Ilustrasi karakter ASPSD

Featured Image

 

アイリス・ラーナ・アルメニア : Iris Lana Armelia

  ターニャ : Tahnya

ディーン : Dean

  ライル : Ryle

  メリダ : Merida

  ラフィエル : Raphiel / Ralph

  ディダ : Dida

  レーメ : Rehme / Reme

  ミモザ・ダングレー : Mimosa Langley

  ユーリ・ノイヤー : Yuri Noir

ヴァン・ルターシャ : Van Lutasha

エドワード・トーン・タスメリア : Edward Tom Tasmeria

  エルリア : Elria

  ドルッセン・カタベリア : Dorussen Katabelia

アイーリャ・フォン・タスメリア : Eliya von Tasmeria

ASPSD 58. Kehadiran

Featured Image

[Iris]

“… Apakah anda baik-baik saja, Nona?”

Sebastian dan Sei keduanya dipercayakan untuk menangani urusan wilayah dan perusahaan masing-masing. Tanya sekarang ditengah menyelidiki Gereja serta mengawasi pergerakan ibu kota kerajaan, sementara Ryle dan Dida bekerja bersama untuk memperkuat ketertiban umum di dalam benteng. Moneda sibuk bepergian bolak-balik antara bank dan serikat pedagang, dan Rehme membantu Sebastian dengan tugasnya. Oleh karena itu, di antara para pelayan yang melihat ku secara teratur, satu-satunya yang tersedia untuk mengunjungiku saat ini adalah Merida. Continue reading “ASPSD 58. Kehadiran”

ASPSD 57. Kecemasan

Featured Image

[Iris]

Kepalaku berputar.

Setelah dibombardir oleh begitu banyak informasi, aku sekarang mengalami sakit kepala. Aku memijat pelipisku dan memeriksa dokumennya. Continue reading “ASPSD 57. Kecemasan”

ASPSD 56. Wabah Insiden

Featured Image

[Iris]

“Katakan padaku, apa yang terjadi?”

Tentunya suaraku juga menjadi tegang. Kenapa kedua orang ini terburu-buru dengan ekspresi putus asa seperti itu … hampir tidak mungkin karena alasan-alasan yang tidak masuk akal, aku curiga.

” Gereja Darryl — mereka akan mengumumkan pengucilan terhadap Nona …!”

“Apa … !?” Continue reading “ASPSD 56. Wabah Insiden”

ASPSD 55. Kecurigaan dan Pemberitahuan

Featured Image

[iris]

Dua minggu telah berlalu sejak aku kembali ke tanah wilayah Duke.

Investigasi mengenai bandit masih berlangsung, dan aku hampir selesai memeriksa dokumen yang membutuhkan persetujuan ku. Setiap kali saya punya waktu luang, pikiran ku akan kembali ke apa yang dikatakan Dean dan suasana hati ku akan berubah menjadi kesal, maka aku sepenuhnya berkonsentrasi pada pekerjaan itu. Continue reading “ASPSD 55. Kecurigaan dan Pemberitahuan”

ASPSD 54. Menjawab Perekrutan yang Bagai Pengakuan

Featured Image

[Iris]

Orang yang memasuki ruangan itu adalah Dean.

“Oh… Apakah kau sudah akan pergi? Kau baru saja tiba beberapa saat yang lalu.”

“Saya takut begitu. Karena kali ini, saya benar-benar diam-diam keluar dari rumah untuk sesaat, dan datang dan melapor ke Nona.”

“Aku mengerti … Maaf sudah merepotkanmu, Dean. Nah, apa yang kau lupa katakan sebelumnya?” Continue reading “ASPSD 54. Menjawab Perekrutan yang Bagai Pengakuan”

ASPSD 53. Dengan Para Pelayan

Featured Image

[Iris]

“Pertama dan terpenting, sekali lagi izinkan aku untuk mengungkapkan rasa terima kasih ku yang tulus. Mengucapkan terima kasih sepertinya tidak cukup sekarang. Tanpa semua orang, aku tidak bisa membayangkan bisa kembali ke rumah dengan selamat.”

“Jangan dipikirkan, untuk apa yang telah dilakukan pengawal kami — seperti yang dikatakan orang ini sehari sebelumnya — adalah tindakan alami karena keadaan. Di sisi lain, anda tampaknya tidur cukup nyenyak semalam, puteri.” Continue reading “ASPSD 53. Dengan Para Pelayan”

ASPSD 52. Awal Baru dan Reuni

Featured Image

[Iris]

Dan dengan demikian, kami akhirnya tiba di tanah Duke. Tentu saja kami merasa nostalgia setelah pergi lama, namun, mencapai tujuan tanpa insiden lebih jauh benar-benar membanjiri hati kami dengan gelombang lega.

“Selamat datang, Nona.” Continue reading “ASPSD 52. Awal Baru dan Reuni”

ASPSD 51. Nona, Kita Diserang!

Featured Image

[Iris]

Maka, terjadilah. Dari pada mengadakan pesta perpisahan yang mewah, aku memilih untuk menawari kata perpisahan kepada orang-orang yang dekat dengan ku sebelum berangkat ke wilayah.

Semua anggota keluargaku, bersama dengan semua pelayan, mengirimku pergi. Meskipun aku hanya akan “kembali” ke wilayah, untuk beberapa alasan, aku merasa sedikit kesepian. Continue reading “ASPSD 51. Nona, Kita Diserang!”

ASPSD 50. Peringatan Ayah

Featured Image

[Iris]

… Kalau begitu, sudah saatnya aku pergi.

Dengan tekad, aku telah sampai di pintu studi Ayah. Aku mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan. Continue reading “ASPSD 50. Peringatan Ayah”