OZY Chapter 14

Featured Image

“Abaikan dia.” aku berkata, “Biarkan dia menyiksa dirinya sendiri, aku masih tidak percaya bahwa meskipun tubuhnya sudah pulih, dia masih bisa meninggalkan Puncak Xi Yue. Para kultivator iblis masih bisa membunuhnya.”

“Meski begitu, tidak boleh membiarkannya terbunuh!” bola mata Zhi Yan memerah, “Jika dia mati … Apa yang harus aku lakukan?”

Aku memandangnya dengan acuh tak acuh: “Itu takdir.”

Zhi Yan menggigit bibirnya dengan erat: “Tapi aku … Tidak ingin membiarkannya mati.” Dia menatapku dengan penuh perhatian dengan matanya yang berkilau penuh dengan keluhan dan belas kasihan, “Raja iblis yang hebat …”

Aku mengepalkan tangan dan mengertakkan gigi dengan erat … Jadi, keluarga bangsawan yang berbudi ini benar-benar merepotkan!

“Dengarkan baik-baik; ini yang terakhir …”

“Raja iblis yang hebat, kamu benar-benar orang yang baik!” Dia ingin bergegas ke arahku untuk berpelukan tapi aku berteriak: “Berdiri tegak.” Dia bereaksi berdiri tegak. Aku terbang menuju tempat tidur untuk duduk, menyilangkan kakiku di atas yang lain, melipat tanganku, dan bertanya kepadanya, “Ceritakan setiap detailnya.”

“Setiap hari di siang hari, aku memberikan Pil Kekuatan kepadanya. Lalu kemarin, aku memberinya semua Pil Kekuatan yang aku miliki. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku tidak akan kembali lagi di masa depan. Ketika lukanya sudah sembuh, dia harus melarikan diri tetapi dia … Masih ingin aku kembali bersamanya. Tadi malam, aku menggunakan jiwaku untuk memasuki ruang bawah tanah untuk melihatnya, tetapi aku melihat … Dia memakan semua Pil Kekuatan …”

“Makan begitu banyak Pil Kekuatan dalam satu hari, jika dia tidak hati-hati, energi dalam tubuhnya akan salah arah.”

“Ketika aku pergi, dia masih baik-baik saja. Aku tahu dia; dia tentu berpikir bahwa aku dibodohi oleh Jalur Iblis, jadi dia ingin cepat-cepat membawaku pergi.”

Aku meremas daguku dan merenung, “Kamu mungkin bisa mengalahkannya di permainannya sendiri. Dia makan banyak Pil Kekuatan, hanya bermeditasi dan menyelaraskan auranya untuk saat ini tidaklah cukup. Pertama, kamu pergi dan cari Liu Cang Ling dan berjaga-jaga di penjara. Agar dia terlihat tidak sengaja memasuki daerah iblis, jangan biarkan penjaga lain masuk untuk mengganggunya. Tunggu sampai auranya selaras, lalu kamu katakan padanya untuk membantumu dalam melakukan sandiwara. Biarkan dia mengendalikanmu dan membawamu keluar dari lembah.”

“Biarkan dia mengendalikanku?”

“Ya, karena jika tidak, kamu yang mengunjungi Liu Cang Ling setiap hari, ketika dia melarikan diri, kamu akan menjadi tersangka utama. Tindakan yang paling tidak bisa ditoleransi di Sekte Wan Lu adalah memata-matai musuh dan mengkhianati sekte ini.”

Zhi Yan dengan lemah berkata, “Tapi kamu mengajariku untuk melakukan ini sekarang …”

Aku melakukan ini untuk siapa!

Aku meliriknya sejenak dan dia dengan sadar menutup mulutnya.

Aku melanjutkan: “Kamu membiarkannya mengendalikanmu, kamu adalah murid Pemimpin Sekte, dan penjaga penjara Puncak Xi Yue pasti tidak akan berani melakukan sesuatu yang sembrono. Mereka pasti akan melapor terlebih dulu. Manfaatkan waktu singkat ini, kalian harus melarikan diri dari Sekte Wan Lu dan menemukan tempat untuk bersembunyi. Kita akan menetapkan lokasinya. Di malam hari, aku akan datang menemukanmu dan memasuki tubuhmu, mengejar Liu Cang Ling yang kembali ke Sekte Jian Xin. Seperti ini, kamu bisa menyelamatkannya dan aku juga bisa menyingkirkan masalah ini.”

Zhi Yan mendengarkan dan mengangguk. Dia menungguku untuk selesai berbicara, dan kemudian dia bangkit dan berlari keluar: “Aku pergi sekarang.”

Aku menyaksikan dia berlari keluar pintu, dan kemudian aku perlahan berdiri dan berolahraga sedikit. Setelah itu, aku dengan rajin memasuki tanah ke penjara bawah. Aku turun secara vertikal dan suatu saat jatuh ke ruang bawah tanah di kaki gunung.

Pada saat ini, Liu Cang Ling sedang bermeditasi dan menyelaraskan auranya di depanku di sel penjara. Kulitnya tidak terlalu bagus; Pasti sangat menyakitkan untuk menyelaraskan aura.

Setelah beberapa saat, aku mendengar langkah kaki bergegas masuk, Zhi Yan menyerbu ke pintu penjara, melihatku dan terkejut. Dia menarik napas dalam-dalam tetapi sebelum dia bisa berbicara, aku berkata: “Kemarin, aku pergi untuk membeli Pil Penambah Energi dan memakannya. Jadi di bulan ini, aku bisa melayang sedikit lebih cepat daripada orang yang berlari. Aku di sini bersamamu untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu, aku masih bisa memberimu ide.”

Zhi Yan mengangguk, diam-diam berjalan menuju sel Liu Cang Ling. Dia berjongkok, alisnya mengerut erat, dan ekspresinya penuh kekhawatiran.

“Kamu sangat menyukainya. Bisakah kamu benar-benar mengambil pedangmu dan melepas kepala ayahnya nanti?”

Zhi Yan tidak mengatakan apa-apa dan menundukkan kepalanya. Aku juga tidak mengatakan apa-apa lagi.

Kami menunggu sepanjang sore. Di ruang bawah tanah, tidak ada cahaya tetapi aku samar-samar merasa bahwa sudah waktunya matahari terbenam di balik gunung.

Akhirnya, wajah Liu Cang Ling mereda, dia perlahan membuka matanya, dan langsung melihat Zhi Yan di depannya. Ekspresi pemuda yang berbudi ini selalu keras tetapi matanya langsung melembut: “Zhi Yan.”

Zhi Yan dengan cepat menarik kembali ekspresi pribadinya*, menghapus rasa kasih sayang dari matanya, mencoba menjauh, dan berkata: “Karena kita tumbuh bersama sejak kecil aku datang ke sini untuk membantumu.”

*TN: Maksudnya seperti ekspresi natural/ekspresi kasih sayang.

Liu Cang Ling menatap kosong: “Membantuku?”

“Sekarang aku anggota Sekte Wan Lu, kamu bisa berpura-pura mengendalikanku nanti. Maka kita akan mengambil kesempatan ini untuk melarikan diri dari Gunung Chen Ji Shan.”

Ekspresi Liu Cang Ling menjadi riang: “Kamu bersedia meninggalkan Gunung Chen Ji Shan denganku?”

“Aku hanya …”

“Cukup.” dari samping, aku menyela penjelasan Zhi Yan: “Sangat rumit untuk menjelaskan kepadanya, cukup lakukan gerakannya. Cepat dan biarkan dia keluar.”

Seperti yang diharapkan, Zhi Yan menutup mulutnya, mengangkat tangannya untuk mengumpulkan energi, dan menciptakan aura pedang untuk meretas gembok tetapi pintu penjara tidak bergerak sedikit pun …

Zhi Yan sedikit malu …

Aku menaikkan ujung alisku. Rupanya, ketika aku tidak lagi di dunia ini, Sepuluh Sekte Surgawi Besar tidak memiliki tekanan, sehingga murid-murid mereka tidak diajarkan dengan baik.

*TN: Tekanan disini maksudnya, menurutku, tekanan dari musuh terutama setelah Zhao Yao meninggal. Jadi, mereka santai-santai saja.

Ketika Liu Cang Ling melihat ini, dia mencoba meraih pedang di sisinya. Tapi hari itu ketika dia koma, aku mengambil pedangnya untuk memblokir serangan Mo Qing. Itu berubah menjadi besi tua dan dibuang di lembah itu. Liu Cang Ling harus mengerahkan energinya ke jari-jarinya dan membuat pedang. Dia menggunakan aura pedang dan membanting pintu penjara, kali ini pintu itu mengeluarkan suara dan pecah.

Dia tiba-tiba memiliki beberapa keterampilan sejati.

Namun, ada segel di atas pintu. Setelah pintu rusak, penjaga penjara merasakan ada sesuatu yang salah dan bergegas masuk.

Pada saat ini, Zhi Yan bekerja sama dengan Liu Cang Ling, berdiri tegak, dan membiarkan jari-jari Liu Cang Ling menekan lehernya.

“Minggir.” kata Liu Cang Ling.

Para sipir melihat kalau itu adalah Zhi Yan, untuk sesaat, mereka berbalik untuk saling memandang dengan cemas dan sedikit ragu.

Dari samping, aku sedikit cemas: “Kamu ingin mengatur situasi!” aku mengajar Zhi Yan, “Katakan kamu sangat takut, katakan pada mereka untuk bergegas dan minggir, katakanlah orang ini mencekikmu, itu menyakitkan! Bisakah kamu berakting seperti itu adalah hal nyata!”

Aku memarahi Zhi Yan dan dia bangun. Dia segera berkata dengan suara bergetar: “Aku sangat takut, sakit … Kalian cepat-cepat minggir, dia ingin membunuhku …” ketika dia mengatakan ini, Liu Cang Ling tercengang dan sedikit mengendurkan tangannya. Liu Chang Ling benar-benar berpikir bahwa dia menyakitinya.

Aku pikir para murid surgawi ini benar-benar bodoh sampai-sampai mereka tidak dapat dilindungi …

“Tutupi tangannya, tutupi! Paksa dia untuk menggunakan sedikit lebih banyak kekuatan, mengapa kalian berdua tidak berkonsentrasi?”

Aku mengikuti dan melatihnya sepanjang jalan. Akhirnya, mereka melarikan diri dari dalam penjara bawah tanah menuju ke luar penjara bawah tanah.

Tidak banyak penjaga yang mengamati penjara bawah tanah Puncak Xi Yue tetapi cukup untuk mengepung membentuk lingkaran. Aku menyapu mataku dan menghitung ada kurang lebih sepuluh orang. Aku bertanya-tanya apakah hanya ada orang-orang ini saja, dengan keterampilan Liu Cang Ling, akan menjadi sepotong kue untuk menggertak mereka. Tetapi lebih banyak orang tidak boleh datang …

“Pemimpin Gunung Utara ada di dekat sini, cepat dan minta dia untuk datang.”

Tiba-tiba aku mendengar salah satu penjaga mengatakan ini kepada yang lainnya. Di lubuk hati, aku berdebar, aku segera memberi tahu Zhi Yan: “Yang itu, penjaga yang melarikan diri berniat untuk melaporkan, katakan pada Liu Cang Ling untuk menjatuhkannya sekarang. Kepungan ini, membuat mereka semua kehilangan kesadaran.”

Zhi Yan dan Liu Cang Ling terbukti menjadi sahabat lama sejak mereka tumbuh bersama dan memiliki hubungan dekat. Aku tidak tahu bagaimana dia berkomunikasi dengan Liu Cang Ling. Tetapi pada saat berikutnya, aku melihat, Liu Chang Ling dengan cepat berbalik, mengeluarkan jari-jarinya, dan menggunakan aura pedang untuk menyerang penjaga yang melarikan diri. Penjaga itu jatuh ke tanah dan berjuang untuk waktu yang lama tetapi tidak bisa bangkit kembali.

Penjaga lain melihat ini, mereka ingin segera menyerang. Kali ini, Zhi Yan akhirnya menemukan sedikit peluang dan berteriak: “Ah, ah, jangan, jangan, jangan.”

Para penjaga tidak punya pilihan lain selain mundur. Liu Cang Ling mengambil kesempatan ini untuk mengerahkan energi di seluruh tubuhnya untuk menyerang. Tiba-tiba cakrawala meledak, petir menghantam tanah dan Tongkat Qing Gang ada di sana: “Uhuk, uhuk …” Pemimpin Gunung Utara terbatuk dua kali, “Orang tua ini tidak menyadari bahwa hari ini di Gunung Chen Ji Shan masih ada ruang bagimu untuk menyebabkan kekacauan seperti itu.”

Pemimpin Gunung Utara … Aku mengakui bahwa kata-kata yang dia katakan hari ini memang sangat lama didasarkan pada pamor Sekte Wan Lu kita … Tapi sekarang aku akhirnya menyadari ketika berdiri di sisi yang berlawanan dari Sekte Wan Lu sebagai musuh, bahkan aku tidak berdaya untuk melawan dan hatiku hancur total.

Pemimpin Gunung Utara terkenal karena membenci para kultivator Surgawi dan sekarang ada kultivator Surgawi yang menyandera kultivator Surgawi lainnya. Aku melihat ke matanya yang jahat, dan kemudian teringat dengusan dinginnya ketika aku berada di tubuh Zhi Yan terakhir kali di aula samping Ruang Wu E …

Hmm, aku kira dia berencana untuk membunuh Zhi Yan dan Liu Cang Ling di sini, maka pada akhirnya hal yang lebih buruk menjadi lebih buruk lagi, dia akan memberitahu Mo Qing bahwa itu adalah kecelakaan.

Bisakah Mo Qing benar-benar merobek Pemimpin Gunung Utara karena tubuh Zhi Yan?

Aku mengangkat kepalaku dan melihat dari kaki gunung Puncak Xi Yue ke kejauhan; matahari sudah tenggelam perlahan ke bawah gunung. Kami ingin berlari tetapi tidak bisa berlari lagi, tetapi jika kami bertarung, kami bisa memiliki kesempatan.

“Perpanjang waktu.” aku berkata, “Perpanjang waktu dengan Pemimpin Gunung Utara.”

Ketika Zhi Yan mendengar bahwa orang tua di depannya ini memang Pemimpin Gunung Utara, dia tidak perlu berpura-pura saat ini, kulitnya berubah sedikit putih. Dia melihat Pemimpin Gunung Utara maju selangkah demi selangkah, dia dengan tergesa-gesa berkata, “Pemimpin Gunung Utara  selamatkanku … Aku murid Pemimpin Sekte …”

Yuan Jie tertawa: “Gadis Kecil, kamu bukan hanya murid Pemimpin Sekte tetapi juga informan Sekte Wan Lu. Kamu membantu Sekte Wan Lu ku dengan bekerja, jadi aku akan menyelamatkanmu dengan bantuanku.”

Setelah semua kata-katanya berhenti, Tongkat Qing Gang-nya memukul tanah satu kali, tekanan di udara meroket. Aku hanya hantu, jadi aku tidak merasakan tekanannya tetapi tetumbuhan di sekitarnya berderak. Para penjaga di samping Yuan Jie segera menunjukkan ekspresi yang menyakitkan. Tapi Zhi Yan yang berdiri tepat di depan terpaksa memuntahkan darah.

Liu Cang Ling dengan khawatir melihat ini dan ingin melindungi Zhi Yan. Yuan Jie mengandalkan tekanan udara, dan segera menyambar tubuh Zhi Yan ke arah Yuan Jie.

*TN: Zhi Yan terbang!! I believe I can fly~~!

Yuan Jie menangkap leher Zhi Yan dan melemparkannya ke samping. Zhi Yan jatuh ke tanah, terus-menerus terengah-engah. Penjaga di sebelahnya lebih gugup dan bertanya: “Apakah kamu baik-baik saja, Nona? Apakah kamu masih baik-baik saja, Nona?” penjaga itu memanfaatkan momen ini untuk menjilatnya.

Yuan Jie tidak repot-repot untuk menoleh dan tertawa dingin: “Terima kasih atas masalah yang kamu ciptakan, orang tua ini akan menangani dan membuang penjahat yang melarikan diri ini.”

Suaranya kejam dan aura pembunuhnya menuju Liu Cang Ling.

Liu Cang Ling khawatir tentang Zhi Yan tetapi juga tahu bahwa saat ini lebih baik bagi Zhi Yan untuk tidak berada di sampingnya. Jadi Liu Cang Ling berkonsentrasi untuk berurusan dengan Yuan Jie. Yuan Jie yang memegang Tongkat Qing Gang-nya tidak terlihat seperti orang tua, dia bahkan lebih tua daripada terakhir kali aku melihatnya lima tahun lalu.

Orang tua yang belum mati, yang sudah pasti orang seperti dia akan bisa dilukiskan*.

*TN: Maksudnya, Yuan Jie si orang tua, bisa diingat/bisa dikenal/ cirinya sudah bisa diingat/dihapal.

Perbedaan antara dua kekuatan mereka sangat besar. Liu Cang Ling tidak dapat memblokir dua serangan yang membuatnya terbang. Dia berputar-putar di udara dan menjejakkan kakinya dengan kuat di tanah. Dia mengangkat kepalanya dan jiwa di matanya tidak menunjukkan kelemahan. Tapi dia tidak bisa menekan darah yang mengalir keluar dari sudut mulutnya.

“Hmph, seseorang dari Sekte Jian Xin.” Yuan Jie dengan dingin mendengus, “Ketika mantan Pemimpin Sekte dan Sepuluh Sekte Surgawi Besar bertempur di Makam Pedang, kalian melakukan banyak upaya. Hari ini orang tua ini akan membantu Mantan Pemimpin Sekte melepaskan kebencian ini!”

Eh … Orang tua …

Ketika kamu tiba-tiba mengatakan ini, itu membuat suasana hatiku sedikit … Rumit … Aku benar-benar tidak tahu apakah aku harus bahagia atau sedih.

Dia menggunakan Tongkat Qing Gang-nya lagi dan aura pembunuhnya langsung menyapu bersih. Liu Cang Ling langsung terhempas ke belakang oleh aura pembunuh yang kuat, tanpa ampun menabrak pilar batu di sebelah pintu masuk penjara, lalu dia seperti kain compang-camping* yang jatuh ke tanah.

*TN: Babak belur maksudnya.

Yuan Jie hendak maju tetapi lengan bajunya ditarik oleh seseorang, Itu adalah Zhi Yan. Darah di sudut mulut Zhi Yan belum dibersihkan dan dengan luka seperti ini, dia dengan penuh perhatian menatap Pemimpin Gunung Utara. Sangat jelas, Zhi Yan yang biasanya seorang gadis pengecut yang lemah tetapi pada saat ini dia menjadi seperti paku yang kuat yang telah dipaku pada Pemimpin Gunung Utara: “Jangan berkelahi lagi.”

Yuan Jie dengan dingin mendengus, menyambar lengan bajunya, dan mengibaskannya, “Apakah murid Pemimpin Sekte Langsung akan berbicara untuk musuh?”

Zhi Yan meraih kakinya, wajahnya berlinangan air mata: “Jangan pukul Saudara Cang Ling. Aku mohon padamu!”

Liu Cang Ling mendengar kata itu dan dia menggigit bibirnya yang berdarah untuk menatap Zhi Yan, tatapan matanya berubah begitu cepat.

Yuan Jie mempertahankan ekspresinya yang dingin dan menendang Zhi Yan. Tindakannya ini membuat Liu Cang Ling marah. Liu Cang Ling berteriak keras dan bergegas maju untuk membunuhnya. Sama sekali tidak terkejut, Liu Chang Ling bahkan belum mendekati tubuh Yuan Jie dan sudah dipukuli dengan kejam. Kali ini, Liu Cang Ling jatuh ke tanah, memuntahkan darah ke seluruh tubuh, dan berjuang untuk bangkit kembali.

Jika ada serangan lain, maka dia akan mati.

Tiba-tiba pada saat itu, aku tidak tahu di mana Zhi Yan mendapatkan kekuatannya, dia berjuang bebas dari penjaga yang menariknya, dan berlari untuk menghadang di depan Liu Cang Ling: “Jangan berkelahi lagi!” Dia berlutut di tanah dan merentangkan tangannya yang rapuh, seperti induk ayam yang melindungi anak-anaknya.

Tapi di mata si pembunuh, dia hanya seorang induk ayam.

Langkah kaki Yuan Jie tidak pernah berhenti, Yuan Jie mengangkat tangannya, dan Tongkat Qing Gang membidik dan menjatuhkannya di atas kepala Zhi Yan! Semua para penjaga di belakangnya bergegas maju dan berteriak.

Aku melihat matahari terbenam yang tenggelam di cakrawala, sinar terakhir menghilang dan terbenam di balik puncak gunung. Aku menurunkan mataku, menggerakkan tubuhku, dan memasuki tubuh Zhi Yan. Dalam sekejap, rasa sakit di tubuh ini menelan jiwaku.

Di atas kepalaku ada Tongkat Qing Gang-nya, itu membawa tekanan seolah ingin membelah kepalaku, dan membuat telingaku berdengung dan menjerit.

Aku mengepalkan gigiku dengan erat, menekan bau amis yang mengepul di dadaku, dan dengan cepat menggerakkan semua kekuatan di tubuh ini untuk berkumpul di satu tempat. Dikelilingi oleh keheningan yang mematikan, aku membuat suara; Tongkat Qing Gang yang ada di atas kepalaku sangat sulit untuk berhenti.

Aku mengangkat kepalaku dan mendengar suara “krack, krack” yang dihasilkan oleh tulang leherku. Aura pembunuh di mataku mengembun menjadi mata pisau dan aku menatap ke mata jahat Pemimpin Gunung Utara.

“Sudah kubilang tidak ada lagi pertempuran, bukankah kamu mendengarnya?”

Ketika suaraku berhenti dan kekuatan kami meledak. Di mana kekuatanku dan Tongkat Qing Gang-nya saling berlawanan, kekuatan luar biasa menyapu keempat arah, seperti pisau bundar besar yang mengiris batuan gunung di sekitarnya dan pintu masuk penjara menciptakan sebuah lubang yang dalam.

Batuan gunung jatuh, udara berdebu, dan di sisi lain di tepi suatu area, ada sekitar sepuluh penjaga yang terkejut dan diam karena takut.

Di sampingku, jiwa Zhi Yan meratap dan menangis.

Tapi Pemimpin Gunung Utara menatapku dan ekspresi di matanya sangat terkejut: “Kamu …”

Selama kesunyian ini, teriakan dingin terdengar dari samping: “Berhenti.”

Yuan Jie melihat ke samping, menarik tongkatnya, dan melangkah mundur. Semua penjaga segera berlutut di tanah dan memberi hormat: “Pemimpin Sekte.”

Aku menoleh untuk melihat tetapi melihat kalau jubah hitam itu sudah ada di depanku.

Serangan barusan tadi sudah menghabiskan semua kekuatan yang dimiliki tubuh ini. Aku hanya bisa berlutut di tanah dan dengan susah payah menopang tubuhku untuk tegak. Aku tidak boleh pingsan. Aku menyaksikan orang di depanku berjongkok. Jubah hitamnya yang mulia yang disulam dengan pola-pola gelap menyebar dan berserakan di tanah, ternoda debu.

Namun, dia hanya menatapku dengan penuh perhatian.

Di dalam sepasang mata tajam yang berisi banyak rahasia mencerminkan siluetku seolah-olah penglihatanku kabur dan menghasilkan halusinasi. Tanpa diduga aku melihat sudut mulutnya bergetar selama sepersekian detik, dia mengangkat tangannya, dan jari-jarinya dengan lembut menelusuri wajahku. Sensasi kasar jari-jarinya mengalihkan perhatianku dan membawaku kembali ke hari itu, hari di Makam Pedang ketika Monster Kecil Jelek itu tiba-tiba muncul di sebelahku.

Aku mengatakan kepadanya untuk pergi keluar dan mengalihkan perhatian para murid Sekte Surgawi itu. Aku bermaksud menggunakan hidupnya sebagai ganti atas nyawaku.

Namun dia mengatakan kepadaku, “Aku bisa memberikan segalanya untukmu, selama kamu aman dan sehat.”

Hmph, konyol.

Lihatlah keadaanku saat ini, kecuali kesehatanku, kamu telah mencapai segalanya!


Chapter ini sangat panjang sampai tanganku terasa pegal. Jadi, untuk hari ini OZY akan up 1 chapter saja. Sigh! Biarkan aku istirahat sebentar. (ToT)

OZY Chapter 13
OZY Chapter 15

Author: ShinMin

Soo~~ tired.

2 thoughts on “OZY Chapter 14”

Leave a Reply

Your email address will not be published.