ASPSD 31. Obrolan Samping; Berbagai Spekulasi

Featured Image

[Eliya]

“Kalau dipikir-pikir, Alfred. Baru-baru ini, sepertinya kau sering bepergian dengan Ludy.”

Aku memanggil cucuku, Alfred. Nama ku Eliya von Tasmeria. Milik Kerajaan ini, Ibu Suri Tasmeria. Orang di depanku adalah Alfred. Cucu ku, dan adalah Pangeran Pertama. Dan orang yang berdiri di samping adalah Ludy. Dia adalah teman masa kecil Alfred dan ajudannya. Continue reading “ASPSD 31. Obrolan Samping; Berbagai Spekulasi”

ASPSD 30. Terimakasih Pada Kakek

Featured Image

[Iris]

“… Hmm, anak itu mungkin sudah lulus …”

“… Iris-sama, adakah sesuatu yang terjadi?”

Saat aku tanpa sengaja mengucapkan kata-kata itu dengan lantang, Tanya bereaksi.

“Tidak … aku bertanya-tanya apakah Berne sudah lulus.”

Sudah dua tahun sejak aku meninggalkan akademi itu. Ketika aku memikirkan bagaimana para anggota tersebut telah lulus, aku merasakan emosi yang dalam. Continue reading “ASPSD 30. Terimakasih Pada Kakek”

ASPSD 29. Obrolan Samping Tidak Menyenangkan antara Pangeran Kedua dan Kenalan

Featured Image

[Berne]

Nama ku Berne. Berne Tash Armelia. Aku adalah pewaris keluarga Dukedom Armelia, putra Perdana Menteri, Louis Dan Armelia.

(Dukedome = wilayah duke)

“Selamat pagi Edward-sama. Yuri-sama. “

“Ah.” Continue reading “ASPSD 29. Obrolan Samping Tidak Menyenangkan antara Pangeran Kedua dan Kenalan”

ASPSD 27. Pengakuan Perekrut Baru

Featured Image

[Iris]

Ngomong-ngomong, adik tinggal selama beberapa hari sebelum pergi. Dia telah menyerah membujuk ibu.

… Nah, meski ibu dan Ibu Sur tidak hadir, nampaknya pesta tersebut terjadi tanpa ada kesulitan apapun. Karena kedua orang tidak hadir, sulit untuk mengatakan apakah itu sukses atau tidak? Continue reading “ASPSD 27. Pengakuan Perekrut Baru”

ASPSD 25. Darmawisata Adik Laki-laki

Featured Image

[Iris]

“Permisi. Nona muda, sudah hampir waktunya pertemuanmu dengan Sei.”

Sementara ada suasana canggung di udara, Tanya memanggilku. Sudah waktunya. Karena kedatangan mendadak dari Berne, aku sama sekali tidak bisa rileks. Continue reading “ASPSD 25. Darmawisata Adik Laki-laki”

ASPSD 24. Munculnya Adik Laki-laki

Featured Image

[Iris]

Sekarang, setengah tahun telah berlalu sejak kejadian itu. Dengan kata lain, sejak aku mendapatkan kembali kenangan akan kehidupan ku sebelumnya, hampir dua tahun berlalu.

Keuntungan Perusahaan Azura sama seperti biasanya, sangat baik. Meskipun pesaing sudah mulai muncul, hanya dalam waktu singkat, aku bertanya-tanya apakah perusahaan kita telah begitu besar sehingga sekarang dianggap sebagai merek. Continue reading “ASPSD 24. Munculnya Adik Laki-laki”

ASPSD 23. Panen di Kota

Featured Image

[Iris]

Begitu salah satu pria meraihku, Tanya tampak melindungiku. Di mataku, semua terjadi seolah-olah gerakannya lamban.

” Jangan mendekat lagi.” Continue reading “ASPSD 23. Panen di Kota”

ASPSD 22. Si Nona Muda Pergi ke Kota

Featured Image

[Iris]

Sekarang, akhirnya, tiba hari yang dijanjikan dengan kakek.

Hari ini, aku membuat persiapan untuk sarapan pagi dengan cepat dan segera membuat rencana. Karena aku akan berkeliling kota hari ini, seperti yang aku kira, tidak pantas mengenakan pakaian yang biasanya ku pakai, jadi aku memutuskan untuk mengenakan sesuatu yang sedikit lebih sederhana. … Meskipun aku mengatakan itu, pakaian yang aku pakai baru-baru ini lebih menekankan fungsi, dan karena itu aku tidak merasa ingin mengubah apapun. Continue reading “ASPSD 22. Si Nona Muda Pergi ke Kota”

ASPSD 21. Janji dengan Kakek

Featured Image

[Iris]

“Tentang ini, tidak mungkin aku membawa Berne pergi. Louis-dono akan bermasalah. “

(menambahkan -dono di belakang nama berarti orang yang menyebutkan menghormati/hargai orang yang di sebutkan, tapi sedikit kurang di bandingkan -sama, di sini karena sang kakek tetap seorang mertua. Sedangkan sama biasanya untuk orang yang sedikit lebih asing. Masa sekarang sudah jarang di gunakan kecuali orang yang lebih kuno.) Continue reading “ASPSD 21. Janji dengan Kakek”

ASPSD 20. Munculnya Kakek

Featured Image

[Iris]

“… Keadaan Kota Kerajaan sama dengan biasanya ~ Namun, Istananya sedikit sensitif.”

“… Sensitif ?”

“Wanita itu tampaknya mulai berlebihan dan baru saja melakukan berbagai hal yang tidak biasa ~ … Meskipun putri Baron itu kemungkinan besar berusaha mendapatkan pengaruh. Ketika Sharia meninggal, Raja telah menjadi sangat lemah. … Karena itulah saat itu, Eliya-sama dan aku menentang dia menikah dengan wanita itu. ” Continue reading “ASPSD 20. Munculnya Kakek”