OZY Chapter 45

Featured Image

Segala sesuatu yang lainnya dapat ditoleransi, tetapi hanya kebangkitan Luo Ming Xuan yang tidak dapat diterima.

Persis saat aku memikirkan tindakan balasan; pada saat ini, sebuah bayangan tiba-tiba muncul di halaman. Itu adalah Mo Qing.

Aku belum melihatnya selama beberapa hari, jadi tiba-tiba melihat wajahnya lagi, aku langsung ingat hari itu ketika kami berhadapan muka. Saat itulah dia hampir menciumku. Detak jantungku berdebar tiba-tiba, dan butuh beberapa saat untuk menenangkannya.

Aku mendengarkan hatiku dan berpikir pada diri sendiri bahwa bahkan ketika aku mendengar berita tentang kemungkinan kebangkitan Luo Ming Xuan, aku masih bisa peduli tentang masalah Mo Qing; yang benar-benar sinyal yang sangat berbahaya.

Aku hanya melihat Mo Qing menatap Zhi Yan yang masih berjongkok dan menggigil di tanah. Dia sedikit mengernyit, tetapi tidak pergi untuk membantunya. Dia berbalik dan bertanya kepada pengawal gelap: “Apakah Liu Cang Ling ditangkap?”

Pengawal gelap menundukkan kepalanya dan berlutut: “Bawahan ini tidak menanganinya dengan baik, saya berharap bahwa Guru Besar akan menghukum saya.”

Mo Qing tidak menghukumnya, dia hanya melambaikan tangannya untuk memberi sinyal agar dia undur diri. Lalu dia berdiri di samping dan dengan tenang menyaksikan Zhi Yan. Dia tidak mengatakan apa-apa, seolah dia sedang menunggu sesuatu.

Aku merenung sejenak, lalu mengambil alih tubuh Zhi Yan. Aku pura-pura kelelahan dan duduk di tanah, menoleh untuk melihat Mo Qing: “Master.” aku percaya bahwa karena Mo Qing tidak mengungkapkan identitasku, maka aku akan terus berpura-pura naif. Itu akan menyelamatkan diriku dari perubahan status yang tiba-tiba, jika tidak, aku harus beradaptasi lagi dengan peran baruku. Selain itu …

Aku benar-benar tidak yakin bagaimana aku akan menggunakan identitas Lu Zhao Yao untuk bergaul dengan Mo Qing.

“Kemungkinan Liu Su Ruo tidak mati. Liu Cang Ling sudah berada di bawah kendalinya, ia menggunakan pedang prianya untuk mengambil darahku.”

Zhi Yan, yang dipaksa keluar dari tubuhnya olehku, menoleh untuk menatapku ketika dia mendengar itu. Aku terus mengatakan: “Sepertinya besok adalah konvensi Sepuluh Sekte Surgawi Besar mereka di Gunung Xian Tai. Hari ini, Liu Su Ruo melakukan serangan terhadapku, jadi besok, dia pasti akan mengambil tindakan.”

Selain itu, tindakan ini kemungkinan besar terkait dengan kebangkitan Luo Ming Xuan. Bahkan mungkin … Segera membangkitkan Luo Ming Xuan.

Memikirkan kemungkinan ini, ekspresiku menjadi gelap untuk sesaat.

Mo Qing berjongkok dan menatap lurus ke mataku: “Jangan khawatir, aku sudah membuat rencana.”

“Rencana?” aku melihat Mo Qing, “Apakah kamu akan mengganggu konvensi mereka … Secara pribadi?” tanpa sadar aku mengerutkan alisku. Terakhir kali, selama pertempuran di Kota Jin Zhou, luka-luka di tubuh Mo Qing belum tentu lebih baik, aku hanya takut bahwa itu menjadi semakin serius. Jika besok dia secara pribadi pergi ke konvensi sekte surgawi, maka itu pasti akan terlalu gegabah.

“Khawatir tentang aku?” ungkapan seperti ini, Mo Qing pura-pura tidak sengaja melemparkannya.

Tentu saja, aku khawatir, tubuh yang luka ini …

Aku sepenuhnya dikejutkan oleh respons pikiran bawah sadarku sendiri. Aku dengan cepat melirik Mo Qing, tetapi hanya melihat matanya yang berbintang tersenyum. Setelah matanya menjadi mantap dan tenang, ia menyembunyikan esensi yang menggoda. Tatapan ambigu ini menatapku terus terang, membuat wajahku yang tebal memerah.

Terlepas dari itu, aku dapat bereaksi dengan segera, karena orang ini memancing konfirmasiku! Tapi sebenarnya di hatiku, memang benar bahwa … aku khawatir tentang dia.

Tiba-tiba, aku merasa dikhianati oleh diriku sendiri.

“Ya … Kemarin, kamu bahkan dengan4 jelas membuat sumpah khidmat di depanku mengatakan bahwa kamu belum menyerah niat untuk membunuhnya, dan keinginan untuk merebut kembali posisi pemimpin sekte. Tapi sorot matamu tidak mengatakan itu sekarang.” Di sampingku, aku mendengar Zhi Yan terisak dengan tidak suka pada kata-kataku.

Aku dengan dingin menatapnya dengan curiga, tetapi melihat bahwa dia seperti kelinci, berjongkok dengan sepasang mata yang menatap lurus ke arahku.

[Apakah kamu tidak dalam keadaan sengsara karena Liu Cang Ling memangkas lehermu? Berapa lama kamu bahkan menderita? Sialan pamanmu*, bagaimana hatimu yang campur aduk jadi begitu besar sekarang?]

(*TN: sialan pamanmu – kata sial tapi lebih kasar.)

Aku batuk satu kali, menenangkan emosiku, dan menatap wajah Mo Qing lagi. Dia masih menatapku dengan cara seperti itu, tetapi karena alasan yang tidak diketahui, aku tiba-tiba mengingatnya belum lama ini, ketika Mo Qing membantuku mengambil Pedang Liu He Tian Yi. Ada darah di gagang pedang, dan aku bertanya apakah dia terluka atau tidak. Dia masih bertanya kepadaku dengan cara yang sama apakah aku khawatir tentang dia atau tidak.

Pada saat itu, aku berkata aku tidak khawatir, tapi yang kudapat sebagai balasan adalah ekspresi Mo Qing yang agak kecewa.

Sekarang aku ingat ekspresinya pada waktu itu, aku tidak tahu mengapa, tetapi aku sebenarnya tidak mampu membabi buta sembarangan dan melakukan gerakan berbohong tentang topik ini.

Dia seperti anak kecil yang menunggu untuk diberi permen, dengan cemas menatapku. Di hadapannya, aku agak tidak tega membuang permen itu ke tanah.

Dengan menghela nafas, aku mengakui kekalahanku di hati.

“Mhm, khawatir tentang kamu.”

Mata Mo Qing menyala tanpa komplikasi, tetapi di matanya juga muncul seolah-olah itu tidak mengharapkan aku untuk terus terang mengatakan kata-kata ini. Dia membeku sesaat, dan kemudian tiba-tiba mengalihkan pandangannya jauh, jauh ke kejauhan, terbatuk sekali: “Mhm.”

[Mhm? Hanya ada satu ‘mhm?’]

[Monster Kecil yang Jelek, kamu adalah anak yang malu-malu yang tidak bisa mengikuti pikiran orang lain.]

Author: Blue Shine

Jadilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang kamu suka. -IAMTB

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.