LAM 5. Menggoda Suami Adalah Hal Yang Menantang [Bag. Pertama]

Featured Image

Ibu berkata padaku, jika ingin mendisiplinkan seorang pria, harus memikat dan merayunya.

Karena Han Lei dan aku berada di perusahaan yang sama, ditambah lagi dia memiliki mobil, maka aku tidak ragu untuk meninggalkan kartu busku di dalam laci kamar, menebalkan muka untuk naik ke atas mobilnya yang nyaman.

Lihat, Departemen Desain-ku tidak dapat dibandingkan dengan seseorang yang berasal dari Departemen HR. Gaji mereka begitu baik dan tinggi, membuat setiap orang iri. Dia dapat memiliki sebuah mobil di usia muda seperti itu, sedangkan aku, aku tidak punya alternatif lain selain naik bus.

Sesampainya di tempat parkir kantor, karena waktu masih cukup pagi, tidak banyak orang yang berada di tempat parkir yang besar itu.

Setelah Han Lei memarkirkan mobilnya, kami berdua berjalan dengan saling berdampingan menuju ke lift.

Aku melihat ke bawah dan melihat tangan kami berdua, berpikir apakah aku harus mengambil inisiatif untuk memegang tangannya atau tidak. Setelah membuat keputusan, aku mengamati ekspresinya dengan hati-hati sambil perlahan menjangkau tangannya dengan tanganku.

Saat aku sudah hampir berhasil, suara seorang pemuda yang ceria dan bersemangat tinggi terdengar dari belakang kita. Suara ini membuat tanganku yang hanya berada sepersekian sentimeter dari tangan Han Lei menjadi kaku dan sedikit gemetar.

Karena gangguan dari pihak eksternal, maka aku menarik kembali tanganku ke sisi tubuhku.

Kita tidak menghentikan langkah kaki kita, menunggu orang itu berhasil mengejar kita.

Sampai melihat seorang pria yang memakai setelan kasual dan berjalan dengan cepat ke sisi Han Lei, selanjutnya menyapa dengan penuh hormat, “Selamat pagi, Presiden!”

Saat suara itu memudar, aku yang sudah bersiap untuk melangkahkan kakinya tanpa sadar menariknya kembali. Dengan tatapan tidak percaya, aku menatap Han Lei yang berada dua langkah di depanku.

Han Lei berbalik dan tersenyum sambil menatapku, meninggalkan pria muda itu di tempatnya dan berjalan ke arahku.

Aku gemetaran dan menunjuk padanya dengan jari telunjuk, berkata dengan tidak yakin, “Kamu…”

“Hehe, aku Presiden.”

“Dia…”

“Hmm, sekretarisku.”

“Lalu…”

“Karena aku tidak suka dengan tim sekretaris yang cantik!”

“Mungkinkah…”

“Sayangku, aku dapat meyakinkanmu bahwa aku bukan GAY!”

Setelah menyelesaikan kalimatnya, Han Lei tersenyum dan masuk ke dalam lift dengan sekretarisnya, meninggalkanku sendirian untuk mencerna berita ini.

Jadi, dia adalah Presiden. Hal ini juga dapat menjelaskan kenapa dia mampu membeli sebuah mobil di usia yang begitu muda.

Aku menatap kosong pada mereka yang pergi, tiba-tiba menerima tatapan iri, tidak rela, dan ganas dari sekretaris itu saat dia berbalik dan menatap padaku.

Hei! Jadi yang benar-benar GAY itu dia! Tidak aneh wajahnya penuh dengan shou*.

(T/N: shou adalah hubungan antar pria, shou biasanya mengacu pada seseorang yang berada di ‘bawah’ saat berhubungan.)

Tidak! Dengan adanya orang yang begitu berbahaya di sekitar Han Lei sangat tidak menenangkan. Meskipun Han Lei sudah mengakui bahwa dirinya bukan GAY, tetapi dengan masalah gairah seksualnya yang pasif, jika dia kebetulan sampai diculik, digoda, dan dicuci otaknya oleh sekretaris itu. Pada saat itu, aku harus lari kepada siapa untuk menangis!

Maka aku mengepalkan tinju dan membuat keputusan dari dasar lubuk hatiku, aku memutuskan akan mulai menggoda suamiku mulai malam ini!


Setelah mandi di malam hari, aku dengan senang hati menemukan Han Lei yang sedang duduk di ruang tamu sambil menonton TV. Aku kembali ke dalam kamarku untuk mempersiapkan pakaian untuk menggodanya.

Aku mengeluarkan sebuah gaun hitam seksi dari dalam tas, terkekeh sedikit tanpa suara. Gaun malam ini kubeli bersama dengan teman kantorku, seorang fujoshi* yang hardcore, Leng Yan. Kami menggunakan istirahat makan siang kita untuk membeli produk ini demi menggoda Han Lei.

(*T/N: fujoshi adalah wanita yang menyukai hubungan cinta antara pria. Hardcore disini artinya adalah dia seorang penggemar keras untuk yang seperti ini.)

Bahan gaun malam hitam yang seksi ini sangat tipis, memakainya di tubuh akan terlihat elegan, mengesankan, dan mempesona. Dua buah tali bahu yang tipis dapat diikat dengan bebas di pundak dan bahan pakaian ini transparan. Aku sengaja memasangkannya dengan pakaian dalam berwarna merah, merah dan hitam, terlihat misterius dan bergairah. Gaun ini cukup pendek dan hanya menutupi pantatku, dengan sedikit kebetulan atau gerakan yang agak besar, pasti dapat segera menjamin aku akan melewati sebuah malam yang penuh musim semi*. Tentu saja, ini alasan terbesarku membelinya.

(*T/N: malam yang penuh musim semi itu diartikan sebagai malam penuh cinta. Kalau dalam bahasa mandarin, musim semi diartikan dengan penuh cinta.)

Aku berdiri di depan cermin dengan gaun tidur itu di tubuhku, membiarkan rambut panjangku yang bergelombang terurai di punggungku. Tak lupa, aku mengoleskan lipstik merah yang cerah dan memikat. Aku juga menyemprotkan beberapa kali parfum ‘opium*‘ di leherku, dadaku dan pergelangan tanganku, dan wanginya dengan segera mengelilingi tubuhku.

(*T/N: opium berarti memabukkan.)

Sekali lagi aku melihat pantulan diriku di cermin, aku menunjukkan senyum puas. Bagus sekali, sekarang aku terlihat bagaikan wanita yang butuh dicintai dan dihargai, sungguh menawan.

Aku mengambil napas dalam-dalam, membuka pintu dan berjalan menuju ke ruang tamu.

Aku sengaja duduk di sofa yang sama dengan Han Lei, menunggu sampai matanya teralih kepadaku. Aku bermain-main dengan rambut keritingku terlihat sangat genit dan bibir merahku yang menawan tanpa sadar terbuka. Menyilangkan kakiku yang ramping dan indah dan menampilkannya di sebelah kaki Han Lei.

Lihat aku! Teteskan air liurmu! Lemparkan dirimu ke atasku! Tekan aku di bawahmu!

Tiba-tiba, berhadapan dengan diriku yang begitu menarik dan lezat, Han Lei malah tetap memasang wajah datar dan berkata sambil tersenyum, “Apa kamu tertarik pada basket? Jika kamu tidak keberatan, temani aku nonton pertandingan NBA yang sudah kurekam sebelumnya!”

LAM 4. Suamiku Tidak Bisa Berdekatan dengan Wanita [Bag. Ketiga]
LAM 5. Menggoda Suami Adalah Hal Yang Menantang [Bag. Kedua]

Leave a Reply

Your email address will not be published.