara dengan nafas yang masih belum stabil, ia terengah-engah mencari udara!

Orang lain tidak tahu bahwa Su Ren telah melakukan perjalanan kembali ke Kediaman Jenderal. Su Ling tahu ini masih setengah jam yang lalu, bagaimana bisa dia secepat itu dan dia tidak mendengarkan derap kaki kuda. Tepat pada saat itu, Gu Yun berkata sambil tersenyum.

“Suruh Leng Xiao, Ge Jingyun, Lou Yan Nham masuk ke dalam.”

 

“Bagus.” Su Ren pergi tanpa bicara dan kembali lagi diikuti oleh tiga laki-laki tinggi dan kekar, melihat pada seragam mereka, Su Ling sedikit mengernyit dan ditambah  mata Yan Hong Tian yang entah kenapa terkejut dan tertegun. Dan Yulan dan Zhuo Qing, sebaliknya, mata mereka terbelalak dan bibir mereka tidak bisa berhenti tersenyum.


 

PKGPM 108. Chapter 36: Su Ling Melindungi Istrinya, bag 1

2 thoughts on “PKGPM 109. Chapter 36; Su Ling Melindungi Istrinya, bag 2”

  1. Ya ampun… Akhirnya… Kangen banget sama pasangan militer yg ini, smga next nya ga lama2 Kaka…. Trmksh dan semangat terus….

Leave a Reply

Your email address will not be published.