TMK 165. Kehancuran (2)

Featured Image

[Terbongkar video intim Qiao Ruohuan, pemeran utama pria bukanlah Xing Yichen! 】

Karena video itu jelas memperlihatkan wajah Qiao Ruohuan. Sedangkan wajah pria yang bersama dengannya di kaburkan . Continue reading “TMK 165. Kehancuran (2)”

DSAIP 10. Ternyata Dia

Featured Image

Dua puluh hari kemudian, mereka tiba di ibukota.

Feng Yu Heng akhirnya bisa tenang. Daerah yang dikuasai oleh keluarga Kekaisaran akan jauh lebih aman.

Kereta berhenti di luar gerbang ibukota. Yao shi membuka tirai dan melihat keluar, mengeluarkan suara keluhan. Continue reading “DSAIP 10. Ternyata Dia”

DSAIP 9. Jalan keluar yang sempit

Featured Image

Yao shi dan Feng Zi Rui sedang beristirahat di belakang, sementara nenek Sun duduk di samping mereka. Khawatir mereka kepanasan, dia terus mengipasi mereka.

Feng Yu Heng mempercayai nenek Sun, tetapi tidak percaya pada orang yang mengemudikan kereta. Terutama setelah melihat bagaimana dia memukul Xu shi di desa Xi Ping, dia yakin pria itu bukan orang yang baik. Continue reading “DSAIP 9. Jalan keluar yang sempit”

AMASP Chapter 7

Featured Image

“Ye Zhen” belum mau menyerah terhadap takdirnya. Dia sudah merasa dirugikan oleh ibu mertuanya yang dengan sengaja membuat hal-hal menjadi sulit untuknya. Lu Beifan sudah berlama-lama di sekitarnya dengan senyum lembutnya. Setelah dia membuat beberapa pemberian, tidak akan memakan waktu lama bagi Ye Zhen untuk jatuh cinta dengan dalam terhadap tindakannya yang lembut. “Aku harus menjaga kakakmu.” Ye Zhen menaikkan matanya untuk menatap Lu Beifan dan berkata dengan serius, “Aku memikirkannya dengan hati-hati. Karena aku adalah menikahi kakakmu, itu berarti aku adalah isteri kakakmu, kakak iparmu. Perlakukanlah aku dengan rasa hormat yang benar.” Continue reading “AMASP Chapter 7”

DSAIP 8. Kekacauan di rumah

Featured Image

“Kakak!” Feng Yu Heng baru saja memasuki halaman, ketika anak laki-laki kecil itu langsung berlari ke arahnya. Wajahnya berlinangan air mata, dia memeluknya erat-erat.

“Kakak akhirnya kembali. Mereka mengatakan kau tidak menginginkan Rui’er dan ibu. * hiks * … ”Anak itu mulai menangis. Lengan anak itu melingkari tubuhnya dengan erat hingga terasa sakit. Continue reading “DSAIP 8. Kekacauan di rumah”

DAM 150 – Senjata yang Ampuh (10)

Featured Image

Meski mabuk, dia juga tertawa. Nada suaranya tiba-tiba menjadi sangat sedih dan putus asa, “Tapi bukan itu yang aku inginkan … Tidak …”

“Mimpi… Orang tuaku … Semua pergi … Orang tuaku tidak ingin aku bergabung tentara, aku menyelinap …

Tapi saat kembali, mereka sudah pergi …” Dia bergumam, tetapi terdengar dia terus berbicara tentang mimpi patriotik dan orang tuanya. Continue reading “DAM 150 – Senjata yang Ampuh (10)”

DAM 149 – Senjata yang Ampuh (9)

Featured Image

Qin Zhi’ai hampir tidak bisa membawa Gu Yusheng ke mobil. Saat berhasil, dia menempatkannya di kursi belakang.

Khawatir karena terlalu mabuk sehigga terguling-guling, jadi dia mengenakan sabuk pengaman. Dalam perjalanan pulang, Gu Yusheng memejamkan mata, tetapi mulutnya terus bergumam.

Qin Zhi’ai fokus mengemudi. Saat mendekati rumah, Qin Zhi’ai menelepon rumah dan meminta pengurus rumah keluar dan membantunya. Continue reading “DAM 149 – Senjata yang Ampuh (9)”

AMASP Chapter 6

Featured Image

Rasa terimakasih dan dendam, keluarga kaya dan berkuasa, memperjuangkan hak warisan. Tidak ada hubungan apapun dengannya. Begitu dia mengatur semuaya, dia akan meninggalkan keluarga Lu dengan nyaman. Lagipula, yang menikahi Lu Beichuan adalah Ye Qing, bukan Ye Zhen. Continue reading “AMASP Chapter 6”

TMK 164. Kehancuran (1)

Featured Image

“Hatiku hancur! Aku tidak percaya, aku tidak percaya, telepon milik dewaku pasti telah dicuri!”

“Tidak, ah, dewa telah membatalkan ‘like’, artinya dia tidak ada hubungan dengan Qiao Moyu, dan gadis itu hanya memanfaatkan kaisar film untuk menjadi terkenal, ah! ” Continue reading “TMK 164. Kehancuran (1)”

DAM 148 – Senjata yang Ampuh (8)

Featured Image

Dengan cepat dia menghabiskan setengah botol anggur itu, tiba-tiba meletakkan di atas meja dan membungkuk, terbatuk keras.

Qin Zhi’ai bangkit dan perlahan-lahan tenang setelah memegang tas tangannya.

Aku orang terakhir yang ingin dia temui … Dia sedang kesal, jika aku menghampirinya, akankah aku mengganggunya? Continue reading “DAM 148 – Senjata yang Ampuh (8)”