PKGPM 10. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 4

Featured Image

Menatap ke arah mereka, seperti sebelumnya, tanpa menunjukkan sedikit pun emosi, wajahnya nampak begitu acuh tak acuh. Dengan suara yang jelas dan bergema, Gu Yun dengan acuh berkata: “Setelah latihan pemanasan, kalian seharusnya sudah dapat menentukan kemampuan dan posisi kalian. Dalam dua minggu ke depan, aku adalah pelatih ketentaraan kalian. Namaku adalah Qing Mo. Kalian boleh memanggilku boss atau pelatih.”

Segera setelah suaranya yang kuat menghilang, Gu Yun menyadari para prajurit berkenyit, mereka terlihat canggung. Gu Yun menjadi penasaran, “Ada masalah apa sekarang?” Apakah meminta mereka memanggilnya boss itu salah?

Seorang prajurit muda yang berdiri di dekat Gu Yun berbisik padanya: “Nyonya, ini sungguh tidak masuk akal.” Tentara memiliki hirarki yang ketat, tak ada yang berani melangkahi peraturan meskipun hanya sedikit, meskipun dia adalah istri Jendral sekalipun.

Nyonya? Mendengar kata-kata laki-laki itu Gu Yun merasa merinding?! Menatap mata mereka dengan dingin, Gu Yun berteriak: “Selama masa pelatihan, kata-kataku adalah perintah!”

Para prajurit itu sesaat merasa ragu, hingga akhirnya mereka menjawab bersamaan: “Siap.” Lagipula hanya untuk dua minggu.

“Ge Jing Yun, Leng Xiao, maju ke depan!”

Gelombang besar seolah bergulung di kedua pasang mata mereka, apa yang diinginkan wanita ini? Dalam pikiran mereka merasa bingung, namun sama sekali tak nampak di wajah mereka. Mereka berdua berjalan maju menuju ke depan barisan formasi. Saat mereka berjalan ke arah Gu Yun, ia mengumumkan: “Mulai sekarang, grup akan di bagi menjadi dua tim. Kalian berdua tampil sangat bagus pada saat ujian. Aku menetapkan kalian sebagai kapten untuk dua tim ini…”

Gu Yun belum sempat menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara laki-laki yang rendah dan dalam menyela dengan dingin: “Saya tidak pantas menjadi seorang kapten.”

Gu Yun mengangkat alisnya, mengabaikan Leng Xiao ia melanjutkan kalimatnya dengan suara jelas: “Sebagai seorang kapten, kalian haruslah menjadi yang paling unggul. Tidak hanya kalian harus menghadapi tantangan dari anggota tim, tapi kalian juga harus mampu membawa tim melampaui tim yang lain, karena itu hanya orang yang paling luar biasa, yang bisa menjadi seorang kapten.”

Mata dingin Gu Yun sekali lagi menyapu ke arah Leng Xiao, dengan nada suara meremehkan, ia bertanya: “Leng Xiao, kau tidak mau atau kau tidak berani?”

Leng Xiao masih tetap diam, ekspresi di wajahnya tidak berubah, ia menatap balik ke arah Gu Yun. Tatapan di wajah Gu Yun begitu dingin, namun ia cukup senang. Akhirnya ia menemukan seseorang yang bisa bepikir dingin, yang tidak mudah diprovokasi. Namun orang tipe seperti itu sangat tajam, mereka tidak mudah diatasi. Di depannya adalah seorang laki-laki, berumur tak lebih dari dua puluh tahun, matanya yang terbiasa tenang membuatnya hampir selalu terlihat dikelilingi oleh aura tak mudah didekati oleh orang asing. Meski demikian, di sepasang mata yang dingin itu, Gu Yun melihat semangat yang membara tersembunyi di bawah kedinginannya yang membekukan.

Sudut bibirnya sedikit terangkat, Gu Yun berbalik tak lagi melihat ke arahnya, dengan wajah acuh ia berkata: “Seorang prajurit yang tidak mau menjadi pemimpin pasukan bukanlah seorang prajurit yang baik. Kalau kau tidak mau, pulanglah, menikah dan punya anak, hidup tenang, mapan, kau tidak perlu datang kemari dan hidup sengsara. Kalau kau tidak berani, cepat pergi, aku tidak menginginkan seorang pengecut di sini! Pantas, atau tidak pantas, kau pilih sendiri.” Leng Xiao tetap diam, Gu Yun tidak akan memaksanya, lima-ratus prajurit di hutan ini juga terdiam, namun setelah beberapa lama para prajurit itu tidak lagi bisa menahannya dan menimbulkan kegemparan. Tiba-tiba terdengar sebuah suara laki-laki yang rendah, dalam dan acuh “Saya bersedia.”

Hati Gu Yun diam-diam merasa senang, tak berbalik untuk melihat ke arahnya lagi, ia melanjutkan memberikan perintah: “Dari baris ini, ke arah kiri adalah tim satu, kaptennya adalah Ge Jing Yun; ke arah kanan adalah tim dua, kaptennya adalah Leng Xiao. Kedua tim, dengarkan: Seluruhnya berjongkok, tangan digenggam di belakang punggung.” Para prajurit itu merasa bingung, namun tetap melakukan apa yang telah diperintahkan. Pemandangan beberapa ratus prajurit yang kekar berjongkok dan terlihat bodoh di dalam hutan yang hijau dan rimbun, benar-benar lucu dan konyol untuk dilihat.

“Pertahankan keseimbangan posisi berjongkok, lompat dan maju ke depan, tujuannya adalah titik awal di mana kita memulai sebelumnya.”

Setelah mendengar perintah ini, para prajurit itu sesaat menatap kosong, kemudian kemarahan membakar di dalam hati mereka, apa sebenarnya maksud wanita ini? Jongkok di atas tanah dengan tangan menggenggam di belakang dan lompat ke depan? Posisi apa ini? Para prajurit yang berjongkok di tanah, tidak bergerak barang sedikit pun, Gu Yun berteriak marah: “Laksanakan perintah!”

Pada saat ini, seorang prajurit muda yang tidak jauh dari Gu Yun tiba-tiba berdiri, tubuhnya yang tinggi memancarkan kemarahan yang dalam, ia berteriak: “Meskipun beberapa saat yang lalu kami kalah padamu, namun entah bagaimana harus mengatakan ini kepadamu, kami adalah prajurit yang gagah berani yang bertarung dan membunuh para musuh, kau tidak bisa mempermalukan kami seperti ini!”

Mempermalukan? Menghadap ke prajurit yang tidak paham dan keras kepala, api menggelegak di dada Gu Yun, “ini adalah latihan! Mematuhi perintah adalah tugas dasar seorang prajurit, kalau kalian tidak mampu melakukan ini, kalian tidak pantas menjadi prajurit! Prajurit gagah berani mana yang kalian sebutkan? Yang merasa bukan prajurit pergi dari hadapanku sekarang juga!”

“Lompat katak maju!” Sebagai prajurit, mereka tidak mempunyai pilihan! Mengertakkan gigi mereka, kedua tangan menggenggam di belakang, dalam hati mereka mengumpat kepada Gu Yun, dengan cepat dan penuh dendam mereka mulai melompat ke depan. Hanya dalam beberapa saat, di dalam hutan, lima-ratus prajurit keluarga Su telah berubah menjadi “katak”, di atas tanah dalam posisi yang memalukan, peng, peng, melompat ke depan! Dan sedang mengawasi mereka, seorang wanita melihat dengan santai dengan tangan terlipat di dada.

Dalam hati kalian mengumpatiku, bukan? Nantinya aku tidak akan membiarkan kalian mengumpatiku lagi!

Dari kaki gunung ke arah titik pertemuan berjarak setidaknya tiga kilometer, bagi laki-laki yang muda dan sehat berlari menuju ke tujuan itu biasanya adalah hal yang mudah, tapi untuk mencapainya dengan lompat katak, menguras hidup muda mereka! Jenis latihan ini sudah pasti setara dengan tidak kurang dari dua puluh kilometer operasi militer ke seluruh wilayah bagian negara.

Setelah melompat kurang dari satu kilometer, laki-laki yang sebelumnya tadi menyemburkan kemarahan sudah kelelahan dan bernafas dengan berat dan kacau. Ge Jing Yun selalu bangga dengan kekuatan fisiknya, namun sekarang dia merasa dari atas hingga ke bawah anehnya terasa panas dan kering, tenggorokannya yang kering terasa terbakar, di dalam kepalanya terdengar berdenging, kakinya yang kebas terasa seolah tak lagi di tempatnya. Kalau dia saja sudah merasa seperti ini, tak perlu lagi ditanya bagaimana nasib yang lainnya. Formasi tim yang awalnya tertib sudah berubah menjadi kacau, dan masih banyak anggota yang tertinggal di belakang.

Keringat dari dahinya jatuh turun ke matanya, Leng Xiao mencoba mengusap matanya menggunakan lengan bajunya. Kakinya yang terasa nyeri dan bengkak hampir tak terkendali, ia jatuh berlutut di atas tanah.

“Latihan seperti ini saja sudah jatuh, siapa yang masih merasa pantas menjadi prajurit?”

“Bangun, lanjutkan!” Di belakang mereka suara rendah wanita yang arogan. Suara itu telah memprovokasi hingga ke dalam hati para laki-laki. Meskipun saat ini mereka semua telah kelelahan dan berharap mati saja, namun tak seorang pun yang mau berkompromi sedikit pun! Biarpun sekarat karena kelelahan mereka akan tetap bertahan!

Kegiatan itu berlangsung selama empat jam, ketika akhirnya semua prajurit telah selesai melakukan lompat katak dan sampai di hamparan hutan yang mereka tinggalkan tadi pagi. Tanpa terkecuali, mereka semua jatuh di atas tanah, berbaring tak beraturan memenuhi tanah. Wajah mereka pucat, dan keringat mengalir deras dari tubuh mereka. Semua orang mati-matian berusaha untuk bernafas, banyak yang melepaskan kemarahan mereka, beberapa masih sesak dengan kemarahan, di dalam lubang perut mereka sepertinya terdapat sebuah bola api yang menyala-nyala.

Bersandar pada cabang sebuah pohon, Leng Xiao yang juga kehabisan nafas, matanya menatap lurus tidak jauh ke arah tersangka utama. Wanita itu tak bicara. Dia hanya diam mengamati para prajurit yang sudah lusuh di atas tanah. Ia tidak dapat menebak apa yang wanita itu pikirkan, namun dia yang sekarang ini  benar-benar berbeda dari dia yang sebelumnya tadi begitu arogan.

Setelah sekitar seperempat jam, mereka semua akhirnya dapat mengatur nafasnya kembali, namun tangan mereka dikarenakan berulang kali menahan di atas tanah kini penuh dengan noda darah, dan kaki mereka, sudah lama kehilangan tenaganya. Mereka tidak perlu melihatnya, mereka tahu kaki mereka melepuh sepenuhnya, belum lagi kaki mereka yang terasa sakit, membuat mereka sedikit kesulitan untuk bergerak!

“Berbaris dalam formasi” Kali ini, suara Gu Yun bagi para prajurit itu praktis terdengar seperti suara iblis yang berdenging di sekitar telinga mereka.

Mereka semua kelelahan seperti anjing mati, badan mereka terasa kebas karena nyeri! Lebih dari beberapa prajurit berbaring di atas tanah dan tidur mengorok. Saat ini mereka juga berdiri berbaris, namun hanya beberapa ratus atau lebih prajurit. Gu Yun menyipitkan matanya untuk melihat, para prajurit yang sekarang ini sangat berbeda dibandingkan dengan yang tadi pagi. Benar-benar seperti habis dipukuli, tak teratur dan terlihat tak bernyawa, namun mata mereka menatap ke arahnya, berbeda dengan apa yang diharapkan akan bercahaya dan penuh ekspresi.

Wajah Gu Yun yang biasanya acuh tiba-tiba tertawa keras, “Aku tahu kalian semua pasti membenciku!”

Sebagai jawaban ia mendapatkan tatapan yang lebih jahat, mata mereka penuh dengan kebencian yang kejam.

Bagaimana bisa di dunia ini ada metode latihan yang begitu gila! Di mata para prajurit ini, dia hanya ingin mempermalukan mereka untuk membuat mereka menderita!

Gu Yun sedikit memikirkan tatapan benci mereka, “Aku tidak keberatan kalian benci, semakin kalian berkeringat saat latihan, semakin sedikit darah kalian yang akan tertumpah saat kalian di medan perang nanti!”

“Latihan ‘lompat katak’ yang kalian pikir lucu dan memalukan, tidak hanya akan meningkatkan daya tahan tubuh kalian, yang lebih penting lagi, itu dapat semakin menambah kekuatan kaki kalian, juga meningkatkan keseimbangan dan koordinasi seluruh tubuh. Mungkin kalian akan berpikir bahwa jenis melatihku begitu aneh, sangat tidak masuk akal, tapi aku hanya ingin kalian lebih mematuhi perintah daripada mempertanyakan perintah, meskipun jika itu tidak terlalu bisa dijelaskan, kalian harus lebih dulu melaksanakan perintah, kemudian baru menanyakan detailnya setelah itu.”

Mereka semua saling melihat satu sama lain, beberapa merasa ragu dalam pikiran mereka, beberapa merasa bingung, hanya beberapa dari mereka yang benar-benar paham, yang lainnya tidak terlalu mempercayainya, namun penjelasan Gu Yun membuat suasana hati mereka sedikit membaik. Jika itu seperti yang dia katakan, bahwa dia bukannya sengaja membuat mereka menderita, maka mereka akan bisa menahan sakit dan kerja keras.

Melihat penampilan mereka yang lebih seperti orang mati daripada orang hidup, latihan tidak dapat dilanjutkan. Gu Yun merasa kasihan kepada mereka dan memutuskan membiarkan mereka beristirahat, “Ini masih hari pertama latihan, aktivitas fisik tidak boleh terlalu berlebihan, kita sudahi untuk hari ini, besok di waktu mao shi (5-7 pagi) kita akan bertemu di sini.”

Aktivitas fisik tidak boleh terlalu berlebihan? Selama beberapa detik para prajurit itu tertegun, hari ini mereka semua hampir lumpuh seluruhnya karena dia, tapi baginya latihan mereka ini tidak berlebihan. Dalam dua minggu ke depan, hidup jadi terlihat suram!

“Ge Jing Yun, Leng Xiao, kembali ke kamp.”

“Siap.” Setelah beberapa tarikan dan helaan, dua tim prajurit itu akhirnya berbaris untuk kembali ke kamp. Melihat mereka tak henti-hentinya merintih dan mengerang, sudut bibir Gu Yun terangkat senang. Suasana hatinya sedang bagus, ia berjalan kembali ke Kediaman Jendral. Untuk program latihan besok ia perlu mencari Su Ren untuk membantunya menyiapkan beberapa alat.

Semakin mendekat ke area pelatihan, Gu Yun melihat Su Yu berdiri di tengah para prajurit. Dia sedang mengajari mereka bagaimana cara menggunakan tombak. Pada dasarnya tidak ada yang salah sama sekali dengan latihan ini, jika dua pasukan berhadapan sebagai musuh kemampuan ini bisa sangat berguna, tapi sepertinya dia lupa kalau mereka akan bertanding dalam serangan malam! Melihat ke sekeliling area, Su Ren tidak terlihat dimana pun. Gu Yun tidak tinggal lama, dari tepi area pelatihan ia pergi ke Kediaman Jendral dan segera ia mendapati dirinya telah berada di tempat dimana ia pertama kali bangun, di Paviliun Lingyun!

Siapa menyangka jika paviliun Su Ling begitu dekat dengan area pelatihan. Tadinya ia hanya ingin lewat, ketika Gu Yun memperhatikan pintu gerbang paviliun itu hanya sedikit tertutup. Apakah Su Ling sudah kembali?


PKGPM 9. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 3
PKGPM 11. Chapter 2 : Latihan militer para tentara terkuat, bag 5

Leave a Reply

Your email address will not be published.