Memanjakan Istri Kecil nan Imut (Little Adorable Consort)

Author: 安步奕奕

Judul: Ghostly Masked Prince Xiao: Pampering and Spoiling the Little Adorable Consort
鬼面枭王:爆宠天才小萌妃最

Penerjemah: RandomAlex & Rei

Sinopsis:
Dengan satu perintah dari kaisar dan perhitungan keluarganya, gadis yang manis dan imut itu pun bertemu dengan pria yang dingin dan berkedudukan tinggi itu – dia menjadi istri kecilnya.

Semua orang mengatakan bahwa Pangeran Ying yang berasal dari Kekaisaran Xuan Barat buruk rupa, berdarah dingin, dan kejam; mereka semua menertawainya karena telah keliru dengan memasuki sarang harimau sehingga kehidupannya berada dalam bahaya; dan dia, dia hanya bisa menertawai orang-orang di seluruh dunia yang tidak mampu mengenali kebenaran, yang dungu dan tolol.

Dia yang buruk rupa sebenarnya luar biasa tampan, dia yang berdarah dingin sebenarnya lembut dan manis. Gadis itu hanya ingin menyembunyikannya dan tidak akan membiarkan orang lain mengintipnya. “Batu Es Besar, lepaskan topengmu dan biarkan Wangfei (Tuan Putri) ini melihatnya!” Dia menopang dagunya dengan air liur yang menetes dari mulutnya.

“Mau lihat?” Bibir orang itu melengkung naik menghasilkan senyuman nakal yang begitu menawan, saat mengatakan, “Kalau begitu, serahkan dulu uang mukanya…”

Ini adalah kisah tentang seorang gadis manis nan menggemaskan dan perjalanan seorang pria yang memiliki dua wajah, melawan musuh-musuhnya dan membasmi hal-hal aneh, sambil menjalin hubungan romantis yang penuh akan cinta yang memanjakan, kegembiraan, dan aksi-aksi yang penuh gairah.

 

RAW: http://moonbunnycafe.com/

Chapter:

LAC 1. Jiwa-jiwa yang Menyeberangi Semua Tipuan
LAC 2. Menemukan Seorang Pria Tampan dan Membawanya Pulang
LAC 3. Orang Dari Keluarga Chu Dengan Niat Tak Jelas
LAC 4. Menyulitkan Ibu yang Lemah dan Ayah yang Bodoh
LAC 5. Bunga Fu Gui Terbuka Dijalan Menuju Ibukota
LAC 6. Prospek Masa Depan Tidak Jelas Membuat Hati Sulit Merasa Aman
LAC 7. Semua Orang di Keluarga Chu Sangat Keterlaluan
LAC 8. Hal-hal yang Tidak Normal Pasti Ada Hantunya
LAC 9. Mata Tajam dan Hidung Tajam Mengendus Rencana Sinis
LAC 10. Bahkan Belum Tumbuh Dewasa Sebelum Menjadi yang Pertama Dinikahkan
LAC 11. Merapikan Barang Berharga Agar Bisa Lolos
LAC 12. Yama ‘Raja Neraka’ yang murung, Pangeran Ying
LAC 13. Hati Berharap Bertemu Kembali
LAC 14. Memperhatikan ‘Teman Lama’ Keluarga Chu di Malam Hari
LAC 15. Waktu Yang Tidak Baik untuk Kabur dan Bertemu Plot Perlawanan
LAC 16. Dikelilingi Musuh dan Dikhianati Dengan Menyedihkan
LAC 17. Membuka Atap untuk Mengucapkan Dengan Jelas
LAC 18. Membalikkan Masalah untuk Melindungi Orang Tua
LAC 19. Sang Tuan Ingin Melihat tapi Tidak Bertemu
LAC 20. Dokter Suci yang Aneh Tidak Dapat Diandalkan
LAC 21. Istana yang Indah, Kehidupan yang Sepi
LAC 22. Kertas Kontrak pernikahan Melemparkan Semuanya ke Dalam Kekacauan
LAC 23. Lapis Demi Lapis Rencana Licik Selir Yue
LAC 24. Kekacauan, Tidak Bisa Membiarkan Keluarga Chu Mengambil Keuntungan
LAC 25. Yang Mulia Memerintahkan, Silakan Pindah Rumah
LAC 26. Petir Di Siang Bolong Benar-benar Membuat Orang Takut
LAC 27. Ying Wang tiba, Sama Sekali Tidak Memberi Peringatan
LAC 28. Tunangan bagai Batu Es Besar
LAC 29. Pertama Kali Bertemu, Aku Sangat Sopan!
LAC 30. Interaksi Dua Orang yang Konyol
LAC 31. Kemasi Tas mu dan Berangkatlah
LAC 32. Memasuki Rumah Bangsawan Sedalam Laut
LAC 33. Makanan Pertama adalah Sesuatu Dengan Maksud untuk Mengakhiri Hidup Sang Tamu
LAC 34 – Pangeran Hantu di Samping di Bodoh-bodohi
LAC 35. Putri Berumur Sepuluh Tahun Menggemaskan
LAC 36. Mendampingi Dia untuk Sarapan Larut Malam
LAC 37. Sebuah Pesta untuk Mata, Membuat Makanan Lebih Mudah Ditelan
LAC 38. Jahe Tua lebih Pedas dari Jahe Muda
LAC 39. Hati-hati Ketika Binatang kecil Itu Meledak
LAC 40. Apa yang Direncanakan Pangeran Hantu
LAC 41. Saya yang Anak Kecil, Jadi Saya yang Terbesar
LAC 42. Mudah Menghindari Tombak Ditempat Terbuka
LAC 43. Sikap dingin Wangye, Kepanikan Qing Yan 
LAC 44. Drama Palsu itu Menjadi Lelucon Kecil Nyata
LAC 45 – Panduan Pangeran Gunung Es
LAC 46 – Kesulitan Pahit Yang Tidak Bisa Dikatakan Sangat Menyedihkan
LAC 47 – Jangan mencoba menebak pikiran Wangye
LAC 48 – Memberi Riak Saat Chu Qing Yan Belajar Menulis
LAC 49 – Bangsawan Yang Berkunjung Adalah Anak Muda Yang Imut
LAC 50 – Perbedaan yang Tidak Dapat di Damaikan, Tunggu dan Lihat Saja
LAC 51 – Ketika Gunung Es Menjadi Lembut
LAC 52 – Bahaya Segera Datang, Kata-kata Terakhir dari Orang yang Sekarat
LAC 53 – Mengkritik dengan Ganas, Menyalahkan Ibu dan Putra
LAC 54 –  Berjuanglah untuk Orang-orang di depan Gerbang Neraka
LAC 55 – Orang Berbakat yang Kurang Dimanfaatkan pada Posisi yang Tidak Penting untuk Menunggu Seseorang
LAC 56 – Nasib Baik yang Datang Agak Membusuk
LAC 57 – Memberikan Nasihat Ketika Hanya Tiga Kata yang Benar
LAC 58 – Kewalahan dengan Bantuan dari Atasan, Terima Kasih
LAC 59 – Membesarkan Anak Cukup Bagus Juga
LAC 60 – Mencairnya Es dan Salju Juga Palsu
LAC 61 – Keinginannya, Janjinya
LAC 62 – Berjalan-Jalan Dengan Wangye Benar-Benar Baru
LAC 63 – Apapun yang Kau Inginkan, Beli Beli Beli
LAC 64 – Menantu Yang Disisipkan Ke Dalam Daun Bawang Terbalik, Aku Adalah Ayah
LAC 65 – Ditarik Oleh Ayah Mertua yang Pantang Menyerah dan Menyenangkan
LAC 66 – Peristiwa Tak Terduga Terjadi di Perjalanan Pulang
LAC 67 – Bahaya Mendekat; Menghindar, Menghindar, Menghindar
LAC 68 – Pahlawan yang Menyelamatkan Keindahan adalah Seorang Biksu Buddha
LAC 69 – Anda Tidak Mengerti Pikiran Anak-Anak
LAC 70 – Jangan Memamerkan Gengsi, Atau Kau Akan Dianggap Sebagai Kucing Yang Sakit
LAC 71 – Dengarkan Dengan Patuh dan Jangan Membuat Keributan
LAC 72 – Badai Belum Tenang, Ketakutan Dalam Mimpi
LAC 73 – Melampiaskan Amarah Untuknya
LAC 74 – Kekhawatiran Pangeran Keempat
LAC 75 – Ayah Chu Memasuki Fu dan Unggas Mulai Terbang
LAC 76 – Ketika Orang Aneh Berbicara, Kata-katanya Aneh
LAC 77 – Bermain Dengan Daun Bawang Yang Terbalik Dengan Semangat
LAC 78 – Kesombongan Membuatmu Melewatkan Langkah Pertama
LAC 79 – Dia adalah Wangfei, Jadi Dia adalah Tuan
LAC 80 – Saya Akan Melakukan Sesuka Saya: Secara Alami Sangat Akrab
LAC 81 – Menantu, Seseorang Sedang Menggali Di Sudut Dinding
LAC 82 – Anggap Gunung Es Mengatakan Lelucon Norak
LAC 83 – Ayah Chu Membantu Dalam Serangan
LAC 84 – Bahkan Tidak Memberiku Sepotong Udang
LAC 85 – Kebetulan Bertemu dan Ditangkap oleh Sosok Putih yang Menawan
LAC 86 – Berubah Sesuai Situasi, Keluar Dari Sarang Harimau
LAC 87 – Harapan Yang Masuk Akal
LAC 88 – Hangat dan Cerah Seperti Bintang
LAC 89 – Kau Telah Menyelesaikan Pekerjaan Bintang
LAC 90 – Bibi, Aku Mengagumimu
LAC 91 – Melakukan Tugas Untuk Menyelamatkan Seseorang dan Menimbulkan Masalah
LAC 92 – Pakaian Abu, Biksu Dunia Lain
LAC 93 – Datang Untuk Membimbingmu Memasuki Agama Buddha
LAC 94 – Manusia Biasa di Dunia Ini adalah Aku
LAC 95 – Hati Tak Tergerak Oleh Keindahan
LAC 96 – Alasan Gunung Es Menolak Orang
LAC 97 – Mendapatkan Keuntungan dengan Menunjukkan Kepatuhan
LAC 98 – Percakapan Antara Hong Yi dan Cheng Yi yang Menyembunyikan Misteri
LAC 99 – Malapetaka Datang, Hidup Seperti Ikan di Kolam
LAC 100 – Giok Putih, Pemuda Tampan Seperti Mawar Jepang
LAC 101 – Hati Menjadi Iba dan Menemaninya Pergi Jalan-jalan
LAC 102 – Kau Berada di Meja Besar, Aku di Meja Kecil
LAC 103 – Panggilan Dari Istana Sulit Untuk Dimengerti
LAC 104 – Tidak Melihat Kaisar, Sangat Kecewa
LAC 105 – Harus Melihat Wajah Itu Setiap Hari, Menjadi Sedih
LAC 106 – Ditolak Masuk, Benar-Benar Tidak Enak
LAC 107 – Dituduh Tanpa Alasan Membuat Seseorang Dirugikan
LAC 108 – Ratusan Rasa Bangkit di Hati Seseorang
LAC 109 – Berusaha Mengecoh, Menciptakan Gangguan
LAC 110 – Saat Dua Harimau Bertarung, Pasti Akan Ada Luka
LAC 111 – Seharusnya Tidak Menunjukkan Kasih Sayang Pada Pihak Yang Berkepentingan
LAC 112 – Keterampilan Macam Apa Itu?!
LAC 113 – Ingin Menjadi Kuat, Sangat Kuat
LAC 114 – Dengan Senang Hati Memutuskan Seperti Itu
LAC 115 – Perjuangan Mental Roh Bumi ‘ding, ding, ding’
LAC 116 – Kiamat Bagi Roh Kayu Tiba
LAC 117 – Peri Kecil Datang dari Langit
LAC 118 – Dagu Roh Api Jatuh Karena Ketakutan
LAC 119 – Larilah, Babi Kecil yang Gemuk!
LAC 120 – Bagaimana Kalau Kita Berteman?
LAC 121 – Kakak Aneh, Halo dan Selamat Tinggal
LAC 122 – Roh Api dan Roh Bumi Mengadakan Pertemuan Kecil
LAC 123 – Pertempuran Hebat, Membujuk Gunung Es
LAC 124 – Menjadi Keberadaan yang Paling Penting
LAC 125 – Berkumpul di Reuni, Kata-Katanya Membuat Mati Rasa
LAC 126 – Bulan di Tanggal 15 Agustus Terlihat Sangat Bulat
LAC 127 – Pesaing Cinta Datang Dari Setiap Jalan
LAC 128 – Alam Semesta Kecilnya Terbangun
LAC 129 – Hidupku Dikendalikan Oleh Diriku Sendiri Bukan Oleh Langit
LAC 130 – Satu Demi Satu, Pria Cantik Datang
LAC 131 – Perasaan Rindu Ditunjukkan Dalam Sebuah Sapaan
LAC 132 – Keinginan Seperti Hujan di Gunung, Datang Bagaikan Angin yang Memasuki Bangunan
LAC 133 – Konspirasi Berputar Seperti Lentera Berwarna
LAC 134 – Tanpa Alasan, Tuduhan yang Tidak Adil Mendarat
LAC 135 – Kembali ke Ying Wangfu dan Mengambil Alih Situasi
LAC 136 – Emosi Orang Tua Itu Tak Terbatas Seperti Hujan yang Lebat
LAC 137 – Hati Yang Mulia Kaisar Telah Miring

One thought on “LAC 137 – Hati Yang Mulia Kaisar Telah Miring”

Leave a Reply

Your email address will not be published.