LAC 10. Bahkan Belum Tumbuh Dewasa Sebelum Menjadi yang Pertama Dinikahkan

Featured Image

-oOo

“Cai Cai, apakah karena kau terlalu memikirkannya?” Ibu Chu mengira itu karena anak perempuannya baru saja tiba dari Desa Mao dan tidak terbiasa dengan lingkungan baru, jadi dia akan memikirkannya. Dia tidak bisa menahan diri untuk mencubit hidungnya dan dengan senyum berkata.

Chu Qing-Yan menggelengkan kepalanya, wajahnya sangat serius saat dia berkata, “Bu, anak perempuan ini tidak terlalu memikirkan hal-hal ini. Baru sekarang, anak perempuan mendengar beberapa petunjuk dari mulut Shan Cha. Akibatnya, anak perempuan ini merasa ada sesuatu yang besar yang pastinya terjadi dalam keluarga Chu.”

Ibu Chu, setelah mendengar apa yang dikatakan, tidak bisa tidak bertanya, “Hal hebat apa yang terjadi dalam keluarga Chu? Hubungannya apa yang ada dengan kita?”

Chu Qing-Yan segera menjadi berkecil hati, “Ini juga bagian anak perempuan mu tidak bisa mengerti setelah banyak berpikir.”

Ibu Chu tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum, dan dia membelai rambut panjang anak perempuan itu, “Jika kau tidak dapat memahaminya setelah banyak berpikir, maka jangan pikirkan tentang hal itu. Karena kita telah datang, kita harus membuat diri kita nyaman.”

Chu Qing-Yan menarik napas panjang dan, karena tidak ada pilihan yang lebih baik, hanya bisa mengangguk.

Dan saat ini, Ayah Chu bergeser mendekat untuk mendekati mereka. Mata besarnya terbuka lebar saat dia memukul dadanya untuk mengatakan pada pasangan ibu dan anak, “Ibu Dan, Cai Cai, jangan takut. Aku akan melindungi kalian.”

Chu Qing-Yan dan Ibu saling pandang, dan tidak bisa tidak geli.

Mungkin karena beberapa hari berjalan, pikirannya terentang hingga lelah, Chu Qing-Yan merasa sedikit mengantuk. Ibu Chu, melihat ini, mendesaknya untuk cepat dan kembali untuk beristirahat.

Saat Chu Qing-Yan hendak pergi, dia melirik tempat tinggal orang tuanya. Dia diam-diam memutuskan di dalam hatinya, dia harus berjuang untuk perlakuan yang benar yang seharusnya dimiliki orang tuanya.

Shan Cha merasa bahwa sejak Nona Kesembilan keluar dari kamar Nyonya Tertua, ekspresinya sepertinya telah berubah, tapi dia tidak bisa mengatakan apa yang berubah. Dia merenungkannya, haruskah dia melaporkan kelainan Nona Kesembilan kepada Kakak Chun.

(Kakak Chun yang lebih tua adalah pelayan Nyonya Kedua yang mereka temui di aula utama. Pelayan wanita saling memanggil seperti saudara perempuan/kakak/adik. Berdasarkan posisi, atau jika posisi sama berdasarkan umur.)

Awalnya, dia pikir sulit untuk tertidur di lingkungan yang tidak biasa, namun tak disangka, dia tidur lelap sepanjang malam, tanpa mimpi.

Chu Qing-Yan terbangun sangat awal, dan Shan Cha sudah mengatur sarapan di atas meja dan menunggunya.

Dia telah mengganti pakaian baru yang telah disiapkan Chu untuknya. Dia duduk di kursi dengan pakaiannya yang segar dan indah.

Shan Cha berbalik dan hendak memanggil Nona Kesembilan, tapi tercengang melihat bagaimana penampilannya saat ini, berpakaian dengan rapih. Bukan karena Nona Kesembilan sekarang memiliki penampilan indah yang menghancurkan seperti itu yang akan mengejutkan makhluk surgawi. Sebaliknya, itu karena kemarin, pakaian Nona Kesembilan yang kembali ke rumah besar itu sangat jelek. Seolah-olah semua sinar di seluruh tubuhnya ditutup-tutupi. Dan sekarang, mengenakan pakaian mempesona berwarna kuning menawan yang meningkatkan warna kulit di sekujur tubuhnya, tiba-tiba, dia berubah tak bisa dikenali lagi.

Chu Qing-Yan tidak melewati tatapan tertegun di mata Shan Cha. Dia merasa sedikit gembira dan sedih pada saat bersamaan di dalam hatinya. Senang, karena kuda tergantung pada pelana, seseorang tergantung dari pakaian mereka. Dia merasa sedih karena jika masih berada di dunia modern, dia sama sekali tidak perlu khawatir dengan makanan dan pakaian. Namun, dia hanya membiarkan pikiran ini mati dalam sekejap mata. Setelah dia dengan tenang dan diam-diam selesai makan, dia kemudian memberi tahu Shan Cha bahwa dia ingin pergi keluar dan berkeliling untuk membiasakan diri dengan lingkungan sekitarnya.

Dia memperhatikan ekspresi Shan Cha yang jelas-jelas ragu, namun setelah itu, dia masih berkompromi di bawah tatapan Chu Qing-Yan yang tak tertandingi.

Ekspresi Chu Qing-Yan penuh keceriaan, tapi di dalam hatinya, dia mulai memberontak dan merasa khawatir. Ketika dia berjalan keluar dari pintu, dia menemukan bahwa semalam, banyak orang muncul di luar pintu kamarnya. Masing-masing dari tatapan mereka tidak pernah meninggalkan tubuhnya, seolah-olah dia adalah tawanan yang mereka jaga. Persepsi ini benar-benar membingungkannya, tapi di permukaan, dia masih berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun, Shan Cha benar-benar mulai mengenalkannya pada tata letak manor. Sementara Chu Qing-Yan mendengarkan, dia juga hafal semuanya. Mungkin nantinya, akan ada kesempatan dimana akan bermanfaat.

Mereka berjalan dan berjalan, lalu sampai di pinggir kebun. Chu Qing-Yan bisa melihat beberapa sosok orang di dalam. Dia tidak bisa tidak mengatakan pada Shan Cha, “Ayo kita pergi ke sana untuk berjalan-jalan!”

Dari interaksi singkat mereka, Shan Cha merasa bahwa meskipun Nona Kesembilan tidak banyak bicara, pembawaannya tampak ramah. Jadi, dia masih sangat menyukai Nona ini di hatinya. Akibatnya, dia mendekatinya untuk pergi ke kebun. Ketika dia membawa Nona berkeliling hiasan bukit batu untuk sampai ke paviliun di tengah taman, tiba-tiba, mereka mendengar percakapan seperti ini.

“Kakak ke tujuh, aku mendengar Bibi Kedua mengambil orang kampungan itu dan mengembalikannya ke rumah besar. Kemarin, kalau bukan karena kelas, aku ingin lihat dan dia seperti apa rupanya. “Suara yang penuh semangat terdengar dari balik bukit batu.

Shan Cha menjadi terganggu, dia tidak pernah mengira Nona Kedelapan akan berada di sana. Saat dia terlihat terganggu, lengannya sudah ditarik berhenti oleh Chu Qing-Yan yang berada di belakangnya. Setelah itu, dengan tarikannya yang kuat, dia juga berjongkok di belakang bukit batu. Dia ingin berbicara, tapi Chu Qing-Yan memiliki telunjuk di bibirnya, mengisyaratkan bahwa dia tidak boleh berbicara.

Percakapan di sisi lain bukit batu berlanjut.

“Adik Kedelapan, apa bagusnya melihat orang kampungan? Bukankah hanya seseorang yang jelek, bodoh dan juga kekurangan pendidikan? Ini juga sesuatu yang membuatmu semangat sekali?” Suara lain dengan maksud mengejek menanggapinya dengan saksama.

Shan Cha tanpa sadar melirik Nona Kesembilan, tapi mendapati dia sangat tenang seakan Nona Ketujuh dan Nona Kedelapan sedang membicarakan orang lain.

“Kakak Ketujuh, apa yang kaukatakan itu benar. Orang seperti itu sebenarnya tidak layak mendapat perhatian kita. Hanya saja, jika dia benar-benar tidak tumbuh dewasa dengan baik, lalu menikah kedalam Rumah Pangeran Ying, bukankah dia akan merusak wajah keluarga Chu kita?” Nada bersemangat itu sudah meragukan.

“Hehe, hehe, Adik Kedelapan, jika orang kampung itu menolak menikah, jangan katakan … apakah kau ingin menikah dengannya? Jangan lupa, kala itu, karena Nenek tidak ingin Nona keluarga Chu kita masuk ke gua serigala, dan karena itulah orang kampung ini dipanggil ke rumah. Jika tidak, bahkan jika mereka kelaparan sampai mati atau terbunuh sampai mati di luar, itu tidak ada hubungannya dengan kita.” Sekarang, ini adalah nada mengejek yang kejam.

Chu Qing-Yan menunggu begitu lama dan akhirnya menemukan jawaban yang dia cari. Benar saja, seluruh keluarganya dipanggil kembali ke keluarga Chu, bukan karena alasan rindu kerabat, melainkan menggunakannya sebagai domba kurban.

Menikah? Apakah itu untuk menikahi seseorang yang tidak memiliki lengan atau kaki? Atau menikah sebagai istri kedua dengan status selir?

Seorang pengantin pria yang seluruh keluarga Chu tidak mau dinikahi anak perempuan mereka, seberapa baguskah dia?

Chu Qing-Yan sangat marah sehingga dia malah tersenyum, sementara Shan Cha menatap ekspresinya dengan teguh sejak Nona Ketujuh mengucapkan kata-kata itu. Takut dia tidak mampu menghadapinya dan mengejar Nona Ketujuh untuk menginterogasinya. Untungnya, Nona Keembilan tetap tenang, hanya, dia mengungkapkan senyuman yang akan membuat seseorang takut dan membuat mereka gemetar ketakutan.

Shan Cha tidak tahu bagaimana harus terus menghadapi Nona Kesembilan, tapi Nona menutup mulutnya saat dia tidak sadar. Di saat berikutnya, dia tertekan menuju daerah terpencil. Shan Cha sangat takut sehingga dia ingin berjuang, namun diancam dihentikan oleh Nona Kesembilan, “Jika kau berani untuk secara bergerak lagi, aku tidak dapat menjamin bahwa aku tidak akan melakukan sesuatu.”

Shan Cha hanyalah seorang gadis pelayan kecil, segera, kakinya menjadi lunak karena takut. Jadi, dia hanya bisa mengikuti Chu Qing-Yan untuk maju.

Chu Qing-Yan melepaskan Shan Cha setelah memaksanya ke sudut, lalu, dari pinggangnya, dia mengeluarkan sebatang kayu seukuran telapak tangan yang telah dikupas Ayah sampai sangat tajam saat di Desa Mao. Dengan sangat cepat, dia meletakkannya di pinggang Shan Cha, akhirnya mengungkapkan senyuman yang mengerikan dan dalam, dia dengan mengancam berkata, “Shan Cha, aku tahu kau mengerti dengan jelas apa yang baru saja mereka bicarakan. Kau harus yakin bahwa aku tidak akan menyulitkan mu. Hanya, kau harus memberi tahu aku hal-hal yang telah kau dengar, maka aku akan membiarkan mu pergi. Jika tidak, aku, sebagai orang kampung yang turun dari pegunungan, ada kemungkinan, jika tangan ku tergelincir dan tidak memiliki kekuatan untuk memegangnya, maka kau … ” Sisa kata-kata tidak perlu dikatakan

Shan Cha sangat takut dengan ancaman dan pemaksaannya sejak saat wajahnya yang merah kehilangan semua warna, bagaimana mungkin dia berani untuk tidak taat?

“Nona Kesembilan, Nona Kesembilan, saya akan mengatakannya, saya akan mengatakannya -“

“Bicara!”

“Pelayan ini hanya tahu bahwa Kaisar memberikan perintah untuk keluarga. Nona dari keluarga Chu agar menikahi Pangeran Ying saat ini. Namun, Tuan Kepala Keluarga tidak ingin para nona menikah, oleh karena itu, Nyonya Kedua memikirkan agar seluruh keluarga Nona Kesembilan kembali. Lalu, kapan waktunya tiba, biarkan Nona Kesembilan menikahi Pangeran Ying.”

Bibir Chu Qing-Yan sedikit berkedut, usianya baru sepuluh tahun, oke? Dia masih belum tumbuh menjadi orang dewasa dan menjadi yang pertama yang akan menikah! Orang-orang di keluarga Chu benar-benar bisa melakukan sesuatu seperti ini! Sampah masyarakat!

LAC 9. Mata Tajam dan Hidung Tajam Mengendus Rencana Sinis
LAC 11. Merapikan Barang Berharga Agar Bisa Lolos

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.