DSAIP 42. Nyonya Pertama Si Anjing Gila

Featured Image

“Ini diberikan kepadamu oleh seorang eksentrik Persia?” Di era ini, eksentrik Persia benar-benar orang yang mistis. Feng Yu Heng menggunakan dalih ini, dan benda di tangannya langsung menjadi sangat berharga: “Benda dari orang Persia yang eksentrik sulit ditemukan bahkan oleh istana. A-Heng benar-benar bernasib baik. ” Continue reading “DSAIP 42. Nyonya Pertama Si Anjing Gila”

DAM 175 – Jangan Berani Sentuh Dia (5)

Featured Image

nada panggil. Apakah dia mengancamnya? Tidak ada yang pernah mengancamnya.

Apa-apaan itu “Grup Zhenhua”? Itu hanya perusahaan kecil yang mendapatkan nama dengan trik kotor. Bagaimana mereka bisa mengancamnya?

Dada Gu Yusheng naik turun dengan cepat karena marah. Dia mengangkat telepon rumah dan memutar nomor telepon Xiaowang. “Siapkan kontrak untukku. Aku perlu menjual tanah di sisi timur kota.

Continue reading “DAM 175 – Jangan Berani Sentuh Dia (5)”

IBKP 92 [2]. Aku Juga Merindukanmu

Featured Image

Lingkaran hiburan dipenuhi dengan kekotoran, seperti Star King Entertainment yang dia kontrol dan ekspos. Bersengkongkol dan licik itu hanya masalah sepele. Itu benar-benar kotor dan kejam menggunakan cara ilegal untuk menaiki tangga dan menjadi pusat perhatian. Namun demikian, seseorang tidak dapat menyangkal tuntutan industri hiburan dan dedikasi serta kerja keras banyak aktor!

Semakin terpesona di layar, semakin tekun di belakang layar. Kemasyhuran yang dihimpunnya dalam lingkaran hiburan adalah sebagai imbalan atas air mata dan kerja keras mereka. Untuk setiap aktor yang berdedikasi, seseorang perlu menunjukkan rasa hormat.

Continue reading “IBKP 92 [2]. Aku Juga Merindukanmu”

IBKP 92. Aku Juga Merindukanmu

Featured Image

Setelah dua hari tanpa sarapan dan makan malam indah yang dibuat oleh Qin Jiran, Su Yanyi memutuskan untuk mengunjunginya di tempat kerja. Hal-hal mengenai Keluarga Wang dan Qin diserahkan kepada Su Yanmo serta Kang Zhong yang menjabat sebagai asisten. Dia hanya membawa Pan Yan ke tempat syuting Qin Jiran.

Sebelum pergi, Su Yanyi telah membuat beberapa persiapan. Berpikir tentang betapa terpencilnya tempat itu, dia meminta Pan Yan menyiapkan barang-barang penting sehari-hari karena makanan dan kondisi di sana mungkin bukan yang terbaik. Dia bahkan membawa sejumlah besar makanan dan buah-buahan yang dimasak. Itu mengisi seluruh mobil. Kemudian, mereka berangkat.

Continue reading “IBKP 92. Aku Juga Merindukanmu”

SBSC Chapter 24.4

Featured Image

Dia melepas topeng dan tersenyum padanya. Matahari terasa panas di atas kepala dan Yi Zeyan tiba-tiba merasa pusing. Dia tersenyum padanya dengan mata berkilauan, seolah-olah dia telah memasukkan semua cahaya matahari ke dalamnya sementara dua lesung pipi di sudut mulut benar-benar memabukkan.

Dia sangat imut sehingga dia (YZ) ingin menciumnya.

Continue reading “SBSC Chapter 24.4”

SBSC Chapter 24.3

Featured Image

Yi Zeyan pergi ke kamar mandi untuk mandi, tepat saat sarapan diantarkan. Ketika dia keluar, Lin Qingqing berkata kepadanya:

“Pancake ini sangat lezat.”

“Kamu makan dulu. Aku punya sesuatu yang harus dilakukan.”

Continue reading “SBSC Chapter 24.3”

SBSC Chapter 24.2

Featured Image

Yi Zeyan tidak tertidur sepanjang waktu. Tidurnya tidak nyenyak dan dia berguling menjauh dari lengannya sesaat. Dia ingin meletakkan kepalanya kembali di lengannya, tetapi takut membangunkannya, jadi dia hanya meletakkan dan memandangi wajah wanita itu yang sedang tidur.

Dia membantunya dengan rambutnya, mengira dia bosan sebentar, tetapi dia kemudian sangat puas.

Continue reading “SBSC Chapter 24.2”

SBSC Chapter 24

Featured Image

Dengan lembut dia mencium mulutnya dan tiba-tiba bertanya dengan suara serak: “Sudahkah kamu belajar?”

Lin Qingqing: “……”

Continue reading “SBSC Chapter 24”

OZY Chapter 38.3

Featured Image

Sementara Mo Qing menekan Liu Wei, aku mencari kesempatan dan melompat ke sayap timur.

Aku menendang membuka pintu dengan satu kaki dan di dalam ruangan itu Shen Qian Jin berlumuran darah tanpa henti dari lehernya. Kulitnya pucat dan dia lemah berdiri di sudut ruangan. Liu Su Ruo berdiri di depan Shen Qian Jin memegang pedangnya, bersiap untuk menikam dan mengakhiri hidupnya dalam satu pukulan. Aku secara acak mengambil pot bonsai pakis asparagus yang ada di sebelahku dan melemparkannya ke pukulan itu. Pot bonsai berputar di udara dan “dentuman” terdengar saat menabrak punggung tangan Liu Su Ruo. Itu menyebabkan dia menusukkan pedang panjang ke dinding di sebelah telinga Shen Qian Jin.

Continue reading “OZY Chapter 38.3”

OZY Chapter 38.2

Featured Image

[Bagaimana rasanya, apakah itu sedikit dingin dan kaku?]

Aku bingung dengan pikiran terdalamku dan memaksa diri untuk tenang. Aku menahan rasa malu dengan batuk dan berkata, “Master, aku baru saja bermimpi.”

“Mimpi apa?”

Continue reading “OZY Chapter 38.2”