PKGPM 1. PROLOG : Piringan Trigram Berdarah, bag 1

Featured Image

Bulan bersinar begitu terang malam ini. Tertutup mendung merah semerah darah, membuat cahaya bulan yang biasanya indah berubah suram dan menakutkan, bahkan bau udara pun sedikit tercium seperti darah. Jam dua pagi dini hari, suasana begitu sunyi, hanya terdengar suara daun yang bergerak tertutup angin. Tak ada yang memperhatikan betapa anehnya wajah langit malam ini.

Terdengar deru suara ban mobil polisi-Honda yang baru saja tiba. Dengan bunyi decitan ban belakang yang indah, mobil itu berhenti di depan gedung kantor penegak hukum. Ketika mobil pintu itu terbuka, sepasang kaki yang ramping turun begitu saja. Pengendara mobil yang baru datang itu adalah seorang wanita muda dengan tinggi badan semampai tak kurang dari 175 cm. Rambutnya dipotong pendek, terlihat rapi dan bagus, bajunya berwarna putih dengan sedikit kerutan. Sepanjang malam ini, suasana hatinya terlihat sangat baik. Matanya menunjukkan keyakinan dan kekuatan.

Sedikit menyipitkan mata, Gu Yun melihat ke atas. Di tengah kegelapan gedung, terlihat sebuah ruang  dengan lampu yang masih menyala, ruang otopsi di lantai 13! Sudut bibirnya sedikit terangkat. Zhuo Qing tidak menjawab teleponnya, kemungkinan besar dia pasti sedang melakukan otopsi.

Gu Yun berjalan memasuki gedung. Paman penjaga gedung langsung memeriksa siapa yang datang, kemudian senyumnya mengembang dan dia menyapa Gu Yun : ” Ketua Tim Gu, anda datang untuk menemui Penyidik Forensik Zhou kan?” Gu Yun mengangguk dan menjawab “Hmm.”

“Saya baru saja akan keliling untuk patroli malam. Saya melihat lampu yang masih menyala di ruang otopsi, dia pasti masih sibuk bekerja. Kalian benar – benar bekerja keras ah!”. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari, tapi Zhuo Qing masih membedah mayat di bawah tekanan untuk segera secepat mungkin mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Bekerja sebagai investigasi kriminal benar – benar berat.

Gu Yun hanya tersenyum, ia membuka pintu yang menuju ke tangga dan berjalan ke atas menuju lantai 13. Bahkan dalam situasi normal pun, ia enggan menggunakan elevator. Bukannya ia seorang yang pobia tempat sempit, ia hanya terlalu malas untuk menunggu.

Melihat punggung Gu Yun menghilang di tangga, paman penjaga hanya tertawa, menggelengkan kepala sambil bergumam, “Dasar orang gila kerja”. Dia telah bekerja selama lebih dari sepuluh tahun di gedung ini sebagai penjaga dan melihat banyak anak muda yang gila kerja. Mampu bertahan menghadapi kesulitan adalah hal yang bagus. Dua orang ini, jika mereka tetap bekerja keras seperti ini selama beberapa tahun, sudah pasti mereka akan segera dipromosikan!

Memasuki lantai 13, lampu di lorong juga masih menyala, tapi pintu – pintu semua ruang kantor telah terkunci. Gu Yun tidak menuju ke ruang otopsi, sebaliknya ia malah bersandar di pintu masuk ruang kantor Zhuo Qing menunggunya sambil memikirkan tentang kasus pembunuhan berantai yang baru – baru ini terjadi.

Setengah jam kemudian, suara langkah kaki samar terdengar mendekat. Gu Yun melirikkan matanya untuk melihat. Zhuo Qing terlihat kelelahan keluar dari ruang otopsi. Mengikuti di belakangnya dengan wajah yang juga terlihat kelelahan adalah Xin Lan, sekretaris Zhuo Qing. Xin Lan memegang kotak berisi barang bukti di tangannya.

“Bagaimana keadaannya? apakah laporan hasil otopsi sudah bisa keluar?” Baru saja mendekati ruang kantor, mereka langsung berhenti! Melihat Gu Yun yang enerjik bersandar di kusen pintu, Xing Lan meratap, “Ketua Tim Gu, anda keterlaluan! Ini tengah malam, jam 3 pagi!”

Gu Yun sedikit menaikkan alisnya, seraya tersenyum dan berkata : “Jadi?”

Merasa kalah, Xing Lan menjatuhkan bahunya dan dengan enggan menjawab :”Jadi tunggulah sebentar lagi, aku akan pergi dan menyelesaikannya. Hasil laporan akan keluar sebelum subuh!” Tak heran jika Ketua Tim Gu dan Dokter Zhuo bisa berteman baik. Mereka berdua benar – benar orang yang gila kerja!

Melihat Xing Lan menundukkan kepala saat memasuki ruang kantornya, Gu Yun tertawa, sambil berteriak dia berkata: “Terima kasih banyak!”

Zhuo Qing membuka pintu yang menuju kantor pribadinya yang berada di sisi seberang, Gu Yun segera mengikutinya masuk, sebelum ia sempat membuka mulut, Zhuo Qing dengan suara rendahnya yang khas berkata: “Apa di malam yang panjang ini kau tidak ada keinginan untuk tidur ah?”

“Dasar kau!” Memberikannya lirikan sekilas, Gu Yun mencela: “Sejak adanya kasus bunuh diri para wanita yang sering terjadi di bulan ini , kedua mata Ketua Departemen Li hampir mengeluarkan api, saat ini Departemen Investigasi Kriminal menugaskan dua tim untuk bekerja siang dan malam!”

Zhuo Qing dengan santainya mengambil pulpen yang biasa ia gunakan untuk menyanggul rambutnya, hingga rambutnya yang sepanjang pinggang terjatuh menggantung ke bawah, ia dengan lelahnya duduk di sofa, setengah menyipitkan matanya seolah memikirkan sesuatu, tanpa ragu bertanya: “Apakah ada kecemasan terhadap hasil dari kompetisi seni bela diri di tingkat propinsi kemarin?”

“Tidak!” Menyebutkan masalah ini Gu Yun langsung merasa marah, begitu banyak kasus, tapi ketua departemen malah memintanya untuk turut berpartisipasi dalam kompetisi itu, setiap tahun ia selalu menjadi nomer satu di tim wanita, tak ada yang dapat menandinginya! Zhuo Qing terlihat nyaman dan terlihat mengantuk, Gu Yun menepuk bahunya, terkekeh rendah: “Kalau boleh kuingatkan nona sombong, aku masih disini dan kau punya kasus untuk dijelaskan padaku!”

Melirikkan sedikit matanya, Zhuo Qing dengan suara lesu namun jelas dan dingin, berkata: “Mayat ini dan tiga kasus pembunuhan sebelumnya jelas memiliki keterkaitan, mereka semua tercekik di bagian trakhea dan mati karena sesak, terlebih lagi, semua ke-sepuluh kuku jarinya hilang. Para pembunuh mereka menggunakan teknik yang sama, jika memang ini adalah pembunuhan berantai, berdasarkan suhu dari pembusukan, mayat ini adalah korban yang pertama.”

Sambil mendengarkan analisa Zhuo Qing, Gu Yun berjalan maju mundur di dalam kantor merenungkan kasus tersebut, tiba – tiba ia memperhatikan sebuah benda yang memancarkan cahaya tergeletak di dekat pintu kantor, ia mendekatinya, mengambil benda itu dan memeriksanya, benda itu adalah sebuah lempengan kecil emas yang bertahta di salah satu sisi atas papan trigram, terbungkus di dalam kantong barang bukti, pasti salah satu dari barang bukti.

Sambil mendengarkan analisa Zhuo Qing, Gu Yun berjalan maju mundur di dalam kantor merenungkan kasus tersebut, tiba - tiba ia memperhatikan sebuah benda yang memancarkan cahaya tergeletak di dekat pintu kantor, ia mendekatinya, mengambil benda itu...

Gambar Trigram

Berjalan ke arah Zhuo Qing, Gu Yun bertanya: “Apa ini?”

Zhuo Qing menegakkan badannya, menjawab: “Itu ditemukan di dalam kantong baju korban, setelah menunggu hasil pemeriksaan dari rekan di departemen laboratorium, itu akan diberikan padamu.”

Mendengar bahwa benda yang ia pegang merupakan salah satu barang bukti, Gu Yun langsung bersemangat, karena ruangan itu hanya diterangi oleh cahaya lampu meja kecil, Gu Yun membuka tirai, mengambil keuntungan dari cahaya bulan yang bersinar tak seperti biasanya malam ini, ia mencermati benda itu dengan teliti. Pandangannya melekat pada benda yang ada di tangannya, Gu Yun benar – benar melupakan gelapnya langit malam itu, ketika ia mengeluarkan lempengan trigam itu, seketika bulan sedikit demi sedikit terselubungi oleh awan yang merah menyala.

Aneh sekali, baru beberapa saat lalu benda itu terlihat berwarna keemasan, bagaimana bisa sekarang berubah  jadi merah? apakah cahaya ini berasal dari sisi yang sebelahnya yang berwarna emas? ia membaliknya untuk melihat lebih jelas, di sisi balik trigram itu pun berwarna merah darah, keseluruhan lempengan itu terlihat jejak samar bersinar merah, bagaimana itu mungkin?!

“Hisss_” Saat memikirkan hal itu, tiba-tiba Gu Yun merasakan sakit ditangannya.

Zhuo Qing langsung berdiri, berjalan ke arah Gu Yun dan bertanya: “Ada apa?”

Menundukkan kepala untuk memeriksa jarinya, Gu Yun melihat noda darah di jari telunjuknya, beberapa tetes darah jatuh di atas kantong barang bukti, ia tersenyum tak acuh, “Tidak apa-apa, aku hanya tergores.”

Luka di jarinya ternyata dalam, darah masih terus-menerus mengalir, wajah tak acuh Gu Yun membuat Zhuo Qing mengernyit, ia mengambil kasa dari rak di dekatnya untuk menutup luka Gu Yun, Zhuo Qing dengan dinginnya mendengus: ” Tekan lukamu!” Gu Yun memutar bola matanya, ia merasa ini hanyalah luka gores.

Menekan luka dengan kasa, segera saja kasa itu basah oleh darah. mata Zhuo Qing menatap tajam, apa yang begitu tajam hingga melukai sedalam itu, hingga darahnya begitu sulit dihentikan?! Zhuo Qing mengambil benda di tangan Gu Yun, memeriksanya dengan kewaspadaan tinggi: “Bagaimana ini bisa terjadi?!”

Apa yang membuat Penyidik Forensik Zhuo yang biasanya selalu dingin dan sombong terkejut seperti itu ah?! Gu Yun yang juga penasaran mencondongkan kepalanya untuk melihat ke bawah, ia pun terkejut dan berteriak halus: “Darahnya…deras sekali.”

Darah yang semestinya jatuh di atas kantong barang bukti yang transparan menghilang begitu saja. Darah itu tak diduga justru muncul di atas papan trigram yang berwarna merah darah! Bagaimana hal itu bisa terjadi, darah itu mampu menembus kantong barang bukti…!

“Oh, tidak!” Setelah mereka hanya bisa saling pandang dan tak mampu berkata apa-apa, keduanya berteriak bersamaan: “Sekarang akan jadi sulit untuk menulis laporan.”

Keduanya saling pandang dan menyeringai, akan jadi hal yang sulit sekali untuk dijelaskan kenapa bisa ada darah Gu Yun di atas  barang bukti, sementara itu tak ada yang memperhatikan bahwa darah yang jatuh ke dalam trigram itu menyesap di sepanjang alur lengkungannya, mengalir ke dalam elemen ying dan yang dan melintang di tengahnya…

Ketika darah itu jatuh di pusat lempengan, saat itu juga, sebuah cahaya merah yang sangat kuat tiba-tiba terpancar dari lempengan trigam, Zhuo Qing and Gu Yun keduanya terkejut, di depan mata mereka yang terlihat hanyalah kegelapan, dan akhirnya keduanya jatuh ke bawah.

Cahaya yang sangat terang bersinar di ruang Kepala Penyidik Forensik, nyala lampu yang hanya berasal dari lampu meja, dua orang terbaring tak sadarkan diri di atas lantai.

Luka berdarah di jari Gu Yun seketika itu juga sembuh, tanpa meninggalkan bekas luka. Lempengan trigram emas jatuh di dekat tubuh mereka, tak menunjukkan tanda-tanda keanehan seperti sebelumnya. Di luar jendela, cahaya bulan bersinar begitu terang dan bercahaya di cakrawala, begitu tenangnya.


PKGPM 2. Prolog : Piringan trigram berdarah, bag 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.