PKGPM 105. Chapter 35: Bersenjata Lengkap, bag 1

Featured Image

Yun dengan senang menarik Su Ling ke Wisma Yi Tian. Ia mendorong pintunya terbuka dan seketika tertegun. Pohon-pohon yang semula berada di halaman masih berdiri di sana tapi sebagian besar daun-daunnya telah gugur. Cabang-cabang gundul tampak menyedihkan dan konyol. Daun-daun yang masih selamat terbungkus oleh es dan es yang mencair mengalir seperti hujan. Pelataran berumput begitu menyedihkan seperti dihujani dengan tiba-tiba. Air dari es menutupi halaman hingga setinggi setengah meter dan tumpah hingga keluar ambang pintu.

Yun tampak bingung dengan kondisi wismanya yang sangat mengejutkannya. Melihat Gu Yun tertegun linglung, Su Ling tertawa, “Apa kau yakin kau ingin masuk ke dalam?”

“Ya ampun, apa yang sebenarnya sudah dilakukan Bing Lian!” Gu Yun mengira ia sudah melihat yang terburuk dari Bing Lian di Aula Hua Ting tapi setelah melihat wisma Yi Tian, ia kini tahu mana dari dua tempat itu yang ternyata lebih tidak penting. Ia lalu melihat ke jendela dan ambang pintu yang tertutup es, dan segera pergi ke bagian dalam, ingin tahu seberapa buruk situasi di dalam wisma. Ia meratap dan dengan senyum masam bertanya, “Di mana aku akan tingggal malam ini?” Pastinya tidak akan ada orang yang bisa tinggal di tempat seperti ini selama sepuluh hari ke depan. . . bahkan mungkin selama setengah bulan, kan?

Es yang mencair membuat lantai menjadi basah, jadi Su Ling menggandeng dan menarik Gu Yun mundur beberapa langkah, suara Su Ling yang dalam berkata dengan muram, “Kau menarikku kemari hanya untuk mengatakan ini? Jangan khawatir, aku akan menyiapkan fasilitas untukmu jika kau ingin tinggal di paviliun Ling Yun. Aku tidak keberatan.”

“Aku keberatan!” Gu Yun menatap tajam pada mata hitam Su Ling yang menggoda dan akan menentangnya jika harus. Selain itu, kekacauan ini adalah kesalahan Su Ling. Ia pasti akan mengerti andai saja Su Ling mengatakan semuanya padanya sejak awal, maka masalah yang harus mereka hadapi saat ini tidak akan separah ini. Dalam hatinya, ia khawatir tentang bagaimana menghadapi Su Ling. Tiba-tiba, telapak tangan Gu Yun ditarik ke belakang oleh tangan Su Ling dan Su Ling mengambil busur silang itu ke tangannya.

Sebelum mereka tiba di depan wisma, Gu Yun menarik keluar Bing Lian dari sarung pedang di pinggangnya dan berkata dengan jahat, “Bing Lian, aku tidak peduli dengan cara apa tapi kau harus mengembalikan wisma Yi Tian padaku, atau kau mati!”

Pedang itu bersinar dengan cahaya putih yang lemah tapi Gu Yun mengabaikan jawaban dan protes Bing Lian dengan keras, “Cepat!” Mata Su Ling yang tersenyum menyapu dengan tawa dan alis Gu Yun sedikit terangkat pada Bing Lian sebelum tertawa lembut, “Tentu saja ada tempat lain di mana kau bisa melarikan diri.” Gu Yun tidak percaya bahwa tak jauh dari wisma Yi Tian, paviliun Ling Yun bisa berhasil selamat. Mungkin sekarang, orang juga bisa menagkap ikan di sana.

Wajah Su Ling tak mau menyerah dan merenung bahwa wanita ini benar-benar pendendam.

Ketika Gu Yun memberikan perintah, Bing Lian hanya bisa menurut. Sebuah cahaya terang bersinar dari permukaan mata pisau pedang dan Gu Yun mulai merasakan pedangnya bergetar dengan hebat di tangannya. Sentakan yang kuat menggoncangnya hingga ia tak mampu berpegang pada hulu pedang dan harus melepaskannya. Pedang terselip lepas dari tangannya dan berhenti di tengah-tengah halaman wisma. Bing Lian berputar seperti jarum jam dan bersamaan dengan perputarannya, Bing Lian mengumpulkan air bersamanya dan juga melelehkan potongan-potongan es. Lalu membawa potongan-potongan itu ke tengah-tengah tubuhnya yang berputar seperti tornado. Itu tidak normal, karena pada saat itu, ada ledakan badai angin yang menakjubkan di halaman. Gu Yun diterjang angin yang bertiup dan hampir tidak bisa membuka matanya. Pergelangan tangannya diseret oleh tangan yang kuat dan hangat dan ditarik mundur beberapa langkah sampai ia melihat sosok tinggi Su Ling muncul di depannya.

Su Ling tidak memeluk Gu Yun tapi hanya berdiri di depannya. Gu Yun mendongak dan melihat Su Ling dengan punggungnya yang menghadap Gu Yun. Tubuhnya yang tinggi ia gunakan untuk menghalangi semburan air dan menghancurkan es yang terbang ke arah mereka berkali-kali. Gu Yun jarang bersembunyi di belakang laki-laki. Su Ling telah dengan diam-diam melindunginya dan tindakannya yang tanpa kata-kata itu menghangatkan hati Gu Yun.

Setelah badai, halaman yang baru saja banjir kini telah kering. Air dan es telah menghilang tanpa bekas. Meskipun halaman dihancurkan dengan hanya beberapa daun yang tersisa, jika dibandingkan dengan bagaimana tampilannya sebelumnya, ini benar-benar jauh lebih baik. Perasaan yang ia rasakan saat ini adalah bahwa wisma Yi Tian adalah tempat paling nyaman di kediaman Jenderal.

Su Ling memutar tubuhnya dan melihat sekilas pada kepala wanita di belakangnya yang sedang mengerang, “Kau benar-benar berhati jahat! Paviliun Ling Yun juga. Lakukan apa yang harus kau lakukan bersihkan sekarang juga!”

Bing Lian benar-benar sangat patuh. Hanya wisma Yi Tian yang menjadi kering dan sekarang satu-satunya tempat di Kediaman Jenderal yang bisa diandalkan.

Jika seseorang melangkah keluar dari halaman wisma Yi Tian, semuanya akan menjadi basah. Gu Yun benar-benar pasangan yang cocok untuk Bing Lian.

Gu Yun memiringkan kepalanya untuk memeriksa halaman wisma yang sekarang benar-benar bersih. Bing Lian mungkin lelah sekarang karena diam-diam berbaring di meja batu di halaman. Melewati Su Ling, yang saat ini wajahnya menampakkan keburukan moral, Gu Yun mengambil pedang Ling Li dan membelainya. Ia berkata sambil tersenyum, “Bing Lian, kau sudah bekerja keras. Istirahatlah sekarang.” Gu Yun memalingkan kepalanya dan bertemu dengan mata sedih Su Ling dan dengan tatapan sedih, Gu Yun tertawa, “Yah, bukankah kau punya Chi Xue?  Nyalakan api dan esnya akan meleleh. Yang paling baik adalah bakar semuanya sampai bersih!” Schadenfreude*! Hmmp!

(*Schadenfreude: Idiom dalam bahasa Jerman yang artinya merasa senang di atas penderitaan orang lain. Sebutan dalam bahasa mandarin adalah幸灾乐祸/ xing zai le hou)

 “Mo’er—“ Suara yang sedikit berat terdengar sedikit berbahaya.

Wajah tersenyum Gu Yun seketika runtuh, “Berhenti, sudah kubilang jangan memanggilku Mo’er.” Mata jahat Su Ling berkilat. Mulutnya sudah setengah jalan hendak mengatakan sesuatu tapi Gu Yun langsung berseru, “Jangan memanggilku Nyonya!”

 

Dia sepertinya benci dipanggil Mo’er dan Su Ling sudah memanggilnya begitu. Tubuh dan punggungnya berdiri tegak seperti ‘kucing yang ekornya telah diinjak’. Menganggukkan kepalanya dan merasa lucu, Su Ling tidak lagi menggodanya dan menjawab dengan suara serak, “Yah, Yun.”

Gu Yun diam-diam merasa kesal. Ada apa dengannya, ketika Su Ling memanggilnya dengan nama Yun, hatinya akan selalu sedikit menggigil? Sejak kapan hatinya menjadi begitu sensitif? Bersembunyi secepat kilat, Gu Yun meraih Bing Lian dan berbalik menuju ke dalam wisma, dan meninggalkan Su Ling tergantung hatinya di halaman. Su Ling tidak mangerti apa yang baru saja terjadi dan mengapa Gu Yun marah. Pikiran wanita benar-benar sulit dipahami.

Su Ling masuk ke dalam wisma dan memperhatikan di luar tampak lebih baik daripada di luar. Berkat Bing Lian, selain dari beberapa kursi yang hancur, barang-barang lainnya di dalam wisma masih dalam kondisi yang baik.

Dari dalam kamar, terdengar suara lemari yang digeledah. Su Ling melihat sambil lalu dan melihat Gu Yun berjongkok di samping meja di sebelah tempat tidur mencari sesuatu dengan penuh semangat. Su Ling bertanya, “Apa yang sedang kau cari?”

Tak ada jawaban.

Gu Yun terus mencari-cari cukup lama sebelum mengangkat gulungan kertas dari salah satu diantara sekian banyak kabinet. Ia tertawa bersemangat, “Ketemu! Kemari dan lihatlah.”

Su Ling berjalan di belakang Gu Yun, penasaran apa yang begitu menarik perhatiannya. Gu Yun dengan hati-hati membentangkan gulungan kertas untuk ditunjukkan kepada Su Ling. Gulungan kertas yang tak terlipat itu tidak panjang tapi memiliki beberapa gambar yang terpisah. Dikarenakan kejadian yang terjadi di malam sebelumnya, gambarnya sekarang tampak agak buram.

“Apa ini?” Su Ling bisa melihat sebuah gambar  senjata tergambar di atas kertas, tapi itu bukan sejata biasa yang pernah ia lihat sebelumnya.

“Peralatan.” Gambarnya kabur dan karena ada begitu banyak garis-garis halus yang tak bisa terlihat dengan jelas, Gu Yun harus menjelaskannya kepada Su Ling agar dia bisa mengerti.

“Busur panjang, panah busur silang, pedang dan tongkat. Ini akan digunakan, tapi apa yang mereka butuhkan adalah sesuatu yang lebih cocok untuk mereka gunakan sebagai senjata. Ini adalah desain peralatan senjata portabelku. Semuanya terdiri dari busur silang kecil yang mampu menembak secara terus-menerus, tas cadangan anak panah pendek, rompi tahan tusukan, belati serba guna, tali panjang, dan kantong obat-obatan portabel.”

Meskipun polanya buram, masih bisa terlihat benda-benda yang sangat unik dan bagus seperti belati serbaguna. Dibandingkan dengan belati biasa, keduanya sangat berbeda dalam hal cara penggunaannya karena pada belati yang diperkenalkan itu memiliki bilah bergerigi pada satu sisinya. Pisau jenis ini bisa memotong pembuluh darah. Meskipun memiliki bilah yang lebih pendek dari belati biasa, tingkat mematikannya lebih kuat. Dengan belati ini, jika digunakan untuk menusuk dada seseorang, akibatnya bisa fatal saat belatinya ditarik keluar. Su Ling terpesona selama beberapa lama sebelum ia berbalik untuk melihat Gu Yun dan bertanya, “Semua ini hasil gambarmu?”

Senjatanya bukan benda baru, tapi karakteristiknya mengkombinasikan berbagai jenis senjata. Pendek dan kuat mematikan.

Gu Yun mengangguk dan bertanya, “Bagaimana menurutmu?”

Su Ling tidak terburu-buru menjawab pertanyaan Gu Yun. Sebaliknya, Su Ling menunjuk ke rompi di gambar dan bertanya tentang keunikannya. Gu Yun menjawab, “Bahan dari rompi pelindung harus sama dengan helm dan baju zirah mereka.”

Tapi ketika Gu Yun menggambarnya, ia merasa rompinya lebih seperti pakaian dan tidak sepenuhnya keras.

Gu Yun menggelengkan kepalanya, “ Baju zirah yang biasa itu berat, kaku, dan menghambat fleksibilitas tindakan. Baju zirah besi dapat dengan mudah terlihat dan tidak cocok untuk pengintaian, serangan, pembunuhan, dan jenis misi lainnya di belakang garis musuh.”

Bukan baju zirah biasa? Su Ling lalu bertanya, “Kalau begitu apa yang kau inginkan untuk membuat rompi pelindung yang istimewa?”

“Sebuah material yang bagus dan kuat dan bisa bekerja dengan baik dengan kain dan kawat.” Pelindung tubuh lunak moderen biasanya dibuat dengan serat PE modulus tinggi, tapi di jaman ini itu tidak mungkin dan hanya bisa menggunakan alternatifnya.

Su Ling melihat gambar Gu Yun di atas meja dan bertanya, “Maksudmu benang emas tipis yang ditenun berlapis-lapis untuk diletakkan di baju zirah?”

“Benang emas?” Gu Yun membelalakkan matanya terkejut! Yang ia maksudkan tadi itu kawat. Meskipun ketangguhan dan keuletan emas memang bagus, cara ini terlalu boros. Apakah itu bisa dilakukan?

Su Ling merenung sesaat dan akhirnya mengangguk, “Kita bisa membuat beberapa untuk mencobanya.”

Gu Yun terdiam, “Ini butuh seratus potong! Apa Kediaman Jenderal sekaya itu?”Gu Yun tadinya berpikir agar setiap anggota pasukan elit akan dilengkapi dengan satu rompi itu. Ini bukan untuk sekedar pameran. Apa Su Ling mengerti maksud Gu Yun?

Gu Yun tampak terkejut dan Su Ling tertawa, “Lebih dari yang kau bayangkan.” Gu Yun tadinya berpikir bahwa Kediaman Jenderal hanya hidup dari gaji yang diberikan pemerintah.

Benarkah? Apakah benar-benar bisa menggunakan emas? Gu Yun tampak begitu berharap. Ia mengernyit begitu dalam dan kedua alisnya mengkerut. Su Ling mengira bahwa Gu Yun masih khawatir ketika Gu Yun tiba-tiba bertanya dengan serius, “Apa aku boleh minta tambahan gaji?” Jika ia tahu bahwa Kediaman Jenderal ternyata begitu kaya, ia pasti sudah meminta 520 liang perbulan untuk gajinya dari awal! Menyesal!

“Tidak bisa.” Su Ling tertawa. “Kau sendiri yang minta 202 liang. Tapi kalau kau menjadi istri Jenderal, semua uang di Kediaman Jenderal ini akan menjadi milikmu.”

Gu Yun memberikan Su Ling tatapan tajam, laki-laki ini semakin buruk saja! Gu Yun mengambil gambar lainnya dan langsung mengganti topik pembicaraan, “Ini adalah senjata yang sangat bagus. Jarak tembakan busur silang ini harus lebih jauh daripada busur panjang agar kekuatan serangannya menjadi kuat. Busur biasa terlalu besar. Untuk mengangkat dari tanah butuh waktu terlalu lama, tapi jika bisa diperpendek hingga sepanjang satu kaki dan bisa meluncurkan lima anak panah pendek, maka akan menjadi senjata portabel yang sangat mematikan.”

Su Ling adalah orang yang memang menyukai senjata, jadi ketika Gu Yun menunjukkan padanya secara berturut-turut, Su Ling langsung tertarik, “Pemangkasan busur silang bisa dibuat oleh pengrajin, tetapi, menembakkan anak panah secara terus-menerus menggunakan benda ini, apa ini?”

Orang bisa melihat hingga ke intinya bahwa jenderal ini memang layak menyandang gelarnya. Gu Yun menjawab, “Ada kepingan-kepingan logam tipis yang melekat pada busur (panjang) dan busur silang yang sangat penting untuk penembakan. Pasti akan sangat berat dan sulit. Menurutmu kau punya cara untuk membuatnya?” Gu Yun tidak tahu bagaimana teknologi peleburan di jaman ini tapi tahu baja tidak akan mungkin bisa didapatkan. Kepingan-kepingan ini haruslah diambil dari potongan besi yang tipis dan cukup kuat.

“Berikan padaku gambarnya dan gambar lagi untukku. Aku akan menyuruh orang di divisi penyortiran untuk mencari cara.” Su Ling sendiri tidak yakin, tapi jika pandai besi di divisi penyortiran keluarga militer Su saja tidak bisa, maka di seluruh enam negara ini tidak akan ada yang bisa.

“Bagus!” Dengan persetujuan Su Ling, Gu Yun menjadi sangat senang dan tertawa riang, “Aku akan menyelesaikannya secepat mungkin dan kau juga harus mendesak divisi penyortiran untuk melakukannya dengan cepat.”

Dia semakin dan semakin suka sekali menyuruh orang, Su Ling berseru sambil tersenyum, “Aku tahu.”

Hanya dua kata, tapi sikapnya tenggelam oleh perasaan sukanya dan Su Ling hanya mengatakannya begitu saja. Sepertinya memenuhi permintaan Gu Yun sudah menjadi hal  yang menyenangkan bagi Su Ling. Ia pernah mendengar bahwa memanjakan wanita bisa membuat kecanduan. Mungkin memang benar begitu.

“Qing Mo.” Suara seorang pemuda terdengar dari taman di luar.

Gu Yun menjawab, “Masuklah.”

Seorang pemuda berlari ke depan wisma dan matanya melihat ke sekeliling, diam-diam mengamati tempat itu dengan hati terkagum-kagum. Taman Yi Tian benar-benar tempat yang ajaib. Tempat itu adalah tempat yang pertama kali membeku dengan es dan juga yang paling cepat meleleh! Melihat Su Ling, ia langsung berdiri tegak dan memberi salam,

“Jenderal.”

Tubuh pemuda itu menegang tapi berdiri tegak. Gu yun merasa hal itu sangat lucu dan bertanya, “Ada apa?”

“Nyonya Perdana Menteri Lou membawa seorang laki-laki dan seorang wnaita. Mereka bilang mereka ingin bertemu denganmu.”

Zhou Qing di sini? Gu Yun bertanya senang, “Di mana mereka?”

Pemuda itu diam-diam melirik ke arah Su Ling dan ragu-ragu tapi menjawab, “Sekarang, hanya halaman depan yang esnya sudah mencair jadi penjaga pintu gerbang hanya bisa menahan mereka untuk menunggu di halaman depan. “ Jenderal sudah memerintahkan bahwa tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke dalam Kediaman Jenderal, bahkan jika orang itu adalah Nyonya Perdana Menteri Lou, kakak Qing Mo.

Gu Yun mengangguk, “Aku mengerti. Aku akan keluar. “ Lagipula, Kediaman Jenderal terlihat seperti ini, ia benar-benar tidak tahu bagaimana harus menjelaskan jika sampai ia ditanya.

Gu Yun bangkit ketika Su Ling tiba-tiba berkata, “Aku akan pergi denganmu. “ Seorang laki-laki dan seorang perempuan pasti mereka adalah Ao Tian dan Ye Mei. Meskipun saat itu, Su Ling mengerti alasan dibalik penyebab Gu Yun harus ditikam dan ia juga telah menyetujuinya, Su Ling masih belum bisa memaafkannya. Selain itu, Ao Tian adalah orang dari pulau Ju Ling Dao dan ia tidak ingin Gu Yun terlalu dekat dengannya (Ao Tian)…

Gu Yun tidak tahu apa yang ada di pikiran Su Ling jadi ia menjawab begitu saja, “Tentu.” Lalu mereka berjalan berdampingan untuk bertemu sekelompok tamu itu.

 

Kedua orang itu berjalan bersisian menuju ke halaman depan. Di halaman terbuka, meskipun esnya sudah hilang, tanahnya masih basah dan udara yang dingin masih terasa. Di area di mana biasanya tumbuh rumput yang lebat telah lama mati membeku, salju mencair ke segala tempat dan hamparan bunga berlumpur, dan beberapa diantaranya adalah pohon-pohon abadi berusia ratusan tahun yang seharusnya menghijau di sepanjang musim. Cabang-cabangnya saat ini terlihat seperti yaosibuhuo (setengah mati ). Zhou Qing dan Gan Jin melihat ke sekeliling halaman yang tampak menarik. Ye Mei dan Mo Bai berdiri dengan apatis, buta akan pemandangan yang aneh itu. Gu Yun menghela nafas dan berpikir, mereka benar-benar pasangan yang sempurna. Sangat tenang dan terkendali.

Mata Zhuo Qing sedikit bersinar melihat pemandangan Su Ling  dan Gu Yun yang muncul bersama-sama. Ia berjalan mendekat dan tersenyum, “Jenderal Su juga ada di sini.”

Su Ling mengangguk sedikit dan menjawab, “Nonya Lou.” Ao Tian ternyata tidak datang. Su Ling menghela nafas lega di saat yang sama dan mulai penasaran apa tujuan kunjungan Ye Mei.

Sudut bibir Zhuo Qing melengkung tersenyum saat ia berpura-pura terkejut dan bertanya, “Sejak kapan Kediaman Jenderal begitu khusus menjamu tamu di pinggir jalan begini?”

Mengusap pelan dahan yang basah. Gan Jing tertawa kering, “Tidak hanya sambutannya, bahkan dekorasi kediaman pun begitu sangat tidak biasa.”

Gu Yun dan Su Ling mengerti maksud perkataan mereka tapi pura-pura tak mendengar, Zhuo Qing melipat kedua tangannya di depan dadanya dan dengan senyum samar, ia bertanya, “Jadi, kita akan bicara di sini?”

“Itu. . .” Gu Yun mengedip-kedip ke rah Su Ling. Dia adalah tuan rumah dari Kediaman Jenderal dan harusnya membuat alasan untuk menghalangi orang-orang ini masuk ke dalam.

“Kediaman Jenderal—“ Su Ling membuka mulutnya, meskipun ia mengerti apa yang Gu Yun isyaratkan, ia tidak merasa perlu untuk berbohong kepada siapapun. Pada umumnya, terkadang sebuah pertemuan tidak bisa diatur dengan segera. Bukankah tidak ada alasan untuk tidak membiarkan mereka masuk? Tidak masalah baginya apa yang orang lain rasakan, tapi beda masalahnya jika orang itu adalah Zhuo Qing karena dia adalah kakak pertama Yun. Dengan rasa persaudaraan mereka, tidak ada untungnya jika ia menyinggung Zhuo Qing.

Su Ling kehilangan kata-kata. Ia tidak bisa mengikuti perspektif Gu Yun. Mata bersinar Zhuo Qing menyipit saat melihat halaman yang tampak aneh. Dulu, ia sudah keluar masuk Kediaman Jenderal beberapa kali dan hari ini, tidak ada lagi jejak tanaman hijau rindang yang indah di halaman depan. Pasti ada yang tidak beres dengan mereka berdua atau Kediaman Jenderal sedang dalam masalah besar!

“Kediaman Jenderal sedang dalam perbaikan!” Gu Yun mengeratkan giginya dan menambahkan, “Yang mana sangat berantakan dan sangat tidak nyaman untuk menjamu kalian. Kami akan mencarikan kalian sebuah pondok atau tempat untuk duduk dan mengobrol.”

“Perbaikan?” Gan Jing menatap aneh wajah Gu Yun yang terlalu bersemangat.

“Benar! Sedang diperbaiki!” Gu Yun mengangguk dengan tenang dan menjawab, “Sebentar lagi Tahun Baru China akan tiba jadi kami membuat hiasan dekorasi dan perayaan.”

Dekorasi? Zhuo Qing tidak bisa menahan tawanya! Sekali lihat ia tahu bahwa Gu Yun berbohong. Zhuo Qing tidak bertanya tapi tersenyum, “Oh, jadi begitu? Yah, kalau begitu ayo kita keluar untuk bicara. “ Zhuo Qing memimpin keluar dari Kediaman Jenderal dan Mo Bai dan Ye Mei dengan dingin berbalik pergi mengikutinya. Gan Jin tidak tahu apakah ia harus mempercayainya atau tidak, tapi ia hanya bisa mengikuti Zhuo Qing dan pergi. Ia sudah berada di Kediaman Jenderal tapi tak memilikikeberanian untuk melihat lebih dekat.

Gu Yun diam-diam mendesah lega. Kebohongan ini terlalu canggung dan ia sendiri membencinya.

Su Ling tiba-tiba membungkuk untuk berbisik ke telinga Gu Yun dan berkata sambil tersenyum, “Kau berbohong dengan begitu tenang sekali. Sungguh mengagumkan!” Sekarang  ini masih satu setengah bulan lagi sebelum Tahun baru China, dekorasi? Cerdas sekali.

Siapa sebenarnya yang ingin dia kelabuhi?! Su Ling masih menggodanya! “Diamlah!” Sambil bicara, Gu Yun mengayunkan sikutnya dengan keras dan cepat. Su Ling mengeram dalam hati karena sodokan tangan Gu Yun. Wanita ini benar-benar sangat kejam. Jika dia terus melakukan ini, berapa kali ia akan terluka?!

Ye Mei tiba di luar pintu gerbang dan memutar kepalanya untuk menyaksikan ‘rayuan’ yang terjadi antara Jenderal dan Gu Yun di halaman. Dalam matanya yang terang, ada sentuhan kegelapan dan ia menjadi sedih. . Kakak tidak akan memiliki kesempatan sama sekali.

Beberapa orang sedang duduk di kedai arak dekat dengan Kediaman Jenderal di dalam ruang tunggal. Gu Yun tanpa basa-basi mengatakan pada mereka untuk duduk dan bertanya, “Ada apa kalian mencariku?”

Zhuo Qing menoleh ke sampingnya kepada Ye Mei. Ia memakai pakaian berwarna merah dan topeng emas yang sepenuhnya menutupi wajahnya, menyembunyikan ekspresinya. Wajah Gu Yun yang penuh tanda tanya menyapu ke seberang ruangan ke arah Ye Mei ingin tahu jika ia bisa menemukan jejak ekspresi atau apapun.

Gu Yun curiga bahwa Ye Mei lah yang berniat untuk bertemu dengannya ketika tiba-tiba Ye Mei berdiri dan berjalan ke depan Gu Yun.

Su Ling duduk di samping Gu Yun. Tubuhnya tegak. Wajahnya sama seperti biasanya tapi di bawah meja tangannya memegang Chi Xue.

Gu Yun tidak tahu apa yang diinginkan oleh Ye Mei tapi ia juga tanpa sadar berdiri dan menghampirinya. Gu Yun tidak bisa melihat wajah Ye Mei di balik topeng emasnya, tapi ia melihat sepasang mata yang begitu jernih. Meskipun tampak sangat dingin, tapi tulus dan jujur.

Gu Yun belum sempat untuk bertanya kepada Ye Mei apa yang terjadi ketika tubuh Ye Mei tiba-tiba membungkuk. Ye Mei setengah berlutut dengan satu lututnya di depan Gu Yun. Gan Jing, kali ini berdiri dan dengan suara yang dalam menjelaskan, “Senior dan aku, ingin berterima kasih karena sudah menyelamatkan nyawanya.”

Mendengar penjelasan Gan Jing, hati Gu Yun tenggelam. Ye Mei datang untuk mengucapkan terima kasih padanya. Gu Yun tidak maju ke depan untuk membantu Ye Mei, sebaliknya, Gu Yun mundur selangkah. Tersenyum dengan suara yang tenang, Gu Yun menjelaskan, “Menyelamatkanmu . . . kau tidak perlu berterimakasih padaku, ada banyak orang yang bekerja bersama-sama, aku tidak menyelamatkanmu.”

Gu Yun jelas tidak menerima terima kasihnya. Ye Mei perlahan berdiri tegak dan menurunkan sebuah kantong brokat dari pinggangnya dan meletakkannya di atas meja. Ia lalu mendorongnya ke depan Gu Yun.

Ye Mei tidak pernah membuka mulutnya dan Gu Yun memperkirakan bahwa dia mungkin memang tidak bisa bicara. Di samping Ye Mei adalah Gan Jing jadi Gu Yun bertanya, “Apa ini?”

“Ini adalah obat campuran yang dikerjakan oleh guruku untuk menyembuhkan luka tusuk, sabetan pedang, dan luka-luka lainnya. Obat ini memiliki efek yang luar biasa dan juga bisa meningkatkan kekuatan tenaga dalam.”

Gu Yun tidak mengambil kantong itu dan berkata dengan tersenyum, “Terima kasih, tapi lukaku sudah lebih baik. Obat ini, ambillah kembali.” Meningkatkan tenaga dalam? Gu Yun ingin tertawa sendiri. Ia tidak pernah punya tenaga dalam! Teringat dengan apa yang terakhir kali ia makan, pil dabu besar yang diberikan Su Quan padanya, ia tidak merasakan adanya energi fisik. Yang terjadi justru hidungnya yang tak berhenti berdarah selama dua hari, dan ia tidak akan pernah percaya lagi apapun kata mereka tentang pil-pil itu.

“Kau tidak mau?” Mata Gan Jing bersinar dan tangan dan kakinya dengan cepat maju ke depan untuk mengambil kantong brokat di atas meja itu, tapi sebuah tangan bergerak lebih cepat daripada tangan Gan Jing.

Melihat dengan sedih kepada Ye Mei, Gan Jing berkata, “Kakak, mereka tidak mau, bukankah lebih baik untukku saja!” Ini obat dewa, kita bisa mendapatkan banyak uang dengan menjualnya!

Ye Mei mengabaikan Gan Jing, bertekad dan meletakkan kantong brokat itu ke tangan Gu Yun. Gu Yun tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa. Kelakukan orang ini juga gila. Ye Mei berpikir bahwa ia harus membayarnya hingga mati.

“Kau tidak mau memakannya atau menyimpannya, guruku, terkenal sebagai tabib Hantu dan obat-obatnya tak ternilai. Senior sudah memintakannya untukmu. Kau mungkin tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkannya lagi dalam hidup ini! Lain kali kau mendapatkan kecelakaan lagi, obat ini bisa menyelamatkan nyawamu.” Senior sudah memintakan untuknya, dia harus berlutut selama tiga hari tiga malam. Dia juga pergi ke Bayangan Kegelapan untuk mendapatkan bunga lotus untuk sebuah pil lalu menukarnya dengan obat tapi wanita ini benar-benar tak tahu terima kasih.

Kata-kata ini diucapkan Gan Jing dengan terburu-buru. Gu Yun terbiasa dengan kematian saat dulu dan baginya itu bukan apa-apa, tapi wajah Su Ling seketika menjadi suram. Sekarang ini dia menatap Gan Jing dengan sepasang mata yang setajam pisau. Meskipun dia masih duduk, kekuatan yang menekan itu sudah cukup membuat semua orang takut.

Gan Jing mengutuk terjadinya malapetaka, karenanya, Zhuo Qing juga ingin menendang Gan Jing, tapi hanya dalam pikirannya saja. Ia takut dengan reaksi langsung Su Ling dan mencatat laki-laki ini tidak boleh diremehkan!

Gu Yun juga merasakan atmosfir yang terasa berat di dalam ruangan dan segera mengubah topik, “Ohh iya, di mana Ao Tian?”

Kembali duduk dengan marah, Gan Jing tidak mau repot-repot menjawab Gu Yun. Sebagai tanggapan, Zhuo Qing dengan kejam menginjak kaki Gan Jing di bawah meja. Merasakan sakit yang diberikan Zhuo Qing padanya, Gan Jing memberikan tatapan pada Zhuo Qing dan menjawab, “Dia pergi ke pertemuan di Pulau Ju Ling Dao

“Kenapa?” Bukankah Ao Tian begitu sangat ingin melarikan diri dari sana?

“Racun di tubuh senior Ye Mei sudah berhasil ditekan oleh guru, tapi untuk penawar racun terakhir, senior Ao Tian harus pergi ke pulau Ju Ling Dao” Racun itu terkunci di dalam jantungnya dan jika menyebar dengan cepat, maka akan terlalu kejam dan keji. Jika tidak ada obatnya, meskipun senior Ye Mei tidak akan mati, tapi setiap bulan dia akan mengalami saat-saat yang begitu menyakitkan beberapa kali. . .

Gu Yun merasa sedikit kesal, “Kau membiarkannya pergi sendirian?!”

Mendengar nada menuduh Gu Yun, Gan Jin tiba-tiba meledak marah, “Dia pergi diam-diam hanya meninggalkan selembar catatan dan pergi begitu saja. Siapa yang bisa menghentikannya?! Kau pikir tempat seperti apa pulau Ju Ling Dao itu? Kau ingin pergi? Bahkan jika kami ingin menemaninya, kami tidak akan bisa masuk ke tempat itu!”

Wanita ini jelas-jelas sudah menjadi milik Su Ling tapi dia juga ingin ikut campur dengan urusan senior (Ao Tian)!

Ao Tian jelas tidak ingin melibatkan orang lain, karenanya ia pergi sendirian. Tetapi, dia bergegas ke pulau Ju Ling Dao sendirian. Bukankan itu sama saja dengan masuk ke dalam jebakan? Gu Yun mengernyit dan wajah Su Ling menjadi semakin dan semakin tampak menyedihkan. Zhuo Qing diam-diam kesal dengan wanita bodoh ini yang tidak bisa melihat laki-laki di sampingnya tenggelam dalam lautan asam (cemburu).

“Kau tidak perlu khawatir. Mereka mencari Ao Tian untuk mengajaknya kembali tapi sudah terlambat. Mereka tidak berhasil menahannya.” Zhuo Qing merasa keyakinannya itu lemah. Ia berdehem ringan, mengeluarkan dari lengan bajunya sebuah kartu undangan dan memberikannya kepada Gu Yun, berkata, “Ini untukmu.”

Segera setelah Gu Yun melihat bentuk yang tidak asing sama seperti saat pernikahan Qing dulu, ia tahu dengan jelas bahwa kartu itu adalah undangan pernikahan. Gu Yun bertanya, “Apa ini?” Dia mau menikah dua kali?

Zhuo Qing tertawa lebar dan tak bisa berkata-kata. Gu Yun membuka kartu undangan itu, berseru, “Xi Wu dan Jing Sa?” Gu Yun tahu bahwa mereka berdua adalah pasangan, tapi hanya setengah bulan? Apa itu tidak terlalu terburu-buru? Gu Yun tersenyum bertanya sambil tersenyum, “Apa  perlu harus secepat itu?’

Zhuo Qing mengedikkan bahunya hanya menjawab, “Tidak mungkin, tidak bisa menunggu.”

Tak bisa menunggu? Gu Yun bertanya dalam suara lirih, “Pernikahan paksa?” Maafkan mulutnya itu, kalimat ‘tak bisa menunggu’ membuat orang berpikir macam-macam.

Zhuo Qing tidak membenarkan tapi juga tidak menyangkal, tapi senyum di wajahnya sudah memberikan Gu Yun jawaban.

Su Ling terheran-heran, perintah penganugerahan untuk menikah? Kapan Kaisar menganugerahkan perintah pernikahan untuk Lou Xi Wu? kenapa ia tidak menyadari prosesnya? Kenapa ia hanya tahu tentang proses dalam penganugerahan Pengawal Kerajaan?

Gu Yun tertawa terbahak-bahak. Tsk . . .Tsk. . .Gu Yun mendecakkan lidahnya dan berkata, ‘Tak di sangka Jing Sa sudah mulai lebih cepat! Dan tentu saja, orang tidak boleh tertipu oleh penampilan!” Ada satu waktu Gu Yun mengira Jing Sa adalah laki-laki yang baik hati. Siapa sangaka dia akan begitu ‘Makan cepat dan menyeka kering

Zhuo Qing menggelengkan kepalanya dan tersenyum, ‘Tidak seperti yang kau pikirkan.”

Gu Yun mengernyit. Ia pikir akan ada bayi maka dari itu pasangan itu harus segera menikah. Sekarang jika Zhuo Qing mengatakan bahwa ‘Jing Sa memakan Xi Wu’ bukanlah masalahnya. . . kalau begitu apa? Wajah tersenyum Zhuo Qing sekarang ia kerutkan bersama-sama. Gu Yun tiba-tiba berwajah cerah dan berteriak, “Xi Wu!!”

Zhuo Qing menahan diri, mengedipkan mata dan tersenyum pada Gu Yun, “Ingatlah, tidak lama lagi, datang dan minumlah di hari pernikahan.”

Lihat ekspresinya itu! Oh, oh . . . Xi Wu lah yang memakan Jing Sa! Gu Yun menyerah, tak tahu lagi harus berkata apa, ia tersenyum, “Jangan khawatir aku pasti akan datang ke pernikahan.”

Zhuo Qing melihat kepada Su Ling dan berkata, “Jenderal Su, tolong anda juga datang.”

“Aku juga akan datang.” Percakapan antara kedua Qing bersaudara itu selalu menyisakan orang-orang yang melihatnya hanya bisa menggaruk-garuk kepala mereka. Su Ling merasa sedikit cemburu dengan kedekatan mereka berdua.


 

PKGPM 104. Chapter 34: Kekecewaan yang Besar, bag 2
PKGPM 106. Chapter 35: Bersenjata Lengkap, bag 2

2 thoughts on “PKGPM 105. Chapter 35: Bersenjata Lengkap, bag 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published.