PKGPM 107. Chapter 35: Bersenjata Lengkap, bag 3

Featured Image

Su Ling menjawab dengan suara rendah yang tenang, “Bukan apa-apa.”

“Apa ada hubungannya denganku?” Mata tajam Gu Yun menatap ketat pada wajah Su Ling dan tidak melewatkan ekspresi Su Ling sehalus apapun.

Su Ling tanpa sadar melengkungkan alis matanya dan lalu muncullah wajahnya yang nampak khawatir membingungkan. Sepertinya masalahnya benar-benar ada hubungannya dengan Gu Yun. Su Ling lebih acuh dari biasanya jadi Gu Yun berkata dengan serius, “Katakan padaku ada apa, jika tidak setelah kau pergi, aku akan mengikutimu untuk mencari tahu.”

Dua orang saling menatap satu sama lain, tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah. Su Ren berbisik dan membujuk, “Kakak Pertama, katakan padanya.”

Gu Yun masih keras kepala dengan mata ketatnya membuat Su Ling tersedak dengan amarah. Woohoo! Gu Yun memang benar sekali. Setelah kaki Su Ling melangkah keluar dari Kediaman Jenderal, kaki Gu Yun berjalan mengendap-endap mengikutinya!

Akhirnya, Su Ling memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya, “Karena Ao Jie mati, orang-orang dari pulau Ju Ling Dao memiliki dendam terhadapku tapi mereka lebih tertarik untuk memanipulasi Ao Tian. Jadi sekarang mereka berpikir untuk memanfaatkanmu.”

“Jadi?” pasti ada sesuatu yang lebih buruk yang terjadi, jika tidak Su Ling tidak akan bersikap seperti ini.

“Karena kau tinggal di Kediaman Jenderal, mereka tidak memiliki kesempatan untuk memulai rencana mereka, jadi sekarang mereka menangkap Hubu Shilang (Wakil Perdana Menteri) dan mengancam akan membunuhnya jika kami tidak menyerahkanmu pada mereka.”

Mengancamnya adalah pilihan terbaik. Gu Yun segera bertanya, “Apakah Qing Ling sudah mendapatkan perlindungan?”

“Dia memiliki Lou Xi Yan untuk membelanya  dan Mo Bai melindunginya. Dia akan baik-baik saja.” Orang-orang berbaju hitam itu memperkirakan mereka tidak bisa mendekati Qing Mo dan tidak bisa menahan Qing Ling jadi mereka hanya mampu menangkap Gao Hong untuk mendekat ke Kediaman Jenderal sebagai gantinya!

Gu Yun diam-diam merasa lega mereka membawa Hubu Shilang dan hanya dia saja. Gu Yun samar-samar agak merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Su Ling tidak tahu harus berpikir apa dalam kesunyian ini, Gu Yun bertanya padanya, “Siapa yang menjadi Hubu Shilang?”

Dia memang tajam. Su Ren berseru pelan, “Gao Hong, paman kandung Permaisuri.”

Ternyata keluarga kerajaan! Tak heran mereka menangkapnya, “Kita akan pergi ke sana bersama-sama.”

“Tidak.” Su Ling menolak dengan dingin.

“Kau tinggal di sini. Kau lebih aman di Kediaman Jenderal.” Masalah ini melibatkan keluarga kerajaan, artinya, dia menjadi semakin dalam situasi yang berbahaya.

“Aku rasa tidak.” Gu Yun tampak sangat tenang, meski begitu ada yang ingin ia katakan.

“Jangan lupa dia  adalah paman Permaisuri! Di tangan siapa menurutmu, akan menjadi tempat yang paling aman untukku?”

Wajah Su Ling seketika menjadi semakin ketakutan. Dia benar. Sementara Su Ling berada jauh, jika Permaisuri mengeluarkan dekritnya, tidak akan ada seorang pun yang bisa menghentikannya. Dia bukanlah siapa-siapa selain saudara ipar dari orang asing. Jika Kediaman Jenderal tidak melepaskan orang itu maka Kediaman Jenderal akan dianggap menentang dekrit kerajaan! Su Ling menjadi gelisah. Gu Yun cepat-cepat berusaha lebih keras untuk menenangkan Su Ling dan berbisik, “Pertama, lihat dulu situasinya. Tenangkan mereka. Mungkin ada cara untuk menyelamatkannya.”

Mata Su Ling yang dalam dan sedih menatap mata Gu Yun yang jernih. Suara Su Ling terdengar jauh, “Kau tidak boleh bertindak gegabah.”

Gu Yun tersenyum dan mengangguk, “Aku berjanji. Aku tidak akan pernah bertindak gegabah.”

Meraih tangan Gu Yun, Su Ling berdiri di sana dan berseru tak berdaya, ”Ayo.”

Melihat dua orang berjalan menjauh dengan cepat-cepat di depan matanya, Su Ren menggelengkan kepalanya. Di depan Gu Yun, Kakak Pertama selalu nampak tegas pada awalnya sementara pikirannya keras. Ini benar-benar yiwujiangyiwu*, dia sungguh rekan yang sebanding.

*yiwujiangyiwu: sebuah idiom China yang berarti, selalu ada batu untuk  gunting dan gunting untuk kertas, serta kertas untuk batu; maksudnya sebuah benda yang mengalahkan benda yang lain, setiap hal memiliki kelemahan.

Tiga orang dengan 200 pasukan elit bergegas menuju Kediaman Gao Hong untuk melihat situasi dan memeriksa  bagian dalam wisma. Di dalam wisma, terdapat tiga area. Cheng Hang sudah pergi ke sana lebih dahulu ketika ia menangkap pemandangan kedatangan mereka. Ia segera keluar untuk bertemu dengan mereka dan berkata, “Jenderal Su, Dan Daren berada di dalam tenda sedang menunggu anda.”

Pada awal melihat, pintu gerbang wisma dari kejauhan tampak tertutup dengan rapat tapi memberikan kesan seperti piano kuno. Jika bukan karena para petugas yang mengelilingi dari jarak 1 li di luar wisma, orang tidak akan tahu bahwa ada yang aneh dengan bangunan rumah ini. Cheng Hang membawa tiga orang ke dalam tenda sementara. Dan Yulan yang sudah menunggu di sana memberi salam, “Jenderal Su, Su Ren.”

Melihat Su Ling yang diikuti oleh Gu yun, mata Dan Yulan menampakkan jejak terkejut tapi ia segera dengan cepat menyembunyikannya. Su Ling mengangguk sebagai jawaban dan membuka diskusi, “Ada apa?”

Dan Yulan melirik pada Gu Yun dan Gu Yun tentu saja mengangguk menyetujui. Dan Yulan tidak menyembunyikan masalah itu lebih lama lagi dan bicara terus terang, “ Gao Daren dengan istrinya dan anak-anak mereka telah dipindahkan ke bagian wisma yang lain. Saat fajar tiba, lebih dari 20 laki-laki berbaju hitam muncul di wisma. Mereka telah membunuh seluruh pelayan tapi mengampuni hanya satu orang pelayan untuk menyampaikan berita. Laki-laki berbaju hitam itu memerintahkan agar Qing Mo ditukar dengan nyawa Gao Daren dan seluruh keluarganya.”

Gu Yun berkata, “Seorang pelayan?Apakah dia masih di sini?

”Benar.”

Cheng hang menarik kelambu pintu untuk keluar tapi melihat orang-orang dengan jumlah dua kali lipat (dari kelompok Su Ling) datang mendekat. Diantara kelompok itu adalah sosok pasangan yang sangat elegan. Alis elok Cheng Hang tiba-tiba mengernyit dan berbalik untuk melapor kepada Dan Yulan, “Daren, Perdana Menteri Lou dan istrinya, juga datang.”

Wakil perdana menteri disandera saat masih berada di Mahkamah Kerajaan, bukanlah masalah ringan bagi Perdana Menteri untuk diabaikan. Lagipula, perhatian mereka tertuju langsung kepada Qing Mo. Kasus ini benar-benar rumit dan sangat mengganggu. Dan Daren bisa mati sakit kepala karena di satu sisi ada satu orang lagi yang tidak boleh sampai disinggung ah.

Dan Yulan tertawa dan menyapa dengan sikap yang kaku, “Perdana Menteri.”

Lou Xi Yan tetap tenang, melihat pada Dan Yulan dan Su Ling, yang sedikit menjaga jarak. Lou Xi Yan menangkupkan kedua tangannya lalu meletakkannya di depan dadanya.”Dan Daren, Jenderal Su.

Su Ling begitu formal. Dia mengangguk tenang sebagai jawaban. Kedatangan lou Xi Yan di luar dugaannya.

Zhou Qing masuk ke dalam tenda dan melirik singkat dan menangkap sosok Gu Yun berdiri saling berdampingan dengan Su Ling. Tanpa memberikan basa-basi yang menyenangkan, Zhou Qing berjalan menuju ke arah Gu Yun dan menarik tangan Gu Yun untuk menyisih ke samping bersamanya dan memberikan peringatan keras, “Aku tahu kau pasti akan datang, yang pada kasus ini, kau tidak diijinkan untuk bertindak gegabah kapanpun itu.”

Tadi,Su Ling sudah mengatakan itu dan sekarang Zhou Qing mengatakan hal yang sama. Gu Yun bertanya muram, “Dalam hatimu, apa aku ini jenis orang yang sangat gegabah?”

Zhou Qing dengan jelas memberinya tatapan kosong dan mendengus dingin, “Kau ini tidak gegabah; hanya rasa keadilanmu yang sebesar rumah.” Lihatlah bagaimana dia mengatasi masalah Ao Tian! Siapa sangka dia punya sihir gila. Penculikan ini terjadi juga karena dia. Sulit dikatakan jika Gu Yun tidak akan cukup gila lagi untuk mengambi resiko.

Sejak kasus yang terakhir kali, dia sudah membuat takut Su Ling dan Zhou Qing. Gu Yun mengedikkan bahunya dan tersenyum, “Jangan khawatir. Aku tahu bagaimana mengatasi masalah ini.”

Hati Zhou Qing, bukannya menjadi tenang, malah semakin ketakutan. Ia percaya Gu Yun bisa mengatasi masalah ini, tapi bagaimana dia berencana untuk mengatasinya masih perlu didiskusikan. Zhou Qing mengutuk Su Ling di dalam hatinya. ‘Aku benar-benar tak tahu apa yang dia pikirkan. Kenapa dia membiarkan Gu Yun ikut kemari.’

“Dan Daren, pelayannya di sini.” Kelambu tenda terbuka lagi dan Cheng Hang diikuti oleh sosok laki-laki setengah baya yang sedikit terlalu gemuk dengan sikap yang biasa saja. Dalam sekejap, dia berlutut di lantai tanah dan memberi salam, *“Xiaoren, memberi hormat kepada semua Daren.

(Daren adalah sebutan bagi pejabat pemerintah; Xiaoren adalah penyebutan diri sendiri sebagai laki-laki dengan status yang rendah).

Su Ling bertanya dengan suaranya yang dalam dan dingin, “Total berapa orang yang telah ditangkap dan disandera para laki-laki berbaju hitam itu?”

Suara yang dalam itu terdengar mendominasi dan iba.

Pelayan itu tidak berani mengangkat kepalanya. Ia gemetar dan segera mennjawab, “Tuan, Nyonya, dua selir, juga tuan muda dan nona muda. Yang lainnya semua dibunuh.”

Mereka bahkan menangkap Gao Hong untuk bertemu dengan seluruh keluarganya. Wajah Gu Yun semakin tampak muram. Su Ling melanjutkan bertanya, “Berapa jumlah laki-laki berbaju hitam itu?”

Xiaoren tidak menghitungnya, kira-kira sepuluh orang atau mungkin lebih.” Dia ketakutan setengah mati. Para laki-laki berbaju hitam itu menyerbu masuk ke dalam kediaman dan membunuh setiap orang yang mereka lihat!

Lebih dari sepuluh orang? Gu Yun berpikir sejenak dan berkata, “Kau yang bertanggung jawab dan pasti sangat mengenal dengan situasi di wisma. Segera gambar denah wisma dan yang lainnya. Semakin detil semakin baik.”

Pelayan itu sedikit mengangkat kepalanya dan mendapatkan kembli harapannya. Ia melihat dengan ragu-ragu pada Gu Yun yang berada di dalam ruangan penuh dengan para Daren yang tertutup mulutnya. Nona muda ini adalah orang yang sudah memberinya perintah. Haruskah ia mendengarkannya atau tidak? Menggaruk-garuk kepalanya dan masih berpikir-pikir tentang siapa sebenarnya yang bertanggung jawab mengurus kasus ini, Cheng Hang menggeram tak sabaran, “Cepat gambar.”

“Baik. Baik.” Pelayan itu tersentak dan tak berani untuk ragu-ragu lagi. Dia cepat-cepat mengambil tinta, tinta batangan, dan kertas, minggir ke samping dan menunduk ke lantai tanah untuk membuat gambar denah.

Setelah gambar itu selesai, Gu Yun melihat gambar denah itu dan meletakkannya di atas meja sempit yang panjang. Diantara gambar-gambar itu terdapat gambar yang sangat besar yang rupanya adalah sebuah peta. Gu Yun mempelajari gambar tersebut.

“Apa ini peta topografi di sekitar wisma?”

“Benar.”

Sebaris orang berjalan menuju gambar-gambar di atas meja sempit. Menunjuk pada sebuah peta, Dan Yulan berbisik, “Menurut catatan, Wisma Gao di latar belakangi oleh beberapa gunung yang mungkin tidak terlalu tinggi. Di sisi lain terdapat bebatuan dan ada sebuah sungai yang melewati kediaman. Di bagian area lain terdapat lereng-lereng. Tempat ini tidak mungkin bisa dipakai untuk bersembunyi. Seluruh wisma dikelilingi oleh bebatuan. Saat ini, mereka mungkin sudah mengubur beberapa peledak di sekeliling dinding wisma. Jika kita mengirim pasukan untuk menyerang, aku khawatir akan ada banyak yang mati dan terluka. Dan jika kita membuat mereka marah, kelompok para penjahat ini akan lebih memilih menyerang hingga akhir daripada melepaskan sandera.”

Su Ren mengangguk dan menjawab, “Jika kita langsung menyerang, misi penyelamatan akan sangat sulit.” Musuh berjumlah lebih dari sepuluh orang dan bahkan jika kekuatan para laki-laki berbaju hitam itu unggul, membunuh mereka bukan hal yang sulit. Su Ren, akan tetapi, merasa khawatir jika musuh telah membunuh Gao Hong sebelum pasukan tentara menyerbu ke dalam wisma.

Tak ada seorang pun yang bicara. Di dalam tenda begitu sunyi. Momen itu tidak berlangsung lama karena suara pekikan yang tinggi berkata ‘Ya Tuhan apa itu’ dan suara keras terdengar dari luar tenda.

“Kaisar telah tiba, Permaisuri telah tiba!”

Dengan pengumuman itu, orang-orang yang berada di dalam tenda memiliki reaksi wajah yang berbeda-beda. Wajah yang pertama nampak adalah milik Su Ling dengan dipenuhi kebencian. Mata elangnya sedikit menyipit tapi tidak menutupi kemarahan yang gelap dengan percikan dingin. Wajah Su Ren nampak muram dengan serius. Wajah Zhou Qing menampakkan jejak khawatir sementara Perdana Menteri Lou Xi Yan tetap tenang di samping istrinya. Lou Xi Yan menepuk ringan bahunya dan berbisik di telinganya, “Dia tidak akan berani bertindak macam-macam.”

Sebuah suara lembut selalu menenangkan pikirannya yang bingung. Zhou Qing melihat ke arah Gu Yun, yang menjadi karakter utama dalam kasus ini tapi tampak tidak terpengaruh sama sekali. Mata cerah Gu Yun tidak pernah meninggalkan peta di atas meja. Dia tetap tak bergerak oleh kedatangan tiba-tiba Kaisar dan Permaisuri.

Gao Hong adalah paman kandung dari Permaisuri Xin Yue Ning dan memiliki dukungan dari seluruh keluarga Xin. Nyonya Gao adalah sepupu dari Ibu Suri Yang Xi Lan, yang mendapatkan perlindungan dari keluarga Yang. Qing Mo adalah kekasih Jenderal Su. Adik dari Selir Kerajaan Qing Feng dan saudari ipar dari Perdana Menteri Lou. Ini…ini begitu sulit untuk dinilai!

Dan Yulan dan Cheng Hang saling bertukar pandang. Kepala Dan Yulan terasa sakit bukan kepalang. Cheng Hang hanya memiliki satu kata dalam kepalanya, situasi ini menyengsarakan.


 

PKGPM 106. Chapter 35: Bersenjata Lengkap, bag 2

One thought on “PKGPM 107. Chapter 35: Bersenjata Lengkap, bag 3”

Leave a Reply

Your email address will not be published.